10/01/2018
Jika ingin tahu 'harga' seorang maka lihatlah saat dia diam karna marah, kesel, baper or yg paling ampuh (tp jgn di niatin ya), trus lihat deh seisi tiba-tiba diam, Mencekam.
Malam terasa choki choki paanjang dan laama. Desahan nafas menyesakan, berasa uji nyali. Seluruh makanan menjadi hambar Semua terasa hampa dan kosong!
Maka disanalah biasanya seorang lumpuh dan jiwanya, bahkan semangatnya jadi butiran debu beterbangan kesana kemari.
Jangan bersilat lidah ya , kalian butuh dia.
Dia adalah kekuatan mu.
Bukankah setiap hari km pulang kerumah membawa lelah dan berangkat lagi esok hari dengan semangat baru?
Bukankah dia yang melahirkan anak-anak mu dan lalu menjadikan cinta yg menjulang kelangit nan tinggi. Bukankah sifat buruknya telah mengubah mu jadi sedikit dan ?
Bukankah dia yang menemani mu dalam duka dan berbagai kekhawatiran, kesulitan, kesedihan, kepahitan serta berbagai kekeliruan yang kini terangkai dalam .
Coba ingat lagi, saat jiwa dan kehormatan mu dalam bahaya. Bukankah dia yang paling merasa khawatir ?
Atau coba ingat lagi, ketika semua orang menyalahkan mu dan dia berupaya membenarkannya meski harus berdusta pada dirinya sendiri?
Adalah suatu ketika, Ummar bin Khotob dimarahi istrinya dan beliau hanya diam saja. Padahal dimasa itu beliau adalah manusia terkuat, peminpin terhebat, dicintai, dihormati, disegani bahkan ditakuti manusia dan jin.
Lalu ketika itu sahabatnya bertanya; "Kenapa engkau diam saja?" maka beliau menjawab; "Karena dialah wanita yang telah susah payah mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anakku". Sederhana namun menusuk!
Barangkal kalian sering berkata dalam hati; "Akh, dasar wanita. Pelupa. Saat marah semua jadi abu!". Padahal sesungguhnya kalianlah yang pelupa. Lupa bahwa istrimulah yang paling tau betapa mahalnya harga syurga dalam timbangan rasa seorang wanita. Saat rasa itu pudar, hilang juga cahaya di rumahmu, sirna keceriaan di dunia kecilmu, dan mungkin akan goyahkan pijakan mu, saat semua itu km alami baru km tau betapa berharganya wanita itu...ISTRI MU .
kajian :Ustadz Nuruddin