kehilat Shem Qadosh

kehilat Shem Qadosh halaman ini merupakan salah satu wujud nyata pelayanan kehilat Shem Qadosh dalam menjangkau jiwa-jiw

Permanently closed.
25/12/2018


Topik: merespon kabar baik
bacaan: Kitab Lukas 2:8-20 ILT
Dan di wilayah yang sama, para gembala sedang tinggal di padang dan melakukan jaga malam atas kawanan ternak mereka.
Dan tampaklah seorang malaikat YAHWEH tiba-tiba berdiri di dekat mereka dan kemuliaan YAHWEH menyinari mereka dan mereka dicekam ketakutan yang luar biasa.
Dan malaikat itu berkata kepada mereka, “Jangan takut, karena lihatlah, aku memberitakan kabar baik kepadamu, suatu s**acita besar yang akan terjadi bagi segala bangsa,
karena pada hari ini telah dilahirkan bagimu seorang Juruselamat, yaitu HaMashiakh, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Engkau akan menemui seorang Bayi yang dibungkus dengan lampin, terbaring dalam palungan.”
Dan tiba-tiba ada bersama malaikat itu sekump**an bala tentara surga sambil memuji Elohim dan berkata,
“Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan!”
Dan terjadilah, ketika para malaikat itu pergi dari mereka ke surga, dan orang-orang itu, yaitu para gembala, berkata seorang terhadap yang lain, “sesungguhnya kita harus melintas sampai ke Betlehem dan melihat kejadian yang telah terjadi ini, yang telah YAHWEH beritahukan kepada kita.”
Dan dengan bergegas, mereka pergi dan mendapati baik Maria dan Yusuf maupun Bayi itu, yang sedang terbaring dalam palungan.
Dan setelah melihat, mereka memberitakan perkataan yang telah dikatakan kepada mereka mengenai Bayi itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran akan apa yang dikatakan oleh para gembala itu kepada mereka.
Namun Maria menyimpan semua kejadian ini, sambil merenungkan dalam hatinya.
Dan para gembala itu p**ang sambil memuliakan dan memuji Elohim atas segala sesuatu yang telah mereka dengar dan lihat sebagaimana telah dikatakan kepada mereka.

***

Yeshua pernah berujar, "orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (Kitab Lukas 7:47). respon seseorang tergantung dari seberapa besar ia (merasa) telah menerima. mari belajar dari para gembala bagaimana mereka merespon pernyataan kabar baik dari Elohim.

siapakah para gembala ini? pada masa itu mereka termasuk orang-orang yang tersisihkan dan tidak dihormati oleh orang yahudi, khususnya oleh para rabi yahudi karena dianggap bodoh, tidak terdidik, s**a mencuri anak domba, tidak jujur, dan melakukan pekerjaan yang najis. maka mereka tidak boleh menghadiri ibadah di Bait Elohim dan bersaksi dalam pengadilan. tidak heran mereka sering berpindah-pindah dan memilih tinggal bermalam di padang belantara bersama ternak mereka. namun demikian, Elohim berkenan menyatakan anugerah dengan menyampaikan berita Natal, pertama-tama kepada mereka.

bagaimana mereka merespon kabar baik itu? mula-mula takut, tetapi kemudian berubah menjadi menjadi s**acita. mula-mula merasa terasing dan tidak berarti, lalu menjadi hidup penuh arti dan damai sejahtera. bahkan mereka bergegas pergi ke betlehem untuk menemukan bayi Yeshua dengan tanda pengenalnya. menemukan Yeshua telah mengubah hidup mereka secara luar biasa, dan telah mendorong mereka menaikkan rasa syukur mereka dan menceritakan kabar baik itu kepada orang lain agar mereka juga boleh mengalami s**acita dan damai sejahtera tersebut (ayat 17-18).

sikap hati seperti apa yang perlu dimiliki oleh orang percaya untuk merespon kabar baik yang telah mengubah hidup berdosa jadi hidup bermakna dalam Hamasiah? teladanilah empat orang kusta yang tercatat di Kitab 2 Raja-Raja 7:3-11, “Kita tidak melakukan yang patut pada hari ini. Inilah hari kabar baik, tetapi kita tinggal diam. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita.” (Kitab 2 Raja-Raja 7:9). sudahkah Anda merespons kabar baik hari ini dengan memberitakan Yeshua kepada orang yang membutuhkan?

14/12/2018


Topik: kekayaan dapat membawa duka
bacaan: Kitab Matius 19:16-26 ILT
Dan lihatlah, seraya mendekat, seseorang berkata kepada-Nya, “Guru yang baik, kebaikan apakah yang harus aku lakukan supaya aku memperoleh hidup yang kekal?”
Dan Dia berkata kepadanya, “Mengapa engkau mengatakan Aku baik? Tak ada seorang pun yang baik, kecuali satu, Elohim! Namun, jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, peliharalah perintah-perintah.”
Dia berkata kepada-Nya, “Yang mana?” Dan YESHUA berkata, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta,
hormatilah ayah dan ibumu dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”
Orang muda itu berkata kepada-Nya, “Aku sudah memelihara semua itu sejak kecilku, apakah yang masih kurang?”
YESHUA berkata kepadanya, “Jika engkau ingin menjadi sempurna, pergilah, juallah apa yang menjadi milikmu dan berikanlah kepada orang miskin, dan engkau akan memperoleh harta di surga, dan marilah, ikutlah Aku!”
Dan setelah mendengar perkataan itu, anak muda itu pergi dengan bersedih, karena dia memiliki banyak harta.
Dan YESHUA berkata kepada para murid-Nya: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa seorang kaya akan dengan susah payah masuk ke dalam kerajaan surga.
Dan lagi, Aku berkata kepadamu, adalah lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan Elohim.”
Dan setelah mendengarnya, para murid-Nya sangat keheranan, seraya berkata, “Jadi, siapakah yang dapat diselamatkan?”
Dan seraya memandang, YESHUA berkata kepada mereka, “Di hadapan manusia hal ini adalah mustahil, tetapi di hadapan Elohim segala sesuatu adalah mungkin.”

***

kekayaan seringkali menjadi dambaan insan demi kebahagiaan. namun seringkali p**a realita berbicara sebaliknya, bahwa kekayaan membawa duka: ketidakharmonisan, retaknya persahabatan, rela menjual kejujuran dan ketulusan, dan kehancuran diri. terlebih lagi bila kekayaan telah menjadi dewa dalam kehidupan seseorang, sehingga segala sesuatu diukur dengan kekayaan. inilah yang terjadi dalam diri sang pemuda kaya yang malang.

strategi pemuda kaya dalam mengajukan pertanyaan (ayat 16) menunjukkan bahwa sesungguhnya ia tidak sedang bertanya, tetapi memamerkan kesalehannya (ayat 20). ketika ia menganggap bahwa semua yang baik telah dilakukannya, Yeshua menegaskan bahwa hanya Satu yang baik (ayat 17), yakni Tuhan. bagaimana pun baiknya manusia tetaplah manusia berdosa, yang tidak mungkin mencapai standar kebaikan Elohim. maka Yeshua mengatakan bahwa untuk memperoleh hidup kekal, manusia harus datang kepada Elohim (ayat 17), dan tidak mungkin dengan usaha atau perbuatan baik manusia. namun pemuda tersebut menilai kehidupan kekal hanya sejauh usaha manusia (ayat 20). mungkinkah seorang dapat melakukan semua perintah Elohim dengan sempurna, bukan dengan standar manusia tetapi dengan standar Elohim?! bila benar bahwa pemuda tersebut telah melakukan semuanya demi kasihnya kepada Elohim, maka ketika Yeshua menyuruhnya menjual segala miliknya dan membagikan kepada orang miskin, tidak akan membuatnya sedih, tetapi dengan sepenuh hati ia akan melakukannya. namun ia gagal karena kekayaan telah menjeratnya.

ketidak mengertian murid-murid, menyebabkan Yeshua harus menjelaskan bahwa orang kaya sulit masuk surga, bukan karena kekayaannya, tetapi karena pemahaman yang salah, sehingga tidak menyadari bahwa keselamatan adalah anugerah, yang sesungguhnya tidak dapat diukur dan diupayakan dengan materi. demikian p**a pemahaman mereka tentang apa yang didapatkan sebagai balasan dari kerelaan meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yeshua (ayat 27). mereka pun mengukur segala sesuatu dengan neraca untung-rugi. bagi mereka kehidupan kekal masih merupakan sesuatu yang abstrak, maka titik tolak pembicaraan mereka berkisar hal materi.

renungkan: kekayaan manakah yang lebih berarti, yang bersifat sementara ataukah yang bersifat kekal walau tak nampak wujudnya kini?

07/12/2018


Topik: menyikapi pengajar sesat
bacaan: Kitab Matius 7:15-23 ILT
“Namun, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dalam pakaian bulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka seutuhnya. Bukankah tidak pernah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari pohon berduri?
Jadi, setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi pohon yang buruk menghasilkan buah yang buruk.
Pohon yang baik tidak mungkin menghasilkan buah yang buruk, demikian p**a pohon yang buruk tidak menghasilkan buah yang baik.
Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, ia ditebang dan dibuang ke dalam api.
Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka seutuhnya.
Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir roh jahat, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari-Ku, hai kamu yang mengerjakan kejahatan!”

***

apa ciri yang perlu kita ketahui dari pengajar-pengajar sesat? dari buahnya kita mengenal mereka (ayat 16, 20). pengajar sesat dapat dikenali tentu dari ajarannya yang bertentangan dengan Firman Tuhan. memang tidak mudah untuk mengenali ajaran yang salah kalau kita sendiri tidak mengenal ajaran yang benar dari Firman Tuhan. banyak ajaran sesat yang terlihat baik, menarik, dan relevan. maka dari itu, selain bisa membedakan ajaran salah dari ajaran benar, kita perlu mengenal ciri-ciri pengajar sesat.

Yeshua memperingatkan para murid bahwa tidak semua orang yang menyebut Tuhan otomatis anak Tuhan. bahkan mereka yang melakukan banyak hal, termasuk hal yang spektakuler atas nama Tuhan tidak dengan sendirinya anak Tuhan. hanya mereka yang melakukan kehendak Tuhan, itulah anak Tuhan (ayat 21). dari buahnya kamu mengenal mereka!
pertama, pengajar sesat mengajar bukan untuk kepentingan Tuhan, apalagi umat Tuhan. mereka mengajar untuk kepentingan mereka sendiri, orientasi mereka uang, nama, dst.
kedua, pengajar sesat berani memutarbalikkan Firman dan memanip**asi jemaat untuk kepentingan diri sendiri.
ketiga, pengajar sesat sendiri, mungkin di penampilan luar terlihat saleh dan rohani, tetapi mereka sebenarnya hamba nafsu duniawi.

apa kiat menghindari ditipu pengajar sesat? kenali ajaran yang benar dengan belajar Firman Tuhan baik-baik dan tidak asal.
belajar cara dan gaya hidup Tuhan Yeshua, sebagai model pengajar yang benar sehingga kita bisa membedakan sikap yang tulus hamba Tuhan dari sikap munafik atau dibuat-buat.
selalu ada dalam persekutuan dengan saudara-saudara yang satu iman yang mau komit untuk melakukan Firman Tuhan, sehingga pengajar sesat tidak mudah menipu kita dengan ajaran-ajarannya yang salah namun memikat.

04/12/2018


Topik: menantikan Kerajaan Elohim
bacaan: Kitab Lukas 18:1-17 ILT
Dan Dia pun mengatakan sebuah perumpamaan kepada mereka bahwa seharusnyalah senantiasa berdoa dan tidak menjadi jemu,
sambil berkata, “Di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Elohim, dan manusia tidak ia hormati.
Dan di kota itu ada seorang janda, dan dia datang kepadanya, dengan berkata: Belalah aku dari lawanku.
Tetapi untuk beberapa waktu ia tidak mau. Namun setelah itu ia berkata pada dirinya: Sekalipun aku tidak takut akan Elohim dan manusia tidak kuhormati,
pada akhirnya, karena janda ini mendatangkan kesusahan bagiku, aku akan membelanya, agar dia tidak mengganggu aku dengan datang terus-menerus.”
Dan Tuhan berkata, “Camkanlah, hakim ketidakadilan itu mengatakan apa!
Dan, akankah Elohim sama sekali tidak melakukan pembelaan terhadap orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya siang dan malam dan berpanjang sabar atas mereka?
Aku berkata kepadamu bahwa Dia akan melakukan pembelaan bagi mereka dengan segera. Akan tetapi ketika datang, akankah Anak Manusia mendapati iman di bumi ini?”
Dan kepada beberapa orang yang bersandar kepada diri sendiri bahwa mereka adalah orang benar, dan yang memandang rendah orang-orang kebanyakan, Dia mengatakan p**a perumpamaan ini,
“Ada dua orang naik ke bait suci untuk berdoa, yang satu orang Farisi dan yang lain seorang pemungut cukai.
Orang Farisi itu sambil berdiri mendoakan hal-hal ini bagi dirinya: Ya Elohim, aku bersyukur kepada-Mu, karena aku tidak seperti orang-orang kebanyakan, serakah, tidak jujur, pezina, ataupun seperti pemungut cukai ini.
Aku berpuasa dua kali sepekan, aku memberikan persepuluhan segala sesuatu sebanyak yang aku dapatkan.
Dan sambil berdiri dari jauh, pemungut cukai itu bahkan tidak ingin matanya diangkat ke langit, sebaliknya dia memukulmukul ke dadanya sambil berkata: Ya Elohim, biarlah kepadaku yang berdosa ini diperdamaikan.
Aku berkata kepadamu, orang ini p**ang ke rumahnya dengan dibenarkan lebih daripada yang itu. Sebab setiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan dan yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.”
Dan mereka membawa kepada-Nya juga bayi-bayi supaya Dia menjamah mereka. Dan ketika melihat itu, para murid-Nya menegur mereka.
Namun sambil memanggil mereka, YESHUA berkata, “Biarkanlah anak-anak kecil itu datang kepada-Ku dan janganlah halang-halangi mereka, karena bagi orang-orang yang seperti inilah kerajaan Elohim.
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa saja yang tidak menyambut kerajaan Elohim seperti seorang anak kecil, ia sekali-kali tidak akan masuk ke dalamnya.”

***

sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, Yeshua tahu bahwa dunia ini akan semakin tidak menghargai Elohim, seperti pada masa nuh dan lot. gereja akan seperti janda yang mengalami perlakuan buruk dari orang yang tidak percaya Tuhan (ayat 3). sementara waktu kedatangan Kerajaan Elohim tidak sesegera seperti yang diharapkan para murid. lalu bagaimana murid Tuhan dapat bertahan dalam masa sulit itu?

Yeshua mengajarkan bahwa murid-murid-Nya harus selalu berdoa (ayat 1). bila mendengar uraian Yeshua, tentu orang farisi akan mengaminkannya karena mereka membanggakan diri sebagai orang yang tekun mendoakan kedatangan Kerajaan Elohim. walaupun yang mereka doakan adalah kerajaan yang akan diberikan sebagai upah atas ketaatan mereka kepada Elohim. maka perumpamaan kedua menyangkal anggapan mereka.

Yeshua berkisah tentang dua pria yang datang ke Bait Elohim untuk berdoa. pria pertama adalah seorang farisi, pria kedua adalah pemungut cukai. mari kita perhatikan isi doanya. orang farisi berdoa dengan keyakinan bahwa dirinya benar (ayat 11-12). sementara si pemungut cukai tahu bahwa ia berdosa sehingga tidak berani melihat ke surga. ia hanya memohon pengampunan Elohim atas doa-doanya (ayat 13). inilah pertobatan sejati. menurut Yeshua, orang farisi itu akan pergi dari Bait Elohim sama seperti ia datang, sombong karena merasa diri benar, tetapi ia tidak diperkenankan Elohim. namun si pemungut cukai akan dibenarkan Elohim (ayat 14). berikutnya, Yeshua mengajarkan lagi satu karakteristik orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Elohim, yaitu menyambut Kerajaan Elohim seperti seorang anak kecil (ayat 16-17). anak kecil tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada Elohim dan akan menerima apapun yang diberikan kepadanya, dengan gembira dan tanpa curiga.

setiap orang beriman menantikan saatnya Kerajaan Elohim dinyatakan. bukan dengan berpangku tangan melainkan dengan melipat tangan, berdoa. bukan dengan sikap pongah dan merasa layak untuk masuk ke dalamnya, melainkan dengan rendah hati karena tahu bahwa sesungguhnya kita tidak layak.

28/11/2018

surat Cinta Kasih Bapa di Sorga untuk anda

26/11/2018


Topik: Amanat Agung
bacaan: Kitab Matius 28:16-20 ILT
Dan kesebelas murid itu pergi ke Galilea, ke bukit tempat YESHUA telah menetapkannya bagi mereka.
Dan setelah melihat Dia, mereka menyembah kepada-Nya, tetapi beberapa ragu-ragu.
Dan seraya mendekat, YESHUA berbicara kepada mereka sambil berkata, “Segala otoritas di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Ku.
Oleh karena itu, seraya pergi, muridkanlah semua bangsa dengan membaptis mereka ke dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
dengan mengajar mereka melakukan segala sesuatu apa saja yang sudah Aku perintahkan kepadamu. Dan lihatlah, Aku ada bersamamu sepanjang masa, sampai kesudahan zaman.” Amin.

***

untuk apa Yeshua masih tinggal empat puluh hari di tengah-tengah para murid-Nya, setelah kebangkitan-Nya? (Kitab Kisah Para Rasul 1:3) untuk mempersiapkan para murid menjadi juru berita Injil, dengan pengajaran mereka dan dengan hidup mereka. selama tinggal beberapa waktu dengan para murid, mereka diteguhkan bahwa berita bohong para imam yang disampaikan oleh para prajurit benar-benar kebohongan belaka.

selama empat puluh hari itu Yeshua berulang kali hadir di tengah-tengah mereka. Ia mengajar dan menunjukkan bahwa Diri-Nya adalah penggenapan nubuat Perjanjian Lama (Kitab Lukas 24:27) dan perkataan-Nya sebelumnya (Kitab Lukas 24:44-45). Ia meneguhkan iman mereka agar mereka tidak ragu-ragu lagi untuk menjadi saksi-saksi-Nya, dan mengajarkan Kerajaan Elohim yang hanya bisa dimasukkan melalui iman dan kelahiran baru oleh Roh Kudus.

memang masih ada yang ragu-ragu (ayat 17), tetapi kelak setelah Roh Kudus turun, semua akan diperlengkapi kuasa. sebelum naik ke surga, Yeshua mengklaim dan menegaskan otoritas-Nya di surga dan di bumi. dengan otoritas demikian murid-murid dapat bergantung kepada-Nya dan melaksanakan Amanat Agung yang Yeshua berikan, sebagai saksi-saksi-Nya baik dari Yerusalem sampai ke ujung bumi karena Injil itu bersifat universal (Kitab Kisah Para Rasul 1:8). mereka harus pergi, bukan menunggu orang datang kepada mereka. mereka harus memuridkan orang lain agar nantinya dapat juga memuridkan orang lain lagi. akhirnya mereka harus membentuk satu umat Tuhan melalui baptisan dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, agar gereja dapat terus menjadi saksi. Ia menjanjikan penyertaan yang berkelanjutan dan kehadiran Roh Kudus yang akan memberikan kuasa kepada mereka.

kitalah para murid dari proses pemuridan yang mengalir sepanjang sejarah kristen. sudahkah kita memuridkan orang lain agar berita Injil terus berkumandang dari satu generasi ke generasi lainnya?

23/11/2018


Topik: tanda-tanda akhir zaman
bacaan: Kitab Matius 24:3-14 ILT
Dan sementara Dia duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah para murid kepada-Nya secara tersendiri, sambil berkata, “Katakanlah kepada kami, bilamanakah hal-hal ini akan terjadi, dan apa tanda kedatangan-Mu dan akhir zaman itu?”
Dan seraya menanggapi, YESHUA berkata kepada mereka, “Perhatikanlah, janganlah seorang pun menyesatkan kamu!
Sebab banyak orang akan datang atas Nama-Ku dengan mengatakan: Akulah HaMashiakh; dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Dan kamu akan segera mendengar peperangan dan berita-berita perang. Perhatikanlah, janganlah ketakutan, karena seharusnyalah semuanya itu terjadi, tetapi hal itu belumlah kesudahannya.
Karena bangsa akan dibangkitkan melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Dan akan terjadi kelaparan dan wabah penyakit, dan gempa bumi di berbagai tempat.
Dan semua ini merupakan awal penderitaan.
Kemudian mereka akan menyerahkan kamu ke dalam kes**aran, dan mereka akan membunuh kamu dan kamu akan dibenci oleh semua bangsa karena Nama-Ku,
dan pada waktu itu banyak orang akan tersandung dan mereka akan mengkhianati seorang terhadap yang lain dan akan membenci seorang terhadap yang lain.
Dan banyak nabi palsu akan dimunculkan dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Dan karena berlipatgandanya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Dan siapa yang bertahan sampai kesudahannya, dia akan diselamatkan.
Dan injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, dan kemudian akan datang kesudahannya.”

***

kapan zaman ini akan berakhir dan apa tanda-tandanya sampai hari ini, pertanyaan tersebut masih hangat bagi umat kristen. murid-murid Yeshua menanyakan hal yang sama kepada Sang Guru (ayat 3). Tuhan tidak hanya menjelaskan tanda-tanda yang mendahului kedatangan-Nya, tetapi juga bagaimana sikap menantikan kedatangan-Nya.

tanda yang pertama adalah munculnya penyesat (ayat 4-5), yang menggunakan nama Yeshua dan mengaku diri Mesias. penyesat yang demikian susah dikenali karena ia menggunakan atribut-atribut kristiani dan ajarannya mirip dengan ajaran kristen. Yeshua menasihatkan kita untuk waspada supaya tidak disesatkan.

tanda kedua adalah terjadinya peristiwa yang membawa penderitaan bagi dunia ini, yaitu deru perang, kelaparan, dan gempa bumi (ayat 6-8). nasihat Tuhan adalah supaya kita berawas-awas, tetapi tidak gelisah. jangan khawatir karena peristiwa-peristiwa ini pasti akan terjadi, bersikaplah bijaksana.

tanda ketiga adalah banyak orang kristen yang akan disiksa dan menderita karena nama Yeshua. banyak orang menjadi murtad. banyak saudara dan teman berubah menjadi lawan yang menyerahkan kita untuk disiksa (ayat 9-10). untuk menyelamatkan diri sendiri, banyak orang rela mengkompromikan imannya (ayat 12). kehadiran nabi palsu (ayat 11) mendorong semakin banyak orang mengambil keputusan yang salah, yaitu murtad. karenanya nasihat Tuhan adalah supaya kita tetap teguh, bertahan, dan tidak murtad (ayat 13). oleh mereka yang bertahan inilah, Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia (ayat 14).

dari tanda-tanda yang dilukiskan dalam perikop ini, sebenarnya kita semua sudah hidup di zaman akhir. semua tanda di atas begitu nyata dalam kehidupan kita sekarang ini. nasihat Yeshua menjadi sangat relevan, yaitu waspada supaya tidak disesatkan, berawas-awas dan tidak gelisah, bertahanlah supaya tidak murtad.

19/11/2018


Topik: sang Gembala, sang Anak
bacaan: Kitab Yohanes 10:1-21 ILT
“Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, melainkan dengan memanjat melalui jalan lain, dia itu adalah seorang pencuri dan perampok.
Namun siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah seorang gembala domba.
Bagi dia inilah penjaga pintu membukakan, dan domba-domba itu mendengarkan suaranya. Dan dia memanggil domba-domba miliknya berdasarkan nama, dan dia menuntun mereka ke luar.
Dan ketika dia mengeluarkan domba-domba miliknya, dia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Dan mereka sekali-kali tidak pernah mengikuti orang asing, malah mereka akan lari dari padanya, karena mereka tidak mengenal suara orang-orang asing.”
YESHUA mengatakan perumpamaan ini kepada mereka. Namun mereka itu tidak mengerti apa arti yang Dia katakan kepada mereka.
Oleh karena itu, YESHUA berkata lagi kepada mereka, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa Akulah pintu bagi domba-domba itu.
Semua orang, siapa saja yang datang sebelum Aku, mereka adalah para pencuri dan perampok, sebaliknya, domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
Akulah pintu. Jika seseorang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan, dan dia akan masuk dan akan keluar dan akan menemukan padang rumput.
Pencuri tidak datang kecuali untuk mencuri, dan membunuh, dan membinasakan. Aku datang supaya mereka memperoleh hidup dan memperolehnya berkelimpahan.
Akulah gembala yang baik. gembala yang baik mempertaruhkan jiwa-Nya demi domba-domba itu.
Namun orang upahan yang bukan p**a seorang gembala, yang padanya tidak ada domba-domba miliknya, ketika melihat serigala datang, maka dia meninggalkan domba-domba itu dan melarikan diri, dan serigala itu menerkam domba-domba itu, dan dia mencerai-beraikannya.
Dan orang upahan itu melarikan diri karena dia adalah seorang upahan, dan baginya dia tidak peduli akan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik, dan Aku mengenal domba-domba-Ku, dan Aku dikenal oleh domba-domba-Ku.
Sama seperti Bapa mengenal Aku, Aku pun mengenal Bapa; dan Aku mempertaruhkan jiwa-Ku demi domba-domba itu.
Dan Aku mempunyai domba-domba yang lain yang bukan berasal dari kandang ini. Seharusnyalah Aku memimpin mereka juga, dan mereka akan mendengarkan suara-Ku, dan akan menjadi satu kawanan, satu gembala.
Sebab itulah Bapa mengasihi Aku, karena Aku mempertaruhkan jiwa-Ku supaya Aku dapat menerimanya kembali.
Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, malah Aku mempertaruhkannya dari diri-Ku sendiri. Aku mempunyai otoritas untuk mempertaruhkannya dan Aku mempunyai otoritas untuk mengambilnya kembali. Aku telah menerima perintah ini dari Bapa-Ku.”
Oleh karena itu, terjadilah lagi perpecahan di antara orang-orang Yahudi, karena perkataan-perkataan ini.
Dan banyak dari antara mereka berkata, “Dia keras**an roh jahat dan gila! Mengapa kamu mendengarkan Dia?”
Yang lain berkata, “Ini bukanlah perkataan-perkataan seseorang yang keras**an roh jahat. Adakah setan dapat mencelikkan mata orang buta?”

***

kisah orang buta yang disembuhkan Yeshua di pasal 9 memperlihatkan sikap orang farisi yang hanya peduli pada peraturan sabat yang dilanggar. mereka sama sekali tidak memiliki belas kasihan atas penderitaan si buta, dan tidak ikut bers**acita atas kesembuhannya (Kitab Yohanes 9:34). sungguh memprihatinkan melihat sikap pemimpin agama seperti ini. mereka tidak melihat umat yang mereka layani sebagai domba-domba yang harus mereka jaga dan pelihara, melainkan sebagai orang-orang yang terkutuk (Kitab Yohanes 7:49).

gembala-gembala palsu itu tidak memenuhi tugas mereka sebagaimana seharusnya, melainkan memanfaatkan domba-domba itu untuk kepentingan mereka sendiri. Yeshua bahkan menyebut mereka pencuri dan perampok (ayat 1, 8, 10). gembala semacam ini tidak akan mau mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan domba-dombanya (ayat 12-13).

berbeda dengan Yeshua, Sang Gembala yang baik, yang membawa si buta masuk menjadi kawanan domba-Nya. Gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya dan sebaliknya, domba-domba-Nya pun mengenal Dia (ayat 14-15). bahkan Ia bersedia mengurbankan nyawa-Nya bagi keselamatan domba-domba-Nya (ayat 11), termasuk domba-domba dari kandang lain, yang juga harus digembalakan (ayat 16).

sebagai Anak, Sang Gembala tahu bahwa inilah kehendak Bapa (ayat 18) yang mengasihi Dia (ayat 17), yaitu agar Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai kurban untuk menebus manusia dari dosa. Anak juga berkuasa untuk bangkit dari kematian, lalu hidup kembali. inilah keunikan relasi Bapa dengan Anak.

namun banyak yang tidak mau menerima keunikan relasi Bapa dan Anak ini. ada yang tidak mau percaya bahwa Yeshua berkuasa untuk hidup kembali. ada juga yang mengajarkan bahwa Yeshua bisa hidup kembali karena pertolongan Bapa. kiranya kita tidak mudah disesatkan. pahamilah bahwa kematian dan kebangkitan Hamasiah adalah rencana Elohim untuk keselamatan manusia, dan Yeshua taat pada rencana itu.

16/11/2018


Topik: penghiburan dan penguatan
bacaan: Kitab Wahyu 22:6-21 ILT
Dan dia berkata kepadaku, “Perkataan-perkataan ini dapat dipercaya dan benar.” Dan YAHWEH, Elohim para nabi yang kudus, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada para hamba-Nya apa yang seharusnya terjadi dengan secepatnya.
Lihatlah, Aku segera datang! berbahagialah dia yang memelihara perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini.
Dan aku, Yohanes, yang melihat dan mendengar hal-hal ini, dan ketika aku mendengar dan melihat, aku tersungkur menyembah di depan kaki malaikat itu, yang memperlihatkan hal-hal ini kepadaku.
Dan dia berkata kepadaku, “Awas, jangan! Sebab aku adalah sesama hamba denganmu dan saudara-saudaramu para nabi dan mereka yang memelihara perkataan-perkataan kitab ini. menyembahlah kepada Elohim!”
Dan dia berkata kepadaku, “Kamu jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, karena waktunya sudah dekat.
Siapa yang berbuat salah, biarlah dia tetap berbuat salah, dan siapa yang berbuat najis, biarlah dia tetap berbuat najis, dan siapa yang adil, biarlah dia tetap berbuat adil, dan siapa yang kudus, biarlah dia tetap dikuduskan.
Dan lihatlah, Aku datang segera! Dan upah-Ku ada bersama-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan pekerjaannya.
Akulah Alfa dan Omega, permulaan dan penghabisan, yang pertama dan yang terakhir.
Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga otoritas mereka akan ada atas pohon kehidupan, dan mereka boleh masuk ke dalam kota itu melalui pintu gerbang.
Namun anjing-anjing ada di luar, juga para penyihir dan para pezina dan para pembunuh dan para penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai serta berbuat dusta.
Aku, YESHUA, telah mengutus malaikat-Ku untuk bersaksi kepadamu hal-hal mengenai gereja-gereja-Ku ini. Akulah Tunas dan Keturunan Daud, Bintang Fajar yang cemerlang.”
Dan Roh serta mempelai wanita berkata, “Marilah!” Dan dia yang mendengar, biarlah dia berkata, “Marilah!” Dan dia yang haus, biarlah dia datang, dan dia yang mengingini, biarlah dia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.
Sebab aku bersaksi bersama setiap orang yang mendengarkan perkataan-perkataan nubuat kitab ini, “Jika seseorang menambahkan sesuatu kepadanya, Elohim akan menambahkan atasnya bencana-bencana yang telah tertulis di dalam kitab ini.
Dan jika seseorang membuang sesuatu dari perkataan-perkataan kitab nubuat ini, Elohim akan menghapus bagiannya dari Kitab Kehidupan dan dari kota kudus dan apa yang telah tertulis di dalam kitab ini.”
Dia yang mempersaksikan hal-hal ini berkata, “Benar, Aku datang segera! Amin. Benar, datanglah, ya Tuhan YESHUA!”
Anugerah Tuhan kita YESHUA HaMashiakh ada bersama kamu semua, Amin!

***

Kitab Wahyu ditulis oleh yohanes atas perintah Tuhan Yeshua untuk menguatkan umat Tuhan yang sedang menghadapi penganiayaan yang kian hari kian berat. intisari Kitab Wahyu adalah bahwa Elohim berdaulat atas sejarah dunia ini. kuasa iblis yang memakai pemimpin dan budaya dunia untuk menyesatkan umat manusia, tetap ada di bawah kendali Sang Pencipta dan Pemilik. Hamasiah telah memastikan bahwa semua rencana Elohim bagi dunia dan bagi keselamatan umat-Nya tercapai dengan sempurna.

pada perikop penutup ini sekali lagi yohanes mendapatkan penegasan bahwa baik semua yang ia lihat dan catat, maupun yang tidak dicatatnya adalah tepat, setepat Firman-Nya di Perjanjian Lama (ayat 6). oleh karena itu, siapapun yang tidak percaya dan menolak Firman-Nya, memang sudah dihakimi secara adil (ayat 11), yaitu mereka yang tetap tinggal dalam keberdosaan mereka (ayat 15). sebaliknya, mereka yang percaya akan memperoleh upah percayanya itu yang dijaminkan oleh Hamasiah sendiri (ayat 12, 16). merekalah yang diundang untuk menikmati kehidupan sejati kekal bersama Elohim di surga mulia (ayat 17).

pentingnya Firman Tuhan ini bagi penghiburan dan penguatan umat Tuhan di sepanjang zaman ditegaskan melalui peringatan keras untuk tidak mengubah pesan Tuhan ini (ayat 18-19). baik menambah maupun menguranginya, adalah sama dengan mengingkari hikmat dan kedaulatan Tuhan. kita dipanggil untuk bersandar penuh pada Tuhan, dengan tidak mengompromikan Firman-Nya dengan hikmat kita, apalagi menafsir menurut keinginan dan kepentingan sendiri. Kitab Wahyu diberikan bukan untuk umat berspekulasi mengenai masa depan melainkan untuk menolong umat Tuhan menghadapi situasi sulit yang bersifat kontra kebenaran dan anti Hamasiah.

renungkan: yang kita butuhkan bukan membaca peta zaman pembuka rahasia masa depan, melainkan menaati Firman-Nya yang merupakan pedoman terpercaya menjalani hidup masa depan.

Address

Cibinong
16918

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when kehilat Shem Qadosh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to kehilat Shem Qadosh:

Share