25/09/2021
3 orang yang mustajab Doanya :
(1) Doa orang yang terzholimi. Meskipun yang terzholimi adalah orang fajir (penuh maksiat), maka itu pun bisa mustajab. Sedangkan kefajirannya kembali pada dirinya. Begitu p**a yang terzholimi di sini orang kafir, juga bisa terkabul. Apalagi doa yang shalih terdzolimi, maka jangan sampai kita menjadi pelaku dzolim kepada sesama. Lekaslah bertaubat dan meminta maaf jika kita telah melakukannya.
(2) Doa dari seorang MUSAFIR. (yang melakukan perjalanan jauh) dalam safar yang sifatnya boleh, bukan safar maksiat. Doa ini mudah dikabulkan karena ketika di perjalanan ia sungguh-sungguh berharap pada Allah ketika meminta. Maka dalam Islam-pun, kita diwajibkan berperilaku baik bahkan memberi perhatian khusus kepada para musafir yang ada disekitar kita.
(3) Doa buruk dari orang tua kepada anak. Jika anak menyakiti orang tua, lalu orang tua memaafkan, maka berarti urusannya telah selesai. Namun jika orang tua tidak memaafkan lantas mendoakan keburukan, maka Doa buruknya itu mustajab. Ini menunjukkan setiap anak tidak boleh menyakiti orang tuanya. Banyak sekali anak yang menyepelekan atau “mempermainkan” hati orangtua sehingga menimbulkan kemarahan. Bahkan sampai berujung doa baik dalam bentuk sadar penuh atau dalam kemarahan yang memuncak. Dalam beberapa kasus, seringkali dalam kondisi marah dan kecewa keluar sumpah serapah yang berisi doa. Maka sebagai anak atau sebagai orangtua, kita wajib berhati-hati terhadap doa-doa yang bersifat responsif.
Sebagai orang tua memang perlu hati-hati ketika mendoakan buruk pada anak. Karena jika ia doakan buruk pada anaknya, itu bisa terkabul tanpa ada penghalang. Sebagaimana ada kisah dari Juraij shalih, dikarenakan suatu saat tanpa sengaja “tidak menghiraukan” panggilan sang ibu. Maka doa buruk ibunya bisa terkabul.
Semoga kita bisa jadi anak yang berbakti. Moga kita bisa p**a memanfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berDoa.
Semoga bermanfaat sebagai pengingat kita semua.
Konten dari | Image : Canva