Islam Agamaku

Islam Agamaku الله سبحانه وتعالى ، دائما يعطي فضله وتوجيهه لنا جميعا ، آمين ... Ahlus Sunnah Waljamaah

Semoga Bermanfaat
18/01/2025

Semoga Bermanfaat

Semoga Semua Pejuang Nafkah dari jualan Es , selalu sehat, berkah barokah & Semoga lelah mu di bayar kontan Oleh Allah S...
05/12/2024

Semoga Semua Pejuang Nafkah dari jualan Es , selalu sehat, berkah barokah & Semoga lelah mu di bayar kontan Oleh Allah SWT , Amiin ya robbal alamin 🤲

Gus Miftah Lovers Gus Miftah

Tuan Guru Buya YahyaSalah satu Ulama ulama yg sangat Karismatik , Masya Allah SubhanAllah ♥️
27/11/2024

Tuan Guru Buya Yahya
Salah satu Ulama ulama yg sangat Karismatik , Masya Allah SubhanAllah ♥️

21/11/2024

Yuk Amiiin kan di kolom komentar Dan Share Sebanyak banyaknya, semoga menjadi Amal Jariyah kita. aamiin 🤲

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Sehat selalu buat semua , Amiiin ya rabbal alamiin 🤲 D...
16/11/2024

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Sehat selalu buat semua , Amiiin ya rabbal alamiin 🤲 Dey, Mencari Sinar, Bang Jaka, Heti Hartati, Yati Sri Lestari, Reza Ardiansyah, Tety Hasan, Akasaka Ryuu Ken, Ya Hafit Saputra Berjuang, Khuzaemah Zemah, Prayogo Oetomo, Iwan Brandon, Awan Terbang, Tarman Na, Fendy Ady, Nurcholik Nurcholik, Emi Mar, Umi Ubed, Kang So

PAHLAWAN NASIONAL 🇮🇩 ( CUT NYAK DHIEN )Kisah Pilu Cut Nyak Dien - Ratu Aceh - Pahlawan yang Makamnya Ditemukan 50 Tahun ...
14/11/2024

PAHLAWAN NASIONAL 🇮🇩
( CUT NYAK DHIEN )

Kisah Pilu Cut Nyak Dien - Ratu Aceh - Pahlawan yang Makamnya Ditemukan 50 Tahun Setelah Gugur

Ia adalah sosok yang peka terhadap pederitaan rakyat Aceh akibat penjajahan Belanda. Dan karena itulah ia memutuskan mengangkat senjata.

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dan berasal dari keluarga bangsawan yang sangat taat beragama.

Ayahnya Teuku Nanta Seutia, seorang ulebalang (panglima perang) VI Mukin.

Cut Nyak Dien menikah pada usia masih belia pada tahun 1862, dengan Teuku Ibrahim Lamnga dan memiliki seorang anak laki-laki.

Cut Nyak Dien dikenal sebagai panglima perang yang tangguh di wilayah VI Mukin.

Setelah bertahun-tahun bertempur, pasukan yang dipimpin Cut Nyak Dien makin terdesak.

Demi menghindari kejaran pasukan Belanda, keluarga Cut Nyak Dien lalu memutuskan mengungsi ke daerah yang makin terpencil dan terus mengobarkan semangat pertempuran

Ujian berat kembali dialami Cut Nyak Dien ketika pada 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur.

Kendati suaminya gugur, Cut Nyak Dien bertekad untuk terus melanjutkan perjuangannya melawan kolonial Belanda dengan semangat yang makin berapi-api.
Kebetulan sewaktu menyelenggarakan upacara penguburan Teuku Ibrahim, Cut Nyak Dien bertemu dengan Teuku Umar yang kemudian menjadi suami sekaligus rekan seperjuangan.

Bersama Teuku Umar, Cut Nyak Dien berhasil membangun kekuatan kembali dan mampu menghancurkan markas Belanda di sejumlah tempat.

Namun, berkat taktik liciknya, Belanda kembali mendesak pasukan Cut Nyak Dien dan Teuku Umar.

Di tengah perang yang berkecamuk, pasangan Cut Nyak Dien dan Teuku Umar mempunyai seorag putri Cut Gambang yang ketika dewasa dinikahkan dengan Teuku Di Buket, putra Teuku Cik Di Tiro yang juga pejuang dan pahlawan Aceh.

Dalam perjalanan hidup mereka, anak dan menantu Cut Nyak Dien itu akhirnya juga gugur di medan perang.

Tapi semangat tempurnya tetap menyala-nyala dan ia bertekad berjuang sampai titik darah penghabisan.

Sementara itu Belanda yang mengetahui kekuatan pasukan Cut Nyak Dien kian melemah dan hanya bisa menghindar dari hutan-hutan terus melancarkan tekanan.

Akibatnya kondisi fisik dan kesehatan Cut Nyak Dien makin melemah namun ia tetap melanjutkan pertempuran.

Melihat kondisinya seperti itu, panglima perang Cut Nyak Dien, Pang Laot Ali, menawarkan menyerahkan diri ke Belanda.

Tapi Cut Nyak Dien justru marah sekali dan menegaskan untuk terus bertempur.

Akhirnya Cut Nyak Dien berhasil ditangkap oleh pasukan khusus Belanda yag dipimpin oleh Letnan van Vurren.

Seperti biasa setelah ditangkap, dan untuk menghindarkan pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh, Cut Nyak Dien diasingkan ke Pulau Jawa, tepatnya ke daerah Sumedang, Jawa Barat.

Di tempat pengasingannya, Cut Nyak Dien yang sudah renta dan mengalami gangguan penglihatan itu lebih banyak mengajar agama.

Ia tetap merahasiakan jati diri yang sebenarnya sampai akhir hayatnya.

Akhirnya Cut Nyak Dien berhasil ditangkap oleh pasukan khusus Belanda yag dipimpin oleh Letnan van Vurren.

Seperti biasa setelah ditangkap, dan untuk menghindarkan pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh, Cut Nyak Dien diasingkan ke Pulau Jawa, tepatnya ke daerah Sumedang, Jawa Barat.

Di tempat pengasingannya, Cut Nyak Dien yang sudah renta dan mengalami gangguan penglihatan itu lebih banyak mengajar agama.

Ia tetap merahasiakan jati diri yang sebenarnya sampai akhir hayatnya.

Cut Nyak Dien wafat pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang.

Makam Cut Nyak Dien baru diketahui secara pasti pada 1960 atau sekitar 50 tahun setelah kematiannya. Waktu itu, Pemda Aceh memang sengaja menelusuri kuburannya.

Perjuangan Cut Nyak Dien bahkan membuat seorang penulis dan sejahrawan Belanda, Ny Szekly Lulof kagum dan menggelarinya Ratu Aceh.

Setiap Umat Muslim Pasti nya menginginkan keluarga Bahagia Dunia Akhirat, Amiin 🤲
02/11/2024

Setiap Umat Muslim Pasti nya menginginkan keluarga Bahagia Dunia Akhirat, Amiin 🤲

Masya Allah , Ustadz UAS , semoga sehat terus ustad, amiin 🤲
29/10/2024

Masya Allah , Ustadz UAS , semoga sehat terus ustad, amiin 🤲

Address

Ciamis

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Islam Agamaku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Islam Agamaku:

Share