Ikrimah Hidayatul Mubtadiin

Ikrimah Hidayatul Mubtadiin Email : [email protected]
Instagram :
Twitter :

Alhamdulillah bini'mati tatimussholat, salah satu alumni Ikrimah Hidayatul Mubtadiin  dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin t...
29/03/2023

Alhamdulillah bini'mati tatimussholat, salah satu alumni Ikrimah Hidayatul Mubtadiin dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin telah menyelesaikan 30 Juz Al Qur'an, semoga senantiasa terjaga dalam hati serta pengamalannya dan bisa memakaikan mahkota dan jubah kemuliaan kepada kedua orangtuanya di akhirat.
Aamiin Allahumma Aamiin

Keluarga besar Ikrimah Hidayatul Mubtadiin mengucapkan :Marhaban Yaa Ramadhan 1444 HijriyahSemoga amal ibadah kita diter...
22/03/2023

Keluarga besar Ikrimah Hidayatul Mubtadiin mengucapkan :
Marhaban Yaa Ramadhan 1444 Hijriyah
Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Aamiin

“ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua or...
26/09/2022

“ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36).

Salah satu bukti bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah kepada kita semua disampaikan dengan tahun yang baru 144...
21/08/2020

Salah satu bukti bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah kepada kita semua disampaikan dengan tahun yang baru 1442 Hijriyah, senantiasa ingat bahwa rezeki yang kita punya hanyalah titipan dari Allah azza wajalla. I

Jika Usia Mencapai 40 TahunImam Malik berkata,“Aku mendapati para ulama di berbagai negeri, mereka sibuk dengan aktivita...
06/02/2020

Jika Usia Mencapai 40 Tahun

Imam Malik berkata,

“Aku mendapati para ulama di berbagai negeri, mereka sibuk dengan aktivitas dunia dan bergaulan bersama manusia. Ketika mereka sampai usia 40 tahun, mereka menjauh dari manusia.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, 14:218)

Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman dan kelemah lembutannya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:623)

BILA USIA 40 TAHUN, hendaknya manusia berusaha memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda dan lebih berhati-hati…

BILA USIA 40 TAHUN, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur…

BILA USIA 40 TAHUN, meningkatlah minat seseorang terhadap agama, dimana semasa mudanya jauh sekali dari agama dan banyak yang mulai menutupi aurat dan mengikuti majelis ilmu…

BILA USIA 40 TAHUN, namun belum juga ada minat terhadap agama, maka bisa jadi ini adalah pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia…

BILA USIA 40 TAHUN, tidak lagi banyak memikirkan “masa depan” keduniaan, mengejar karir dan kekayaan, tetapi jauh berpikir tentang nasib kelak di akhirat…

BILA USIA 40 TAHUN, perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa sebelum ruh sampai di tenggorokan…

BILA USIA 40 TAHUN, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut…

Meski usia sudah tidak muda lagi tetapi "tholabul 'ilmi" sampai akhir hayat kitra..........

barokallahu fiikum

25/12/2019

*TENTANG TIDUR*

Ternyata Tidur selain dimalam hari ada 3 jenis tidur yang perlu kita ketahui yaitu:

TIDUR HAILULAH,
TIDUR QAILULAH & TIDUR 'AILULAH

*1* . Tidur *HAILULAH* : Tidur yg menghalangi rizqy.

*2* .Tidur *QOILULAH* : Tidur yg di sunnahkan Rosululloh.

*3* .Tidur ' *AILULAH* : Tidur yg menyebabkan datangnya penyakit.

*💠 HAILULLAH* adalah :
tidur sehabis melaksanakan sholat subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rizki yg ALLOH SUBKHANALLOHU WATA'ALA tebar pada waktu pagi hari.

*💠 QAILULLAH* adalah :
tidur sebelum melakukan sholat dzuhur sekitar 25 - 30 menit sebelum dikumandangkannya adzan dhuhur,tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Dijelaskan bahwa ketika musim panas rasulullah tidur sebelum Dzuhur. dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah dzhuhur.

*💠 'AILULLAH* adalah :
tidur sehabis melakukan sholat ashar, tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit,diantaranya adalah: sesak napas, murung + gelisah & mudah pikun/pelupa.

* Sebarkanlah,,,*
Karena jarang diantara kita yg faham apa itu
*TIDUR QAILULAH, HAILULAH & 'AILULAH*
" *Subhanalloh* "

Semoga kita dpt mengambil pengetahuan yg bernilai ibadah lewat tulisan ini & mengamalkan dlm kehidupan kita sehari - hari"

آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Semoga bermanfaat, insyaAlloh... Aamiin.

27/05/2019

:: UBAH LELAH JADI LILLAH ::
Berikut 8 kelelahan manusia yang disukai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan RasulNya. Kedelapan kelelahan tersebut adalah :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS. 41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS. 29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS. 2:155)
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika Anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika Anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orangtua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah Subhanahu wa Ta'ala belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam mencari nafkah
Suatu ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat melihat seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.
Rasulullah menjawab: Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya dan kesombongan, maka dia di jalan setan. (Al-Mundziri, At-Targhb wa At-Tarhb)

02/04/2017

CKS (Cianjur Kota Santri):
PINTAR DUNIA, TAPI....
Oleh : Abu Rufaydah

Saudaraku semoga Allah merahmati kita. Jika ada anak kita yang ahli bidang teknologi, ahli bidang kesehatan, ahli bidang dunia lainnya. Otomatis kita sebagai orang tua merasa bangga dengan capaian yang mereka dapatkan.

Jaminan pekerjaan dunia telah nampak di pelopak mata. Semua menawarkan berbagai macam keindahan. Seolah dunia ada dalam genggaman tangannya. Maka orang tua mana yang tidak bangga dengan semua ini?

Terlebih di tengah masyarakat terpandang sebagai pejabat. Berbagai macam pujian dan harapan melekat pada diri mereka. Namun, saudaraku yang dirahmati Allah. Apa guna semua yang kita banggakan dari keahlian dan prestasi anak-anak kita dalam bidang dunia, jika tidak mereka bodoh dalam perkara agama dan akhirat. Wal Iyyadzu billah.

Dia ahli dalam bidang ini dan itu tentang dunia, tapi tidak paham makna tauhid, konsekuensi kalimat tauhid, tidak mengetahui tuntunan ibadah yang bener. Maka semua itu menjadi musibah yang harus kita perbaiki.

Miris rasanya jika semua kebanggaan itu menjadi cacat dengan minimnya pemahaman tentang agama dan akhirat. Perhatikan Hadist Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعَالىَ يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِالْآخِرَة

“Sesungguhnya Allah ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam perkara akherat”. (HR. Al-Hakim ,dishahihkan oleh al-Albani)

Padahal dunia hanya sementara sekali, ibaratnya orang yang melakukan perjalan panjang, kemudian istirahat sebentar kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِى وَ مَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَوَ تَرَكَهَا

“Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Ahmad, I/391, 441; at-Tirmidzi, no. 2377;

31/03/2017

Cintai anak2mu dg benar

Pada saatnya anak-anak akan pergi meninggalkan kita, sepi…

Mereka bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan.

Sebagian di antara mereka mungkin ada yang memilih utk berkarya & tinggal di dekat kita agar berkhidmat kepada kita.
Mereka merelakan terlepasnya sebagian kesempatan untuk meraih dunia karena ingin meraih kemuliaan akhirat dgn menemani & melayani kita.

Tetapi pd saatnya, kitapun akan pergi meninggalkan mereka.

Entah kapan...???
Pergi dan takkan pernah kembali lagi ke dunia ini…..

Kematian adalah perpisahan yg sesungguhnya; berpisah & tak pernah lagi berkumpul di dunia...

Orangtua & anak akan berjumpa lagi di hadapan Mahkamah Alloh ta'ala, bisa saling menjadi musuh satu sama lain, bisa saling menjatuhkan...
Anak-anak yang terjungkal ke dalam neraka itu tak mau menerima dirinya tercampakkan sehingga menuntut tanggung-jawab orangtua yg telah mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama.

Adakah itu termasuk kita?
Alangkah besar kerugian kita di hari itu jika anak & orangtua saling menuntut di hadapan Mahkamah Alloh ta'ala.

Inilah hari ketika kita tak dpt pembelaan pengacara, dan para pengacarapun tak dapat membela diri mereka sendiri.
Lalu apakah yg sudah kita persiapkan untuk menghantarkan anak-anak kita pulang ke kampung akhirat...? Dan dunia ini adalah ladangnya..

Kematian adalah perpisahan sesaat; amat panjang masa itu kita rasakan di dunia, tapi amat pendek bagi yang mati...

Mereka berpisah untuk kemudian dikumpulkan kembali oleh Alloh Jalla wa a'la. Tingkatan amal mereka boleh jadi tak sebanding.
Tapi Alloh ta'ala saling susulkan di antara mereka kepada yang amalnya lebih tinggi.

Alloh ta'ala berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
(QS. Ath-Thuur 52: 21).

31/03/2017

Perbaharui niat
Irpan Maulana

31/03/2017

Semoga halaman ini berkah.
Aamiin

31/03/2017

Bismillahirrohmanirrohim..
Semoga kita tetap menjaga ikatan persaudaraan ..

Address

Ciamis

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ikrimah Hidayatul Mubtadiin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Ikrimah Hidayatul Mubtadiin:

Share