Pura Purohita

Pura Purohita Sang Hyang Purohita adalah Yamadipati, adalah dewanya Bhatara Kawitan, penguasa Prajapati Abhiseka setelah medwijati: Ida Pandita Mpu Paramadaksa Purohita).

Purohita Pura adalah pura Siwa Budha, yang berdiri atas petunjuk Hyang Mpu Kuturan dan Pinisepuh Puri Agung Dharma Giri Utama kepada Tyang (Jero Mangku Pasek Muti Murwo Kuncoro waktu masih walaka dan semeton puri. Ista Dewata:
Sang Hyang Purohita adalah Hyang Narada, adalah satu-satunya Dewa yang bisa mencapai tiga alam Narayana. Juga bergelar Yamadipati sebagai penguasa Prajapati (kekuatan para D

ewa), dan sebagai penguasa Roh manusia, bergelar p**a Dewa Prajapati yang menjadi Dewa dari Bhatara Kawitan. Kemudian Hyang Sabdapalon (Sadasiwa/Ismoyo) pada zaman Kaliyuga sekarang bergelar Sang Hyang Purohita serta Hyang Mpu Kuturan juga bergelar Sang Hyang Purohita. Hyang Sabdapalon, Hyang Mpu Kuturan, Dewi Kwan Im dan Bhatara Raja telah menganugerahkan Ilmu Moksha, sekarang sedang disastrakan. Oleh karena Ilmu moksha sudah dianugerahkan maka dititahkan untuk mendirikan Purohita Pura. Kemudian Lingga terbesar di Asia berdiri atas titah Hyang Mpu Kuturan dan sekaligus memberitahukan bahwa Purohita Pura akan menjadi Pingkalingganing Bhuwana (titik pusat bumi) manakala pergeseran poros bumi mencapai ending pada saat galaksi telah mencapai titik akhir zaman di ujung semesta dalam waktu tak terlalu lama lagi. Sebelum Purohita berdiri, telah bermunculan dengan sendirinya (tiba-tiba ada di meja) Pratima/Arca di ruang suci Puri Agung Dharma Giri Utama di mana Puri tersebut adalah kediaman Pinisepuh. Manakala Pura telah cukup untuk melinggihkan semua Pratima, semua simbol dari para Dewa dan Bhatara tersebut sekarang sudah distanakan di Purohita Pura. Adapun Pratima/Arca tersebut adalah:

Brahma, Wisnu, Siwa. Hyang Petruk (wisnu), Brahmaraja, Siwa Nataraja, Ratu Mas Magelung, Dewi Tangan Seribu, Durgapati, Dewa Bumi beserta pedang Dewa Bumi, Tribhuwana Tungga Dewi, Dewi Gayatri, Dewi Suhita. Ganeshakala, Ghanapati, Sri Ganesha, Dewi Yulan, Dewi Maheswari, Prabu Airlangga, Mpu Bharadah. Dewa Budha:
Dewi Kwan Im, Budha Kembar, Buda Tibet, Budha Sakyamuni, Dewa F*k Luk Sau dan Fu Dog, Dewa Uang dan Ayam serta ikan karper emas, Karena Dewa Budha tedun kemudian Dewa Kwankung menitahkan untuk membuatkan patung, serta Ratu Subandar. Hyang Sabdapalon bersabda bahwa Kalki Awatara turun didampingi Budha Hidup atau Budha Ji Gong. Maka dibuatlah patung Budha Ji Gong, adalah titisan Dewa Indra kesembilan yang semasa masih di skala telah menjadi Budha. Dalam sastra, moksha adalah menyatunya pikiran dan unsur panca mahabhuta dan tubuh menjadi hidup abadi. Menyatunya tubuh abadi dengan roh disebut mukthi, tubuh menghilang dan menjadi Bodhisatwa (kita menyebutnya Bhatara). Di alam Bodihisattwa, parataman melanjutkan evolusi dan menjadi Budha. Sidharta Budha Gautama adalah Awatara ke sembilan yaitu Budha pertama yang disebut Budha Sakyamuni, memiliki murid yaitu Budha Julai dan Dewi Kwan Im. Budha Julai memiliki murid Budha Hidup dan Para Sangha yang menyebar. Keturunannya adalah yang bergelar Rinpoche di Tibet. Dewi Kwan Im muridnya adalah Dhanghyang Astapaka yang menurunkan Dhangyang Kayumanis. Putra Dhanghyang Kayumanis adalah Budha Keling yang tak lain adalah Dalem Sidakarya. Desa Keling dekat Kudus, Jateng. Jadi masih ada dua tingkat lagi sebelum evolusi mencapai Brahman. Beberapa tempat Suci di Purohita selain di Penataran:

K***a, dititahkan oleh Ratu Gede Mas Mecaling dan Ida menganugerahkan salah satu potongan taring-Nya sebagai dasar K***a. Gua Hiranya Garbha dititahkan oleh Dewa Bumi. Setelah perjalanan ke Parang Kusomo dititahkan untuk melukis Gusti Kanjeng Ratu Roro Kidul dan Lukisan Ida dan Pinisepuh yang bergelar Bhatara Raja melinggih di Gua Hiranya Garbha yang kemudian ditembuskan ke Parang Kusumo. Sering ditemukan kerang, lantai seperti bergerak dan bau laut. Puri Anyar Purohita. Karena Bhisama Pasek Gelgel bahwa utaming bhakti kawula adalah bhakti di Puri, maka diwujudkanlah Puri Anyar Purohita yang sangat sederhana. Di Puri berstana Ratu Ayu Mas Magelung (Dewi Durga) di mana rambut hitam berasal dari rambut Bhatara Raja. Kemudian melinggih p**a Tapel Dalem Sidakarya, mulanya tapel tidak ada rambut namun setelah dibuatkan rambut, rambut tersebut sudah tambah panjang 40cm dan terus bertambah panjang sampai tulisan ini dibuat. Termasuk kumis juga tambah panjang. Pada hari pesucian tumpek landep pernah muncul bulu hidung. Telaga Bajra Murthi. Adalah tempat diambilnya Bajra Winarah Pitu yang ke tujuh. Mulanya adalah tanah, tangan Bhatara Raja masuk ke dalam tanah waktu ditarik tangan Beliau menggenggam satu Bajra dan tanah tersebut sekarang menjadi telaga kecil yang tirtanya bertuah untuk menyucikan bajra. Enam bajra lainnya muncul di ruang suci puri. Bajra Winarah Pitu adalah duwe dari Dhang Hyang Sidhimantra yang dipergunakan dalam sejarah Pujawali Eka Dasa Rudra. Menurut Ida yang tiga sudah rapuh jadi dianugerahkan taksunya pada tiga bajra baru. Sekarang dilinggihkan di gedong penataran. Telaga Segara Urip, mulanya telaga sudah mati selama lebih dari seratus tahun. Pada saat pembangunan pura airnya muncul kembali, dan pada saat pengerjaan telaga airnya menghilang dan setelah selesai airnya muncul kembali. Hyang Mpu Kuturan kemudian menitahkan untuk stana dari Manu Awatara (delapan roh agung: Luxuriuss, Arupa, Tena, Huriups, Hiera, Raia, Sula dan Soaka) yang dicirikan dengan Linggih Sampan. Adalah sejarah awal mula adanya kehidupan di alam semesta. Delapan Roh Agung adalah sifat dasar dari kehidupan. Batu Gamang, Bhatara Raja sangat berkaitan dengan Pulaki, serta karena Dewayu Melanting juga melinggih, beberapa Gamang dari Pulaki juga ikut menjadi penjaga Purohita. Bambu dan ancangan tokek, adalah paica dari Bhatara Masceti untuk nunas tamba sakit kulit. Ratu Gede Dalem Ped, karena sebelum medwijati juga nyungsung Ida dan mengajarkan guna dari Dasa Bija Aksara dan Dasa Bayu, Ida menitahkan untuk membangun tempat sederhana. Di dekat pelinggih Ratu Gede ada patung Gajah, adalah simbol dari paica ancangan gajah dari Besakih. Dua Angsa adalah duwe dari Hyang Saraswati (Angsri) dan Dewa Brahma (Rakun). Ratu Niang Sakti, karena dulu nyungsung Ida, dititahkan untuk membangun pelinggih di dekat genah melukat. Sedang Dewayu Melanting dan Ratu Niang Tukang melinggih di pelinggih yang mulanya adalah pelinggih abian. Genah melukat Tirtha Pingit, untuk pelukatan Brahmana, Jero Mangku, Jero Dalang, Jero Dasaran, Serati dan lainnya yang sudah ekajati. Genah melukat Astha Gangga, adalah delapan pancuran yang tirtanya berasal dari satu sumber, namun sering dilaporkan rasa dan bau berbeda. Terkadang bau busuk, manis, pahit, sepet, lengket, dll. Dilaporkan dua kali pernah berputar. Adalah anugerah Hyang Mpu Kuturan untuk zaman Kaliyuga. Dititahkan untuk mewujudkan Asta Kosala-kosali, delapan arah yang mewakili delapan keberuntungan. Kemudian karena sudah pencerahan dan menerima sastra zaman Kaliyuga, Ida Mpu Kuturan, Dewi Durga dan Bhatara Raja menitahkan medwijati. Hyang Mpu Kuturan kemudian mepaica nama abhiseka: Pandita Mpu Paramadaksa Purohita. Sebab hanya para Brahmana yang bisa menulis sastra Weda. Suksma, santih, sagung dumadi...
Ida Pandita Mpu Paramadaksa Purohita

Bapak Kadis PUPR Buleleng kunjungan melihat proyek senderan Ring Pura Khayangan Jagat Purohita , Desa Unggahan Seririt B...
23/02/2026

Bapak Kadis PUPR Buleleng kunjungan melihat proyek senderan Ring Pura Khayangan Jagat Purohita , Desa Unggahan Seririt Buleleng

Piodalan Pura Purohita 12 November 2022 πŸ™Tamu undangan Yang mewakili Bapak Gubernur Ketua Biro organisasi Prov. Bali Bpk...
14/11/2022

Piodalan Pura Purohita 12 November 2022 πŸ™

Tamu undangan
Yang mewakili Bapak Gubernur Ketua Biro organisasi Prov. Bali Bpk. Ketut Nayaka dan Kadis Sosial Prov.Bali Bpk. Dewa Mahendra .
DPD Bali Bapak Arya Wedakarna
Kalpolsek Seririt
Camat Seririt

Matur Suksma πŸ™

08/11/2022
Pura Purohita adalah Pura Siwa BudhaBerdiri atas petunjuk Hyang Mpu Kuturan ,Terletak di Lembah Dusun Benyahe, Desa Ungg...
07/11/2022

Pura Purohita adalah Pura Siwa Budha
Berdiri atas petunjuk Hyang Mpu Kuturan ,Terletak di Lembah Dusun Benyahe, Desa Unggahan, Seririt, Buleleng, Bali.

Empu Kuturan adalah seorang pendeta suci dari warih Hyang Pasupati saking Giri Mahameru (Jambu Dwipa).

Sira Empu Kuturan, ingaranan Empu Raja Kertha, mahyunta anggawe perhyangan kabeh sane ke gawe wit Majapahit, kaunggahan ring Bali kabeh.

Ida Empu Kuturan, bergelar Mpu Raja Kertha, membawa konsep-konsep perhyangan yang dibawanya dari majapahit, yang diletakkan di seluruh p**au bali.
Pada zaman Kaliyuga sekarang bergelar p**a Sang Hyang Purohita serta Hyang Mpu Kuturan juga bergelar Sang Hyang Purohita.

Tegak Piodalan Pura Purohita. Saniscara/ Sabtu ukir pinanggal 12 November 2022
Anggara Ukir , 08 November 2022 Me Ayu - ayu
Rabu Ukir, 09 November 2022 Penyepian

Saniscara Ukir pinanggal 12 November 2022, Puncak Piodalan (06.00 wita - 00.00 wita)

Pakeling:
Bagi umat sedharma yg ingin melakukan persembahyangan di persilahkan melakukan penglukatan di pancoran Astha Gangga yg merupakan pertemuan 8 sumber mata air murni yg bertuah agar umat memproleh kesucian, kesehatan, keharmonisan keluarga, kesentausaan, dll.

πŸŒ·πŸ˜‡, tempat yang Sunyi dan Tenang,..Rahajeng nyanggra Rahina suci Siwaratri πŸ™ Ngiring Semeton Sami rauh ring Pura Khayang...
11/01/2021

πŸŒ·πŸ˜‡, tempat yang Sunyi dan Tenang,..Rahajeng nyanggra Rahina suci Siwaratri πŸ™ Ngiring Semeton Sami rauh ring Pura Khayangan Jagat Bhuana PurohitaπŸ™πŸŒΉ

Dina Pemaridan Guru caniscara umanis Dunggulan, 27Juli 2019 πŸ™πŸ˜‡πŸŒ·
29/07/2019

Dina Pemaridan Guru caniscara umanis Dunggulan, 27Juli 2019 πŸ™πŸ˜‡πŸŒ·

Piodalan Pura Purohita tanggal 1 Juni 2019Matur Suksma undangan sami sampun Rauh Penglinsir Puri Agung Denpasar Tjokorde...
03/06/2019

Piodalan Pura Purohita tanggal 1 Juni 2019
Matur Suksma undangan sami sampun Rauh
Penglinsir Puri Agung Denpasar Tjokorde Ratmadi, Bapak Jero Dukuh owner bebek tepi sawah, camat seririt, Bapak wali kota Denpasar diwakili oleh Biro Kesra Kodya Denpasar dan Bapak Gubernur Bali yg diwakili oleh Biro Kesra provinsi Bali.

Pura purohita garis lurus sejajar dg gunung batukaru dan puncak mangu/gunung caturDalam konsep Tri Chanda 3 elemen yg me...
28/05/2019

Pura purohita garis lurus sejajar dg gunung batukaru dan puncak mangu/gunung catur
Dalam konsep Tri Chanda 3 elemen yg membawa kehidupan manusia
Yaitu Air,udara dan tumbuh tumbuhan.
Tumbuh2 an di (gunung catur),air (purohita) dan udara (gunung batukaru).konsep ini ada dlm weda yg disebutkan di attaraweda

Composer hits Indonesia, musisi ternama Andirianto tangkil ring Pura Kayangan Jagat Buana Purohita.πŸ™πŸŒ·πŸ˜‡πŸ˜‡
28/05/2019

Composer hits Indonesia, musisi ternama Andirianto tangkil ring Pura Kayangan Jagat Buana Purohita.πŸ™πŸŒ·πŸ˜‡πŸ˜‡

Address

Desa Unggahan, Seririt
Buleleng
81153

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pura Purohita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pura Purohita:

Share

Category