18/07/2026
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
الحمد لله على قل حال، اشهد الا اله الا الله واشهد ان محمد الرسول الله. اللهم
صل علي سيدنا محمد وعليه ال سيدنا محمد، وبعد
Tak ada yang asing dengan istilah "ikhlas", sebuah kata sederhana yang sarat makna dan sering disalah maknai oleh sebagian orang.
Ikhlas sejatinya adalah "memurnikan amal kebaikan hanya niat karena Allah", dan musuh besarnya adalah "Riya" (pamer).
Penyakit riya ini amat halus dan tersembunyi, para ulama menukil petuah Baginda Nabi yang mengibaratkan riya seperti langkah kaki semut hitam diatas batu hitam dalam gelapnya malam, begitu samar dan hampir tidak terdeteksi.
Contohnya saat kita berkata "mohon diterima ya, saya ikhlas kok" ini adalah alarm bahwa kita sebenarnya riya. Mengaku ikhlas didepan manusia adalah riya yang hampir lumrah di masyarakat kita.
Bahkan, saat kita merasa malu kepada orang lain saat bersedekah sedikit, itu pertanda riya yang jarang kita sadari.
Lebih jauh lagi, saat kita enggan melakukan kebaikan apapun karena takut dibilang riya, itulah riya yang sekali lagi benar-benar tersembunyi.
Oleh karena itu, ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh para ulama diantaranya:
1) Lakukan amal dengan terang-terangan dan tersembunyi secara bersamaan. Misalnya beramal 1 juta ke masjid, minta diumumkan oleh ta'mir pada jamaah masjid 200 ribu saja.
2) Beramal menggunakan harta sendiri diatas namakan orang lain, misalnya nama orang tua,saudara, atau hamba Allah.
3) Ini resep dari imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin beliau. Beliau mengatakan "jika kamu lewat didepan sebuah rumah yang ada anjingnya yang sangat galak, apa yang akan kau lakukan?... Mintalah pemilik anjing itu untuk menahan anjingnya. Begitupun riya, mintalah pada Allah sebagai pemiliknya untuk menahan agar engkau bisa mencapai gerbang ikhlas".
Mungkin ini bisa sedikit menjernihkan pemahaman kita semua mengenai Ikhlas dan riya.
Jika ada kekurangan atau kesalahan, itu karena rendahnya ilmu kami.
Jika ada yang bisa diambil manfaatnya maka silahkan untuk disebarkan, karena sungguh manfaat itu hanya datang atas petunjuk dari Allah SWT.
Akhirul qalam , wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.🙏