14/09/2019
Dahulu ketika ada santri Brebes yg bernama Kang Munafis meninggal dunia.
Mbah idris dawuh : "Niki santri terbaik lirboyo...!!" (ini santri terbaik Lirboyo..!) "sampeyan sekseni nggih kang..." "Niki santri terbaik lirboyo"
Siapa yang tidak terharu mendengarkan seorang santri yg meninggal mendapatkan pengakuan dan predikat terbaik dari seorang guru.
Setelah prosesi sholat dan do'a yang agak panjang dari biasanya, beliau pun menyempatkan mengantar jenazahnya kang Munafi sampai pintu luar serambi kuning, dan yang membuat lebih terharu beliau Mbah Yai Idris melambaikan tangan ketika jenazah kang Munafi di angkat dan di masukkan ke ambulan dan beliau menunggui sampai mobil ambulanya hilang dari pandangan beliau. .
*Sejarah singkat kang Munafis, almarhum dahulu setiap kali ada penengajian selalu menyiapkan dampar untuk mengaji para maayayich, baik yang ada di serambi masjid lirboyo, maupun yang berada di Ndalemnya Yai Zamzam. meskipun dia termauk santri yang kurang mampu, setiap bulannya dia menyempatkan diri sowan kepada Yai Idris untuk menyempatkan caos (memberi) bisyaroh yang jelas bila di nominal kurang seberapa.
Yang lebih mengaharukan lagi setiap kali jamaah lima waktu kang Munafis selalu menunggui Yai Idris di selatan serambi kuning menunggui sajadahnya juga selalu menyambut tangan beliau karena naik undakan dan bersalaman, setelah itu baru merapikan bakiak beliau Yai Idris. "kewajiban seorang santri adalah mengukir nama guru di dalam hati, tapi bila seorang guru terukir nama seorang santri, berarti santri yang luar biasa"
Semoga kita selalu menyempatkan diri seusai sholat untuk membaca fatihah kepada beliau dan kepada seluruh Dzuriyah Lirboyo.
Semoga beliau Romo Kyai Anwar Mansur, Romo Kyai Habibulloh Zaini, Abuya Kafabihi Mahrus, seluruh Masyayich dan dzuriyah lirboyo selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu wata'ala dan selalu di beri kesehatan, agar selalu memberikan siraman ruh kepada seluruh santri, alumni dan umat. Amin
Alfatihah...