08/03/2022
Selasa, 08 Mar 2022 19:13 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya holil Saquf yang juga (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia Ludmila Vorobieva berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (8 Maret 2022). Dalam kunjungan tersebut, Dubes Ludmila disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya holil Saquf atau (Gus Yahya).
Gus Yahya bersama Dubes Ludmila bersepakat bahwa perang antara Rusia dengan Ukraina harus segera dihentikan dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan.
"Kami berdua sepakat bersama wakil dari Rusia, bahwa penyelesaian damai harus diperjuangkan dan kekerasan harus dihentikan sesegera mungkin," tegas Gus Yahya.
Meski begitu, lanjut Gus Yahya, upaya ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Ia menilai usaha perdamaian harus menggunakan pertimbangan yang matang dan pengamatan yang jeli karena persoalan perang Rusia dan Ukraina merupakan masalah yang cukup kompleks atau (Bersangkut paut dengan banyak hal).
"Tapi jelas bahwa ada masalah-masalah kompleks yang harus diurus di sana," kata pria kelahiran 1966 itu.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengatakan bahwa Nahdotul Ulama akan selalu siap dalam membantu mencari solusi terhadap konflik-konflik yang ada demi terwujudnya perdamaian dunia.
"Nahdotul Ulama siap melakukan apa saja yang bisa dilakukan yang mungkin bisa membantu ke arah perdamaian dan penyelesaian masalah global" ujar pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah itu.
Gus Yahya mengungkapkan, sudah menjadi tugas Nahdotul Ulama untuk mewujudkan perdamaian dunia dan ketertiban internasional. Prinsip ini, imbuhnya, sama seperti yang dimiliki Rusia.
"Terlebih lagi karena Nahdotul Ulama ini sangat peduli dengan terhadap terwujudnya ketertiban dunia internasional demi menjamin stabilitas keamanan antar sesama umat manusia. Dalam hal ini kami bersepakat dengan Dubes Rusia" kata Gus Yahya.
Selanjutnya, Gus Yahya mengutarakan bahwa pihaknya Dari PBNU akan terus menjalin komunikasi dengan Dubes Rusia untuk Indonesia. Ia juga berharap agar kedamaian bisa diraih lagi secara utuh bagi semua umat manusia, terlebih bagi dua negara Rusia dan Ukraina yang sedang konflik saat se