25/04/2026
Seorang influencer perempuan Amerika membagikan pandangannya tentang mengapa Islam sering menjadi sasaran. Menurutnya, penentangan terhadap Islam bukan semata-mata karena masalah kekerasan seperti yang sering digambarkan, tetapi karena Islam menolak korupsi dan ketidakadilan.
Dia menjelaskan bahwa agama-agama seperti Kristen dan Yahudi awalnya membawa pesan keadilan dan pembebasan. Namun, sepanjang sejarah, ajaran-ajaran ini telah dipengaruhi dan dimanipulasi oleh kepentingan politik dan kekuasaan. Sebaliknya, Al-Qur'an tetap terpelihara dalam bentuk aslinya—dibaca, dihafal, dan diwariskan dari generasi ke generasi tanpa perubahan.
Oleh karena itu, Islam tidak dapat dengan mudah dibentuk sesuai keinginan manusia atau kepentingan tertentu.
Dia juga menambahkan bahwa dalam budaya Barat, kekayaan sering dilihat sebagai tanda berkah, dan kekuatan politik dianggap sebagai kehendak Tuhan. Namun, Islam menolak materialisme dan dominasi.
Seorang Muslim menjunjung tinggi prinsip-prinsip hidup mereka—tidak hanya dengan menghindari yang dilarang, tetapi juga dengan tidak menjual martabat atau nilai-nilai mereka untuk keuntungan.
Menurut pandangannya, inilah yang membuat Muslim kurang rentan terhadap sistem konsumerisme, dan mengapa mereka sering dilihat sebagai 'ancaman'.
Bukan karena kekerasan, tetapi karena disiplin dan keyakinan kuat mereka.
Dia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Islam menawarkan cara hidup yang berbeda—yang berdasarkan keadilan, peduli terhadap yang lemah, dan terus mengingat Tuhan. Itulah mengapa Islam sering ditentang—karena ia tidak dapat dibeli atau dijual.