MWC NU Sawit

MWC NU Sawit Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MWC NU Sawit, Religious organisation, Sawit, Boyolali.

06/05/2024

*SILSILAH NASAB MBAH HASYIM ASY'ARY - PENDIRI NAHDATUL ULAMA*

*SILSILAH NASAB MBAH HASYIM ASY'ARY* :

1. SAYYIDAH SYARIFAH FAHTIMSTUZ ZAHRO
2. Sayyid Syarif Asy-Syahid Husein
3. Sayyid Syarif Ali Zainal Abidin
4. Sayyid Syarif Muhammad Al Baqir
5. Sayyid Syarif Imam Ja'far
6. Sayyid Syarif Musa Al Kazhim
7. Sayyid Syarif Ali Ar Ridho
8. Sayyid Syarif Muhammad At Taqi (Sayyid Syarif Muhammad Al Jawad)
9. Sayyid Syarif Ali an Naqi an Hadi
10. Sayyid Syarif Ja'far az Zaki
11. Sayyid Syarif Ali al Asyiqori
12. Sayyid Syarif Abdullah
13. Sayyid Syarif Ahmad
14. Sayyid Syarif Mahmud
15. Sayyid Syarif Muhammad
16. Sayyid Syarif Ja'far
17. Sayyid Syarif Ali
18. Sayyid Syarif Husein Jalaluddin al Bukhori
19. Sayyid Syarif Ahmad Kabir
20. Sayyid Syarif Jalaluddin Husain
21. Sayyid Syarif Mahmud Nasiruddin /Mahmudinil Qubro
22. Sayyid Syarif Jamaluddin Akbar /Jumadil Qubro
23. Sayyid Syarif Muhammad Kebungsuan (Sayyid Syamsu Tabriz/Syech Sutabaris)
24. Sayyid Syarif Ishaq (pangeran pethak/Raden pandoyo/raja buaya putih)
25. Sayyid Syarif Abdul Fatah (prabu handayaningrat pamungkas/kanjeng ADIPATI pengging sepuh)
26. Sayyid Syarif Abdul Aziz (Ki Ageng kebo kinongo/Tsani)
27. Sayyid Syarif Abdurrohman Pajang (Sultan Hadi Wijaya)
28. Sayyid Syarif Abdullah (Pangeran Bendowo 1)
29. Sayyid Syarif Abdul Halim (Pangeran Bendowo 2)
30. Sayyid Syarif Pangeran Keputran/Pangeran Sumohadiningrat/Pangeran Alip
31. Sayyid Syarif Abdurahman Sambu Lasem (Pangeran Sumohadinegoro)
32. Sayyid Syarif Abdul 'Alim
33. Sayyid Syarif Dzumali/mbah Tuyuhan
34. Sayyid Syarif Abdul Wahid Salatiga
35. Sayyid Syarif Muhammad Abu Syarwani
36. Sayyid Syarif Asy'ari
37. Sayyid Syarif Muhammad Hasyim Asy'ary

*SUMBER KOLABORASI DATA* :

1. Hasil Isbat Nasab Naqib Mesir - Irak - India (Pakistan)
2. Carub Kanda Carang Status (Kesultanan Cirebon)
3. Babad Kesultanan Banten
4. Data Mayor Kraton Jogja
5. Data Sejarah Ratu
6. Manuskrip Padangan Bojonegoro
7. Manuskrip Bungah Gresik
8. Manuskrip Kedungpring Lamongan
9. Serat Kandha
10. Catatan Keluarga Tebu Ireng
11. Catatan Keluarga Syech Arfiyah Nganjuk
12. Catatan Keluarga mbah Abdul Wahid & mbah Muhammad Abu Syarwani Salatiga.

*Cinta Rosululloh SAW, cinta Ahlu bait Nabi Muhammad SAW, menjaga dari konspirasi pemalsuan Nasab dan sejarah oleh Yahudi*
, اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

13/04/2024

Fakta Sejarah Pendirian NU Oleh Ulama Nusantara
oleh : Hamdan Suhaemi

Latar Masalah

Memperhatikan isi ceramah dari seorang habib yang menjelaskan sejarah didirikannya NU dengan mengaitkan peran Habib Muhammad bin Ahmad al-Mukhdor Bondowoso, sang habib dari Hadramaut Yaman yang hijrah ke Nusantara dan meninggal pada 4 Mei 1926 setelah tiga bulan Jam'iyah Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari 1926.

Oknum Habib itu dengan jelas mengatakan bahwa " Habib Muhammad bin Ahmad al-Mukhdor adalah pencetus dan penggagas Nahdlatul Ulama, menunjuk KH Hasyim Asy'ari untuk jadi ketua Nahdlatul ulama, karena al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Mukhdor adalah orang Arab, orang luar asing yang oleh Belanda tidak diperbolehkan mendirikan firqoh atau perkump**an" lalu oknum Habib itu juga mengatakan bahwa " KH. Hasyim Asy'ari awalnya menolak karena hormatnya pada para habaib, hingga tiga kali diminta baru beliau mau jadi ketua NU ".

Analisa Sejarah

Begini, Habib Muhammad bin Ahmad al-Mukhdor seorang menantu dari Habib Muhammad Idrus al-Habsy adalah imigran Yaman datang ke Indonesia dan tinggal di Bondowoso, ia lahir 1859 Masehi di Quwaireh Hadramaut, Yaman dan wafat di Bondowoso pada 4 Mei 1926 dan dimakamkan di Surabaya samping mertuanya Habib Idrus al-Habsy.

Umumnya habib yang dari Yaman itu adalah berasal dari sadah Ba'Alawi, mereka mukim di Indonesia dan berkegiatan dagang juga berdakwah, itu berlangsung dari awal abad 19 Masehi hingga sampai berakhirnya masa penjajahan Belanda. Mereka ada yang tinggal di Kwitang Jakarta, ada juga yang bermukim di Surabaya dan beberapa daerah di Indonesia.

Sementara Ulama pesantren di Jawa berkegiatan mengajar ilmu-ilmu agama Islam, hingga dikatakan ulama karena kealimannya, rerata ulama tersebut sebagian mesantren di Mekkah Al-Mukarramah di bawah bimbingan masyayikh, muallifin dan mushonifin terutama mengaji di bawah bimbingan Sayyid ulama Hijaz Syaikh Nawawi al-Bantani dan Syaikh Mahfudz Termas, Syaikh Hatib Minangkabau.

Bisa saja telah terjadi interaksi antara para habaib dengan ulama pesantren, atau bisa jadi Habib Muhammad bin Ahmad al-Mukhdor mendatangi Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng Jombang, tetapi apakah bicara tentang jam'iyah, apakah bicara tentang kesadaran kebangkitan atas penjajahan, apakah bicara tentang ide mengorganisir seluruh ulama dan Habaib hingga terbentuknya suatu organisasi atau perserikatan?.

Era penjajahan yang terpikirkan kemungkinan besarnya adalah bagaimana hidup, bagaimana ibadah, karena itu sedikit yang bicara soal kesadaran kebangkitan, hanya sedikit yang memikirkan nasib tanah airnya. Lahirnya Boedi Oetomo 1908 oleh kaum aristokrat seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Cipto Mangunkusumo adalah sekian kecil dari para bangsawan Jawa yang tergugah untuk melakukan sikap perlawanan atas penjajah.

Lahirnya SDI juga karena melihat ketidakadilan, pendirinya yakni Husni Thamrin dan H.O.S Cokroaminoto, H. Agus Salim beberapa tokoh yang memiliki sense of responsibilities karena sudah muak melihat aturan kolonial yang berakibat meningkatnya kesengsaraan kaum pribumi.

Semua perkump**an atau perserikatan yang didirikan kaum pribumi merupakan antiklimaks dari sikap perlawanan pribumi untuk mengusir penjajah Belanda, lain tujuan itu sama sekali tidak, muaranya adalah bagaimana caranya mengusir penjajah.

Sejarah Lahirnya NU

Menurut KH. As'ad Syamsul Arifin, ulama NU yang kharismatik dari Asembagus Situbondo yang juga adalah saksi sejarah lahirnya Jam'iyah Nahdlatul Ulama telah menceritakan ( sumber dari rekaman pidato KH. As'ad Syamsul Arifin), begini.

" Kira-kira tahun 1920, waktu saya ada di Bangkalan Madura, di pondok Kiai Kholil. Adalah Kiai Muntaha Jengkebuan menantu Kiai Kholil, mengundang tamu para ulama dari seluruh Indonesia. Secara bersamaan tidak dengan berjanji datang bersama, sejumlah sekitar 66 ulama dari seluruh Indonesia, masing masing-masing ulama melaporkan, dengan kata-kata bagaimana kiai Muntaha? tolong sampaikan kepada Kiai Kholil, saya tidak berani menyampaikannya, ini semua sudah berniat untuk sowan kepada Hadrotusyaikh, tidak ada yang berani kalau bukan anda yang menyampaikannya ".

Di luar dugaan, ketika Kiai Muntaha hendak menghadap kepada Kiai Kholil di Bangkalan, tiba-tiba kiai Muntaha dan 66 orang kiai itu didatangi oleh Kiai Nasib, suruhan Kiai Kholil dengan menyampaikan ayat yang ke 32 dari al-Quran surat al-Taubat.

Semua dibuat tercengang karena Kiai Kholil justru sudah tahu maksud mereka mau sowan kepadanya, hingga 66 kiai yang di jungkeban tidak jadi sowan kepada Kiai Kholil di Bangkalan, karena mereka sudah puas ada jawaban ayat yang disampaikan oleh kiai Nasib, atas perintah Kiai Kholil.

Pada ahun 1921, dilanjutkan di tahun 1922 ulama ahli Sunnah wal Jama'ah berjumlah 46 orang yang semuanya pengasuh pesantren mengadakan musyawarah di rumah Mas Alwi di Kawatan Surabaya, diantara 46 ulama itu adalah ayahnya Kiai As'ad Syamsul Arifin yaitu Kiai Syamsul Arifin, ada p**a Kiai dari pondok Sidogiri, Kiai Hasan Genggong. Sementara dari Kudus ada Kiai Raden Asnawi, sisanya dari Jombang, namun musyawarah tersebut tidak menemukan kesimp**an ( sumber rekaman pidato KH. As'ad Syamsul Arifin).

Masih penuturan KH. As'ad Syamsul Arifin, bahwa pada tahun 1924 ia dipanggil gurunya yakni Syaikhona Kholil untuk menemui KH. Hasyim Asy'ari di Tebuireng Jombang, agar membawakan sebuah tongkat dan diberikan kepada KH. Hasyim Asy'ari, disertai p**a tugas untuk menyampaikan ayat Al-Qur'an ( 17-21) surat Thoha.

Sesampainya di pesantren Tebuireng, tongkat Syaikhona Kholil diterima oleh KH. Hasyim Asy'ari, dan Kiai Hasyim mengatakan kepada As'ad Syamsul Arifin " alhamdulillah nak, saya ingin mendirikan Jam'iyah ulama, saya teruskan kalau begini dan tongkat ini tongkat Nabi Musa yang diberikan Kiai Kholil kepada saya " .

Masih di tahun yang sama yakni tahu 1924, hanya beda bulan Kiai As'ad Syamsul Arifin ditugaskan kembali oleh gurunya untuk datang kembali ke pesantren Tebuireng, kata Syaikhona Kholil kepada As'ad Syamsul Arifin" As'ad, kesini ! Kamu tidak lupa rumahnya Hasyim, ini tasbih antarkan " lalu disuruh pegang ujung tasbihnya, kemudian Syaikhona Kholil mengucapkan " ya Jabbar ya Jabbar ya Jabbar, ya Qohhar ya Qohhar ya Qohhar " .

Sesampainya di Tebuireng, Kiai As'ad Syamsul Arifin menyerahkan tasbih dan mengucapkan ya Jabar ya Qohhar sesuai yang diperintahkan syaikhona Kholil gurunya, kemudian KH. Hasyim Asy'ari mengatakan kepada kiai As'ad ketika akan menerima tasbih tersebut " Masya Allah, Masya Allah saya diperhatikan betul oleh guru saya, mana tasbihnya ?". Lalu KH. Hasyim Asy'ari berucap" siapa yang berani pada jam'iyah ulama akan hancur, siapa yang berani pada ulama akan hancur ".

Pada 31 Januari 1926, bertepatan 16 Rajab 1344 H, pukul 11:15 WITA bertempat di gedung Bubutan Surabaya, Jawa Timur Jam'iyah Nahdlatul Ulama telah lahir sebagai organisasi para ulama yang bermadzhab Ahli Sunnah wal Jama'ah, sekaligus wadahnya kiai-kiai pesantren. Meski sebelumnya melalui proses panjang niatan para ulama untuk mendirikan Jam'iyah ulama dari runtutannya sejak tahun 1920, 1921, 1922, 1923 hingga 1924.

Jadi kelahiran Nahdlatul Ulama tidak kala itu langsung jadi di tahun 1926, akan tetapi melalui proses panjang. Itupun diinisiasi, digagas, dan digerakan oleh kiai-kiai pesantren seluruh Jawa. Terutama peran KH. Wahab Hasbullah, KH. Ridwan Abdullah, Mas Alwi Abdul Aziz ( kiai ini yang mengusulkan nama Nahdlatul di depan kata Ulama), KH. Dahlan, KH. Raden Asnawi, KH. Maksum, KH. Hasan Genggong, KH. Nawawi Sidogiri.

Diantara para ulama tersebut, figur sentralnya yaitu KH. Hasyim Asy'ari, ulama besar yang ahli hadits, mutafannin, pendiri dan pengasuh Pesantren Tebuireng yang oleh seluruh ulama di Jawa menggelarinya dengan Hadrotusyaikh. Berdasarkan restu dan do'anya Syaikhona Kholil Bangkalan, maka Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy'ari memimpin pendirian Jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Dengan demikian tidak ada sama sekali peran Habaib di dalam proses pendirian Jam'iyah Nahdlatul Ulama. Meskipun ada yaitu Habib Hisyam Pekalongan, buyut Maulana Habib Lutfi Pekalongan itu hanya pada restu beliau kepada Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan ikut mendoakannya. Lain itu tidak ada.

Struktur Awal

Untuk lebih jelas bahwa Jam'iyah Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah, maka saya tuliskan struktur pengurus NU di tahun 1926, yaitu.

Syuriah
Rois Akbar : Hadrotusyaikh KH. Hasyim Asy'ari
Wakil Rois : KH. Ahmad Dahlan ( Surabaya )
Katib Awal : KH. Abdul Wahab Hasbullah
Katib Tsani: KH. Abdul Halim Leuwimunding
A'wan :
KH. Mas Alwi Abdul Aziz
KH. Ridwan
KH. Said
KH. Bisri Sansuri
KH. Abdullah Ubaid
KH. Nachrawi ( Malang)
KH. Amin
KH. Masyhuri
KH. Nachrawi ( Surabaya)

Mustasyar
KH. Raden Asnawi Kudus
KH. Ridwan ( Semarang)
KH. Mas Nawawi ( Sidogiri)
KH. Muntaha ( Madura)
Syaikh Ghanaim al-Misri
KH. Raden Hambali

Tanfidziyah
Ketua : H. Hasan Gipo ( Surabaya)
Sekretaris: H. Sidiq ( Pemalang)
Bendahara:
H. Burhan
H. Saleh Syamil
H. Ichsan
H. Djafar Aiwan
H. Usman
H. Achzab
H. Nawawi
H. Dahlan
H. Mangun

Struktur Pengurus awal Jam'iyah Nahdlatul Ulama tahun 1926 diambil dari sumber buku karya Abu Bakar Atjeh yaitu " Sejarah Hidup KH.A. Wachid Hasyim ", dan dari buku karya Muhammad Rifai yaitu " KH. Hasyim Asy'ari, Biografi Singkat 1871-1947 ".

Kesaksian Orang Barat

Adalah Prof. Benhard Dahm dalam bukunya " History of Indonesia in the twentieth Century " telah menjelaskan mengenai figur keulamaan Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari Tebuireng.

" At the same time as the traditional authorities declined in public estimation a new elite came into prominence the hajis and the kyais "

Sementara Peter Mansfield menggambarkan gerakan ilmiah yang dilakukan oleh KH Hasyim Asy'ari dan ulama lainnya dalam upaya menghadapi bahaya ekspansionisme Eropa, ia mengatakan.

" The burden of their calls was that they should unite in a great pan islamic movement to face the common danger of Europe pean expansionism " .

Jadi dalam kesejarahan di awal abad 20, pergolakan yang tengah terjadi, dan pergulatan dalam upaya kebangkitan tanah air yang digerakkan oleh Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari mendapat sorotan dari para sejarawan Barat yang hidup sekurun dengan Hadrotusyaikh. Figur ulama besar tanah Jawa bahkan Nusantara umunya, ada pada sosok Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari.

Kesaksian Orang Barat tersebut kita pahami bahwa derajat Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari pasca meninggalnya syaikhona Kholil Bangkalan yang tertinggi dari sekian ulama yang ada di Nusantara, karena kealimannya, kesalehannya, akhlaqnya, dan spiritualitasnya.

Kita pun tentu tahu bahwa Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy'ari adalah keturunan Kanjeng Sunan Giri, Syaikh Sayid Ainul Yaqin bin Syaikh Sayyid Maulana Ishak II, dan itu artinya Kanjeng Sunan Giri berdasarkan Naqob internasional tersambung pada jalur keturunan Saidina Hasan bin Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rosulillah S.a.w.

Kesimp**an

Berdasarkan sejarah yang benar dan valid, bahkan sesuai bukti, informasi dari saksi sejarah berdirinya Jam'iyah Nahdlatul Ulama yaitu KH. As'ad Syamsul Arifin tidak disebutkan Habib siapapun dari marga manapun yang ikut mendirikan Jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Penulis :
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Idaroh Wustho Jatman Banten

11/04/2024

Selamat hari raya idul fitri. 2024.

 Gus Baha' :"Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Isl...
14/04/2021



Gus Baha' :"Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Islam".

“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan ramadhan: "Rugi, ramadhan hanya setahun sekali kok gak sholat tarawih di masjid berjama'ah."
Itu namanya tak menghargai perasaan orang.

“Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja.”

“Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang paling utama".

"Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, namun beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib.”

Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat.

"Kanjeng Nabi itu sangat s**a sholat. Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis.

Lalu Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya.

Gus Baha juga pernah disowani oleh kiai yang mengeluh karena jama'ahnya tak bertambah.

Sambil tertawa Gus Baha menjawab, “loh jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat.”

“loh ko bisa, Gus.....?”

“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan nasi berkat dengan keluarganya.

“Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya.”

Kiai itu terdiam. “Masak sih, Gus..?”

"Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya. Makanya, jadi kiai itu yang bijak".

"Kiai itu penyangga umat banyak. Kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja. Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah."

Semoga Gus Baha dan kita semua selalu sehat.. Aamiin..

Foto Asli Syaikhona Kholil Bangkalan (Mbah Kholil) - Pendiri NU ditemukan di Belanda.Beliau KH.Zubair Muntashor (yang me...
08/08/2020

Foto Asli Syaikhona Kholil Bangkalan (Mbah Kholil) - Pendiri NU ditemukan di Belanda.

Beliau KH.Zubair Muntashor (yang memegang foto) Dzurriyah (cicit) Syaikhona Kholil "Mbah Kholil" semoga selalu istiqomah mendidik kami 🙏

alfatihah

sanad: koranmadura.com

"TATA ULANG DAKWAH NU DI TENGAH PANDEMI COVID-19"Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali menyelenggara...
19/07/2020

"TATA ULANG DAKWAH NU DI TENGAH PANDEMI COVID-19"

Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan acara "Ngopi Bareng" dengan agenda bertema "TATA ULANG DAKWAH NU DI TENGAH PANDEMI COVID-19", di NU Center Boyolali, Jumat, 17 Juli 2020.
Koordinasi dihadiri pengurus PCNU Boyolali, Sekda Boyolali, MWC NU se-Boyolali, dan Banom NU.
Dalam kesempatan ini, KH. Achmad Charir SH., Syuriah PCNU Boyolali, meminta warga NU untuk tetap berdoa dan mujahadah memohon kepada Allah SWT, agar virus segera diangkat, serta semoga negara ini dihindarkan dari orang-orang yang akan merongrong NKRI di tengah kondisi wabah yang sedang melanda negara Indonesia.
Sementara itu, Drs H. Masruri, Sekda Kab. Boyolali sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali, meminta warga NU untuk turut serta meng-edukasi masyarakat, bagaimana pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. "Pemerintah Kabupaten Boyolali juga tetap melakukan pencegahan penyebaran virus ini dengan melaksanakan rapid dan swab di beberapa tempat yang ditemukan kasus positif corona," tambahnya.
Sebagai Ketua PCNU Boyolali, beliau memohon agar kegiatan apapun hendaknya mematuhi anjuran dan himbauan dari pemerintah.
Sedangkan KH. Joko Parwoto Alhafidz, ST., Khatib Syuriyah PCNU Boyolali, menyampaikan materi terkait pentingnya warga NU untuk melakukan dakwah melalui media sosial dalam rangka mengawal dan mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.


MELUMPUHKAN NU DENGAN OPERASI NAGA HIJAUOleh Kiai Ainur Rofiq Tulisan di bawah ini saya ambil dari karya KH.  Abdul Mun'...
13/05/2020

MELUMPUHKAN NU DENGAN OPERASI NAGA HIJAU

Oleh Kiai Ainur Rofiq

Tulisan di bawah ini saya ambil dari karya KH. Abdul Mun'im. Saat Orde Baru berkuasa, NU berhadapan dengan penguasa. Absurdnya, ormas Islam lain yang sering menyuarakan ukhuwah Islam justeru bungkam seribu bahasa saat NU direpresi. Lebih naif lagi, Orde Baru saat membungkam dan hendak menghabisi NU dibantu oleh beberapa kelompok Islam militan atau radikal. Berikut kisahnya.

Saat KH Abdurrahman Wahid memegang tampuk pimpinan NU, ternyata kepengurusannya tidak diakui pemerintah Orde Baru. Maka untuk mengacaukan kepemimpinan Gus Dur, diciptakan konflik dengan mendorong berdirinya NU tandingan yang dipimpin Abu Hasan.

Para ulama NU dituduh memfitnah, lalu satu persatu ulama NU diperiksa di Polda Jakarta Raya, Hal itu semata untuk meruntuhkan mental para ulama. Tetapi solidaritas warga NU semakin kuat. Para pimpinan NU terutama Abdurrahman Wahid yang saat itu juga sebagai ketua Forum Demokrasi dilarang bicara di mana-mana, juga dijegal dengan berbagai cara.

Ketika cara halus tidak bisa dipakai, maka cara yang lebih keras dilakukan, yaitu dengan melakukan tindakan militer. Basis NU di daerah tapal kuda khususnya Banyuwangi mulai dijadikan target operasi.

Pertama yang dilakukan adalah dengan dalih memberantas dukun santet. Ternyata yang disebut dukun santet adalah para kiai, yang memang semua kiai memiliki kemampuan tradisional sebagai tabib. Para kiai NU itu dibantai satu-persatu oleh keompok tak dikenal, tetapi ada juga yang dilakukan oleh masyarakat setempat setelah diprovokasi oleh pihak luar. Ratusan kiai menjadi korban operasi ini. Banyak kiai mendapatkan teror dan ancaman.

Operasi yang semula di Banyuwangi itu mulai menyebar ke daerah Jawa Timur yang lain akhirnya merebak ke seluruh Jawa. Anehnya yang dijadikan sasaran hanya para ulama NU, ulama dari ormas lslam lain tidak ada yang menjadi korban.

Karena aparat keamanan tidak bisa membantu, masyarakat NU dalam mengatasi operasi ninja itu, maka banser dan masyarakat dengan dibimbing oleh para kiai sendiri melakukan penjagaan. Dalam penjagaan itu berhasil menangkap beberapa pelakunya yang berpakaian ninja. Anehnya setelah tertangkap mereka menjadi orang gila yang tidak bisa diajak berkomunikasi. Saat itu muncul orang gila di berbagai tempat.

Melihat kenyataan itu, KH Hasyim Muzadi Ketua NU Wilayah Jawa Timur marah sambil meledek pada pemerintah, bahwa tidak mungkin ada organisasi orang gila atau koperasi orang gila, kok tiba-tiba muncul orang gila di mana-mana, padahal jumlah orang gila di daerah ini sangat terbatas, dan sebagian besar dirawat di rumah sakit jiwa.

Tentu ini ulah orang waras yang terorganisir secara rapi untuk membuat kerusuhan dan pembantaian. Demikian protes Hasyim Muzadi. Operasi ninja ini sangat merepotkan NU, karena para ninja itu memiliki kemampuan tempur yang sangat tinggi, bisa menculik kiai yang sudah dijaga dengan ketat, sehingga merepotkan para pendekar pesantren. Tetapi dengan ketinggian ilmu kanuragan kaum santri, serta kekompakan mereka gerakan kelompok ninja sedikit banyak bisa ditanggulangi.

Sayang, saat NU menghadapi penindasan dan pembantaian luar biasa itu, tidak ada ormas Islam lain yang membantu. Ukhuwah Islamiyah yang dibangun NU selama ini tidak mereka terapkan. Demikian juga kalangan minoritas yang selama ini dibela oleh NU khususnya Gus Dur dengan segala risiko, tetapi kelompok minoritas tidak memberikan bantuannya saat mengenaskan seperti itu. Kelihatan kelompok lain hanya minta perlindungan dan bantuan NU, tetapi mereka tetap enggan membantu NU. Ini sangat ironis, namun demikian NU tidak pernah surut membantu siapapun.

Setelah suasana agak reda, berbagai kelompok termasuk lembaga swadaya masyarakat melakukan investigasi dan membentuk tim pencari fakta, maka ditemukan banyak keanehan dan kejanggalan dalam operasi para ninja itu, dimana menunjukkan adanya keterlibatan kelompok Orde Baru bahkan beberapa kelompok Islam militan dalam operasi tersebut.

KH. Abdurrahman Wahid kemudian membeberkan bahwa kesemuanya gerakan militer tersebut adalah operasi naga hijau yang sengaja dilakukan oleh rezim Orde Baru untuk menghancurkan kekuatan NU. Dalam operasi itu 400 orang pimpinan dan warga NU tewas dibantai, selama masa pembantaian itu NU tidak pernah mendapat bantuan apalagi perlindungan dari aparat keamanan TNI dan Polri. NU dengan Banser dan Pagar Nusa serta pas**an santri menghadapi sendiri. Dengan kesigapan itu operasi militer ninja yang disebar ke seluruh Jawa itu bisa ditanggulangi oleh NU sendiri.

Sementara umat Islam yang lain tenang-tenang tidak diserang dan juga tidak berusaha membantu NU. Tetapi NU sudah kuat sehingga tanpa bantuan sudah mampu mengatasi persoalan sendiri.
****

Buku Sejarah Tambakberas dipegang dan dibaca KH. Ma'ruf Amin

======================

Dari sejarah kelamnya kedzaliman yang telah NU terima dengan sabar dan tanpa dendam tersebut, maka sudah selayaknya kita mengokohkan militansi kita apapun yang terjadi, karna semua yang jahat dan dzalim akan selalu memusuhi NU.

NU ANTI TERHADAP OTORITER
KARNA OTORITER ADALAH KEDZALIMAN 🇮🇩

Gugus tugas pencegahan virus covid 19 Gerakan Pemuda Ansor kec. Sawit membagikan sabun cuci tangan ke Puskesmas kecamata...
05/05/2020

Gugus tugas pencegahan virus covid 19 Gerakan Pemuda Ansor kec. Sawit membagikan sabun cuci tangan ke Puskesmas kecamatan Sawit.

Jangan pernah lelah
Pejuang kemanusiaan.







| KH.IDHAM CHALID TOKOH PAHLAWAN SEKALIGUS ULAMA NU DARI TANAH KALIMANTAN SELATAN “SEJARAH MENCATAT, NU SELALU DI FITNAH...
04/05/2020

| KH.IDHAM CHALID TOKOH PAHLAWAN SEKALIGUS ULAMA NU DARI TANAH KALIMANTAN SELATAN

“SEJARAH MENCATAT, NU SELALU DI FITNAH DAN DI CAP SESAT/ ANTEK K-FEAR, DAN YANG MEMFITNAH JUSTRU HANCUR DENGAN SENDIRINYA”

K.H Idham Chalid tokoh dari Kalimantan Selatan sebagai salah satu pimpinan NU sering mendapat teror. Menurut penuturan KH Idham Chalid bebarapa kali ia diserang. Suatu hari, saat menginap di Puncak, Kiai Idham diberondong peluru oleh pas**an Darul Islam (DI). Begitu p**a ketika beliau ke Jawa Timur keretanya diberondong pas**an yg menamakan diri Darul Islam, nyaris nyawa sang Kiai menjadi Korban.

Bagi Darul Islam (DI) , Nahdlatul Ulama (NU) telah dianggap pengkhianat karena keluar dari Masjumi. Lebih jauh, NU dianggap Kafir karena menolak negara Islam DI.
Karena Gerakan ini tidak sedikit Para Kiyai dan Ustadz serta umat Islam sendiri dibunuh dan menjadi Korban keganasan mereka yg mencatut nama Islam..

***Keterangan
Menurut Abah Guru Sekumpul, Kyai Idham Chalid Adalah Wali Quthub Sebelum Dirinya....

Al-fatihah 🙏

Editor & Admin: Haddi VJB

- Nahdliyin Online

Lagii Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Sawit melakukan bakti sosial dalam rangka pencegahan penularan covid 19....
26/04/2020

Lagii Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Sawit melakukan bakti sosial dalam rangka pencegahan penularan covid 19.

Dalam kegiatan ini Pac ansor sawit membagikan masker sebanyak 650 buah dan membagikan takjil 150 buah kepada pengendara di jalan Sanggung-Pengging tepatnya di sebelah barat lapangan gombang sawit.

Sebanyak 20 personel ansorr banser ikut membantu kegiatan bakti sosial ini.





“Suatu saat para pemuda NU akan menunjukkan betapa cintanya akan negri ini, tatkala pemerintah tidak tegas mengambil kep...
22/04/2020

“Suatu saat para pemuda NU akan menunjukkan betapa cintanya akan negri ini, tatkala pemerintah tidak tegas mengambil keputusan untuk memberangus para begundal-begundal takfiri yang sudah sangat nyata memusuhi ideologi bangsa”

Oleh: Haddi VJB

- Nahdliyin Online

Address

Sawit
Boyolali
57374

Telephone

085810908736

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MWC NU Sawit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share