MTA Kemusu DUA- Sumberan ,Wonoharjo,Kemusu,Boyolali

MTA  Kemusu DUA- Sumberan ,Wonoharjo,Kemusu,Boyolali Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MTA Kemusu DUA- Sumberan ,Wonoharjo,Kemusu,Boyolali, Religious organisation, Rt :01 Rw: 02, Dukuh: SUMBERAN, Desa :WONOHARJO, Kecamatan :KEMUSU, Kabupaten: BOYOLALI, Boyolali.

https://mta.or.id/2020/09/tausiyah-cara-menghilangkan-dendam/
15/06/2022

https://mta.or.id/2020/09/tausiyah-cara-menghilangkan-dendam/

Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA) > Blog > Kolom Al Ustadz > Tausiyah – Cara Menghilangkan Dendam Kolom Al Ustadz Tausiyah – Cara Menghilangkan Dendam 21 September 2020 Surat Ali ‘Imran Ayat 134 الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّا....

https://mta.or.id/download/
15/06/2022

https://mta.or.id/download/

Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA) > Download Brosur Download Brosur KATEGORI {{else}} {{ext}} {{/if}}{{crop_title}} {{ description}}{{{description}}}{{/if}}Size: {{bytesToSize size}}Hits: {{hits}}Tgl Upload: {{created}} Download{{ openpdflink}}Preview {{else}}{{ viewerlink}}Preview {{/i...

MTAtvAhad, 30 Juli 2017/06 Dzulqo'dah 1438Brosur No. : 1864/1904/IA~ISLAM BUKAN TERORIS, TERORISME BUKAN ISLAM~Sebelum k...
05/08/2017

MTAtv
Ahad, 30 Juli 2017/06 Dzulqo'dah 1438
Brosur No. : 1864/1904/IA
~
ISLAM BUKAN TERORIS, TERORISME BUKAN ISLAM
~
Sebelum kita membahas tentang terorisme menurut
agama Islam, terlebih dahulu marilah kita pahami
tentang pengertian terorisme.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, artinya :
Terorisme : Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan
ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan
(terutama tujuan politik).
Teroris : adalah orang yang menggunakan kekerasan
untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan
politik).
Teror : perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis,
dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh
seseorang atau golongan.
Selanjutnya mari kita cermati dan kita tela’ah kembali
ajaran Islam, agama yang diridlai Allah SWT, sebagai
petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan
hidupnya di dunia yang sedang kita jalani sekarang ini,
maupun kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak.
Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan
membawa agama Islam di tengah-tengah manusia ini
sebagai rahmat, dan merupakan suatu keni'matan yang
besar bagi manusia bukan suatu mushibah yang
membawa malapetaka.
~
Allah SWT berfirman :
~
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk
(menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS. Al-Anbiyaa’ :
107]
~
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada
ummat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita
gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui. [QS. Saba’ : 28]
~
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah
dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah
menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke
jalan keselamatan dan (dengan kitab itu p**a) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada
cahaya yang terang benderang dengan seidzin-Nya dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [QS. Al-Maaidah :
15-16]
~
Sungguh Allah telah memberi keni'matan kepada orang-
orang mukmin ketika Allah mengutus di kalangan mereka
seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang
membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah
membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada
mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya
sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka benar-benar
dalam kesesatan yang nyata. [QS. Ali Imraan : 164]
~
Dari ayat-ayat tersebut dan masih banyak lagi ayat-ayat
yang lain, menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW
dan Islam yang diserukannya, benar-benar membawa
rahmat di alam semesta ini, dan mengeluarkan manusia
dari gelap-gulita (tidak mengetahui tujuan hidup), ke
alam yang terang-benderang, sehingga mengetahui jalan
yang lurus yang membebaskan dirinya dari kesesatan
menuju jalan yang menyelamatkan hidupnya di dunia
dan di akhirat kelak. Bahkan sebelum Nabi SAW
menyerukan Islam, manusia selalu dalam kekacauan dan
permusuhan, sebagaimana peringatan Allah dalam surat
Ali 'Imraan : 103
'~
Dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu, ketika kamu
dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara ... [QS. Ali
'Imraan : 103]
~
Oleh karena itu seharusnyalah manusia bersyukur
kepada Allah atas diutusnya Nabi Muhammad SAW
membawa dinul Islam ini.
Karena hanya dengan Islamlah manusia di dunia ini
dapat hidup rukun, damai dan saling menebarkan kasih
sayang.
Dengan mengabaikan Islam, maka dunia akan kacau-
balau, terorisme timbul di mana-mana seperti sekarang
ini.
Agama Islam yang suci ini dibawa oleh Rasulullah SAW
yang mempunyai kepribadian yang suci p**a, serta
memiliki akhlaqul karimah dan sifat-sifat yang terpuji,
sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadits Nabi SAW, antara lain :
~
Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku
lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekelilingmu. [QS. Ali 'Imraan : 159]
~
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul
dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin. [QS. At-
Taubah : 128]
~
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad
SAW memiliki sifat lemah-lembut serta hati beliau terasa
amat berat atas penderitaan yang menimpa pada
manusia, maka beliau berusaha keras untuk
membebaskan dan mengangkat penderitaan yang
dirasakan oleh manusia tersebut.
~
Dalam hadits disebutkan :
~
Dari ‘Aisyah istri Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah
SAW bersabda, “Hai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah itu
Maha Kasih Sayang dan senang kepada kasih sayang,
dan Dia memberi (kebaikan) pada kasih sayang itu apa-
apa yang Dia tidak berikan kepada kekerasan, dan tidak
p**a Dia berikan kepada apapun selainnya”. [HR. Muslim
juz 4, hal. 2003].
~
Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali
bukan ajaran Islam.
Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling
baik akhlaqnya. [HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874]
'~
Dan apabila Allah mencintai kepada seorang hamba,
Allah memberinya kasih sayang (kelemah-lembutan).
Dan tidaklah suatu keluarga yang terhalang dari kasih
sayang, melainkan mereka terhalang p**a dari kebaikan.
[HR. Thabarani dalam Al-Kabiir juz 2, hal. 306, no.
2274]
~
Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa ada seorang
‘Arab gunung kencing di masjid, lalu orang-orang marah,
dan akan memukul sebagai hukuman. Kemudian melihat
kemarahan para shahabat tersebut, beliau bersabda :
~
Biarkanlah dia, dan siramlah pada bekas kencingnya itu
seember atau setimba air, karena sesungguhnya kamu
sekalian diutus untuk memberi kemudahan bukan diutus
untuk membuat kesukaran/kesusahan. [HR. Bukhari juz
1, hal. 61]
~
Dalam hadits yang lain :
~
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda,
“Permudahlah dan jangan mempersulit. Dan
gembirakanlah dan jangan kalian membuat manusia
lari”. [HR. Bukhari, juz 1, hal. 25 ]
~
Setelah kita cermati kembali tentang dinul Islam
sekaligus peribadi Rasulullah SAW yang diamanati oleh
Allah SWT untuk menyebarkan dinul Islam ke seluruh
ummat manusia, maka jelas sekali bahwa terorisme
sama sekali tidak dikenal, bahkan bertolak belakang
dengan ajaran Islam.
Terorisme itu menggunakan kekerasan, kekejaman serta
kebengisan dan cara-cara lain untuk menimbulkan rasa
takut dan ngeri pada manusia untuk mencapai tujuan.
Sedangkan Islam dengan lemah-lembut, santun,
membawa khabar gembira tidak menjadikan manusia
takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan, tidak
menimbulkan kesusahan, dan tidak ada paksaan.
Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam
peperangan pun Nabi SAW berpesan kepada para
shahabat, sabda beliau : َ
~
Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu
dengan musuh, dan mohonlah kepada Allah agar kalian
terlepas dari marabahaya. Apabila kalian bertemu
dengan musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi
mereka, dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah
bayangan pedang”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1362].
~
Pesan Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih
sayang beliau terhadap jiwa manusia, sekalipun dalam
peperangan sedapat mungkin menghindari bertemu
musuh agar tidak terjadi marabahaya. Namun kalau
terpaksa bertemu dengan musuh, jangan takut dan
jangan dihadapi dengan hawa nafsu yang melampaui
batas, tetapi hendaklah dihadapi dengan shabar dan
tabah, karena surga di bawah bayangan pedang.
Memang kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang
berbeda. Terorisme biasanya digunakan untuk tujuan
politik, kekuasaan, sedangkan Islam bertujuan untuk
menuntun manusia dalam mencapai kebahagiaan
hidupnya dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya
semata-mata mengharap ridla Allah SWT.
~
Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan kalau ada orang
yang mengatakan bahwa “politik itu kotor”, karena dalam
mencapai tujuannya dengan menghalalkan segala cara,
sekalipun dengan terorisme.
Dengan demikian bagi seorang muslim haram hukumnya
mendukung, mengikuti alur politik yang menghalalkan
segala cara dalam mencapai tujuan politiknya. Yang
demikian itu bukan berarti orang Islam tidak boleh
berpolitik, tidak boleh meraih kekuasaan.
Boleh berpolitik, tetapi tidak boleh keluar dari bingkai
Islam, dengan tujuan untuk kejayaan Islam dengan
mengharap ridla Allah semata-mata.
Dalam mencapai kesuksesan cita-cita harokahnya,
Rasulullah SAW melalui cara-cara yang ditunjukkan oleh
Allah serta berusaha memenuhi persyaratan untuk
memperoleh janji Allah, karena janji Allah pasti tepat dan
tidak perlu diragukan. Rasulullah SAW membina
kekuatan dari bawah, sebagaimana firman Allah:
~
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang
baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit.
Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim
dengan idzin Tuhannya.
Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk
manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan
kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk yang telah
dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak
dapat tetap (tegak) sedikitpun. [QS. Ibrahim : 24-26]
~
Rasulullah SAW membina dasar tauhid pada ummat
manusia + 13 tahun di Makkah dengan penuh tantangan,
tindak kekejaman dan terorisme dilakukan oleh orang-
orang musyrikin dan kafirin Makkah terhadap Nabi dan
para pengikutnya.
Namun teror-teror yang dilakukan oleh mereka tidak
menjadikan kaum muslimin takut, malah makin
bertambah kuat dan mendorong lebih dekat dan berserah
diri (tawakkal) kepada Allah SWT.
Dalam suatu peristiwa, orang kafir melakukan teror
dengan ucapan :
~
Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan
untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada
mereka. Maka perkataan itu menambah keimanan
mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi
penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung”.
[QS. Ali 'Imraan : 173]
~
Itulah buah tauhid yang kuat, bagaikan pohon yang baik,
tidak akan tumbang walaupun dihempas badai topan
yang dahsyat. Untuk menumbuhkan pohon-pohon yang
baik seperti itu perlu menanam dan memelihara dengan
sungguh-sungguh, bekerja keras dan ikhlash, semata-
mata karena Allah, tidak mudah tergiur dengan tipudaya
dunia yang dapat membelokkan cita-cita yang mulia.
Oleh karena itu ketika Rasulullah SAW mendapat
tawaran materi, bahkan akan diangkat menjadi raja
(penguasa) di negeri itu asalkan beliau mau berhenti dari
dakwahnya, dengan tegas beliau menjawab, “Andaikata
kamu dapat menaruh bulan dan matahari di kedua
tanganku, aku tidak akan berhenti berdakwah, sehingga
agama Allah ini menjadi terang (menjadi kehidupan
manusia) atau aku mati karena membelanya”.
~
Dengan kuat beliau menanamkan kepada ummatnya
akan janji Allah.
'~
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang
beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal
shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah
menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan
sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridlai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar
akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka
berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka
tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan
sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap)
kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasiq. [QS. An-Nuur : 55]
~
Penekanan pada akhir ayat tersebut perlu mendapat
perhatian bagi kita semua, terutama para politikus
muslim, “Barangsiapa tetap kafir sesudah janji itu”,
maksudnya : Dengan memilih cara lain dalam mencapai
tujuannya dan meninggalkan jalan yang dijanjikan oleh
Allah, yakni dengan memperkokoh iman serta
memperbanyak amal shaleh, maka mereka itulah orang-
orang yang fasiq.
~
Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang fasiq. [QS.
At-Taubah : 24]
~
Kaum politisi yang ada sekarang sekalipun muslim, pada
umumnya tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan
praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Mereka
berjuang hanya untuk memperoleh kursi (kedudukan).
~
Maka tidak ada kegiatan dakwah untuk membina ummat
secara serius agar mempunyai landasan dasar tauhid
yang kuat seperti pohon yang baik sebagaimana yang
digambarkan oleh Allah SWT.
~
Da’i kaum politisi aktif berdakwah menyelenggarakan
pengajian-pengajian dan kegiatan-kegiatan keagamaan
hanya ketika menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) untuk
meraih simpati dari masyarakat, dan setelah selesai
Pemilu, selesai p**alah kegiatan-kegiatan tersebut.
Sudah tidak lagi ada pengajian-pengajian, aktifitas-aktif
itas sebagaimana sebelum terselenggara-nya Pemilu.
~
Maka hasilnya seperti pohon yang jelek, akarnya rapuh,
tidak memiliki daya tahan. Jangankan dengan hempasan
badai topan yang besar, dengan angin sepoi-sepoi saja
cukup dapat menumbangkan pohon tersebut, dan
terangkat seakar-akarnya sehingga tidak lagi dapat
tegak berdiri. Keadaan yang demikian itu, maka tidak
perlu tawaran kursi raja sebagaimana yang ditawarkan
kepada Nabi SAW, melainkan dengan kursi RT pun
sudah cukup dapat merontokkan tujuan dakwah yang
sangat mulia.
~
Dengan alasan kesibukan tugasnya sebagai RT sudah
tidak ada waktu lagi (tidak ada tempat) untuk membina
ummat, berdakwah, menyelenggarakan pengajian dan
kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain guna
memperbaiki aqidah dan pengamalan agamanya dalam
kehidupan sehari-hari,
~
(Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian)
~
Kalau demikian keadaannya, apa yang kita harapkan
dari kaum politisi untuk Islam ini ? Politikus Islam pun
kadang lepas dari kendali agama, dengan entengnya
menghina, merendahkan, bahkan memfitnah untuk
menjatuhkan sesama muslim, hanya karena berbeda
aspirasi politiknya, bahkan sampai menghalalkan
darahnya.
'~
Keadaan yang demikian, akibatnya ukhuwah Islamiyah
rusak, timbul saling dengki-mendengki, benci-membenci
sehingga ummat Islam menjadi lumpuh tidak berdaya,
sekalipun jumlahnya besar.
Padahal Allah SWT telah memperingatkan :
~
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum
(golongan) memperolok-olok kaum (golongan) yang lain
(karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih
baik dari mereka (yang memperolok-olok). [QS. Al-
Hujuraat : 11]
~
Nabi SAW telah memperingatkan juga bahwa sesama
muslim adalah saudara dan haram darahnya, haram
kehormatannya dan haram hartanya. Namun itu semua
tidak diindahkan.
~
Memperhatikan praktek-praktek yang ada, rasanya tidak
tampak partai yang memperjuangkan Islam di negeri ini,
bahkan terjebak dalam pertikaian, terorisme, saling
menjatuhkan untuk mencapai tujuan, baik partai yang
beridentitas Islam maupun yang tidak beridentitas Islam,
hampir tidak ada bedanya.
~
Oleh karena itu melalui kesempatan ini semoga dapat
menjadi jembatan, menyadarkan para politikus muslim,
hendaklah mempererat persaudaraan sesama muslim,
walaupun berbeda partai, tetap membawa misi yang
sama :
~
kejayaan Islam dan muslimin)
~
Dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk Allah dan
praktek Rasulullah SAW dalam menggalang ummat,
serta menghindari terorisme dalam mencapai tujuan.
~
Dengan demikian, jelas dan teranglah bahwa Islam
bukan teroris, dan terorisme bukan Islam. Demikianlah,
semoga bermanfaat.
~oO[ A ]Oo~
https://mta.or.id/download-area/

Download General 06-08-2017 Sholat Sunnah 3 [Baca Online] 30-07-2017 Islam Bukan Terorisme, Terorisme Bukan Islam [Baca Online] 23-07-2017 Sholat Sunnah 2 [Baca Online] 16-07-2017 Sholat Sunnah 1 [Baca Online] 09-07-2017 Puasa Sunnah 2 [Baca Online] 02-07-2017 Puasa Sunnah 1 [Baca Online] 18-06-2017...

MTA KEMUSU 2 hari ini 27 maret 2016 sukses menjadi tuan rumah Lari Pagi satgas dan pemuda MTA gabungan dr MTA cabang kem...
27/03/2016

MTA KEMUSU 2 hari ini 27 maret 2016 sukses menjadi tuan rumah Lari Pagi satgas dan pemuda MTA gabungan dr MTA cabang kemusu 1,2 dan 3 ,cabang Karang gede dan Cabang Juwangi
dengan rute mulai dr gedung majelis MTA KEMUSU 2 (di dukuh Sumberan ,desa Wonoharjo,Kec.Kemusu,boyolali )menuju ke Bulu (karamba waduk kedung ombo)yg berjarak kira2 4 km

alhamdulillah mta kemusu 2 sukses memberangkat kan 1 bus besar penuh /50 org ke acara   27 des 2015 di Gelora B**g Karno...
29/12/2015

alhamdulillah mta kemusu 2 sukses memberangkat kan 1 bus besar penuh /50 org ke acara 27 des 2015 di Gelora B**g Karno (GBK) perjalanan lancar aman terkendali.karena bis terlalu besar jalan sempit harus nebang 2 pohon waru agar bisa lewat

Address

Rt :01 Rw: 02, Dukuh: SUMBERAN, Desa :WONOHARJO, Kecamatan :KEMUSU, Kabupaten: BOYOLALI
Boyolali
57383

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MTA Kemusu DUA- Sumberan ,Wonoharjo,Kemusu,Boyolali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to MTA Kemusu DUA- Sumberan ,Wonoharjo,Kemusu,Boyolali:

Share