IMM BONE

IMM BONE Official Media Center IMM Bone

IMM Hadir untuk menjadi pelopor Ummat, Persyarikatan dan Bangsa semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat
(2)

_Serial kekuasaan 02_*"Selamat Dilantik, Selamat Tidak Dilantik"*by Aksi Hamzah Allah SWT berfirman:_"Dan Dialah yang me...
05/06/2026

_Serial kekuasaan 02_

*"Selamat Dilantik, Selamat Tidak Dilantik"*
by Aksi Hamzah

Allah SWT berfirman:
_"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan *Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat untuk mengujimu* tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu."_
(QS. Al-An'am: 165)

Pelantikan sering kali membuat dua jenis senyum muncul di kampus. Senyum pertama adalah senyum yang diabadikan dalam foto bersama pejabat yang baru dilantik. Senyum kedua adalah senyum yang dipaksakan oleh mereka yang tadi malam sudah membayangkan posisi itu ada di ruang kerjanya.

Padahal, jabatan dalam Islam bukan hadiah, tetapi ujian. Yang mendapat amanah sedang diuji dengan kekuasaan. Yang belum mendapat amanah sedang diuji dengan kesabaran.

sejarah di kampus sering mengajarkan bahwa ada orang yang namanya terpampang di SK, dan ada p**a yang namanya tidak pernah masuk SK tetapi tetap hidup dalam hati mahasiswa karena ilmu, keteladanan, dan keikhlasannya.

Ingatlah, *rezeki tidak pernah salah alamat*. Jabatan yang menjadi bagian kita tidak akan direbut orang lain. Dan jabatan yang bukan bagian kita tidak akan datang meskipun seluruh grup WhatsApp mendukung.

Maka mari mengucapkan *selamat kepada yang dilantik*, mendoakan mereka agar kuat memikul amanah, dan menghibur diri sendiri bahwa terkadang Allah tidak memberi posisi yang kita inginkan karena Dia sedang menjaga kita dari pertanggungjawaban yang belum tentu mampu kita pikul.

Sebab di dunia akademik maupun di hadapan Allah, *tidak semua orang harus menjadi pejabat* untuk menjadi manusia yang bernilai.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
_"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kecukupan."_

Sudut Aula, 5 Juni '26

Hari Lahir Pancasila: Negeri yang Aman Dimulai dari Hati yang BerimanAllah SWT berfirman:وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ...
01/06/2026

Hari Lahir Pancasila: Negeri yang Aman Dimulai dari Hati yang Beriman

Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman'." (QS. Ibrahim: 35)

Di antara doa-doa besar yang diabadikan dalam Al-Qur'an, terdapat satu doa yang sangat relevan untuk direnungkan oleh setiap bangsa dan generasi, yakni doa Nabi Ibrahim a.s. bagi sebuah negeri. Menariknya, ketika memohon kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim tidak terlebih dahulu meminta kekayaan, kemakmuran, atau melimpahnya sumber daya alam.

Yang pertama beliau mohonkan adalah keamanan.

Hal ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi kehidupan manusia. Tanpa keamanan, berbagai aspek kehidupan tidak akan berjalan dengan baik. Ibadah kehilangan kekhusyukannya karena rasa takut.

Pendidikan sulit berkembang karena ketidakstabilan. Perekonomian terhambat akibat ketidakpastian. Bahkan hubungan sosial dan persaudaraan dapat dengan mudah retak ketika rasa aman hilang dari sebuah masyarakat.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila, doa Nabi Ibrahim tersebut menjadi pengingat yang sangat penting bagi kita semua. Indonesia adalah karunia besar dari Allah SWT.

Sebuah negeri yang dianugerahi kekayaan alam melimpah, bentangan wilayah yang luas, serta keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama yang luar biasa. Di tengah keberagaman itu, bangsa Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki fondasi persatuan yang dirumuskan para pendiri bangsa dalam nilai-nilai Pancasila.

Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tertulis dalam dokumen kenegaraan. Ia adalah panduan moral dan nilai bersama yang menjaga agar keberagaman tidak berubah menjadi perpecahan. Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling membenci, melainkan kekuatan yang harus dirawat dalam semangat persaudaraan dan gotong royong.

Namun, tantangan bangsa hari ini tidak selalu datang dari luar. Ancaman yang lebih berbahaya justru sering muncul dari dalam diri kita sendiri. Ketika kejujuran mulai luntur, ketika kepedulian terhadap sesama melemah, ketika fitnah dan kebencian lebih mudah disebarkan daripada kebaikan, saat itulah fondasi keamanan sosial mulai terkikis.

Di era digital saat ini, seseorang dapat menyebarkan informasi hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar membawa manfaat. Tidak sedikit yang justru memperkeruh suasana, menebar prasangka, memecah belah persaudaraan, dan mengikis kepercayaan antarsesama anak bangsa. Karena itu, menjaga negeri tidak hanya dilakukan oleh aparat keamanan atau para pemimpin negara, tetapi juga oleh setiap warga negara melalui sikap dan perilakunya sehari-hari.

Negeri yang aman tidak hanya dibangun oleh undang-undang, regulasi, atau kekuatan fisik. Negeri yang aman lahir dari hati-hati yang bertakwa kepada Allah SWT. Ketika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan Tuhannya, ia akan berusaha menjaga lisannya, mengendalikan emosinya, menghormati orang lain, serta menjauhi perbuatan yang merugikan sesama.

Dari pribadi-pribadi yang baik akan lahir keluarga yang baik. Dari keluarga yang baik akan tumbuh masyarakat yang baik. Dan dari masyarakat yang baik akan terbangun bangsa yang kuat dan damai. Inilah mata rantai yang tidak boleh terputus.

Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila sejatinya bukan hanya mengenang sejarah lahirnya dasar negara pada 1 Juni. Lebih dari itu, momentum ini mengajak kita untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi ruh bangsa Indonesia: ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Pembangunan fisik memang penting. Jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai infrastruktur lainnya merupakan bagian dari kemajuan bangsa. Namun pembangunan karakter jauh lebih penting. Sebab sejarah menunjukkan bahwa banyak bangsa runtuh bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena hilangnya moral, kejujuran, dan persatuan di antara warganya.

Hari ini Indonesia membutuhkan lebih banyak pribadi yang menghadirkan ketenangan daripada kegaduhan, lebih banyak yang membangun daripada merusak, lebih banyak yang merangkul daripada memecah belah. Sebab keamanan sejati tidak hanya lahir dari kuatnya sistem, tetapi juga dari kuatnya nilai-nilai kebaikan dalam hati setiap anak bangsa.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Indonesia dari segala bentuk perpecahan, menguatkan persaudaraan di antara rakyatnya, serta menjadikan negeri ini sebagai negeri yang aman, damai, adil, dan penuh keberkahan. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang turut menghadirkan kedamaian melalui iman, akhlak mulia, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

PC IMM Jakarta Selatan

*“Jangan Merasa Diri Suci”*By Aksi Hamzah Allah SWT berfirman:_“...Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah ya...
30/05/2026

*“Jangan Merasa Diri Suci”*
By Aksi Hamzah

Allah SWT berfirman:
_“...Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”_
(QS. An-Najm: 32)

Ada orang yang rajin ibadah, tetapi lisannya meremehkan orang lain.
Ada yang aktif berdakwah, tetapi diam-diam merasa dirinya lebih baik.
Ada yang terlihat sederhana, tetapi hatinya penuh rasa bangga terhadap amalnya sendiri.

Padahal salah satu penyakit hati yang paling halus adalah *merasa diri suci*.

Banyak orang mampu meninggalkan dosa besar, tetapi sedikit yang mampu meninggalkan rasa bangga terhadap kebaikannya sendiri.

Terkadang yang menghancurkan amal bukan dosa besar yang tampak, tetapi kesombongan kecil yang tersembunyi di dalam hati.

*Tugas kita bukan mengukur kadar iman orang lain*, melainkan terus memperbaiki diri sambil memohon agar Allah menutup aib dan menerima amal kita.

_Semoga Allah membersihkan hati kita dari riya’, ujub, dan kesombongan yang halus. Dan semoga Allah menjadikan kita hamba yang tenang, rendah hati, dan dirahmati hingga akhir hayat._

Jasul, 29 Mei '26

24/05/2026

‎Konsep keberlanjutan dalam Islam menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga keseimbangan (mizan), membawa kemakmuran, dan menghindari kerusakan (fasad). Karena itu, praktik ekonomi berkelanjutan bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan.



‎Arianti menambahkan, Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah terus mendorong kepedulian lingkungan melalui Gerakan Green Nasyiah. 


‎Nasyiatul Aisyiyah membekali anggotanya dengan keterampilan kewirausahaan, pemasaran produk halal, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga komunikasi efektif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi inklusif dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.







24/05/2026
_serial hati 04_*“Allah Kadang Menolong Kita Lewat Satu Nama”*By Aksi HamzahAllah SWT berfirman:_“Karena sesungguhnya be...
23/05/2026

_serial hati 04_

*“Allah Kadang Menolong Kita Lewat Satu Nama”*
By Aksi Hamzah

Allah SWT berfirman:
_“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”_
(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Ada fase dalam hidup…
ketika seseorang tidak lagi tahu harus mengetuk pintu siapa.
Tubuh lelah.
Pikiran penuh.
Hati sesak.
Anak sakit berkepanjangan.
Biaya pengobatan terasa seperti gunung besar yang berdiri di depan mata.
Sementara kemampuan diri terasa semakin kecil dan rapuh.

Dan di titik itu…
anehnya hati hanya mengingat satu nama.
Bukan saudara.
Bukan keluarga dekat.
Bukan p**a orang yang setiap hari bersama kita.
Tetapi justru nama itulah yang tiba-tiba muncul paling kuat di dalam dada.
Seakan Allah sendiri yang menuntun hati untuk berkata:
"Datanglah kepadanya."

Kadang kita mengira pertolongan Allah selalu turun langsung dalam bentuk keajaiban besar.
Padahal sering kali…
Allah mengirimkan pertolongan itu lewat manusia.

Lewat sahabat yang mau mendengar tanpa menghakimi.
Lewat seseorang yang tidak banyak bertanya, tetapi memberi ruang untuk menangis.
Lewat orang yang kehadirannya membuat dada yang sesak perlahan kembali lapang.

Rasulullah SAW bersabda:
_“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh…”_
(HR. Muslim)

Dan sungguh…
ada kalanya yang paling kita butuhkan bukan uang pertama kali.
Tetapi tempat untuk bersandar.
Tempat untuk mengeluh tanpa merasa lemah.
Tempat untuk berkata,
"Saya sudah lelah."
Sebab hati manusia juga bisa sakit.

Dan salah satu obatnya adalah dipeluk oleh kepedulian.

Lalu ajaibnya…
setelah semua beban itu ditumpahkan,
setelah dada yang penuh akhirnya bicara,
Allah mulai membuka jalan demi jalan.

Masalah yang tadinya terasa gelap perlahan menemukan cahaya.
Beban yang terasa menghimpit mulai ringan.

Pertolongan datang satu demi satu dengan cara yang bahkan sebelumnya tidak terpikirkan.
Dan saat itulah kita sadar…
mungkin Allah memang sengaja mempertemukan kita dengan orang-orang tertentu untuk menjadi perantara rahmat-Nya.

Tidak semua malaikat memiliki sayap.
Sebagian hadir dalam wujud sahabat yang tulus. Maka jangan malu untuk bercerita ketika hati sudah terlalu penuh.

Karena bahkan Nabi Ya’qub pun pernah berkata:
_“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”_
(QS. Yusuf: 86)

Dan terkadang…
Allah menjawab pengaduan itu melalui manusia-manusia baik yang Ia kirimkan ke hidup kita. Bisa jadi sahabat yang hari ini mendengarkan keluhmu itu, adalah jawaban doa yang diam-diam kau panjatkan di sepertiga malam.

“Ya Allah, jangan biarkan kami tenggelam dalam kesempitan kami. Kirimkan kepada kami orang-orang yang membantu meringankan beban kesedihan kami. Bukakanlah untuk kami pintu-pintu pertolongan dan rahmat-Mu dari arah yang tidak kami sangka-sangka.”

Makassar, 22 Mei '26

Konsep Berhemat Dalam IslamKonsep berhemat dalam Islam bukan berarti pelit atau menahan diri secara berlebihan, melainka...
22/05/2026

Konsep Berhemat Dalam Islam

Konsep berhemat dalam Islam bukan berarti pelit atau menahan diri secara berlebihan, melainkan menggunakan harta secara bijak, seimbang, dan penuh tanggung jawab. Islam mengajarkan bahwa harta adalah amanah dari Allah SWT yang harus dikelola untuk kebaikan, bukan dihamburkan tanpa manfaat.

Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
(QS. Al-Isra: 26–27)

Dalam Islam, berhemat memiliki beberapa prinsip penting:

1. Tidak Boros (Israf)
Islam melarang hidup berlebihan, meskipun seseorang mampu. Membeli sesuatu hanya demi gengsi, pamer, atau mengikuti hawa nafsu termasuk perilaku yang tidak dianjurkan.
Contohnya:
Membeli barang mewah yang tidak dibutuhkan
Menghamburkan makanan
Berutang demi gaya hidup

2. Tidak Kikir
Berhemat bukan berarti menutup diri dari berbagi. Islam juga melarang sifat bakhil atau terlalu mencintai harta.

Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebihan dan tidak p**a kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian.”
(QS. Al-Furqan: 67)
Artinya, Islam mengajarkan keseimbangan.

3. Mendahulukan Kebutuhan daripada Keinginan
Seorang Muslim diajarkan hidup sederhana dan memprioritaskan hal yang benar-benar bermanfaat:
kebutuhan keluarga
pendidikan
kesehatan
sedekah
masa depan
Bukan sekadar mengejar kesenangan sesaat.

4. Menabung dan Mempersiapkan Masa Depan
Berhemat juga berarti memiliki perencanaan keuangan yang baik. Nabi Yusuf AS dalam kisahnya di Al-Qur’an memberi contoh menyimpan hasil panen saat masa subur untuk menghadapi masa sulit.
Ini menunjukkan bahwa Islam mendukung:
menabung
investasi halal persiapan menghadapi keadaan darurat

5. Menggunakan Harta untuk Kebaikan
Harta terbaik adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. Orang yang hemat bisa lebih mudah bersedekah, membantu keluarga, dan menolong sesama karena keuangannya terjaga.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang saleh.”
(HR. Ahmad)

Inti Berhemat dalam Islam
Berhemat dalam Islam adalah:
hidup sederhana
tidak berlebihan
tidak kikir
bijak mengatur rezeki
menggunakan harta untuk keberkahan dan kemanfaatan

Karena tujuan harta dalam Islam bukan sekadar dinikmati, tetapi menjadi jalan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

_taujihat hati 03_*“Kalian Adalah Cara Allah Menguatkan Kami”*By Aksi HamzahAllah SWT berfirman:_“Sesungguhnya orang-ora...
22/05/2026

_taujihat hati 03_

*“Kalian Adalah Cara Allah Menguatkan Kami”*
By Aksi Hamzah

Allah SWT berfirman:
_“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…”_
(QS. Al-Hujurat: 10)

Di saat ujian datang…
kita baru benar-benar memahami bahwa kasih sayang Allah tidak selalu turun dari langit dalam bentuk mukjizat.

Kadang…
ia hadir lewat tangan-tangan manusia.
Lewat pesan singkat yang menenangkan.
Lewat doa yang diam-diam dipanjatkan.
Lewat sahabat yang datang tanpa diminta.
Lewat orang-orang baik yang membantu tanpa banyak bicara.

Dan sungguh…
di tengah sakit anak kami yang panjang ini,
kami melihat betapa Allah masih sangat mencintai kami melalui kalian.

Ada yang membantu dengan tenaga.
Ada yang membantu dengan harta.
Ada yang membantu dengan waktu.
Ada p**a yang mungkin hanya mampu berkata,
“Kami mendoakan anakmu.”
Tetapi ketahuilah…
tidak ada satu pun kebaikan yang kecil di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda:
_“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”_
(HR. Muslim)

Sahabat-sahabat kami…
mungkin kalian tidak tahu betapa sebuah perhatian kecil mampu menguatkan hati yang hampir runtuh.

Ketika tubuh anak kami melemah,
dukungan kalian membuat kami merasa tidak berjalan sendirian.
Ketika air mata kami jatuh diam-diam di malam hari,
doa-doa kalian seperti cahaya yang menjaga hati kami tetap hidup.

Sungguh…
ujian ini bukan hanya tentang rasa sakit.
Tetapi juga tentang bagaimana Allah memperlihatkan kepada kami bahwa masih banyak hati yang penuh kasih di dunia ini.
Ada orang-orang yang datang bukan karena kewajiban,
tetapi karena cinta dan persaudaraan karena Allah.
Dan itu sangat mahal nilainya.

Semoga Allah membalas setiap pesan yang kalian kirim.
Setiap bantuan yang kalian beri.
Setiap langkah kaki yang kalian ayunkan untuk menjenguk.
Setiap doa yang keluar dari hati kalian.
Karena bisa jadi…
di saat banyak orang lupa, kalian justru dipilih Allah menjadi penguat bagi keluarga yang sedang diuji.

Kami percaya…
orang-orang yang meringankan kesedihan orang lain tidak akan dilupakan oleh Allah.
*Terima kasih karena telah hadir di masa yang tidak mudah ini*.

Terima kasih karena tidak membiarkan kami merasa sendirian.
Kalian bukan sekadar teman.
Kalian adalah cara Allah memeluk hati kami yang lelah.

_“Ya Allah, balaslah dengan kebaikan setiap orang yang menghibur kami, mendoakan kami, dan meringankan beban kami. Bukakan untuk mereka pintu rahmat dan keberkahan-Mu, serta jadikan semua kebaikan mereka sebagai pemberat amal saleh mereka.”_

Malam di jasul, 21 Mei '26

01/02/2026

Selamat Milad NU ke 100 tahun

Address

Bone

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IMM BONE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to IMM BONE:

Share