23/11/2021
Gerbong Maut Neraka
Tragedi Gerbong Maut Bondowoso
Hari itu 23 November 1947, para tahanan diberi makanan oleh para penjaga penjara sebagaimana biasanya, kemudian mereka disuruh kembali ke sel. Mirisnya, inilah momen terakhir mereka makan sebelum kejadian naas ini terjadi.
Keesokan harinya, Pukul 05.15, hari Minggu, para tawanan dikeluarkan dari sel masing-masing. Komandan VDMB, Letnan Dua Marinir J. van den Dorpe, memerintahkan mereka keluar dan berbaris empat-empat di halaman penjara Bondowoso dan mengabarkan mereka akan dipindahkan ke Surabaya.
Hasilnya, sebanyak 46 pejuang pro-kemerdekaan Indonesia tewas dalam perjalanan itu. Gerbong pertama dengan kode GR5769 yang sama sekali tidak memiliki harga yang mahal di seluruh penumpang di dalamnya yang menampung 38 orang. Di gerbong kedua dan ketiga tawanan total yang tewas ada 8 orang.
Cerita para pejuang pro-kemerdekaan Indonesia yang disekap Belanda dalam gerbong barang itu, kemudian diabadikan di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso. Diresmikan pada 17 Agustus 2016, Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso ini menjadi museum perkeretaapian pertama di Jawa Timur.