Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah

Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah ini dibentuk pada 27 Desember 2012 di Situbondo. Semua tulisan dan foto yang dibagikan admin 100% halal disebarluaskan!

Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah tidak berpihak kepada kelompok manapun. Berusaha untuk senantiasa membagikan apa yang memang baik dan pantas dibagikan, serta tidak menyinggung pihak-pihak lain. Halaman ini didedikasikan untuk kepentingan semua pihak, jadi tidak hanya untuk kepentingan pribadi saja. Anda bebas berpromosi disini dengan peraturan sebagai berikut:

- Berbahasa yang baik dan sopan (

tidak melecehkan)
- Promosi yang diberikan boleh berupa pertemanan, FP, grup, dan lain-lain
- Saling menghargai antar sesamanya
- Tidak diperbolehkan (dilarang) berkomentar rasis
- Tidak diperbolehkan (dilarang) mempromosikan hal-hal yang berbau pornografi, pelecehan, dan unsur kekerasan yang merugikan banyak pihak

Jika sobat ingin membantu mempromosikan halaman ini, silahkan masukkan kode: @[527149677309868:0] pada status, komentar, atau di grup. Terima kasih banyak!

14/06/2014

Sedekah Untuk Suami

Diriwayatkan dari Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Rasulullah Shalallahu 'Alqihi Wasallam bersabda:
"Wahai kaum wanita bersedekahlah kamu sekalian walaupun dari perhiasanmu. ”

Zainab berkata:
"Saya p**ang menemui Abdullah
bin Mas’ud (suamiku), dan menyatakan: “Sesungguhnya engkau laki-laki yang sedikit penghasilannya sedangkan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kami bersedekah maka datangilah dan bertanyalah kepada beliau. Kalau boleh, saya bersedekah kepadamu dan kalau tidak boleh saya berikan kepada orang lain."

Abdullah berkata: "Kamu sendirilah yang datang kepada beliau."

Maka saya pun berangkat ke tempat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan di sana ada seorang wanita Anshar yang berada di pintu beliau untuk menyampaikan permasalahan yang sama. Keluarlah Bilal untuk menemui kami. Kamipun berkata kepada Bilal:
"Temuilah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan kabarkanlah beliau kalau ada dua orang wanita yang berada di depan pintu beliau yang akan bertanya apakah boleh sedekah diberikan kepada suami dan anak-anak yatim yang diasuh keduanya? Dan jangan kamu jelaskan siapa kami ini."

Bilal kemudian masuk dan menanyakan hal itu kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bertanya:
"Siapakah dua wanita itu?"

Bilal menjawab: "Seorang wanita Anshar dan Zainab."

Beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam bertanya:
"Zainab yang mana?’’

Bilal menjawab:
"Istri Abdullah."

Kemudian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Bagi kedua wanita itu mendapatkan dua pahala, yaitu pahala (menyambung) kerabat dan pahala sedekah. ” (H.R. Muttafaqun 'Alaih).

Hadits di atas memberikan pelajaran penting kepada kita, boleh hukumnya seorang istri bersedekah kepada suami terutama bila suaminya belum bekerja atau memiliki penghasilan yang sedikit. Bahkan, seorang istri diperbolehkan
mengeluarkan zakat wajibnya kepada suaminya yang fakir atau miskin atau termasuk dalam kriteria orang yang berhak mendapatkan zakat. Itu karena seorang istri tidak memiliki kewajiban menafkahi suaminya.

Bersedekah kepada suami merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh seorang istri. Sedekah yang dikeluarkan oleh istri kepada suaminya tidak hanya akan menumbuhkan jalinan yang harmonis dengan Allah Subhannahu Wa Ta'ala juga menjadi sebab terjalinnya hubungan yang mesra dengan suami dan anggota keluarganya. Ketika seorang istri bersedekah kepada suaminya, ia mendapatkan dua pahala, seperti sabda Bagunda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam di atas. Selain itu, ketika seorang istri bersedekah kepada suaminya sesungguhnya ia telah merealisasikan hikmah dan tujuan dari pernikahan yang membuat tali ikatan pernikahan semakin kuat dan kokoh.

Di antara tujuan dan hikmah pernikahan adalah mengatur hubungan laki-laki dengan wanita berdasarkan asas pertukaran hak, saling menolong dan saling kerja sama yang produktif dalam suasana cinta kasih dan perasaan saling menghormati yang lain. Oleh karena itu, bila seorang istri hendak bersedekah perhatikan dulu suaminya apakah ia layak disedekahi atau tidak sebelum bersedekah kepada orang lain. Karena bersedekah kepada suami yang fakir harus diutamakan sebelum bersedekah kepada yang lainnya. Dalam prakteknya, sedekah kepada suami yang belum memiliki penghasilan atau berpenghasilan rendah tidak hanya dengan materi. Memotivasi suami agar bersemangat mencari nafkah untuk keluarga merupakan bagian dari sedekah juga yang layak diperhatikan dan dilakukan seorang istri. Wallahu’alam!

19/05/2014

Kuat dan Amanah

Sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) atau menjadi pemimpin adalah orang yang kuat lagi amanah, dapat dipercaya (Q.S. Al-Qashash : 26)

Ayat tersebut mengisyarakat dua syarat utama orang yang layak menjadi pemimpin, yaitu kuat dan amanah. Tentu yang dimaksud dengan kuat bukan semata-mata fisik dan ekonomi, melainkan juga kuat mental spiritual, kuat iman, ilmu, dan amalnya. Jika multikekuatan ini disinergikan dengan amanah (dapat dipercaya, memiliki integritas tinggi) maka akan melahirkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan masyarakat ke arah lebih baik, maju, sejahtera, adil, dan bermartabat.

Dalam konteks ini, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam merupakan figur pemimpin yang mampu menyinergikan kekuatan dan amanah itu. Di antara rahasia kesuksesan beliau dalam memimpin umat adalah lima modal kekuatan berikut.

Pertama, kekuatan Keteladanan akhlak. Sejak kecil Baginda Shalallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah terlibat pelanggaran moral, tidak pernah minum minuman keras, tidak pernah bohong, tidak pernah korupsi, tidak pernah main perempuan, dan aneka akhlak tercela lainnya. Akhlak beliau yang luhur dan terpuji yang dicontohkan kepada keluarga, para sahabat, dan umatnya menjadi kekuatan maha dahsyat, sehingga beliau berhasil menjadi super leader, super manager, dan the greatest teacher. Apa yang beliau ucapkan beliau laksanakan. Janjinya selalu ditepati. Rakyat beliau cintai, bukan dimanip**asi dan dibodohi. Beliau peduli dan s**a berbagi kepada semua. Beliau tidak pernah menyakiti, membohongi dan menyengsarakan umatnya. Di saat akan menghembuskan nafas terakhir, beliau masih menyatakan: "Ummati…ummati…ummati…ummati… ash-shalah… ash-shalah.." (Wahai umatku, [jangan lupakan] shalat, shalat, dan shalat).

Kedua, kekuatan komunikasi. Baginda Shalallahu 'Alaihi Wasallam memiliki kemampuan berkomunikasi yang luar biasa efektif sehingga bisa memengaruhi kawan maupun lawan. Beliau ahli negosiasi, berorasi, memberi motivasi, dan menginspirasi umat.

Ketiga, kekuatan ilmu. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam tentu memiliki ilmu luar biasa, karena guru dan sumber ilmu beliau langsung dari Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Dengan ilmu dan petunjuk langsung dari Allah Subhannahu Wa Ta'ala, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam menjadi pemimpin yang berhati-hati dalam menerima ide dan kritik. Orang yang berilmu juga cenderung lebih terbuka dan toleran, mau bekerja sama dengan orang lain. Baginya, segala informasi yang ia dapatkan merupakan data yang dijadikan rujukan pertimbangan.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam memimpin umat dengan ilmu dan petunjuk dari Allah sehingga umatnya pun diharuskan berlajar dan mengembangkan ilmu.

Keempat, kekuatan mental spiritual. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam sangat menganjurkan setiap Muslim mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Kekuatan mental-spiritual yang tangguh membuat pribadi beliau juga sangat tangguh, tidak mudah mengeluh, tidak gampang curhat masalah pribadinya di hadapan rakyatnya, teguh pendirian, tegas dalam mengambil tindakan, dan tangkas selesaian masalah. Di malam hari beliau beribadah, di siang hari beliau sering berpuasa. Kekuatan inilah yang menjadikan beliau dan para sahabatnya selalu merasa ada jalan dan solusi dalam berbagai situasi, sesulit apapun.

Kelima, kekuatan fisik. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam termasuk orang paling sehat. Nyaris tidak pernah sakit, dan memiliki kekuatan fisik yang prima sepanjang hidupnya.

Kelima kekuatan itu idealnya menjadi pemacu semangat kebangkitan moral bangsa ini menuju khaira ummah (umat terbaik) yang berperadaban. Semoga ini bisa jadi rujukan Sobat dalam menentukan hak pilihnya nanti!

75D2FF87

17/04/2014

"Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kes**aran bagi orang-orang kafir. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul". Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia." (Al-Furqān : 25 - 28)

16/04/2014

"Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." (Q.S. At Taubah : 6)

12/04/2014



Perhelatan hajat nasional bernama Pemilu Legislatif baru saja usai. Kita masih menantikan siapa saja yang akan menjadi wakil-wakil kita di gedung DPR/MPR nanti. Harapannya semoga mereka benar-benar memperjuangkan aspirasi keumatan di negeri ini. Bukan sosok wakil rakyat yang berjuang untuk memperkaya diri dan keluarga atau partainya. Sekadar catatan untuk memberi ruang optimisme, saya menilai persoalan terpenting untuk melepas dahaga harapan yang berlebihan adalah berjanji untuk jujur. Menjadikan nyata kata dengan perbuatan. Kalau dibilang para wakil rakyat kita tidak jujur, haruslah jujur p**a kita jawab ya. Banyak bohong wakil rakyat kita ini. Seringnya terdengar para wakil rakyat kita berurusan dengan KPK adalah salah satu buktinya. Padahal hal yang pasti terjadi, jika seseorang tidak jujur dan sering berbohong, akan kembali menabur kebohongan yang lain. Terus ia berestafet sampai seseorang itu mau menyudahi kebohongannya dengan mengaku dan menutup dengan tobat atau minta maaf.

Karena itu hati-hatilah sahabatku dengan lisan yang telanjur sering diajak bohong dan dusta. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan ke dalam surga. Tidaklah seseorang berbuat jujur hingga Allah mencatatnya sebagai orang yang selalu jujur. Dan berbohong itu membawa kepada kejelekan, dan kejelekan itu mengantarkan ke dalam neraka. Sungguh seseorang terbiasa bohong hingga Allah mencatatnya sebagai seorang pembohong.” (H.R. Bukhari no. 6094, Muslim no. 2607).

Berjanji untuk jujur adalah mulia. Dan kemuliaan itu akan tecermin dengan selalu saja ditemukan jalan kebaikan dari Allah. Ada saja caranya Allah Subhannahu Wa Ta'ala memberi kemudahan atas setiap masalahnya. Nabi tercinta kita, Baginda Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam, digelari al-Amiin karena sifat jujurnya yang menjadikan diri beliau sangat bisa dipercaya. Bukankah karena jujurnya beliau, Khadijah menaikkan kelasnya sebagai seorang pedagang menjadi suami tercinta? Beliau hanya bertugas mengantarkan dagangan dan menjualkannya, tapi karena pesona kejujurannya itu, cerita hidupnya menjadi beda. Cerita kenabian pun bermula.

Maka, wahai para calon wakil rakyat, berjanjilah untuk jujur. Sudahi kebohongan-kebohongan kalian dari tidak amanah kepada rakyat. Percayalah bahwa Allah Suhannahu Wa Ta'ala akan mengantar asbab kejujuran kalian dalam tugas, menuju kemulian hidup. Bukan hanya Allah Subhannahu Wa Ta'ala dan para penghuni langit yang menaruh hormat kepada kalian, tapi pada akhirnya pena sejarah kemanusiaan juga akan menulis sirah hidup kalian dengan tinta emas. Insya Allah. . !

06/04/2014

Ada orang bilang: "Ada uang nyoblos kalo gak ada ya gak nyoblos." Coba renungkan hadits berikut:

ثَلاَثٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِالْفَلاَةِ يَمْنَعُهُ مِنِ ابْنِ السَّبِيلِ وَرَجُلٌ بَايَعَ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَحَلَفَ لَهُ بِاللَّهِ لأَخَذَهَا بِكَذَا وَكَذَا فَصَدَّقَهُ وَهُوَ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لاَ يُبَايِعُهُ إِلاَّ لِدُنْيَا فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا وَفَى وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا لَمْ يَفِ

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, Allah tidak akan melihat mereka tidak juga mensucikan mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. Seseorang yang mempunyai kelebihan air di padang pasir, namun ia mencegahnya dari ibnussabil yang membutuhkannya. Dan orang yang berjual beli dengan orang lain di waktu ‘Ashar, lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia mengambilnya segini dan segini, lalu orang itu mempercayainya padahal tidak demikian keadaannya. Dan orang yang membai’at pemimpinnya karena dunia, bila ia diberi oleh pemimpin ia melaksanakan bai’atnya, dan bila tidak diberi maka ia tidak mau melaksanakan bai’atnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Admin: Ali Zain Aljufri

07/02/2014

Sabahal kheir.....اَللَّـهُمَّ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ
Allahumma yâ kâfiya l-muhimmât / Wahai Allah, pencukup segala kepentingan
Cukupkanlah kepentingan rumah tangga kami
Cukupkanlah kepentingan pendidikan anak-anak kami
Cukupkanlah kepentingan usaha dan pekerjaan kami
Cukupkanlah kepentingan ibadah kami
Cukupkanlah bekal kami untuk berhaji, sebelum mati mendatangi

24/01/2014

Di pagi yang damai ini, engkau yang hatinya merindukan kedamaian, tapi yang merasa tak cukup suci untuk mendekati Robbal 'Alamiin, mendekatlah engkau kepadaku.

Allah Subhannahu Wa Ta'ala memang tak mengijinkan apa pun yang kotor mendekatiNya. Itu sebabnya, dalam keikhlasanmu untuk mendekat kepadaNya, engkau akan dibersihkan. Bisikanlah ini dengan tulus:

Ya Allah, sayangilah kami. Damaikanlah hati kami, baikkanlah hidup kami, dan indahkanlah hubungan kami dengan keluarga dan sesama. Peliharalah kami dalam lindungan cinta dan sayangMu. Aamiin!!!

NB: Bagi sahabat yang ingin menambahkan saya di kontak BB, silahkan add pin saya ini 795E081C

23/01/2014

Ya Allah Yang Maha Penyayang, di pagi yang indah ini, Engkau membangunkan kami dari tidur yang di dalamnya mengandung kenikmatan dan mukjizatMu. Sesungguhnya, tidur adalah bentuk penyerahan yang magis, karena kami ikhlas untuk hilang kesadaran di dalam tidur kami, untuk lepas kendali dari semua keinginan, rencana, dan keselamatan kami; untuk mengistirahatkan hati, pikiran dan tubuh kami; dan untuk sepenuhnya berserah apakah kami akan Kau bangunkan lagi atau tidak. Tapi, maafkanlah kami, jika kami tidak mengenali keindahan dari tidur, yang adalah bentuk keberserahan yang demikian besar maknanya. Dan di pagi yang damai ini kami bangun, dengan rasa syukur yang dalam atas tambahan satu hari lagi, yang akan kami gunakan untuk membahagiakan keluarga dan sesama.

Ya Allah Yang Maha Kaya, perbaikilah rezeki kami hari ini, sehatkanlah kami dalam pekerjaan kami, gembirakanlah kami dalam keluarga, damaikanlah kami dalam hubungan dengan sesama, dan lapangkanlah jalan kami dalam kehidupan yang bermanfaat bagi sesama dan alam.

Ya Robbal 'Alamiin, jadikanlah kami jiwa-jiwa yang Kau cintai. Aamiin!!!

NB: Bagi sahabat yang ingin menambahkan saya di kontak BB, silahkan add pin saya ini 795E081C

22/01/2014

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Doa memohon ke baikan

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ خَيْرَ هٰذَاالْيَوْمِ وَخَيْرَمَافِيْهِ وَاَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّهٰذَاالْيَوْمِ وَشَرِّمَ فِيْهِ

"ALLAHUMMA INNII AS'ALUKA KHAIRA HAADZALYAWMI WA KHAIRA MAA FIIHI WA A'UWDZUBIKA MIN SYARRI HAADZAL YAUMI WASYARRIMAA FIIHI."

Ya Allah, aku minta kepada Engkau akan kebaikannya hari ini dan kebaikannya perkara dalam hari ini dan aku minta perlindungan pada Engkau dari buruknya hari ini dan buruknya perkara dalam hari ini.
صلوا على النبي

10/01/2014

Mengapa kita di Majelis selalu menyenandungkan qasidah? maka kita jawab bahwa hal itu telah diriwayatkan dalam hadits shahih dimana sayyidina Hassan bin Tsabit membaca qasidah/ syair di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di masjid An Nabawy, maka ia menjawab: Sayyidina Hassan bin Tasbit membaca qasidah sendiri tidak beramai-ramai, lantas manakah hadits yang menunjukkan para sahabat membaca qasidah beramai-ramai? Dalam hal ini mereka melupakan bahwa ada 13 riwayat di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca qasidah beramai-ramai dengan para sahabatnya. Dimana ketika membangun Khandaq para sahabat berkata:

نَحْنُ الَّذِيْنَ بَايَعُوْا مُحَمَّدًا عَلَى اْلإِسْلاَمِ مَا بَقِيْنَا أَبَدًا

"Kamilah yang telah membai'at nabi Muhammad (untuk berpegang) kepada Islam sepanjang hidup kami"

Dan dalam riwayat yang lain :

نَحْنُ الَّذِيْنَ بَايَعُوْا مُحَمَّدًا عَلَى اْلجِهَادِ مَا بَقِيْنَا أَبَدًا

"Kamilah yang telah membai’at nabi Muhammad untuk jihad sepanjang hidup kami"

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :

اَللّهُمَّ إِنَّ الْخَيْرَ خَيْرُ اْلآخِرَةِ فَبَارِكْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَةْ

"Wahai Allah, sesungguhnya kebaikan yang sejati adalah kebaikan akhirat, maka limpahilah keberkahan untuk kaum Anshar dan kaum Muhajirin"

Dalam riwayat yang lain disebutkan فاغفر للأنصار والمهاجرة ، ( Ampunilah kaum Anshar dan kaum Muhajirin), dan dalam riwayat lain disebutkan فارحم للأنصار والمهاجرة ( Sayangilah kaum Anshar dan kaum Muhajirin). Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasalam bersautan membaca qasidah bersama para sahabat, maka hal ini dahulu dilakukan oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabatnya, akan tetapi di zaman sekarang banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah perbuatan bid’ah, padahal kesemua itu terdapat dalil-dalil yang shahih dari hadits nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, baik yang terdapat di shahih al bukhari dan lainnya. Namun perbuatan ini hampir hilang akan tetapi dihidupkan kembali dari generasi ke generasi oleh kalangan ahlusunnah wal jamaah dari guru-guru mereka yang memegang sanad yang bersambung hingga kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Wallahu a'lam!

Bersabarlah...!! Sesungguhnya Allah Subhannahu Wa Ta'ala berterima kasih kepadamu yang bersabar di dalam kesulitan dan k...
20/12/2013

Bersabarlah...!! Sesungguhnya Allah Subhannahu Wa Ta'ala berterima kasih kepadamu yang bersabar di dalam kesulitan dan kepedihan hatinya. Karena kesabaranmu adalah tanda bahwa engkau percaya bahwa Allah sedang menyusunkan sesuatu yang lebih baik bagi diri dan kehidupanmu. Dan untuk rentang waktu yang kau ikhlaskan untuk menunggu Allah, maka Allah Subhannahu Wa Ta'ala akan menghadiahimu dengan kebaikan yang menyelesaikan kesulitanmu dan menaikkan derajat kehidupanmu di atas mereka yang meronta marah di dalam kesulitan yang sesungguhnya mereka buat sendiri.

Pengertian di dalam kesabaran seperti inilah yang dimaksudkan oleh Robbal 'Alamiin sebagai ilmu yang meninggikan derajat keimanan dan kehidupanmu.

Bersabarlah, segala sesuatu mengindah di dalam kesabaran.

Dapatkan berbagai informasi yang menarik dan sangat sayang untuk dilewatkan, dari hikmah, khazanah, dan motivasi saya untuk anda semua!

Address

Jalan Kh. Mansyur No. 25
Bojonegoro
62112

Telephone

085259155505

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Ta'lim Hidayatul Islamiyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share