09/04/2026
Kajian Rutin Malam Jum'at
Masjid Al Marhamah
Ust. Abu Faqih Hafidzahulloh
Kitab Shohih Targhib wa Tarhib
20 Syawal 1447 H
'Ketika Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam menanyakan kabar sang penyapu Masjid'
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ’anhu berkisah tentang seorang wanita yang biasa menyapu daun - daun kering dan serpihan kain - kain usang di sekitaran halaman Masjid Nabawi di masa Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam.
Pada suatu waktu Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam menanyakan tentang kabar wanita penyapu masjid Nabawi,
Para sahabat pun menjawab,
“Ia telah meninggal.”
”Mengapa kalian tidak mengabariku?”
Tanya Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam kepada para sahabatnya.
Para sahabat mengira, bahwa pekerjaannya tersebut tidaklah terlalu terpandang.
“Tunjukkan aku makamnya”. Pinta Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam..
Merekapun menunjukkan makam wanita tersebut, kemudian beliau shollallohu 'alaihi wasallam mensholatkannya”.
(Muttafaqun 'alaihi)
Betapa Mulianya..
Sampai - sampai Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam menyempatkan diri untuk menyolatkan jenazahnya, meski sudah dimakamkan.
Sebuah kemuliaan bila orang termulia saja sampai menegur para sahabatnya, karena lupa mengabarkan perihal kematiannya. Saat Beliau shollallohu 'alaihi wasallam tahu bahwa perempuan tersebut telah dimakamkan, Beliau shollallohu 'alaihi wasallam menyempatkan diri untuk tetap menyolati jenazahnya, meski sudah dimakamkan.
Setelah menukil hadis ini, Syaikh Abdulloh bin Sholih Al-Fauzan dalam bukunya al-Fawaid al-Majmu’ah menjelaskan..
“Hadits ini dalil akan utamanya pekerjaan membersihkan masjid. Karena sholatnya Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam atas kuburan orang yang menyapu masjid tersebut, bukti bahwa perbuatan ini adalah amalan yang luhur.”
(al-Fawaid al-Majmu’ah fi Syarhi Fushulil Adab wa Makaarimil Akhlaq Al-Masyruu’ah, hal. 247)
Sungguh mulia mereka yang Alloh 'Azza wa Jalla karuniakan pekerjaan menjaga dan membersihkan rumah-Nya.
Semoga Alloh Ta'ala memberkahi hidup mereka.
Aamiin