Rohis Tri Dharma 2-4 Bogor

Rohis Tri Dharma 2-4 Bogor Tujuan dibuat fan fage Rohis ini :
1. Media dakwah Rohis
2. Media pemberitahuan mengenai agenda dan berita yang ada di Rohis
3. Media silaturahmi

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبسم الله الرحمن الرحيمAllah subhanahu wata'ala berfirman:وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ ج...
19/11/2019

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ...

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,..." (QS. Ali Imran [3]: 103)

Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (Muttafaqun'alaihi)

Apa kabar saudara dan saudariku semua? 🤗

Semoga selalu dalam lindungan dan hidayah Allah subhanahu wata'ala. Aamiin 🤲🏻☺

Kami panitia "MAJELIS UKHUWAH ROHIS" in syaa Allah akan mengadakan acara:

🍁R E U N I A K B A R🍁

Untuk menjaga silah ukhuwah KELUARGA BESAR ROHIS.

Maka, kami ingin mengundang semua yang sempat dan pernah atau pun yang masih tergabung dalam Organisasi ROHIS dalam acara ini, yang akan diadakan pada:

🗓 : Ahad, 24 November 2019
⏰ : 09.00 - selesai
🏡 : Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al-Falaah, Perumahan Cimanggu Permai, Jalan Gajah Mada 2, Kedung Jaya, Tanah Sareal, RT.05/RW.04, Kedung Badak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164.

https://maps.app.goo.gl/oMaTF1L34rVVR67k8

(Masuk ke gapura samping mall yogya jl. KH. Shaleh Iskandar)

Adapun infaq sebagai konsumsi sebesar Rp. 20.000,- 🤗

Bagi yang ingin berinfaq lebih silahkan hubungi:

🧔🏻Kang Denny: https://wa.me/6287770068475 (ikhwan)
🧕🏻Teh Hamdah: https://wa.me/6287730173363 (akhwat)

Kami berharap teman-teman semua dapat meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara ini. ☺


Semoga Allah beri kelancaran dan kemudahan pada kita semua. Aamiin 🤲🏻☺

😃😀😃😃😃😃😃😍*OPEN RESELLER* TOKO BUKU QUTB*Syarat:*1.Melakukan Pendaftaran dan mengirim data diri2.Jujur dan Amanah3,Berkomi...
07/02/2019

😃😀😃😃😃😃😃
😍
*OPEN RESELLER*
TOKO BUKU QUTB
*Syarat:*
1.Melakukan Pendaftaran dan mengirim data diri

2.Jujur dan Amanah

3,Berkomitmen menjaga sholat wajib

4.Berkomitmen menjaga solat tahajut 1X/Minggu

5.Berkomitmen menjaga solat duha 1x/Minggu
6. Share info ini ke minimal 3 Grub sosmed anda

*KEUNTUNGAN:*
1.Bisa Jualan tanpa stok buku

2.Belajar bisnis

3.dapat katalog buku

4.Bisa dapat diskon sampai 25%

Yuk Daftar. Hub.
0895 7053 39247 (Wa)
Intagram:Qutb_ilmu

Alhamdulillah sampai hari ini dan detik ini kami masih diberikan istoqomah untuk terus mengemban amanah dan tugas yang t...
15/10/2017

Alhamdulillah sampai hari ini dan detik ini kami masih diberikan istoqomah untuk terus mengemban amanah dan tugas yang tak mudah.

16/06/2017

Bulletin Dakwah
Al-Islam No. 861-20 Ramadhan 1438 H_16 Juni 2017
BELA ISLAM:
TEGAKKAN SYARIAH KAFFAH, REKATKAN UKHUWAH ISLAMIYYAH

Sebagaimana kita ketahui dan kita rasakan, Ramadhan tahun ini masih diliputi dengan sejumlah persoalan yang membelit Islam dan umatnya. Kondisi ini tak pernah beranjak dari tahun-tahun sebelumnya.

Persoalan Dalam Negeri

Di dalam negeri, pada Ramadhan tahun ini setidaknya ada empat hal yang menonjol yang menyelubungi Islam dan umatnya. Pertama: Kasus pen*staan al-Quran oleh Ahok. Kasus ini diikuti oleh sejumlah kasus penghinaan terhadap Islam dan Rasulullah saw. dengan beragam bentuknya, khususnya lewat media sosial. Kedua: Kriminalisasi terhadap ulama yang kebetulan menjadi penggerak dari rangkaian Aksi Bela Islam (ABI) yang dipicu oleh pen*staan al-Quran oleh Ahok. Ketiga: Rencana Pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas Islam, khususnya HTI, yang dituding secara sepihak sebagai anti Pancasila dan anti kebhinekaan hanya karena HTI gencar mendakwahkan keharaman pemimpin kafir atas umat Islam. HTI pun dituding mengancam NKRI hanya karena gencar menyerukan pentingnya penguasa dan umat ini menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam institusi Khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam. Keempat: Sebagai dampak dari pro-kontra kasus Ahok, muncullah dua kubu yang saling berseberangan dan berseteru: pro dan anti Ahok, yang seolah-olah dianggap perseteruan kelompok moderat dan radikal. Padahal mayoritas dari dua kubu tersebut adalah umat Islam yang seharusnya merekatkan tali persaudaraan Islam atau ukhuwwah islamiyyah. Kondisi semacam ini masih terasa hingga saat ini, justru di tengah bulan suci Ramadhan ini.

Persoalan Luar Negeri

Di luar negeri persoalan umat tak kalah memilukan. Di Suriah, misalnya, umat Muslim harus terus menghadapi kekejaman rezim Bashar Assad yang berkonspirasi dengan Iran, Rusia dan Cina. Sejak Arab Spring terjadi 2011, di Suriah sudah lebih dari 500.000 orang terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi. Tragedi di Suriah ini jelas bukan tragedi pertama yang menimpa umat Islam.

Di Palestina, kaum Muslim yang hampir 14 abad menjadi penduduknya, selama puluhan tahun harus tinggal di wilayah sempit Jalur Gaza dan Tepi Barat. Mereka hidup di bawah bayang-bayang kekejaman militer Israel yang tidak sungkan menembak mati anak kecil dan perempuan.

Di Xinjiang, Tiongkok, kaum Muslim pun mengalami penderitaan. Dalam kerusuhan tahun 2014 lalu diperkirakan sekitar 1000 warga Muslim tewas di tangan militer Tiongkok. Mereka juga tidak bebas menjalankan ibadah, bahkan sudah beberapa tahun dilarang keras mengerjakan puasa Ramadhan, termasuk pada Ramadhan tahun ini.

Kondisi memilukan juga dialami umat Muslim Rohingya. Selain terusir, mereka juga dibunuh dengan cara keji seperti dibakar hidup-hidup. Kaum Muslimahnya diperkosa oleh pasukan militer dan para biksu Budha di Myanmar.

Nasib Muslim di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat pun makin terancam. Gelombang opini anti-Islam semakin meningkat. Survei yang dilakukan oleh perusahan riset asal Amerika Serikat, Pew Research, yang dirilis 11 Juli 2016 lalu, menunjukkan kebencian terhadap Islam dan kaum Muslim di beberapa negara Eropa telah melonjak pada tahun 2016. Kebencian ini melahirkan gelombang kekerasan kepada umat Muslim. Sejumlah Muslimah diserang di sejumlah negara. Sejumlah masjid dibakar seperti di Inggris, Jerman, Bulgaria juga di Texas, AS. Beberapa negara seperti Prancis melarang pemakaian burqa di jalan-jalan oleh para Muslimah.

Semua bencana yang menimpa umat Islam di atas seolah membenarkan pernyataan Rasulullah saw. lebih dari 14 abad lalu:

« يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا »
Nyaris berbagai umat menyerang kalian seperti makanan yang disantap dari tempat sajiannya (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Apa yang diperingatkan oleh Baginda Rasulullah saw. menjadi kenyataan pada hari ini. Umat Muslim seolah ‘disantap’ oleh para penjajah, baik dari Barat maupun Timur. Kekayaan alam umat dikuras. Perjuangan politik mereka dibelenggu. Darah mereka ditumpahkan. Tanah air mereka dirampas. Mereka sendiri terusir dari negeri mereka. Inilah realita memilukan umat Muslim saat ini.

Ironis

Semua ini tentu ironis. Ironis, karena umat Islam adalah umat terbaik (khayru ummah) (QS Ali Imran [3]: 110). Ironis, karena kondisi keterpurukan dan kekalahan umat Islam ini bertolak belakang dengan kondisi kaum Muslim generasi awal yang sama-sama melaksanakan shaum Ramadhan. Faktanya, shaum Rasulullah saw. dan para Sahabat tidak hanya memberikan kemenangan kepada diri mereka secara individual dalam melawan hawa nafsu dan setan selama bulan Ramadhan, tetapi juga memberikan kemenangan kepada kaum Muslim secara kolektif dalam melawan musuh-musuh Islam. Mereka dan generasi sesudahnya, misalnya, justru sering mencatat prestasi gemilang pada bulan Ramadhan. Beberapa peperangan yang dimenangkan kaum Muslim seperti Perang Badar, Fathu Makkah, atau Pembebasan Andalusia terjadi pada bulan Ramadhan.

Kemenangan Perang Badar telah memperkuat posisi kaum Muslim di dunia internasional saat itu, terutama di Jazirah Arab, bahwa negara baru yang dibangun kaum Muslim, Daulah Islam, adalah negara kuat yang tidak bisa disepelekan. Kondisi ini tentu memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara Daulah Islam. Perang Badar juga secara internal telah membuat pihak-pihak di dalam negeri Daulah Islam—orang-orang Yahudi, musyrik dan munafik—takut untuk berbuat macam-macam terhadap Daulah Islam.

Melanjutkan Aksi Bela Islam
Dengan menyaksikan dan merasakan kondisi yang ironis di atas, sepantasnya segenap komponen umat Islam bangkit membela Islam dan umatnya. Karena itulah kita tentu sangat mengapresiasi serangkaian Aksi Bela Islam (ABI) oleh segenap komponen umat Islam yang terus berlangsung hingga saat ini. Aksi bela Islam ini tentu harus kita lanjutkan sebagai wujud tanggung jawab kita kepada Allah SWT.

Pembelaan terhadap Islam secara tegas diperintahkan di dalam al-Quran. Allah SWT, misalnya, berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sungguh Allah akan menolong orang yang membela Dia. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa (TQS al-Hajj [22]: 40).

Allah SWT pun berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian (TQS Muhammad [47]: 7).

Imam ar-Razi menjelaskan, makna, “In tanshuru-Llah (jika kalian menolong Allah).” adalah menolong agama-Nya, memperjuangkan syariah-Nya serta membantu para pejuang yang memperjuangkan agama dan syariah-Nya.

Rekatkan Ukhuwah

Untuk membela Islam dan kaum Muslim, tentu dibutuhkan persatuan dan kerjasama seluruh komponen umat ini. Di sinilah pentingnya kita merekatkan kembali ukhuwah (persaudaraan) kita karena semua kaum Mukmin adalah bersaudara. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ»
Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah di antara saudara-saudara kalian (TQS al-Hujurat [49]: 10).

Sebaliknya, kaum Mukmin haram berpecah-belah, sebagaimana firman-Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan jangan berpecah-belah (TQS Ali Imran [3]: 103).

Persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyyah)—yang diikat dengan akidah yang sama, yakni akidah Islam—tentu bersifat global, tidak lokal; dalam arti lintas daerah, negara bahkan benua. Persaudaraan Islam juga bercorak universal yakni lintas etnik, suku/bangsa, bahasa, dll.

Kepedulian kita kepada sesama saudara Muslim harus juga diwujudkan dengan upaya keras kita mewujudkan institusi Khilafah. Mengapa Khilafah? Pertama: Karena Khilafah adalah sistem pemerintahan yang bersifat global, yang akan menghilangkan sekat-sekat nasionalisme dan negara-bangsa yang selama ini menjadi faktor penghalang untuk mewujudkan ukhuwah yang hakiki, yang juga bersifat global. Kedua: karena Khilafahlah pengayom dan pelindung umat yang hakiki di seluruh dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

«إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ، وَيُتَّقَى بِهِ»
Imam (Khalifah) adalah perisai; umat berperang di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Ahmad).

Alhasil, dengan Khilafahlah kita bisa menunjukkan aksi bela Islam dan umatnya secara lebih nyata. Tak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, di manapun ada kaum Muslim. Karena itu umat ini harus segera berjuang sekuat tenaga mewujudkan Khilafah.

Menerapkan Syariah Secara Kâffah

Selain sebagai pengayom dan pelindung kaum Muslim di seluruh dunia, Khilafah adalah satu-satunya institusi pelaksana syariah Islam secara kâffah. Penerapan syariah Islam secara kâffah tentu telah diwajibkan oleh Allah SWT atas seluruh kaum Muslim sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
Hai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Di dalam tasfirnya, Aysar at-Tafâsîr, Imam al-Jazairi menyatakan bahwa kata kaffat[an] dalam ayat di atas bermakna jâmi’[‘an]. Karena itu, kata Imam al-Jazairi, tidak boleh sedikit pun kaum Muslim meninggalkan syariah dan hukum-hukum Islam.

Syariah Islam secara kâffah ini, sekali lagi, hanya akan tegak di dalam institusi Khilafah. Karena itu saatnya umat bersatu dan bahu-membahu untuk menegakkan kembali Khilafah. Dengan tegaknya syariah Islam dalam institusi Khilafah Islam ‘ala minhâj an-Nubuwwah, umat Islam pasti akan meraih kemuliaannya kembali.

Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah saw.:
ثُمّ سَتَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).

[]

Pimpinan dan Staf Redaksi AL-ISLAM mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1438 H
Mohon Maaf Lahir Batin
تقبل الله منا و منك صيامنا و صيامكم

14/06/2017

SEDIKIT LOGIKA
Ust. Felix siauw

Mari berlogika sederhana, saat seorang Muslim ingin ke kamar kecil ia diperintahkan Rasulullah untuk melangkahkan kaki kiri lebih dulu sambil membaca doa tertentu

Maka masuk akalkah jika dalam pengelolaan sumber daya alam lantas Rasulullah tidak punya ketentuan yang harus dilakukan? Yang kecil saja diatur, logisnya yang besar apalagi

Bila dalam warisan saja Islam mengatur dengan sangat detail, secara logikanya, bila orang perorang saja diatur apalagi sistem ekonomi yang berkaitan hajat orang banyak

Itulah arti daripada sempurnanya Islam, bahwasanya Islam tidak seperti kepercayaan yang lain yang hanya mengatur urusan antara Tuhan dengan hamba-Nya, Islam berbeda

Dalam Islam, bagaimana kita menyembah Allah, bagaimana kita memperlakukan sesama, dan bagaimana akhlak kita, itu semua bagian dari ibadah kita kepada Allah Swt

Artinya ketika kita membaca ayat bahwa Al-Qur'an adalah "huda linnaasi", artinya Allah menurunkan Al-Qur'an dan Rasulullah untuk menunjukkan solusi dari tiap permasalahan

Maka dalam Islam, ketika seseorang sudah mengucap syahadat maka dia harus meyakini Allah itu paling tahu terhadap semua hal, tanpa membeda-bedakan apapun

Maka bila dia taati Allah saat puasa, harusnya dia juga menaati Allah dalam perkara hukum. Sebagaimana dia taati Allah dalam urusan shalat, harusnya begitu p**a pemerintahan

Pertanyaannya, mengapa kita mau taat Allah dalam perkara ibadah ritual tapi enggan taati Allah dalam keseharian? Apakah kita pikir Allahmengatur hanya boleh mengatur ritual saja?

Saat thawaf di baitullah tak ada Muslim yang membangkang Allah, misal dengan memutar searah jarum jam. Tapi mengapa saat urusan pemerintahan begitu hebat melawan Allah?

Allah katakan dalam Al-Qur'an mayit, darah dan babi itu haram kita taati. Allah katakan dalam kitab yang sama riba itu haram, kita bilang nanti, pikir-pikir lagi, kita alasan lagi

Pertanyaanya, ketika Islam itu sempurna dan paripurna, bahwa Islam itu punya solusi terhadap semua h

Selamat pagi sahabat Rohis, Para insan yang mencintai Al-Qur'an.
21/05/2017

Selamat pagi sahabat Rohis,
Para insan yang mencintai Al-Qur'an.

Pertolongan itu datangnya dari Allah. Jika Allah telah menolong kita maka tdk akan ada pihak manapun yg bisa mengalahkan...
13/05/2017

Pertolongan itu datangnya dari Allah. Jika Allah telah menolong kita maka tdk akan ada pihak manapun yg bisa mengalahkan kita.Sebaliknya,jika kita dihinakan Allah maka tidak ada pihak manapun yang bisa menolong kita... Itulah poin pertama dari ayat tsb

Point kedua adalah pertolongan itu akan datang jika kita total tawakal kpd Allah. Pertolongan akan datang bukan karena kehabatan kita, bukan karena jumlah kita, bukan karena kepintaran kita, bukan karena dukungan manusia, bukan karena viralnya status kita..Pertolongan akan Allah berikan kpd orang yang berjuang dijalan Allah,ikhlas,istiqomah,shabar dan bertawakal kpd Allah.

Karena itu Wahai para pejuang, yang harus diviralkan bukan hanya status kita agar mendapat dukungan dari penduduk bumi, yang lebih penting lagi kita harus viral di kalangan penduduk langit, sehingga Malaikat akan mendoakan dan diturunkan Allah untuk membantu kita...

Dengan kondisi seperti sekarang ini seharusnya kita semakin dekat dg Allah, mari kita adukan masalah yang kita hadapi kpd Allah. Mari kita adukan para penghalang dakwah itu kepada Allah, al Jabbar, al Qahhaar, biar Allah menyelesaikan mereka dengan caraNya.

Ingatlah saudaraku Rasulullah SAW sebelum mendapatkan nushrah dari Ahlul Quwwah, beliau mengalami penindasan yang luar biasa. Apa yang belia SAW lakukan? Selain mencari himayah dakwah dari penduduk bumi, beliau juga mengajarkan kita bertawajjuh,bermunajat kepada Allah.

Ingatlah bagaimana beliau SAW bermunajat kpd Allah saat diusir dari Thaif. Mari kita amalkan doa beliau tersebut, semoga pertolongan Allah segera bisa kita Raih. Viralkan doa ini di kalangan penduduk bumi dan langit...

اللهم انا نَشْكُوْ إليك ضَعْفَ قُوَّتِنَا، وَقِلَّةَ حِيْلَتِنا، وَهَوَانَنَا عَلى النَّاسِ. يا أرحم الراحمين أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِينَ وأنت ربُّنا. إِلَى مَنْ تَكِلُنا؟ إِلَى عَدُوٍّ مَلَكْتَهُ أُمُوْرَنا، أَمْ إلى بَعِيْدٍ يَتَجَهَّمُنَا؟ إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيْنَا فَلاَ نُبَالِيْ. وَلكِنْ عَافِيَتُكَ أَوْسَعُ لَنَا. نَعُوْذُ بِنُوْرِ وَجْهِكَ الَّذِيْ أَشْرَقَتْ بِهِ الظُّلُمَاتُ، وَصَلُحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، أَنْ تُنْزِلَ بِنَا غَضَبَكَ، أَوْ تُحِلَّ عَلَيْنَا سُخْطَكَ. لَكَ الْعُتبْىَ حَتَّى تَرْضَى، وَلاَ حَولَ ولا قوة إلّا بك

Ya Allah sungguh hanya kepada-mu, kami mengadukan lemahnya kekuatan kami, sedikitnya upaya kami dan hinanya kami di hadapan manusia. Wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Engkau adalah Tuhan pelindung orang-orang yang lemah, Engkau adalah Tuhan Pelindung kami. Kepada siapa Engkau akan menyerahkan kami, kepada musuh yang Engkau berikan keuasaan terhadap urusan-urusan kami? atau kepada orang dari jauh yang bermuka masam terhadap kami, jika engkau tidak murka kepada kami, maka kami tidak peduli dengan itu semua. Namun keselamatan dari-Mu lebih luas bagi kami. Kami berlindung dengan cahaya wajahmu yang karenanya segala yang gelap menjadi terang benderang, yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi beres, kami berlindung kepada-Mu dari Engkau turunkan kemarahan-MU kepada kami atau Engkau timpakan murka-u kepada kami. Hanya milik-Mu lah segala akibat yang baik hingga Engkau Rido kepada kami. Tidak ada peralihan kondisi dan kekuatan kecuali karena Engkau Ya Rabb.



==============================
Dukung terus Opini Syariah dan Khilafah. Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudari ingin bergabung dalam perjuangan MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan layangkan pesan dengan format:
NAMA JELAS, ALAMAT LENGKAP, NO TELP/HP, ALAMAT EMAIL.
Insya Allah, Muslimah Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi.
==============================
Silahkan ikuti kami di:
www.hizbut-tahrir.or.id
Facebook : www.facebook.com/opinimhti
Twitter : www.twitter.com/women4khilafah
Instagram: www.instagram.com/muslimahhtiid
Youtube : www.youtube.com/user/MUSLIMAHMEDIACENTER
https://www.youtube.com/c/MUSLIMAHMEDIACENTERID
Radio CWS: http://muslimahhizbuttahrir.blogspot

Bersama Lebih BaikSalah satu dari kunci keberhasilan istiqamah dalam ketaatan adalah memiliki sahabat yang sama-sama men...
08/05/2017

Bersama Lebih Baik

Salah satu dari kunci keberhasilan istiqamah dalam ketaatan adalah memiliki sahabat yang sama-sama menginginkan kebaikan, sebab mereka adalah pengingat dan penyemangat

Semua manusia sama, cenderung mudah melakukan kebaikan saat bersama, dan sulit bermaksiat saat bersama. Tapi mudah digoda syaithan untuk berdosa saat sendirian

Memang bersama-sama bisa jadi lebih lambat bergerak, pun tak menjamin kita selalu berada dalam kebaikan, tapi itu jauh lebih baik daripada kita berjalan tanpa teman

Sekuat-kuat aqidah kita sebagai seorang manusia, tetap seseorang itu ada batasnya. Namun bila ia sudah bersama untuk kebaikan, maka Allah kuatkan mereka berlipat-lipat

Kisah Rasulullah dan sahabat membuktikan hal itu, walau Nabi Muhammad saw langsung Allah yang membimbing, tetap saja ada para sahabat yang berada disekeliling Nabi

Mereka menjadi penguat bangunan Islam, bergerak bersama jadi satu kekuatan, memerangi kekufuran dengan apa yang mereka miliki, semaksimal kemampuan mereka

Jika syaithan saja menggoda kita berkelompok-kelompok, lalu siapa kita lantas bisa menjadi baik sendirian? Kita perlu teman hijrah, teman yang bersama menuju kebaikan

Alhamdulillah, itulah yang coba lakukan, memfasilitasi dan mengajak setiap Muslim mengenali agamanya, memahami agamanya, bersama-sama dalam ketaatan.

Foto : Talkshow Inspiratif YukNgaji di Pekanbaru

Manusia tidak pernah tahu apa yang Allah SWT rencanakan untuk kehidupannya. Karena ketidaktahuannya inilah, tak heran bi...
29/04/2017

Manusia tidak pernah tahu apa yang Allah SWT rencanakan untuk kehidupannya. Karena ketidaktahuannya inilah, tak heran bila ketika peristiwa buruk menimpa, kadang kita selalu meluapkan kekecewaan kepada Allah.

Kita tidak berprasangka baik kepada-Nya bahwa di balik peristiwa buruk ada kebaikan yang menyertai. Sebab, kemampuan manusia dalam berpikir sangatlah terbatas, sedangkan seluruh yang menimpanya, baik peristiwa baik maupun buruk, ada di luar logika dan cenderung irasional.

Karena itulah, tatkala kita tertimpa sesuatu yang buruk, Allah SWT berfirman dalam Alquran, "Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS al-Anfal [8]: 49). Terma "tawakal" diambil dari kata wakala yang berarti wakil dan mewakilkan.
Bertawakal kepada Allah mengandung arti kita harus mewakilkan kepercayaan kepada-Nya ketika suatu peristiwa memilukan menimpa diri. Dengan demikian, kita harus memasrahkan diri saat musibah menerpa, bersabar ketika kenestapaan terjadi dalam hidup, dan mensyukuri setiap episode kehidupan penuh harapan positif.

Ada berbagai manfaat positif yang bisa kita peroleh dari sikap pasrah kepada Allah. Kemuliaan yang tampak pada diri seseorang pada hakikatnya merupakan buah kepasrahan diri kepada-Nya. Seseorang yang memiliki totalitas kepasrahan tidak akan bergantung pada selain Allah. Hanya kepada Dia-lah ia akan selalu bergantung dan berserah diri.
Berserah diri kepada Alllah, tunduk patuh atas segala tata aturan yang Allah turunkan

Assalamualaikum wr wb. 5 AYAT MOTIVASI.. .1. Kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita“Sesungguhnya Allah tida...
12/04/2017

Assalamualaikum wr wb.
5 AYAT MOTIVASI.. .
1. Kita bisa berubah, jika kita mau mengubah diri kita
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,”
(QS. Ar-Ra’d:11). .
2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“
(QS. Al-Baqarah: 216). .
3. Kita pasti sanggup
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
(QS. Al-Baqarah: 286)
4. Ada kemudahan bersama kesulitan
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,”*
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
5. Takwa dan tawakallah
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).......

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Do'akan kami istiqomah dalam dakwah.
30/03/2017

Do'akan kami istiqomah dalam dakwah.

Late Post.Kajian Bulanan Rohis SMK Tri Dharma 2-4 alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar.dengan mengusung materi ...
29/03/2017

Late Post.

Kajian Bulanan Rohis SMK Tri Dharma 2-4 alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar.
dengan mengusung materi "Sahabat Sampai Surga" para peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias.
berbagai game pun turut disajikan yang menambah keseruan acara kali ini, dan ditutup dengan kesempatan makan bareng Rohis dan Rujak Party.

Tunggu agenda selanjutnya dari kami.
'i

Address

Jalan Raya KH. Sholeh Iskandar No. 5Jalan Kebon Pedes No. 25
Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rohis Tri Dharma 2-4 Bogor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share