YAYASAN ISLAM AL HUDA BOGOR INDONESIA
SEKILAS YAYASAN
LATAR BELAKANG
Yayasan Islam Al-Huda adalah sebuah lembaga yang komitmen terhadap ilmu dan dakwah Islam berdasarkan aqidah ahlussunnah wal jama’ah dan manhaj (jalan) para Salaf Shalih (pendahulu ummat yang baik) -semoga Allah meridhai mereka. Yayasan ini berdiri pada tanggal 1 Jumadats Tsaniyah 1413 H / 25 Nopember 1992 M melalui Akte Notaris
Anis Husin Abdat, SH. No. 46/1992 dan tercatat di Pengadilan Negeri Bogor No. 21/14 Januari 1993. Keadaan kaum muslimin di Indonesia yang masih banyak terpuruk ke dalam kesyirikan, bid’ah, khurafat dan amalan lain yang menyelisihi ajaran Islam serta terpuruk ke dalam kemiskinan yang melatarbelakangi berdirinya Yayasan Islam Al-Huda. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Yayasan Islam Al-Huda turut bertanggung jawab untuk membantu mencerdaskan bangsa, memperbaiki aqidah dan akhlak masyarakat serta berusaha mengentaskan mereka dari keterpurukan yang dialami dengan tenaga dan kemampuan yang ada. TUJUAN
Yayasan ini bermaksud dan bertujuan merealisasikan pembangunan dan saling tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa, guna mencapai kehidupan lahir dan bathin yang layak bagi manusia terutama masyarakat Islam di dalam arti yang seluas-luasnya untuk meraih Ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Yayasan Islam Al-Huda mengelola secara maksimal beragam sumber daya bagi kepentingan dakwah, pendidikan dan sosial, antara lain melalui : penyebaran ilmu dan pengetahuan Islam, pemberdayaan potensi dan SDM serta kegiatan sosial. Agar berbagai kegiatan tersebut berjalan lancar dan baik, Yayasan membentuk beberapa divisi utama, yaitu:
1. Divisi Da’wah Islam melalui ceramah, kajian, sanlat dan dakwah langsung.
2. Divisi Pendidikan melalui beasiswa, pendidikan anak yatim dan lainnya
3. Divisi Sosial menyantuni dan menyalurkan santunan untuk fakir miskin & dhuafa
ASAS DAN PRINSIP
Yayasan Islam Al-Huda berasaskan Islam, beraqidah ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti pemahaman para salaful ummah, dan berpendapat bahwa mereka adalah golongan yang paling mengerti dan memahami tentang Islam, sehingga wajib diikuti. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersaksi terhadap hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits Imran bin Hushain radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Sebaik-baik generasi adalah generasiku, disusul generasi setelahnya, disusul oleh generasi setelahnya." Imran radhiallahu 'anhu berkata,"Saya tidak tahu pasti, beliau menyebutkan dua generasi berikutnya -setelah generasinya- atau tiga generasi berikutnya." (Lanjutan hadits) "Kemudian setelah itu muncul segolongan kaum yang bersaksi tanpa diminta kesaksiannya, berkhianat dan tidak bisa dipercaya, bernadzar dan tidak menunaikannya, dan tubuh-tubuh mereka terlihat banyak dagingnya (gemuk, makan melebihi batas).” (HR. Berdasarkan hal tersebut, Yayasan Islam Al-Huda membenci fanatisme hizbiyah (kelompok dan golongan) yang menyelisihi para salaful ummah dan membuat kaum muslimin terpecah-belah menjadi beberapa golongan. Berdalih dengan pembaharuan dan perkembangan zaman, mereka meninggalkan manhaj salaful ummah sehingga niat mereka menjadi rusak. Hawa nafsu telah memasuki diri mereka dan wala’ (loyalitas) kepada Allah telah berubah menjadi wala' kepada fanatisme golongannya. Hal di atas terjadi tidak lain karena semangat kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah semata-mata didasarkan atas persepsi sendiri. Padahal Allah Ta’ala berfirman,“Dan berpegang teguhlah (kalian semua) kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.” (Ali Imran: 103). Manhaj Yayasan Dalam Da'wah Dan Pendidikan
Yayasan Islam Al-Huda senantiasa mengutamakan ilmu dan nasehat di dalam dakwahnya dan menempuh cara-cara yang baik serta menjauhi segala bentuk anarkhisme di dalam menyeru kepada kebenaran. Yayasan Islam Al-Huda membuat beragam prangkat dakwah seperti bulletin, buku saku dan booklet karangan ulama yang telah dipersaksikan di dalam langkahnya sesuai dengan aqidah ahlussunnah wal jama’ah, yang merupakan bukti yang tak terbantahkan tentang keteguhan dan kecintaan terhadap apa yang dilakukan oleh para salaful ummah. Yayasan mengakui di dalam terbitan-terbitannya - kecuali kitab Rabb semesta alam, Al-Qur'anul Karim - tentunya tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, namun demikian, Yayasan senantiasa berusaha untuk menghasilkan terbitan terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat. Yayasan menyelenggarakan pesantren khusus yatim, yang pintunya senantiasa terbuka bagi setiap muslim yang berpartisifasi untuk kelangsungan panti sosial tersebut. Yayasan tidak ingin melaksanakan program dakwah ini sendirian (single-fighter), akan tetapi senantiasa mengajak yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga lain untuk bekerja sama di dalam dakwah dan pendidikan. Yayasan senantiasa menelaah berbagai kebutuhan yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga lain serta berusaha sekuat kemampuan untuk turut membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dan turut mengatasi kendala yang menghalanginya. Dengan demikian akan tampak nyata realisasi dari firman Allah,”…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS. Al-Maaidah : 2)
Lebih lengkapnya silahkan kunjungi http://alhuda.or.id