Gereja Orthodox Indonesia Media Centre

Gereja Orthodox Indonesia Media Centre Orthodox Sejati Indonesia Sejati

ΧΡΟΝΙΑ ΠΟΛΛΑ ΚΑΙ ΕΥΛΟΓΗΜΕΝΑ!27 AGUSTUS 2026Dengan penuh sukacita rohani dan ucapan syukur kepada Allah, kami mengucapkan...
27/08/2026

ΧΡΟΝΙΑ ΠΟΛΛΑ ΚΑΙ ΕΥΛΟΓΗΜΕΝΑ!

27 AGUSTUS 2026

Dengan penuh sukacita rohani dan ucapan syukur kepada Allah, kami mengucapkan:

Selamat Ulang Tahun ke-70
Yang Mulia Episkop Daniel dari Nikopolis
Pendiri Gereja Orthodox Indonesia

Kiranya Allah Yang Maharahim dan Mahakasih senantiasa menganugerahkan kepada Yang Mulia kesehatan, kekuatan, umur panjang, hikmat, dan damai sejahtera, serta meneguhkan pelayanan episkopal dalam menjaga dan mewartakan Iman Orthodox yang murni.

Kiranya rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus senantiasa menyertai Yang Mulia dalam setiap langkah penggembalaan dan pelayanan kepada Gereja-Nya.

Εἰς πολλὰ ἔτη, Δέσποτα!
Eis polla eti, Despota!
Semoga hidup dan pelayanan Yang Mulia berlangsung untuk bertahun-tahun.

Kiranya teladan, pengorbanan, dan perjuangan Yang Mulia dalam mendirikan serta membangun Gereja Orthodox Indonesia menjadi berkat bagi generasi-generasi yang akan datang.

Ἄξιος! Ἄξιος! Ἄξιος!
AXIOS! AXIOS! AXIOS!

Semoga Kristus Allah kita mengaruniakan umur panjang dalam damai, kesehatan, dan kekuatan untuk menggembalakan kawanan domba-Nya.

ΧΡΟΝΙΑ ΠΟΛΛΑ!
SELAMAT ULANG TAHUN KE-70.

⚠️ PERINGATAN AKUN TIKTOK PALSU!Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa akun TikTok .orthodox.i sebagaiman...
16/08/2026

⚠️ PERINGATAN AKUN TIKTOK PALSU!

Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa akun TikTok .orthodox.i sebagaimana terlihat pada poster BUKAN merupakan akun resmi dan tidak berkaitan dengan Gereja Orthodox Indonesia.

Akun tersebut menggunakan nama dan logo Gereja Orthodox Indonesia sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merugikan masyarakat.

Kami mengimbau seluruh umat dan masyarakat untuk:

🚫 Jangan melakukan komunikasi dengan akun tersebut.
🚫 Jangan mengikuti atau menuruti permintaan apa pun, terutama yang berkaitan dengan uang, data pribadi, donasi, atau tautan tertentu.
🚫 Jangan memberikan informasi pribadi atau data lainnya.
🚫 Jangan menyebarkan atau meneruskan tautan/instruksi yang berasal dari akun tersebut.

Untuk mendapatkan informasi yang benar, pastikan Anda mengikuti kanal resmi Gereja Orthodox Indonesia dan selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai sebuah akun.

📌 Akun TikTok resmi:mediacenter

Mari bersama-sama menjaga nama baik Gereja Orthodox Indonesia dan melindungi masyarakat dari penipuan serta penyalahgunaan identitas di ruang digital.

Jangan mudah percaya. Verifikasi sebelum berinteraksi.

Tuhan memberkati kita semua. 🙏✝️

Orthodox Sejati Indonesia Sejati 🇮🇩
10/06/2026

Orthodox Sejati Indonesia Sejati 🇮🇩

Bersama: Rm. Daniel Andika Siagian(Di bawah Omophorion Episkop Dan...

Tuduhan bahwa Episkop Daniel keluar dari ROCOR karena dipecat akibat bergabung dengan GGOC terus diulang oleh sebagian p...
06/06/2026

Tuduhan bahwa Episkop Daniel keluar dari ROCOR karena dipecat akibat bergabung dengan GGOC terus diulang oleh sebagian pihak. Namun, kronologi dan dokumen yang tersedia justru menunjukkan gambaran yang berbeda.

Faktanya, perpindahan Archimandrite Daniel ke GGOC tidak dilakukan secara diam-diam. Terdapat bukti bahwa proses tersebut diketahui dan bahkan direkomendasikan oleh almarhum Metropolitan Hilarion. Komunikasi antara Metropolitan Hilarion dan pihak Sinode GGOC telah berlangsung sejak April 2019, sementara surat pelepasan kanonik baru diterbitkan pada Juli 2019.

Kronologi ini menimbulkan pertanyaan penting: jika tujuan perpindahan ke GGOC tidak diketahui, mengapa komunikasi resmi dengan GGOC sudah berlangsung berbulan-bulan sebelumnya? Karena itu, narasi bahwa Metropolitan Hilarion "tertipu" atau tidak mengetahui tujuan perpindahan sulit dipertahankan berdasarkan fakta yang ada.

Lebih lanjut, munculnya surat-surat yang belakangan digunakan untuk menuduh Episkop Daniel dipecat karena bergabung dengan GGOC juga perlu ditinjau secara kritis. Sebagian dokumen tersebut bahkan dipersoalkan keaslian format dan tanda tangannya oleh berbagai pihak.

Karena itu, tuduhan bahwa Episkop Daniel "dipecat karena masuk GGOC" bukanlah kesimpulan yang lahir dari pembacaan fakta secara objektif, melainkan sebuah narasi yang harus diuji kembali berdasarkan tanggal, korespondensi, dan dokumen yang dapat diverifikasi.

Kebenaran sejarah tidak dibangun di atas rumor, tetapi di atas fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Orthodox Sejati, Indonesia Sejati.

Salib yang Muncul di Langit Yerusalem dan Mengguncang Kekaisaran Romawi (351 M)Pada abad ke-4, dunia Kristen sedang bera...
21/05/2026

Salib yang Muncul di Langit Yerusalem dan Mengguncang Kekaisaran Romawi (351 M)

Pada abad ke-4, dunia Kristen sedang berada dalam salah satu masa paling genting dalam sejarah Gereja. Setelah penganiayaan besar terhadap umat Kristen berakhir melalui Kaisar Konstantinus Agung, muncul ancaman baru yang jauh lebih berbahaya: perpecahan ajaran dari dalam Gereja sendiri.

Ajaran Arius mulai menyebar luas di seluruh Kekaisaran Romawi. Arius mengajarkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah sejati yang sehakekat dengan Bapa, melainkan ciptaan tertinggi. Ajaran ini mengguncang Gereja dan memecah banyak wilayah Kristen. Bahkan setelah Konsili Nikea tahun 325 menegaskan bahwa Kristus adalah “sehakekat dengan Bapa,” pengaruh A***nisme tetap sangat kuat, terutama setelah naiknya Kaisar Konstantinus II, putra Konstantinus Agung, yang lebih bersimpati kepada kaum A***n.

Di tengah kekacauan rohani itulah Tuhan menyatakan sebuah tanda yang luar biasa di kota Yerusalem.

Pada tanggal 7 Mei tahun 351 Masehi, tepat pada hari Pentakosta suci, sekitar pukul 09.00 pagi, seluruh langit Yerusalem tiba-tiba dipenuhi cahaya surgawi. Di atas kota suci itu tampak sebuah Salib raksasa yang bercahaya lebih terang daripada matahari.

Menurut kesaksian Janasuci Sirilus dari Yerusalem, Salib itu muncul di atas Golgota — tempat Tuhan Yesus Kristus disalibkan — lalu membentang melengkung hingga Bukit Zaitun sejauh kurang lebih 2,8 kilometer. Cahaya Salib itu bukan cahaya biasa. Salib tersebut dipenuhi warna-warna seperti pelangi dan sinarnya menerangi seluruh kota.

Bayangkan suasana saat itu.

Orang-orang keluar dari rumah mereka dengan ketakutan dan kekaguman. Pedagang meninggalkan pasar. Para peziarah berhenti berjalan. Anak-anak, orang tua, tentara, bahkan mereka yang sebelumnya tidak percaya kepada Kristus, semuanya memandang ke langit dengan gemetar.

Banyak orang menangis.

Banyak yang berlutut.

Dan banyak yang segera berlari menuju Gereja Kebangkitan Kristus untuk berdoa.

Penampakan Salib Kudus ini bukan sekadar fenomena langit. Gereja memahami peristiwa ini sebagai peneguhan ilahi terhadap iman Orthodox di tengah gelombang ajaran sesat yang sedang merusak Gereja dari dalam.

Janasuci Sirilus dari Yerusalem, yang saat itu menjadi Patriark Yerusalem, segera menulis surat kepada Kaisar Konstantinus II. Dalam surat itu ia menjelaskan mukjizat yang terjadi dan mendesak sang Kaisar agar meninggalkan pengaruh ajaran Arius dan kembali kepada iman Orthodox yang benar.

Sejarawan Gereja kuno, Sozomen, juga mencatat peristiwa ini dalam tulisannya. Ia bersaksi bahwa setelah penampakan Salib Kudus tersebut, banyak orang Yahudi dan bangsa-bangsa Yunani pagan bertobat kepada Kristus dan menerima Baptisan Kudus.

Hal yang sangat menarik adalah lokasi penampakan Salib itu sendiri.

Salib muncul dari Golgota menuju Bukit Zaitun — dua tempat yang sangat penting dalam kehidupan Kristus:

Golgota adalah tempat penyaliban dan pengorbanan Kristus bagi keselamatan dunia.

Bukit Zaitun adalah tempat Kristus berdoa, mengajar murid-murid-Nya, dan akhirnya naik ke surga.

Seolah-olah Tuhan sendiri sedang menunjukkan kepada dunia bahwa kemenangan Kristus melalui Salib adalah pusat dari keselamatan manusia.

Peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa bagi Gereja Orthodox, Salib bukan hanya simbol penderitaan. Salib adalah lambang kemenangan. Melalui Salib, maut dikalahkan. Melalui Salib, dosa dihancurkan. Melalui Salib, manusia diperdamaikan kembali dengan Allah.

Karena itu Rasul Paulus berkata:

> “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, yang olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” — Galatia 6:14

Ayat-ayat yang berkaitan dengan lokasi mukjizat ini:

✓ Matius 27:32-33 — Golgota, tempat Kristus disalibkan
✓ Yohanes 19:17, 41 — lokasi penyaliban dan kubur Kristus
✓ Ibrani 13:12 — Kristus menderita di luar pintu gerbang
✓ Yohanes 8:1 — Yesus pergi ke Bukit Zaitun
✓ Yohanes 18:1-2 — Kristus sering berkumpul dengan murid-murid-Nya di sana

Hingga hari ini, Gereja Orthodox tetap memperingati Penampakan Salib di Langit Yerusalem sebagai pengingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Gereja-Nya. Di tengah kekacauan zaman, kompromi iman, dan ajaran palsu, Salib Kristus tetap bersinar lebih terang daripada matahari.

Sumber:

• St. Cyril of Jerusalem, Letter to Emperor Constantius
• Sozomen, Ecclesiastical History, Book IV
• The Synaxarion of the Orthodox Church, May 7
• The Prologue from Ohrid, May 7
• Holy Transfiguration Monastery Publications

Address

Ruko Melati Mas Square, Jalan Bougenville Raya No. 51, Lengkong Karya, Serpong Utara
Bogor
16100

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Orthodox Indonesia Media Centre posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Orthodox Indonesia Media Centre:

Shortcuts

Share