Madrosatul Qodiriyah Al-Jailani

Madrosatul Qodiriyah Al-Jailani Kegiatan seputar Syiar Thoriqoh Qodiriyah Al-'Aliyah Al-Jailaniyah Al-Mubarokah
Insya Allah akan diadakan Pengkajian Kitab2 Kuning dan Majelis Zikir.

Telegram +628999516050
BIP +6282210849900

14/03/2025
SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI DAN PEMABUKKisah ini diriwayatkan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah. Pada suat...
31/03/2024

SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI DAN PEMABUK

Kisah ini diriwayatkan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah. Pada suatu saat, ketika Syekh Abdul Qadir bersama-sama santri-santrinya sedang berjalan melewati sebuah gang di kota Baghdad Lama, tetiba mereka bertemu dengan seorang pemabuk yang sedang terbaring di selokan di pinggir jalan.

Pakaiannya kotor dan kumuh. Tanpa terduga, pemabuk itu menghentikan langkah rombongan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dan santri-santrinya.

Ia memanggil-manggil Syekh Abdul Qadir al-Jailani seraya berkata, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”, sambil tersenyum ramah Syekh Abdul Qadir menjawab pertanyaan itu, “Tentu. Allah Maha Kuasa.”

Seolah tidak mendengar jawaban Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pemabuk bertanya kembali, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Dengan tersenyum penuh kasih sayang, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani meladeni pertanyaan pemabuk itu, “Pasti. Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya.”

Untuk yang ketiga kalinya, pemabuk itu mengajukan pertanyaan yang sama, “Wahai Abdul Qadir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?”

Disaat pertanyaan yang ketiga, tetiba Syeikh Abdul Qadir al-Jailani menangis tersedu. Beliau bersujud kepada Allah lalu berkata, “Demi Allah, wahai saudaraku. Allah itu Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa.”

Setelah itu, Syekh Abdul Qadir al-Jailani memerintahkan kepada santri-santrinya untuk membawa pemabuk itu ke pondok dan memandikannya. Mereka juga diperintahkan untuk memuliakan dan melayaninya dengan sebaik-baiknya.

Melihat sikap dan tindakan gurunya, santri-santri itu terkejut dan penasaran. Akhirnya, Mereka memberanikan diri untuk bertanya tentang rahasia di balik pertanyaan-petanyaan pemabuk itu.

Syekh Abdul Qadir al-Jailani mendengar pertanyaan santri-santrinya dengan sabar penuh perhatian. Beliau lalu berkata, “Anak-anakku, maksud pertanyaan pertama pemabuk itu adalah, apakah Allah Maha Kuasa menerima taubatku atau tidak?

Maka aku jawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk menerima taubatmu. Sedangkan, maksud pertanyaan yang kedua adalah, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanku berada pada kedudukanmu? Maka aku menjawab: Tentu. Allah Maha Kuasa untuk itu. Dan pada pertanyaan yang ketiga maksudnya, apakah Allah Maha Kuasa menjadikanmu berada pada kedudukanku?

Pertanyaan ketiga inilah yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah. Lalu aku jawab dengan hati tergetar: Tentu. Allah Maha Kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa. Pertanyaan itu p**a yang mendorongku untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. Semoga Allah memelihara kesehatanku dan menutupi aibku.”

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dengan kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki. Maha Suci Dzat yang senantiasa mengubah dan tidak pernah berubah. Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Sumber: Dr. Abd al-Fattah Qudaisy al-Yafi’iy, Sana’a University

21/02/2022
15/02/2022

Berikut ini adalah jadwal Kunjungan Muhibbah Maulana Syeikh Prof. DR. Muhammad Fadhil al-Jilani al-Hasani selama di Indonesia.

25/11/2020

*Kisah Seorang membeli istana di Syurga*

Al kisah, ada seorang tua yang selalu berdiam di sebelah pasar dan kebiasaan nya mencoret coret, nulis dan gambar-gambar di tanah dengan kayu. Dia menggambar memetak-metak tanah seperti membuat perumahan, tidak ada yang tahu bahwa dia adalah seorang wali Majdzub.

Suatu ketika ada seorang wanita Sholehah sedang melintas didepannya, wanita itu melihat orang tua itu hatinya iba dan merasa kasihan, wanita ini ingin menghibur dan menggembirakan orang tersebut. Didekatilah orang tua itu:

"Assalamualaikum.....sedang apa pak?" Kata wanita.

"Ini sedang gambar kavlingan di Syurga" jawab orang tua itu.

Dalam hati wanita ini, merasa kasihan ingin bersedekah utk meng gembirakan org tua tsb.

"Saya boleh membeli 1 kavling". Kata wanita.

Sang wali melihat dan memperhatikan wanita tersebut.

(Oh...ternyata wanita ini ingin menyenangkan ku, ingin menghiburku) dalam hati orang tua itu.

"Bisa....". Jawabnya.

"Berapa harga satu kavlingnya pak ".kata wanita

"20 real "

"Oh saya beli 1 ya pak". Dikasihlah uang 20 real itu kepada orang tua tsb disertai sebungkus makanan.

Selesai dan wanita sholihah tsb p**ang.
Pada malam harinya, saat tertidur wanita itu bermimpi tentang rumah dan istana yang ternyata dia dapat beneran. Dalam mimpi itu ditunjukkan tempat disyurga yang telah dibelinya dari orang tua yg ditemui disebelah pasar.

Saat Bangun tidur dia sangat gembira, hatinya merasa senang yang luar biasa. Dan diceritakanlah kepada suaminya.

"Kamu 20 real dan sebungkus makanan dapat kavlingan di Syurga? Dimana kau temui orang tua itu?bagaimana ciri-ciri nya?" Tanya suaminya.

Ditunjukkanlah keberadaan orang tua itu, dan si suamipun bersemangat mencari orang tua di sebelah pasar spt yg diceritakan istrinya.
Ketika ditemui sang wali tsb, seperti biasa dia sedang menggambar dan mencoret ditanah.

Si suamipumenyapa:
"Assalamualaikum......"

"Waalaikum salam......"

" Saya mau beli kavlingan Syurga nya pak"

Sang wali melihat dan memperhatikan lelaki tsb dengan seksama, lalu diapun menjawab:

*"Syurga...tidak bisa dibeli dengan Uang, terlalu mahal. Bahkan tdk bisa dibeli dengan dunia dan seisinya. Tidak bisa"*

"Loh, kemarin engkau jual kavlingan itu ke istri saya 20 real, Kenapa tidak padaku"

*"Kau tahu, Istrimu itu kemarin bukanlah mau membeli Syurga, istri mu itu hanyalah ingin menghibur saya dengan ikhlas, 20 real tsb adalah alasan saja agar bisa menghibur saya maka dia dapat Syurga*
*kamu keluar dari rumah tujuannya kan mau beli Syurga, Syurga nggak bisa dibeli dengan uang, Syurga itu bisa dibeli dengan memghibur dan menyenangkan hati orang mukmin dgn ikhlas"* jawab orang tua itu.

Wallahu a'lam......

Sumber: Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhar

Address

Pagentongan No. 8 RT. 001/006
Bogor
16117

Telephone

+628999516050

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Madrosatul Qodiriyah Al-Jailani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Madrosatul Qodiriyah Al-Jailani:

Share