Yayasan Al-Hisbah

Yayasan Al-Hisbah Lembaga Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
| WA 083811888118 Lembaga Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
Twitter: | BBM 545FFDA2 | WA 083811888118

15/09/2026

Allah Umumkan Perang bagi Pelaku Riba ⚠️

Bismillah. Riba bukan sekadar dosa besar biasa, melainkan pelanggaran serius yang mendapatkan ancaman langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta meyakinkan dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu...” (QS. Al-Baqarah: 278–279)

Poin Penting & Ancaman Dosa Riba:
Tinggalkan Sisa Riba: Kebijakan Islam menegaskan agar sisa transaksi atau keuntungan riba yang belum diambil wajib ditinggalkan secara total.

Perang dari Allah dan Rasul-Nya: Barang siapa yang tetap bermuamalah dengan riba setelah peringatan sampai kepadanya, sesungguhnya ia sedang menantang perang melawan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kebinasaan Lahir dan Batin: Tidak ada satu pun manusia yang sanggup menang melawan Allah. Pelaku riba dipastikan mengalami kebinasaan serta penderitaan—baik secara lahir maupun batin, cepat atau lambat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita untuk senantiasa menjaga kehalalan rezeki, menjauhi transaksi ribawi, serta memberikan keistiqamahan dalam muamalah yang syar’i. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Mari sebarkan pengingat ini kepada keluarga dan sahabat tercinta agar terhindar dari bahaya riba 🤲

15/09/2026
NAMA BISA BERUBAH, HAKIKAT TETAP SAMA! ⚠️💸Apakah transaksi riba yang diganti namanya dengan istilah “bunga”, “biaya laya...
15/09/2026

NAMA BISA BERUBAH, HAKIKAT TETAP SAMA! ⚠️💸
Apakah transaksi riba yang diganti namanya dengan istilah “bunga”, “biaya layanan”, atau “keuntungan” otomatis menjadi halal? Tentu tidak!
Perubahan nama, istilah, maupun bentuk tidak akan pernah mengubah hakikat suatu transaksi. Allah SWT secara tegas membedakan mana yang halal dan mana yang haram:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)
Sebelum mengambil uang atau melakukan transaksi finansial, selalu perhatikan 3 hal mendasar ini:
Akadnya
Mekanismenya
Hakikatnya
Jangan mudah tergiur oleh bungkus atau sebutan manis. Mari lebih teliti dan kritis agar harta yang kita bawa p**ang senantiasa bersih dari perkara haram yang membinasakan.

14/09/2026

JANGAN TUNDA SHALAT DEMI URUSAN DUNIA! 🕌✨
Sering kali kita menunda panggilan adzan hanya demi menyelesaikan permainan game, pekerjaan, atau hal-hal duniawi lainnya. Padahal, ketika atasan atau bos memanggil, kita bisa langsung sigap memenuhi panggilannya.
Lantas, bagaimana dengan panggilan dari Pencipta kita?
Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang amalan apa yang paling afdhol, lalu beliau menjawab:
« الصَّلاَةُ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا »
“Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426)
Yuk, mulai sekarang tinggalkan sejenak semua kesibukan dunia ketika mendengar adzan. Utamakan panggilan Allah SWT agar hidup kita dipenuhi keberkahan! 🤲✨

Menimbang Tradisi dengan Syariat: Mana yang Boleh Dilestarikan? 🌿✨Bismillah. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita sering ...
12/09/2026

Menimbang Tradisi dengan Syariat: Mana yang Boleh Dilestarikan? 🌿✨

Bismillah. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita sering menjumpai berbagai adat dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang. Pada dasarnya, Islam tidak serta-merta melarang adat kebiasaan (al-adah). Namun, Islam mencela keras tindakan menjadikan kebiasaan leluhur sebagai tolok ukur kebenaran mutlak tanpa menimbangnya dengan syariat Allah.

Dalam firman-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegur sikap orang-orang yang menolak petunjuk hanya karena berpegang teguh pada tradisi pendahulu mereka (QS. Al-Baqarah: 170). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami kaidah fikih dalam menilai suatu tradisi.

Pembagian Adat dalam Kaidah Fikih
Kaidah fikih menyebutkan bahwa Al-‘Adatu Muhakkamah (adat dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan hukum). Namun, ulama membaginya menjadi dua kelompok utama:

Al-‘Urf Ash-Shahih: Kebiasaan yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Tradisi seperti ini diperbolehkan dan dapat dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari.

Al-‘Urf Al-Fasid: Kebiasaan yang melanggar syariat (seperti praktik riba, perdukunan, atau hal-hal yang mengarah pada kesyirikan). Sebanyak apa pun orang yang menjalankannya, kebiasaan masyarakat tidak akan pernah bisa mengubah hal yang haram menjadi halal.

Syariat di Atas Adat
Tidak semua warisan leluhur harus dibuang, tetapi tidak semua p**a harus dipertahankan. Kedudukan adat berada di bawah wahyu, bukan syariat yang harus tunduk pada adat.

Ingat: Tradisi bukanlah dalil. Justru tradisilah yang harus senantiasa ditimbang dengan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menganugerahkan kita pemahaman agama yang lurus dan memberikan hidayah agar setiap langkah hidup kita sesuai dengan keridhaan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Mari saling menyebarkan kebaikan dan membagikan pengingat ini kepada keluarga serta kerabat 🤲

Mengejar Tren, Awas Lupa Tujuan: Menjaga Hati di Tengah Riuk Gemerlap Dunia ✨Pernahkah merasa lelah karena selalu terdor...
11/09/2026

Mengejar Tren, Awas Lupa Tujuan: Menjaga Hati di Tengah Riuk Gemerlap Dunia ✨

Pernahkah merasa lelah karena selalu terdorong mengikuti hal yang sedang ramai? Takut dianggap kurang pergaulan, cemas tertinggal informasi terbaru, atau gelisah karena belum merasakan apa yang dirasakan orang lain? Itulah yang sering kita kenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out).

Tanpa disadari, ketika kita terlalu sibuk mengejar gemerlap duniawi, pikiran menjadi gelisah dan hati perlahan kehilangan arah keberkahan.

Mengapa FOMO Mudah Hinggap di Hati Kita?

Terpukau Gemerlap Media Sosial: Terbiasa disuguhkan momen indah, kemewahan, dan kesuksesan orang lain yang dirancang sempurna.

Membandingkan Realita dengan Potongan Momen: Membandingkan keseluruhan kenyataan hidup kita yang biasa saja dengan sepotong momen terbaik orang lain di layar kaca.

Melupakan Sisi di Balik Layar: Jarang ada orang yang menampilkan rasa lelah, perjuangan berat, atau air mata.

Terlalu fokus pada milik orang lain hanya akan mengikis rasa syukur dan membuat hidup terasa selalu kurang. Islam mengajarkan kita untuk menjaga pandangan, menundukkan hasrat duniawi, dan melapangkan hati dengan sifat qana’ah (merasa cukup).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka...” (QS. Thaha: 131)

Hakikat hidup bukan tentang seberapa cepat kita mengikuti tren, tetapi seberapa tenang dan terarah langkah kita menuju ridha Allah. Mari berhenti sejenak, batasi paparan yang memicu kegelisahan, lalu fokus pada perbaikan diri serta penyiapan bekal akhirat.

Fokus pada jalanmu, syukuri nikmatmu, tenangkan hatimu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta melembutkan hati kita agar senantiasa bersyukur dan membimbing langkah kita menuju jalan yang dirindai-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Mari jaga hati kita dan bagikan pengingat kebaikan ini kepada sesama 🤲

10/09/2026

‼️Dosa besar, memakan harta haram‼️

🎙️Ust. Dr. Firanda Andirja M.A

08/09/2026

OBAT PENGHILANG STRES DAN MASALAH! 🤲✨

Saat pikiran sedang pusing dan tertimpa banyak masalah, sering kali kita mencari pelarian pada hiburan duniawi atau scrolling media sosial. Padahal, hal itu hanya menghilangkan beban sejenak dan masalahnya akan tetap kembali.
Allah SWT telah memberikan resep paling ampuh untuk menenangkan hati yang gelisah:
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
Daripada mencari pelarian yang sia-sia, mari bangkit di sepertiga malam terakhir. Gelar sajadah, wudhu, dan adukan semua keluh kesahmu hanya kepada Allah SWT. 🌌🤲

07/09/2026

JANGAN REMEHKAN DOSA KECIL! ⚠️

Sering kali kita menganggap remeh dosa-dosa kecil yang kita lakukan sehari-hari. Padahal, dosa kecil yang terus-menerus dilakukan tanpa istighfar dan taubat dapat menumpuk, menutupi hati dengan titik-titik hitam hingga akhirnya hati menjadi keras dan mati rasa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Waspadalah kalian dari dosa-dosa yang kalian remehkan, karena jika dosa-dosa itu berkumpul pada seseorang, niscaya akan membinasakannya...”
Mari senantiasa perbanyak istighfar dan memperbaharui taubat kita setiap hari. Semoga Allah Menjaga hati kita agar tetap bersih dan peka terhadap kebaikan. 🤲✨

05/09/2026

✨Bertakwalah Kepada Allah✨

🎙️Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah

Address

Jalan Raya Ciapus
Bogor
16610

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 16:00
Sunday 08:00 - 16:00

Telephone

+622518417300

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Al-Hisbah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share