11/08/2021
Renungan Pagi
*Hikmah Hijrah*
Assalaamu'alaikum wr wb.
Setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, posisi Rasulullah SAW dengan sendirinya mengalami perubahan dan perkembangan. Kalau di Makkah beliau hanya berfungsi sebagai Rasul yang mengajak manusia mengesakan Allah SWT, sementara di Madinah beliau berperan tidak hanya sebagai sebagai Rasul tetapi sebagai pemimpin suatu masyarakat.
Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa hijrahnya Rasulullah saw, antara lain:
1. Hendaklah kita selalu meningkatkan keyakinan (Iman) kepada Allah swt, sehingga ketika datang perintah Allah walaupun berat kelihatannya dapat dilaksanakan dengan baik dengan prinsip Sami’naa waathonaa. Itulah yang para sahabat rasul yakini.
2. Hendaklah kita harus selalu melakukan perubahan ke yang lebih baik (hijrah), karena Allah swt akan memberikan rahmat, pertolongan dan rizki yang banyak dan berkah.
3. Hendaknya selalu berusaha mengubah kemunkaran sekuat tenaganya, dan jika tidak mampu maka hendaknya meninggalkan tempat kemunkaran itu dan tidak berdiam di tempat kemunkaran atau kemaksiatan tersebut. Tetapi selama usaha perubahan masih dapat dilakukan walaupun sedikit demi sedikit, maka tidak mengapa berdiam di sana sambil terus mengupayakan perbaikan.
4. Betapa rapinya Rasulullah SAW dalam merancang dan membuat “program” dakwahnya. Walaupun dakwah Rasul ini pasti akan ditolong oleh Allah SWT dan beliau adalah seorang Rasul yang dijamin tidak akan dicelakai dan tidak akan dapat dikalahkan, tetapi beliau tetap menjalani semua sunnatullah (hukum sebab akibat) dalam dakwahnya. Terlebih dahulu Beliau utus seorang sahabat Mushab Bin Umair yang dipercaya mampu mengkondisikan Madinah dengan baik dan banyak yang mendukung ajaran Islam, sehingga ketika dilakukan hijrah dapat terwujud persaudaraan yang baik.
5. Sebelum meninggalkan Mekkah, Rasulullah menyuruh Ali Bin Abi Thalib untuk mengembalikan titipan orang-orang kafir yang menitipkan barang ke Rasul karena Rasul sangat dipercaya. Ini menandakan betapa amanah dan tanggung jawabnya Rasulullah saw.
6. Betapa luar biasanya usaha yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang selalu mencoba berbagai inovasi baru dalam dakwahnya. Terobosan-terobosan yang beliau lakukan ini nampak dari pemilihan berbagai tempat dan strategi hijrah beserta alasan-alasan yang relevan yang melatar-belakanginya.
7. Sebagai pemimpin, Rasulullah SAW sangat memikirkan ummat (masyarakat) nya. Segala cara beliau usahakan agar para sahabatnya tidak disiksa dan diprovokasi oleh pihak lain. Beliau mohon petunjuk Allah swt dan memilih jalah hijrah demi kemaslatan ummat pada waktu itu. Beliau p**a yang paling akhir keluar dari Makkah setelah semua sahabatnya selamat.
8. Rasululah saw menerapkan Persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah) yang luar biasa antara Sahabat Muhajirin dan Ashar, mereka saling membantu, saling menyayangi, saling mencintai dan saling tolong menolong.Inilah yang disebutkan Allah swt dlm Surat Al-anfal 74
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ
_Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia_.
9. Bagi kita saat ini, hijrah adalah momentum untuk meningkatkan iman, takwa, kebaikan, ilmu, dzikir dan selalu dekat dengan Allah swt sehingga hidup kita semakin baik, semakin soleh, bermakna dan dapat meraih khusnul khotimah.
Dan mestinya masih banyak lagi i’tibar atau pelajaran yang dapat dipetik darinya. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi penggugah untuk memulai langkah awal menuju yang baik dan yang lebih baik. Amin.
Wassalaam.
EF/IKADI KAB BOGOR
2 Muharram 1443 H
11 Agustus 2021.