04/11/2024
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.........
KETIKA TENTARA BERPEMPRES MEMILIH BUNUH DIRI DARIPADA DIKIRIMKAN KEMBALI KE GAZA
Monyet Kudisan yang Mengusir Penolongnya
Gambaran sifat dan watak kaum bani Yahudi sesuai Qur'an
Telah datang dalam Al-Quran berupa dalil dan petunjuk yang jelas, bahwasanya orang-orang yang paling licik tipu-dayanya terhadap kaum mukminin, paling besar permusuhannya, dan paling kotor makar dan kebenciannya; ialah orang-orang Yahudi.
“Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (p**a) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang di serupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (p**a) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(QS. An Nisaa’: 155-158)
Mereka adalah umat yang dimurkai, yang karena jeleknya amal perbuatan mereka mendapat kemarahan, laknat, dan kemurkaan dari Allah Ta’ala. Maka, mereka adalah umat yang terlaknat lagi dimurkai, karena kejelekan yang mengakar pada diri mereka, kekejian yang bertumpuk-tumpuk, dan kerusakan yang besar.
“Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”(QS. al-Maidah : 60)
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan”(QS. al-Maidah : 80)
Fakta Yahudi saat ini
Dahulu monyet² kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir.Tidak ada satu pun negeri di Eropa mau menerima kehadiran mereka. Satu-satunya negeri yang mau menerima mereka adalah Palestina dan menyambut hangat kehadiran mereka. Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia. Bukan sebagai monyet kudisan.
Muslimin Palestina membuka pintu² rumah mereka untuk orang² Yahudi yang Hi**er menyebutnya sebagai “race-tuberculosis of the peoples”; ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia. Ketika itu tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sangat membahayakan manusia. Maka Hi**er untuk memusnahkan dari negerinya, tetapi ia menyisakan sebagian agar kelak dunia mengerti mengapa ia membinasakan mereka. Kata Hi**er, “I would have killed all the Jews of the world, but I kept some to show the world why I killed them. (Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan sebagian untuk menunjukkan mengapa aku membunuh mereka)
Muslimin Palestina memperlakukan mereka dengan baik karena begitulah seharusnya akhlak seorang mukmin. Mereka menolong dengan tulus, meskipun tak seagama. Akan tetapi, ternyata kelak mereka benar² menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih. Bahkan mereka berbalik menganiaya dan mengusir orang² yang menolongnya, lalu memutar-balikkan fakta di media massa dan buku² mereka. Hal yang sama mereka perbuat dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan.
Kelak makhluk terusir yang sebagian di antara leluhurnya dulu ada yang dilaknat menjadi monyet hina itu bertingkah dengan cara sangat menjijikkan.Mereka yang datang berangsur ke Palestina dalam keadaan sebagai pengungsi yang sangat memerlukan pertolongan, di tahun 1940, 1947 dan masa lainnya, tetapi begitu mereka merasa agak kuat, tahun 1948 memproklamasikan berdirinya negara Israel, mengklaim tanah yang bahkan setahun sebelumnya mereka ditampung di sana dalam keadaan hina dan dekil, kemudian mengusir dan memerangi para pemilik tanah yang dahulu menolong mereka setulus hati penuh kehangatan.
Berkenaan dengan laknat terhadap sebagian leluhur mereka, para mufassir menerangkan bahwa mereka dikutuk menjadi monyet dalam keadaan terusir dan hina disebabkan mereka hendak menipu Allah‘Azza wa Jalla dengan kedurhakaan yang besar , tetapi mereka seolah berbuat ketaatan. Sebuah pelajaran bahwa jika kepada Allah Ta’ala saja mereka ringan berdusta dan berusaha melakukan tipu daya, apalah terhadap manusia. Hingga hari ini, tak terhitung kedustaan yang mereka bangun dalam berbagai cabang urusan kehidupan, termasuk dalam ilmu pengetahuan.
Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".(QS. Al-Baqarah, 2: 65).
Lalu, apakah kita memerlukan Hi**er untuk mengusir mereka? Tidak. Kita tidak memerlukan Hi**er untuk menolong kita. Kelak mereka akan diburu disebabkan kezaliman dan kebiadaban mereka, hingga mereka bersembunyi penuh ketakutan di tempat manapun mereka dapat bersembunyi, tetapi setiap tempat yang menjadi persembunyian mereka itu akan bicara menunjukkan bahwa mereka sedang bersembunyi di situ. Maka tak ada tempat yang aman untuk bersembunyi, kecuali pohon gharqad alias Lycium. Itu pun mereka bersembunyi dalam kondisi tidak aman. Penuh ketakutan.
Di saat itulah mereka akan berusaha lari dalam keadaan yang lebih menakutkan karena bumi manapun tempat mereka lari, tak menerima mereka.
Kita tak memerlukan Hi**er karena bahkan dalam perang pun Islam menerapkan adab dan akhlak yang sangat tinggi. Ada aturan sangat jelas dalam agama kita ini yang Hi**er dan sejenisnya tidak akan sanggup memenuhinya, kecuali bagi orang-orang yang imannya kokoh kepada Allah ‘Azza wa Jalla.