13/05/2026
Shalom,
Selamat Pagi...
Lukas 22:8-9
Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan. Kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?"
Petrus dan Yohanes diperintahkan Tuhan Yesus untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi Yesus dan murid-murid-Nya.
Bagi orang Yahudi, Paskah menunjuk kepada peristiwa pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir.
Peristiwa ini sangat mereka hayati, sehingga setiap menjelang Paskah mereka senantiasa menyiapkan perjamuan Paskah.
Bagi Yesus, peristiwa Paskah bukan hanya merujuk ke masa lalu, tetapi juga kepada diri-Nya yang akan menjadi domba Paskah yang menyelamatkan manusia.
Di sini kita belajar bahwa sesungguhnya Tuhan Yesus sudah tahu apa yang harus dikerjakan-Nya untuk menebus dosa manusia.
Paskah terjadi karena pengorbanan Tuhan Yesus dengan menderita sengsara di atas kayu salib dan mati secara hina.
Menyambut karya penyelamatan-Nya, kita diajak oleh Tuhan untuk benar-benar menyiapkannya.
Tuhan mengajak kita untuk menghayati pengorbanan-Nya setiap saat, agar hidup kita benar-benar bermakna.
Paskah mengajarkan bahwa penderitaan bukan akhir, salib bukan kegagalan, dan kematian bukan penutup cerita, tapi awal dari sebuah kehidupan yang baru.
Selamat merayakan kenaikan Yesus ke surga, Selamat Beribadah
Tuhan Yesus memberkati.