MWC NU Bogorejo

MWC NU Bogorejo MWC NU adalah singkatan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama. Sebuah struktur kepengurusan orga

Selamat atas terpilihnya Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2023-2028. MWC NU Bogorejo
16/12/2023

Selamat atas terpilihnya Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2023-2028. MWC NU Bogorejo

Menghadiri undangan PCNU- Workshop Kajian Teknis Wakaf & Pertanahan- Pendidikan Muharrik Masjid NU
15/11/2022

Menghadiri undangan PCNU
- Workshop Kajian Teknis Wakaf & Pertanahan
- Pendidikan Muharrik Masjid NU

Administrasi Surat Undangan / PemberitahuanPeringatan Hari Santri Nasional 2022
13/10/2022

Administrasi Surat Undangan / Pemberitahuan
Peringatan Hari Santri Nasional 2022

RAPAT PERSIAPAN MEMPERINGATIHARI SANTRI NASIONAL 2022Hari : Rabu legiTgl : 16 R.Awwal 1444 H. / 12 Okt 2022 M.AGENDA KEG...
13/10/2022

RAPAT PERSIAPAN MEMPERINGATI
HARI SANTRI NASIONAL 2022
Hari : Rabu legi
Tgl : 16 R.Awwal 1444 H. / 12 Okt 2022 M.

AGENDA KEGIATAN
1. PEMBACAAN SHOLAWAT NARIYAH
2. UPACARA HSN 2022
3. ZIAROH MUHARRIK NU
4. LAIN - LAIN

KESEPAKATAN
(1) PEMBACAAN SHOLAWAT NARIYAH
- Hari, Tgl : Kamis wage, 20/10/22
- Waktu : Pkl 20.00 Wib
- Tempat : Masjid Besar AL HUDA
- Rois : KH. Nur Rohmat
(Penghubung : Habib)
- Peserta (-+ 150 orang) :
*Pengurus MWC
*Jamaah Tahlil (pa) Bgrj
*Muslimat NU
*Fatayat NU
- Konsumsi : Ambeng
- Jumlah bacaan : 4.444 ÷ yg hadir

(2) UPACARA HSN 2022
- Hari, Tgl : Sabtu legi, 22/10/22
- Waktu : 07.00 wib
- Tempat : Halaman MI Bgrj
- Petugas : Banser
- Inspektur : KH. Luqmani Tholhah
(Pnghubung : Mbah Basirun)
- Peserta (-+ 300 orang) :
*Pengurus MWC NU
*Pngurus Ranting NU se-Kec
*Ansor se-Kcamatan
*Muslimat NU
*Fatayat NU
*Santri PP. Mansyaul Huda
*Murid MI, MTS, SMK NU Bogorejo

- Pakaian petugas : Seragam Banser
- Pakaian pesrta : Putih
- Perlengkapan
*Sound : Madrasah
*Banner : MWC
*Bendera & Umbul² : SMK NU, Banom NU

(3) ZIAROH MUHARRIK NU
- Hari, Tgl : Sabtu legi, 22/10/22
- Waktu pkl. 08.00 wib
- Tempat : Maqbaroh KH. MOH. FATHONI
- Rois Tahlil : K. Taslim
- Peserta = Peserta upacara
- Konsumsi 3.000,-
- Penyedia anggaran : UPZIS MWC

(4) LAIN-LAIN
1. Kirab HSN 2022 ditangguhkan, diagendakan di tahun depan dg perencanaan lebih maksimal

2. Adm, Surat pemberitahuan & undangan kpd :
- Forkopimcam
- Rois Kegiatan
- Pengurus Ranting NU se-Kec. Bogorejo
__
Hadir Rapat : 14 orang
- Ketua MWC & Skretaris
- PAC Muslimat
- PAC Fatayat
- Upzis MWC
- PAC Ansor
- Intel Polsek

Ngaji bareng ke-27 kitab Fathul Qorib di Masjid Al Ma'wa desa Gembool Kec. Bogorejo Qorik : Kyai Nurrohman Gembol
19/06/2022

Ngaji bareng ke-27 kitab Fathul Qorib di Masjid Al Ma'wa desa Gembool Kec. Bogorejo

Qorik : Kyai Nurrohman Gembol

Mari sukseskan Pelatihan Pengelolaan zakat Bagi Pengurus Upzis Ranting NU Se-Kecamatan Bogorejo"Memaksimalkan Peran Lazi...
22/03/2021

Mari sukseskan Pelatihan Pengelolaan zakat Bagi Pengurus Upzis Ranting NU Se-Kecamatan Bogorejo
"Memaksimalkan Peran Lazisnu Dalam Pengelolaan Zakat di Masyarakat"
Upzis MWC NU Bogorejo
Pada hari Kamis Kliwon tanggal 11 Sya'ban 1442 H / 25 Maret 2021 H
Gerakan NU Peduli Untuk NU Yang Mandiri


UPZIS Ranting Bogorejo
PAC GP Ansor Bogorejo
Upzis Nu Desa Prantaan
MWC NU Bogorejo
NU Care - LAZISNU
NU Care - LAZISNU Jawa Tengah

Pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 2000 kali oleh siswa siswi SMK NU SIROJUL HUDA BOGOREJO di Gedung MWC NU Bogorejo.
06/03/2021

Pembacaan sholawat Nariyah sebanyak 2000 kali oleh siswa siswi SMK NU SIROJUL HUDA BOGOREJO di Gedung MWC NU Bogorejo.

MENELADANI MUASSIS NUUsia NU menuju 100 tahun, usia yang kian dewasa, tumbuh dan besar. Dewasa dalam fikrah (pemikiran),...
05/03/2021

MENELADANI MUASSIS NU

Usia NU menuju 100 tahun, usia yang kian dewasa, tumbuh dan besar. Dewasa dalam fikrah (pemikiran), tumbuh dalam harakah (gerakan) serta besar dalam jam'iyah (organisasi) dan jama'ah (anggota).

Sebagai organisasi Islam terbesar didunia, manfaat NU kian terasa. Bukan hanya anugerah untuk NKRI tapi juga nikmat dan rahmat dari Tuhan untuk seluruh penduduk dunia. Setia mencintai NKRI, memayungi dunia dengan Islam yang damai, menyinari sudut-sudut dunia dengan cinta kasih dan perdamaian.

Jelang satu abad ini, konsentrasi NU adalah meneladani muassis atau pendiri NU sehingga NU kian mandiri. Tidak bergantung pada siapapun. NU harus mandiri disegala bidang. Bukan saatnya lagi NU sebagai makmum tapi sebagai imam, memimpin disegala sektor kehidupan, bukan hanya bidang agama. Semua kader NU harus siap memimpin.

Meneladani muassis NU, sangat penting sehingga para kader dan kaum Nahdliyin mengetahui gerak dan arah yang akan dituju NU, sebagaimana amanat para muassis. Berfikir secara manhaji (organisatoris) sehingga tidak serampangan dalam bertindak. Suara dipusat hingga ranting berjalan senada dan seirama.

Berjuang di NU bukan untuk mengharumkan nama pribadi atau pola pikir individual tapi mengikuti dawuh para ulama. Warga Nahdliyin akar rumput harus sam'an wa tha'atan (mendengar dan taat) tanpa banyak protes, buruk sangka apalagi menentang amanat ulama NU.

Amar ma'ruf nahi munkar bagi NU wajib dengan adab dan akhlak. Tak cukup hanya modal otot dan suara lantang. NU lebih mengedepankan dakwah dinamis (berpandangan jauh kedepan), akulturatif (mengadaptasi hal yang baru tanpa merusak tradisi yang lama) dan tentunya persuasif (damai anti kekerasan).

Dakwah sebagaimana yang diajarkan oleh para muassis NU bukanlah dakwah yang destruktif (merusak), bukan dakwah yang provokatif (membuat kekacauan) dan tidak p**a arogan. Dakwah yang santun penuh cinta kasih itulah yang menjadikan NU selalu eksis sepanjang zaman. Sudah teruji dan tahan banting.

Amar ma'ruf nahi munkar dalam pandangan NU hendaknya dilakukan dengan ilmu. Lebih mengedepankan dialogis dibandingkan kekerasan. Betapa banyak organisasi yang mengatasnamakan Islam, namun kurang cerdas dalam melakukan amar ma'ruf nahi mungkar hingga akhirnya tumbang dengan sendirinya.

Tak jarang, NU kerap dicibir dan diolok-olok karena sikapnya yang lembut dan tak gampang ngamuk. Seolah-olah NU itu hanya dianggap ormas yang melakukan amar ma'ruf dan meninggalkan dakwah nahi munkar. Padahal dakwah NU itu satu paket, ya amar ma'ruf juga nahi munkar. Walhasil, muncullah ormas-ormas baru seolah tampil gagah dengan jargonnya nahi munkar dengan wajah yang angker dan menakutkan. Katanya semangat membabat habis kemungkaran.

Ndilalah ormas-ormas pendatang baru ini kolaps alias gulung tikar. Tak tahan uji. Tak lolos seleksi alam. Bisa jadi karena umat yang tak akrab dan antipati dengan dakwah yang ekstrim atau bisa jadi Allah berkehendak lain. Allah lebih membela mereka yang mengajarkan cinta kasih. Alhamdulillah, NU yang tak pernah lelah mengajarkan cinta kasih dan perdamaian bisa panjang umur, bahkan kian besar dan selalu dalam lindungan Allah. Takkan bubar sampai hari kiamat.

Keteladan para muassis hendaknya diwarisi pada generasi NU milenial. Kader muda NU harus mencontoh akhlak mulia para pendiri NU. Memperdalam ilmu dan akhlak baru berdakwah. Kaum Nahdliyin perlu menghadirkan kembali sosok mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Wahab Hasbullah, mbah Bisri Syansuri, mbah wali Gus Dur dan tokoh-tokoh NU lainnya dengan wajah kekinian. Kita teladani Ilmunya, akhlaknya hingga canda tawanya.

Para pengurus struktural harus memahamkan generasi muda NU dan kaum Nahdliyin bagaimana para muassis menyelesaikan problem keumatan, menjawab realitas zaman dengan kaca mata syariah hingga menyelesaikan konflik dengan cerdas tanpa meninggalkan akhlaqul karimah. Dakwah tanpa akhlak hanya akan merusak. Dakwah tanpa ilmu hanya akan menambah kemungkaran.

Benar bahwa NU adalah rahmat bagi semesta. Kump**an ulama yang mewarisi ilmu dan akhlak rasulullah saw. Islam yang dipahami NU adalah Islam Nusantara yang penuh toleran, dibawa oleh Wali Songo dan diamalkan oleh NU sebagai duplikasi ajaran Islam yang dipraktikkan oleh rasulullah di Madinah.

Mari istiqamah bersama NU. Kibarkan bendera NU hingga keseluruh jagat raya. Lakukan apa yang kita bisa meskipun hanya bak debu yang menempel ditiang bendera NU. Tak terlihat dan tak nampak. Karena kita adalah sama, santrinya mbah Hasyim Asy'ari yang berharap doa darinya yakni husnul khatimah beserta anak cucu.

Oleh Suryono Zakka, Aswaja Sumsel

KANJENG NABI MUHAMMAD RASULALLAH ﷺ MENYURUH HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN YAHYA UNTUK MENGURUS NU ( DALAM MIMPI BELIAU HABIB...
27/12/2020

KANJENG NABI MUHAMMAD RASULALLAH ﷺ MENYURUH HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN YAHYA UNTUK MENGURUS NU ( DALAM MIMPI BELIAU HABIB )

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya pada Harlah NU di Kota Pekalongan pernah menyampaikan perihal pentingnya warga Indonesia memiliki wadah Nahdlatul Ulama, wadah bagi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Berikut adalah kutipannya:

"Menjelang berdirinya NU beberapa ulama besar kumpul di Masjidil Haram, ini sudah tidak tertulis dan harus dicari lagi narasumber-narasumbernya, beliau-beliau menyimpulkan sudah sangat mendesak berdirinya wadah bagi tumbuh kembang dan terjaganya ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Akhirnya diistikharahilah oleh para ulama Haramain ( para ulama' mekkah dan Madinah )

Lalu mengutus Kiai Hasyim Asy’ari untuk p**ang ke Indonesia agar menemui dua orang di Indonesia. Kalau dua orang ini meng-iya-kan jalan terus, kalau tidak jangan diteruskan. Dua orang tersebut adalah al-Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Yahya Pekalongan dan Syaikhuna Mbah Kiai Kholil Bangkalan Madura.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Muktamar NU yang ke-5 dilaksanakan di Pekalongan tahun 1930 M, untuk menghormati Habib Hasyim yang wafat pada itu. Itu suatu penghormatan yang luar biasa.

Tidak heran kalau di Pekalongan sampai dua kali menjadi tuan rumah Muktamar Thariqah. Tidak heran karena sudah dari sananya. Kok tahu ini semua sumbernya dari mana? Dari seorang yang shaleh, Kiai Irfan.

Suatu ketika saya duduk-duduk dengan Kiai Irfan, Kiai Abdul Fattah dan Kiai Abdul Hadi. Kiai Irfan bertanya pada saya: “Kamu ini siapanya Habib Hasyim?”

Yang menjawab pertanyaan itu adalah Kiai Abdul Fattah dan Kiai Abdul Hadi: “Ini cucunya Habib Hasyim, Yai.”

Akhirnya saya diberi wasiat, katanya: “Mumpung saya masih hidup, tolong catat sejarah ini. Mbah Kiai Hasyim Asy’ari datang ke tempatnya Mbah Kiai Yasin. Kiai Sanusi ikut serta pada waktu itu. Di situ diiringi oleh Kiai Asnawi Kudus, terus diantar datang ke Pekalongan.

Lalu bersama Kiai Irfan datang ke kediamannya Habib Hasyim. Begitu KH. Hasyim Asy’ari duduk, Habib Hasyim langsung berkata: “Kyai Hasyim Asy’ari, silakan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Ahlussunnah wal Jama’ah. Saya rela, tapi tolong saya jangan ditulis.” Begitu wasiat Habib Hasyim.

Kiai Hasyim Asy’ari pun merasa lega dan puas. Kemudin Kiai Hasyim Asy’ari menuju ke tempatnya Mbah Kiai Kholil Bangkalan. Mbah Kyai Kholil bilang sama Kyai Hasyim Asyari: “Laksanakan apa niatmu. Saya ridha seperti ridhanya Habib Hasyim. Tapi saya juga minta tolong, nama saya jangan ditulis.”

Lantas Kiai Hasyim Asy’ari bertanya: “Bagaimana Kiai, kok tidak mau ditulis semua?”

Mbah Kiai Kholil pun menjawab: “Kalau mau tulis silakan, tapi sedikit saja.”

Itu tawadhu’nya Mbah Kiai Ahmad Kholil Bangkalan. Dan ternyata sejarah tersebut juga dicatat oleh Gus Dur,” pungkas Kiai Irfan.

Inilah sedikit perjalanan Nahdlatul Ulama. Inilah perjuangan pendiri Nahdlatul Ulama. Para pendirinya merupakan tokoh-tokoh ulama yang luar biasa. Makanya hal-hal yang demikian itu tolong ditulis, biar anak-anak kita itu tidak terpengaruh oleh yang tidak-tidak. Sebab mereka tidak mengetahui sejarah.

Anak-anak kita saat ini banyak yang tidak tahu, apa sih NU itu? Apa sih Ahlussunnah itu? Lha ini permasalahan kita. Upaya pengenalan itu yang paling mudah dilakukan dengan memasang foto-foto para pendiri NU, khususnya foto Hadhratus Syaikh Kiai Hasyim Asy’ari."

Ust. Hijrah Yanuar Iskhaq, santri Habib Luthfi, menceritakan: "Kiai Ahmad Syafiq Pekalongan, seminggu sebelum Maulid Akbar berlangsung, sekitar jam 1 dinihari pernah didawuhi Abah Habib Luthfi bin Yahya:

“Gus, aku iki hampir 70 tahun, wis pingin liren, pengin mulang ning pondok, ndandani sholat sing iseh okeh salahe ning masyarakat. Tetapi mben wengi kok Kanjeng Nabi Saw. hadir nepuk-nepuk pundakku serto dawuh: “Bib, tolong urusi NU, urusi NU.”

(Gus, saya sudah hampir 70 tahun, sudah ingin istirahat, ingin mengajar di pesantren, memperbaiki shalat yang masih banyak salahnya di masyarakat. Tetapi setiap malam Nabi Muhammad Saw. selalu hadir seraya menepuk-nepuk pundakku dan berkata: “Bib, tolong urusi NU, urusi NU.”).

Marilah kita selalu Istiqomah banyak membaca SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ , kalau bisa jangan kurang dari 1.000 di setiap harinya
" SHOLLALAHU ALA' MUHAMMAD " atau yang lainnya

ALLAHUMMA berkat RASULALLAH ﷺ , berkat SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ, berkat para wali-waliyullah, berkat para ulama'-ulama'ILLAH, berkat guru-guru kami yaAllah. Mudah-mudahan kita semua, bapak ibu kami, keluarga kami, saudar2 kami, tetangga kami, dan orang-orang yang cinta kepada KANJENG NABI MUHAMMAD ﷺ cinta kepada para AULIYA' dan para ULAMA' cinta kepada kami ya Allah.

Semoga kita semua mendapat ampunan segala dosa dan kesalahan lahir batin seumur hidup, di beri kesehatan lahir batin, panjang umur berkah umur, banyak rejeki barokah rejeki, barokah keturunan, tambah ilmu barokah ilmu dunia akhirat, mendapat rahmat yang luas, selamat dunia akhirat, mati beriman sempurna, segala hajat qobul, mendapat SYAFAAT RASULALLAH ﷺ,
terkumpul dalam surga bighoiri hisab.
Aamin Aamin...Ya Rabbal A'lamiin.....

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد في اﻷولين واﻷخرين وفي المﻵء اﻷعلى الى يوم الدين

Sekedap malih wajahnya akan segera selesai dipacak'i, insyaAlloh Gedung NU Bogorejo terlihat lebih gagahGambar lambang N...
24/12/2020

Sekedap malih wajahnya akan segera selesai dipacak'i, insyaAlloh Gedung NU Bogorejo terlihat lebih gagah

Gambar lambang NU oleh Kang Adib

𝗥𝗔𝗣𝗔𝗧 𝗣𝗘𝗠𝗔𝗡𝗧𝗔𝗣𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗥𝗝𝗔𝗨𝗣𝗭𝗜𝗦 𝗥𝗮𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗡𝗨 𝘀𝗲-𝗞𝗲𝗰𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗼𝗴𝗼𝗿𝗲𝗷𝗼 (21/11/2020)Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT s...
21/11/2020

𝗥𝗔𝗣𝗔𝗧 𝗣𝗘𝗠𝗔𝗡𝗧𝗔𝗣𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗥𝗝𝗔
𝗨𝗣𝗭𝗜𝗦 𝗥𝗮𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗡𝗨 𝘀𝗲-𝗞𝗲𝗰𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗼𝗴𝗼𝗿𝗲𝗷𝗼 (21/11/2020)

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT setelah kurang lebih 2 bulan dari acara Rakorcam UPZIS yang diselenggarakan di MWC NU Bogorejo kini bisa bertemu kembali dalam rangka Pemantapan Kerja Pengurus UPZIS Ranting NU se-Kecamatan Bogorejo di Gedung NU Bogoredjo, Jawa Tengah, Indonesia

Hadir dalam acara ini Ketua LAZISNU Kabupaten Blora Bapak Agus Salim didampingi oleh Bapak Ali Mahmudi divisi Program UPZIS PCNU Blora, dan Dewan Mustasyar MWC NU Bogorejo Bapak KH. Mustofa beserta jajaran pengurus MWC yang lain.

Hasil pertemuan ini disampaikan oleh bapak M. Jamik Syaikhuddin selaku Ketua UPZIS MWC NU Bogorejo, antara lain:

1. MWC menganggarkan buku keuangan (32 kolom), untuk masing2 UPZIS ranting sebanyak 4 buku. Dalam hal ini dihandle oleh Divisi Program UPZIS MWC, bapak A. Fathul Malik, S.Sos.I sebagai koordinator

2. MWC mencetakkan kembali form Data Pemegang Kotak koin untuk dibagikan ke masing2 ranting. Dalam hal ini dihandle oleh Admin UPZIS MWC, bapak Zainal Mutaqin, S.Pd.I

3. Poin 1 dan 2 kalau sudah clear dikumpulkan/ disiagakan di PKBM Aneka Ilmu komplek selatan kios Pasar Bogorejo, masing-masing Pengurus Ranting bisa mengambilnya disana menemui Sekretaris UPZIS MWC bapak Supri, S.Kom. Kecuali jurangjero, mergo p basirun jare siap ngeterno 😁😁😁😁😁😁

Address

Jalan Jatirogo Km. 14 Bogorejo/Blora
Blora
58262

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MWC NU Bogorejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to MWC NU Bogorejo:

Share