29/05/2019
QS Muhammad 7
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
*ALHARAKATU BAROKAH*
Saat ngaji dalam Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kecamatan Ploso di Balai Desa Kebon Agung Minggu (17/3/2019), Bendahara PC GP Ansor Jombang, Gus Imdad, menjelaskan pentingnya kader Ansor terus bergerak mengadakan kegiatan. "Alharokatu barokah. Dengan terus bergerak, mengadakan majelis zikir dan salawat. Di ranting, di balai desa, di masjid dan musala. Hidup kita akan berkah. Keluarga kita berkah. Masyarakat kita berkah. Desa dan bangsa kita berkah," tuturnya.
KH Ainul Yakin, ketua MWC NU Ploso juga menegaskan demikian. Beliau mencontohkan dirinya sendiri. "Hari ini saya muter acara terus," ucapnya. Mulai acara seribu harinya orang meninggal. Menjenguk sahabat yang sakit. Menghadiri acara NU. Hingga menghadiri acara Ansor.
"Usia saya sudah 64. Karena bergerak terus, alhamdulillah oleh Allah diberi sehat dan masih bisa bergerak," paparnya.
Sesuai namanya, Gerakan Pemuda, Ansor harus terus bergerak. "Saya menggerakkan lailatul ijtima ranting NU masih sulit. Masih lebih bagus Rijalul Ansor ini. Mudah-mudahan ketika Anda semua sudah di NU, nanti NU semakin bagus," urainya.
HM Syuaib, penasehat GP Ansor Ploso juga sering menyampaikan pentingnya Ansor terus bergerak. Beliau mengibaratkan, pemuda yang terus bergerak itu seperi air mengalir. Jernih, seger, sehat, menyehatkan dan bermanfaat.
Sebaliknya, pemuda yang diam saja seperti air diam menggenang. Kotor dan menjadi sarang nyamuk serta penyakit.
Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar juga sering nggojlok. "Kalau Ansor tidak berkegiatan, namanya harus diganti. Jangan GP (gerakan pemuda). Tapi DP (diaman pemuda)."
Almarhum KH Hasyim Muzadi mantan Ketum PBNU, sering menyampaikan manfaat bergerak ngurusi NU. "Orang yang ngurusi NU, hidupnya akan kecukupan. Bahkan lebih. Sebaliknya, Orang yang tidak ngurusi NU, belum tentu hidupnya tercukupi."
Pengasuh PP Kalimasada Bangsri, DR KH Fahrudin, ketika dilantik menjadi ketua MWCNU Plandaan matur kala sambutan. Santri di pondoknya beliau gratiskan. Mobil dan elf yang beliau punya dipakai siapapun juga beliau persilahkan. Di gratiskan. Tetangga butuh apa saja selalu beliau bantu. Setiap ada acara NU beliau juga tak pernah absen.
Balasan dari Allah untuk semua itu menurutnya sangat nyata. "Setiap pergi ke luar negeri, pasti ada saja yang membantu dan menolong kami," tuturnya. Sehingga beliau sangat terbantu di negeri orang. Maklum, setiap liburan, beliau selalu ke luar negeri.
Kalau dawuhnya Habib Ahmad Muhajir Aljufri kala ngaji di Masjid Agung Jombang, man khodama khudima. Orang yang melayani akan dilayani.
Persis hadist qudsi yang dikutip KH Khairil Anam di masjid Polres Jombang. Ya dunya ikhdim man khodamani. Wahai dunia, ladenilah orang yang meladeniKu..
Mugi Allah paring kita saget meneladani dan mengamalkan