19/03/2026
KH Hasyim Asy’ari menegur menantunya KH Maksum Ali, yg ahli hisab.
Kyai Hasyim Asy’ari melakukan teguran kpd menantunya perihal hasil hisab dan rukyat yg diumumkan sendiri tnp diserahkan kpd pemerintah yg berwenang utk mengumumkan.
KH Maksum Ali Jombang, seorang ahli falak yg juga menulis kitab tentang ilmu falak. Sudah menjadi kelaziman bagi ahli falak untuk melakukan puasa dan lebaran sesuai hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi/melihat hilal)-nya sendiri.
Pada suatu hari sesuai dengan hasil perhitungannya, Kyai Maksum Ali memutuskan untuk ber Idul Fitri sendiri yang ditandai dengan menabuh bedug bertalu². Mendengar keriuhan itu, sang mertua, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari kaget.
Setelah tahu duduk perkaranya, ia menegur,
“Hei, bagaimana kau ini, blm saatnya lebaran kok bedug2an duluan?” Mendapat teguran dari mertuanya itu Kiai Maksum segera menjawab dengan tawadhu (hormat).
“Inggih (iya) romo kyai, saya melaksanakan Idul Fitri sesuai dengan hasil yang saya yakini ketepatannya.”
“Soal keyakinan ya keyakinan, itu boleh dilaksanakan. Tp jgn woro2 (diumumkan dlm bentuk tabuh bedug) mengajak tetangga segala,” ucap Kiai Hasyim Asy’ari.
“Tp bkn kah pengetahuan ini hrs diikhbarkan (dikabarkan), Romo?” tanya Kyai Maksum Ali.
“Soal keyakinan itu hanya bisa dipakai untuk diri sendiri, dan tabuh bedug itu artinya sudah mengajak dan mengumumkan kepada masyarakat, itu bukan hakmu, untuk mengumumkan kepastian Idul Fitri itu haknya pemerintah yg sah,” tutur Kyai Hasyim Asy’ari.
“Inggih Romo,” jawab Kyai Maksum setelah menyadari kekhilafannya.
Abdul Mun’im (2017) mencatat, pendirian Kyai Hasyim Asy’ari itu kemudian ditetapkan secara formal dalam Munas Alim Ulama NU di Cipanas, Bogor tahun 1954 bahwa hak isbat diserahkan kepada pemerintah sebagai waliyul amri.
Sedangkan para ulama NU habya membantu melakukan ikhbar, baik kepada pemerintah maupun masyarakat setelah diumumkan oleh pemerintah.
Ini sebagai konsekuensi bagi NU dalam bernegara, yakni menyerahkan sebagian kewenangannya pada pemerintah yang sah.
_Wallohu A'lam.. 🙏
Sumber: ada juga di NU Online