31/01/2022
Masjid Darul Kurmain berada di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar tepatnya di RT 3 RW 8 Dusun Kuwut Desa Kemloko Kabupaten Blitar.
Pembangunan Masjid ini di inisiasi oleh KH Imam Kurmain bersama sahabat dan kerabat beliau.
Di tandai dengan keberadaan makam KH Imam Kurmain di samping sebelah utara tempat Imam sedangkan di samping Selatan tempat Imam adalah makam sang Istri konon bernama ibu Nyai Kruwut serta berdampingan makam anak , cucu serta kerabat lain tepat di bagian barat masjid.¹
Tahun pembangunan masjid ini sendiri tidak ada catatan pasti yang dimiliki keluarga besar H. Imam Kurmain.
Diperkirakan masjid ini dibangun pada masa KH. Imam Kurmain, belum memiliki anak atau pasca berakhirnya perang Jawa dan pelariannya dari Bagelan, Jawa Tengah, bersama istrinya pada rentang 1825 -1830.
Tokoh ini diperkirakan adalah prajurit Pangeran Diponegoro, yang menyebar ke wilayah Blitar Raya.
Salah satu ciri dari pengikut Pangeran Diponegoro di tempat pelarian yang biasanya mendirikan tempat ibadah adalah di sisi utara masjid terdapat dua pohon sawo yang sangat besar. Selain itu, juga ada sumur tua di halaman masjid
Namun, pada tahun 1945 setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya dua pohon sawo itu ditebang yang di lanjutkan dengan pengurukan sumur tua pada tahun 1966 silam.
Dalam kurun waktu hampir 200 tahun sejak di bangunya masjid ini sedah beberapa kali mengalami renovasi.
Dilihat dari struktur bangunan dan bahan yang di gunakan masjid ini diperkirakan pernah di renovasi mulai medio 1900-an juga Tercatat pernah di lakukan renovasi besar dan beberapakali pembenahan.
Menurut tanggal yang tertera yaitu 11 April 1981, bangunan utama masjid Darul Kurmain pernah dulakukan renovasi dengan melakukan penggantian ubin dari ubin lama di ganti dengan tegel.
Renovasi besar yang masih di ingat tokoh setempat adalah di sekitar tahun 1985 sampai 1993 dari sebelum lahar Gunung kelud dan setelah lahar tahun 1990-an. Renovasi tersebut mengubah sruktur bangunan teras masjid. Sedang masjid utama hanya di lakukan pembenahan kecil yang rusak di sayap utara dan Selatan di karenakan lahar besar tersebut.
Setelah hampir 35 tahun dari renovasi besar terakhir tepatnya di umur nya yang ke 190 tahun di tahun 2021 warga, tokoh masyarakat dan keluarga besar KH Imam Kurmain dan pengurus masjid menyepakati untuk merevitalisasi struktur bangunann utama masjid dengan tetap mempertahankan design klasik yang ada sehingga tidak banyak mengubah nuansa sejarah masjid yang sudah berumur hampir 200 tahun.
Peletakan batu pertama renovasi dilakukan oleh tokoh maayarakat dan perwakilan keluarga besar KH. IMAM KURMAIN hari Rabu tanggal 29 Desember 2021.