GP Sola Gratia Madidir

GP Sola Gratia Madidir Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from GP Sola Gratia Madidir, Religious organisation, Jalan Manguni 15 Madidir Ure, Bitung.

HUDUP DALAM DAMAI  KRISTUSBaca: Yesaya 32:1-20"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat keb...
18/06/2026

HUDUP DALAM DAMAI KRISTUS

Baca: Yesaya 32:1-20

"Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya." (Yesaya 32:17)

Sebagai orang percaya kita bukan hidup dalam damai dengan konsep dunia, tetapi kita hidup dalam damai karena Kristus ada di dalam kita. Ayat nas di atas menegaskan bahwa damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman akan menyertai hidup seseorang apabila ada kebenaran. Artinya selama kita hidup dalam ketaatan dan kebenaran, damai sejahtera akan kita alami.
Damai ini bukanlah sesuatu yang di luar yang mempengaruhi di dalam kita. Tetapi damai itu adalah sesuatu yang ada di dalam kita yang memancar kuat sampai hendak keluar dari kita. Itulah damai sejahtera Kristus. Tertulis "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah." (Kolose 3:15). Ketika seseorang memiliki damai sejahtera Kristus keinginan duniawinya pasti mati, karena baginya Yesus itu sudah lebih dari pada cukup. Itulah yang dirasakan Rasul Paulus. "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3:7-8).
Seseorang yang memiliki damai sejahtera Kristus akan tetap bersyukur meski berada dalam badai permasalahan. Oleh karena "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yohanes 14:27). Damai sejahtera yang diberikan Tuhan berbeda dengan dunia ini. Damai di dunia ini hanyalah semu dan tidak abadi, bergantung pada keadaan dan bisa hilang. Mungkin seseorang merasa damai karena rumahnya dijaga oleh satpam, atau merasa damai karena depositonya di bank melimpah. Tapi, adakah yang aman di dunia ini? Jika masih ada orang Kristen yang hidupnya terus mengeluh dan bersungut-sungut berarti mereka belum menerima damai Kristus yang sempurna. Jika kita telah menerima damai Kristus yang sempurna, masalah yang datang takkan menggoyahkan iman kita.
Karena itu jadilah anak-anak Tuhan yang taat supaya damai sejahtera Kristus ada di dalam kita!
HidupDalamDamaiKristus



























MENJADI PESERTA ATAU PENONTON?  Baca: 1 Korintus 9:24-27"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua p...
18/06/2026

MENJADI PESERTA ATAU PENONTON?

Baca: 1 Korintus 9:24-27

"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!" (1 Korintus 9:24)

Kehidupan kekristenan kita ini digambarkan seperti sebuah arena pertandingan lari. Ada pun jarak yang harus kita tempuh itu cukup jauh dengan medan yang beraneka. Kadang kala jalan yang kita tempuh itu rata, menanjak melewati bukit, dan terkadang kita harus menyusuri lembah yang curam. Dalam pertandingan ini Tuhan mengundang semua umat manusia untuk menjadi peserta, tetapi tidak semua orang menanggapi undangan itu. Bahkan sebagian besar orang mengabaikannya dengan berbagai dalih atau alasan: sibuk, capek, aku sudah tua biar yang muda-muda saja, nanti kalau aku sudah kaya, dan sebagainya.
Alkitab menyatakan, "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." (Matius 22:14). Memang, bagi kita yang merespons panggilan Tuhan, kita pun harus sadar segala resikonya: ada banyak ujian, tantangan, dan rintangan. Akibatnya ada sebagian peserta yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena merasa tidak sanggup melanjutkan perlombaan, ada yang masih terus memikul beban berat sehingga mereka tidak sanggup lagi berlari. Sementara peserta yang lainnya mampu berlari dan terus berlari hingga mencapai garis akhir dan menjadi pemenang! Dan hanya mereka yang bertanding sesuai dengan aturan perlombaan dan berhasil mencapai garis akhirlah yang berhak memperoleh medali atau hadiah, sebagaimana tertulis: "Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." (2 Timotius 2:5).
Tuhan memanggil kita untuk menjadi peserta pertandingan, bukan sebagai penonton saja, karena ada perbedaan yang hakiki antara seorang peserta dan penonton. Umumnya seorang penonton akan lebih gampang berkomentar dan mengkritik karena ia hanya menonton, bukan bertanding. Penonton jarang mendapat cedera atau bermandi peluh, atau terengah-engah kelelahan karena mereka hanya duduk-duduk sambil menonton. Adalah wajar bila seorang penonton terbaik sekali pun tidak berhak atas medali atau hadiah apa pun dalam perlombaan tersebut. Yang berhak memperoleh medali atau hadiah adalah peserta lomba yang telah bekerja keras dan memenangkan perlombaan.
Menjadi peserta lomba mengharuskan ada harga yang dibayar. Siapkah kita?


GP Sola Gratia Madidir

MELATIH DIRI DALAM KESABARANBaca: Amsal 16:1-33"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya...
16/06/2026

MELATIH DIRI DALAM KESABARAN

Baca: Amsal 16:1-33

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32)

Di zaman sekarang ini semua orang menyukai segala sesuatu yang serba instan. Dalam hal makanan saja orang lebih memilih makanan yang cepat saji (instan) dibanding harus repot-repot memasak. Dalam hal bekerja inginnya cepat dapat pekerjaan yang hebat, ingin cepat dapat gaji besar, ingin cepat naik jabatan, dan sebagainya. Apa-apa maunya serba instan, kalau bisa tidak perlu kerja keras, tidak perlu usaha mati-matian, tidak perlu merasakan beratnya suatu proses. Sungguh, tak banyak menemukan orang-orang yang punya kesabaran untuk menunggu, kesabaran untuk menjalani proses.
Punya kesabaran adalah sebuah ujian iman! Saat dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sulit, adakah kita punya kesabaran untuk menantikan pertolongan dari Tuhan? Ataukah kita kehilangan kesabaran, lalu berpaling dari Tuhan untuk mencari pertolongan lain? Kesabaran adalah salah satu buah Roh yang harus dimiliki orang percaya (baca Galatia 5:22). Memang tidak mudah bagi kita untuk punya kesabaran: Bersabar menghadapi suami kasar, bersabar menghadapi istri yang super bawel, bersabar menghadapi anak-anak yang nakal... terlebih lagi bersabar dalam menantikan jawaban doa dari Tuhan, bersabar menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidup ini. Nabi Habakuk menguatkan, "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh." (Habakuk 2:3).
Menanti sesuatu yang kita harapkan terkadang sangat menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran ekstra, oleh sebab itu kita perlu melatih diri bagaimana menjadi orang yang sabar di segala situasi. Saul, karena mengalami ketakutan saat melihat tentara Filistin, tak sabar menantikan pertolongan dari Tuhan, lalu lari mencari pertolongan kepada arwah (baca 1 Samuel 28:4-7). Bukankah tidak sedikit orang Kristen yang berlaku demikian? Tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak, kita pun lari mencari pertolongan lain. Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahasanggup melakukan segala sesuatu di luar apa yang kita pikirkan.
Waktu Tuhan adalah yang terbaik, karena itu bersabarlah menantikan Dia bekerja.




GP Sola Gratia Madidir

“Jangan Kuatir, Percayalah kepada Pemeliharaan Tuhan”Bacaan Alkitab: Matius 6:31-34Ayat Kunci: "Sebab itu janganlah kamu...
04/06/2026

“Jangan Kuatir, Percayalah kepada Pemeliharaan Tuhan”

Bacaan Alkitab: Matius 6:31-34

Ayat Kunci: "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34)

Renungan
Kekuatiran adalah hal yang sering dialami setiap orang. Kita kuatir tentang kebutuhan hidup, kesehatan, pekerjaan, pendidikan anak, atau masa depan. Namun dalam Matius 6:31-34, Yesus mengajarkan bahwa anak-anak Tuhan tidak perlu hidup dalam kekuatiran yang berlebihan.
Yesus tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh bekerja atau merencanakan masa depan. Namun, Ia mengingatkan agar kita tidak menjadikan kekuatiran sebagai pusat hidup kita. Bapa di surga mengetahui segala kebutuhan kita bahkan sebelum kita memintanya.
Dalam ayat 33, Yesus memberikan kunci yang sangat penting: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Ketika Tuhan menjadi prioritas utama dalam hidup kita, kita belajar mempercayakan kebutuhan dan masa depan kepada-Nya.
Kekuatiran sering muncul karena kita mencoba memikul beban hari esok dengan kekuatan sendiri. Sebaliknya, iman mengajarkan kita untuk menjalani hari ini dengan taat dan percaya bahwa Tuhan yang memelihara hidup kita akan tetap setia pada hari-hari yang akan datang.

Poin-Poin Refleksi
Apakah ada hal yang sedang membuat saya kuatir saat ini?
Sudahkah saya menyerahkan kekuatiran itu kepada Tuhan dalam doa?
Apakah saya sedang mengutamakan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana saya dapat belajar lebih percaya kepada pemeliharaan Tuhan?

Pesan Praktis
Fokuslah pada tugas dan tanggung jawab hari ini.
Serahkan masa depan kepada Tuhan melalui doa.
Utamakan hubungan dengan Tuhan di atas segala sesuatu.
Ingat bahwa Tuhan mengetahui dan memelihara setiap kebutuhan anak-anak-Nya.

Doa
Tuhan Yesus, sering kali aku kuatir tentang berbagai hal dalam hidupku. Ampunilah aku jika lebih mengandalkan kekuatiranku daripada mempercayai pemeliharaan-Mu. Ajarlah aku untuk mengutamakan Kerajaan-Mu dan hidup dalam iman setiap hari. Aku percaya Engkau mengetahui segala kebutuhanku dan akan memeliharaku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

BERDOA DAN BACA FIRMAN Baca: Matius 24:29-36"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Mat...
03/06/2026

BERDOA DAN BACA FIRMAN

Baca: Matius 24:29-36

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35)

Membaca firman Tuhan (Alkitab) setiap hari dan merenungkan firman itu siang dan malam adalah bagian penting dalam hidup orang percaya. Tapi sayang, banyak orang Kristen menganggap remeh dan sepele hal membaca firman Tuhan ini, itulah sebabnya mereka jarang sekali membuka Alkitab, kecuali kalau pergi ke gereja.
Perhatikan apa yang Tuhan nasihatkan kepada Yosua, saat ia dipercaya untuk memimpin bangsa Israel, menggantikan Musa, "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." (Yosua 1:8). Jelas sekali dinyatakan bahwa kunci supaya perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung (diberkati) adalah kita harus tekun membaca firman Tuhan, memperkatakan, merenungkan siang dan malam, dan melakukannya. Firman Tuhan akan membantu kita berdiri tetap kuat dalam masa-masa yang sulit. "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Membaca firman-Nya setiap hari dan merenungkannya membuat hidup kita makin berkenan kepada Tuhan, karena kita telah membentuk suatu pola hidup sesuai kehendak-Nya. Itulah kunci untuk diberkati Tuhan!
Tak seorang pun sanggup membangun rumah yang tahan terhadap terjangan angin, badai, dan banjir, tanpa terlebih dahulu membangun pondasi yang kuat bagi rumah itu. Begitu p**a dalam bangunan rumah rohani kita, juga harus dibangun di atas dasar firman Tuhan sebagai pondasinya. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." (Matius 7:24-25). Doa adalah kunci berikutnya. Doa adalah kekuatan rohani yang sanggup mematahkan setiap siasat Iblis. Karena itu "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya..." (Efesus 6:18b).
Firman Tuhan dan doa adalah kunci penting mencapai keberhasilan hidup!

HASIL KETAATANBaca: Yesaya 48:12-22"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan sep...
31/05/2026

HASIL KETAATAN

Baca: Yesaya 48:12-22

"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti," (Yesaya 48:18)

Hidup dalam damai sejahtera Tuhan adalah hasil dari menaati perintah-perintah-Nya. Adalah janji-janji Tuhan bahwa ketaatan kita kepada-Nya akan menghasilkan damai sejahtera seperti sungai. Sungai ini akan terus mengalir dengan air yang melimpah.
Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yohanes 14:27), jadi kita mempunyai pilihan apakah kita membiarkan atau tidak hati kita gundah atau ketakutan. Rasul Paulus juga berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7).
Kita tidak perlu takut, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7). Jika kita mengijinkan damai sejahtera Tuhan memerintah dalam hati kita dengan tidak membiarkan kekuatiran masuk, dan dengan menyatakan permohonan kita kepada Bapa kita dengan ucapan syukur, roh ketakutan akan disingkirkan. Sering kali masalah dan kesulitan yang menyiksa hati dan mengacaukan pikiran kita sebagian besar adalah imajinasi pikiran kita saja.
Jika kita terus membiarkan pikiran kita terfokus pada masalah dan tidak menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan, maka masalah utama yang sebenarnya hanya gundukan kecil akan menjadi gunung yang tinggi dan akan menjadi sulit untuk disingkirkan. Oleh karenanya kita harus menyingkirkan semua imajinasi dan fokuskan pikiran hanya kepada firman Tuhan, jika tidak, ketakutan akan merampok damai sejahtera kita yang menjadi hak kita sebagai anak-anak Tuhan; dan sangat penting juga untuk hidup dalam damai dan keharmonisan dengan sesama anggota tubuh Kristus.
Jangan mengijinkan masalah dan kesulitan mempengaruhi damai sejahtera kita!

Santapan HarianFOMO 1 Korintus 7:17-40 FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, artinya takut ketinggalan. Orang ...
31/05/2026

Santapan Harian
FOMO
1 Korintus 7:17-40

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, artinya takut ketinggalan. Orang yang FOMO selalu khawatir ketinggalan tren terbaru, sehingga ia sering sekadar ikut-ikutan.

Rasul Paulus mengakui keberagaman latar belakang jemaat di Korintus. Contohnya, ada yang bersunat dan ada yang tidak bersunat (18-19). Di tengah keberagaman itu, ia tidak memaksakan mereka menjadi sama. Ia justru menasihatkan mereka untuk tetap dalam kondisi mereka saat mereka menjadi orang percaya (17, 20). Ini bukan berarti Rasul Paulus anti terhadap perubahan, tetapi ia tidak perlu memaksa mereka berubah, terlebih jika perubahan itu sekadar ikut-ikutan dengan jemaat yang lain.

Nasihat Rasul Paulus ini mengena sekali di tengah dunia yang kadang menuntut orang untuk menjadi seragam. Dalam kehidupan bergereja, ada yang menuntut agar ibadah di gereja A meniru gereja B supaya terlihat keren dan menarik lebih banyak orang. Bayangkan kalau semua gereja seragam cara ibadah dan bentuk pelayanannya! Bisa jadi jemaat dengan beragam tingkat spiritualitas tidak mendapat ruang yang tepat untuk bertumbuh. Bisa jadi berbagai bidang pelayanan tidak terlayani karena gereja terlalu fokus pada satu bidang saja.

Bayangkan kalau gereja hanya sibuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru tanpa melihat misi utamanya. Bisa jadi kedewasaan iman jemaat tidak tercapai secara merata. Bisa jadi sebagian jemaat yang tidak punya akses teknologi yang canggih menjadi terpinggirkan.

Baiklah gereja melayani dengan tulus, bukan mengejar tren atau sekadar ikut-ikutan. Kalaupun ada perubahan, baiklah itu dilakukan bagi kemajuan seluruh jemaat Tuhan.

Mari kita bertobat bersama dari kebiasaan membandingkan dan menyamakan diri dengan orang Kristen yang lain. Mari kita menghindarkan diri kita dan saudara seiman kita dari rasa FOMO. Mari kita lebih mensyukuri kondisi yang ada, sesuai dengan konteks gereja masing-masing, sehingga setiap perubahan benar-benar memajukan pengenalan kita akan Tuhan dan pelayanan kita sebagai gereja Tuhan di tengah dunia. [KRS]

Kids Service...🗓 13 Mei 2026🏠 Fely & Fidel
13/05/2026

Kids Service...
đź—“ 13 Mei 2026
🏠 Fely & Fidel

MENJADI JEMAAT YANG BERTUMBUHDasar Alkitab“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatka...
10/05/2026

MENJADI JEMAAT YANG BERTUMBUH
Dasar Alkitab
“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” — Kisah Para Rasul 2:47
“Bertumbuhlah di dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan.” — 2 Petrus 3:18
Ciri-Ciri Jemaat yang Bertumbuh
1. Jemaat yang Bertumbuh dalam Iman
Rajin berdoa
S**a membaca Firman Tuhan
Percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan
2. Jemaat yang Bertumbuh dalam Kasih
Saling mengasihi
Saling mengampuni
Peduli terhadap sesama
3. Jemaat yang Bertumbuh dalam Pelayanan
Mau melayani
Aktif dalam kegiatan gereja
Menggunakan talenta untuk Tuhan
4. Jemaat yang Bertumbuh dalam Persekutuan
Hidup rukun
Menjaga kesatuan
Mendukung satu sama lain
5. Jemaat yang Bertumbuh dalam Kesaksian
Menjadi terang dunia
Membawa damai
Menjadi saksi Kristus di masyarakat
Tanda Jemaat Dewasa Rohani
âś” Tidak mudah tersinggung
âś” Mau belajar dan ditegur
âś” Memiliki hati melayani
âś” Mengutamakan Tuhan
âś” Hidup semakin serupa Kristus
Faktor Pertumbuhan Jemaat
Firman Tuhan
Doa
Roh Kudus
Persekutuan
Pelayanan
Kasih dan kesatuan
Refleksi
Jemaat yang bertumbuh bukan hanya ramai dalam ibadah, tetapi mengalami perubahan hidup setiap hari bersama Kristus.
“Gereja yang sehat lahir dari jemaat yang bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan.”

Angka 1 dalam Alkitab memiliki makna kesatuan, keesaan, dan keutamaan Allah. Dalam simbolisme Alkitab, angka sering dipa...
11/03/2026

Angka 1 dalam Alkitab memiliki makna kesatuan, keesaan, dan keutamaan Allah. Dalam simbolisme Alkitab, angka sering dipakai untuk menyampaikan pesan rohani. Angka 1 menunjuk pada Allah yang satu, yang tidak ada tandingannya, dan yang menjadi sumber dari segala sesuatu.

Address

Jalan Manguni 15 Madidir Ure
Bitung
95515

Opening Hours

Friday 06:00 - 20:00
Sunday 09:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GP Sola Gratia Madidir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share