23/07/2023
TELAAH SEDERHANA ULANGAN 28:1-14
TEMA: “MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN MENDATANGKAN BERKAT SORGAWI”
Bahan MTPJ 23 – 29 Juli 2023
A. Struktur Teks
1. Ayat 1-2 Pendahuluan tentang berkat: Jika umat taat pada perintah Tuhan maka diberkati.
2. Ayat 3-14 Rincian berkat:
- Ayat 3 Diberkati di ladang dan di kota – di mana saja
- Ayat 4 Diberkati buah kandungan, hasil bumi dan ternak
- Ayat 5 Diberkati bakul dan adonan
- Ayat 6 Diberkati waktu masuk dan keluar
- Ayat 7 Diberkati dengan kemenangan atas musuh
- Ayat 8 Diberkati lumbung dan segala usaha
- Ayat 9-10 Diberkati menjadi umat yang kudus yang menampakkan kemuliaan Tuhan kepada segala bangsa
- Ayat 11 Kembali lagi tentang diberkati buah kandungan, hasil ternak, hasil bumi di tanah yang dijanjikan Tuhan: Kanaan.
- Ayat 12 Diberkati dengan kekayaan yang limpah karena Tuhan membukakan perbendaharaan-Nya, sehingga memberi pinjaman dan bukan meminjam
- Ayat 13a Diberkati untuk menjadi kepala dan bukan ekor, naik dan bukan turun
- Ayat 13b-14 Semua rincian berkat di atas akan dialami apabila umat Israel berlaku setia dan taat pada perintah Tuhan serta beribadah kepada-Nya saja.
B. Tafsiran
Teks Firman Ulangan 28:1-14 ini berisi janji berkat Tuhan kepada umat Israel. Ada 3 jenis berkat yang dijanjikan Tuhan untuk dialami umat Israel, yaitu pertama, Berkat materi: hasil bumi, ternak dan kekayaan yang limpah; kedua, berkat keturunan: buah kandungan yang diberkati, baik manusia maupun ternak; ketiga, berkat kemenangan dalam perjuangan: menang atas musuh, naik bukan turun, menjadi kepala bukan ekor; keempat, berkat pengudusan: menjadi bangsa yang kudus.
Semua berkat itu akan dialami oleh umat Israel di Tanah Kanaan yang berlimpah berkat yang akan dimasuki dan diduduki oleh mereka sebagaimana janji Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub, jika mereka hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan, beribadah kepada Tuhan saja dan taat pada perintah-perintah-Nya. Jika tidak, yang akan mereka alami justru adalah kutuk sebagaimana yang digambarkan pada 28:15-45.
Berkat dan kutuk yang dikumandangkan Allah kepada umat Israel melalui Musa adalah merupakan isi dari Perjanjian Allah kepada umat-Nya Israel.
Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Allah (Covenant of God)? Alkitab kita adalah Alkitab Perjanjian – Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Apa dan bagaimana Perjanjian Allah itu? mari kita melihat beberapa prinsip tentang Perjanjian Allah.
Pertama, pengertian tentang Perjanjian Allah. Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Allah itu? Perjanjian Allah adalah Kesepakatan antara Allah dan manusia di dalam satu ikatan yang bersifat hidup atau mati – jadi siapa yang melanggar Perjanjian itu mati, yang setia hidup.
Kedua, sifat Perjanjian Allah:
1. unequal party – perjanjian yang tidak seimbang – manusia sebenarnya tidak layak jadi rekan Perjanjian Allah, karena Allah sempurna dan pasti tidak akan mengingkari, tapi manusia terbatas dan mungkin, bahkan sudah mengingkari.
2. Perjanjian ini adalah inisiatif Allah bukan inisiatif manusia.
3. Setiap Perjanjian ada isi perjanjian, yaitu hak dan kewajiban. Hak dari manusia adalah berkat Allah, kewajiban manusia: Taat pada Allah. jika tidak taat, kutuk dialami. Dalam Perjanjian Allah, Tuhan A;lah sendiri yang menentukan hak dan kewajiban.
4. Perjanjian Allah diteguhkan dengan janji yang disertai dengan tanda perjanjian. Perjanjian Eden tandanya Pohon pengetahuan yang baik dan jahat, Perjanjian Nuh tandannya busur pelangti di langit, perjanjian Abraham tandanya sunat, perjanjian Musa tandanya 10 Hukum Taurat, Perjanjian Baru (Yesus) tandanya darah Yesus di salib.
5. Perjanjian ini bersifat kekal dan tidak bisa dibatalkan baik oleh Allah maupun manusia.
6. Perjanjian ini berlaku untuk semua bangsa, bukan bangsa Yahudi saja – memang awalnya bangsa Yahudi saja, kemudian melalui Yahudi dibukakan pintu untuk bangsa-bangsa lain masuk dalam perjanjian Allah itu untuk menjadi umat Perjanjian.
7. Perjanjian ini menuntut suatu respon ketaatan dari umat Tuhan kepada Allah – jika tidak taat maka Allah menghajar, mendidik, menghukum supaya sadar dan bertobat.
Ketiga? Mengapa Allah mau membuat Perjanjian dengan kita? Jawabannya antara lain ada di Keluaran 6:5-6, ”Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.”
Tuhan ingin membuat Perjanjian dengan bangsa Israel, karena Tuhan ingin mengangkat bangsa Israel “menjadi umat-Ku” dan Tuhan ingin Dia menjadi Allah mereka selama-lama-Nya.
Tuhan ingin mengikat Perjanjian dengan kita karena Tuhan ingin menjadikan kita umat-Nya dan Dia menjadi satu-satunya Allah kita di dalam hidup kita.
Ada banyak ayat lain yang berbicara tentang tujuan Allah membuat Perjanjian dengan kita, antara lain Yeremia 11:4; Yeh.36:28 (masih banyak ayat seperti ini). Di sini kita melihat Tuhan berulang-ulang mengatakan hal itu.
Keempat, mengapa penting untuk kita belajar tentang Perjanjian Allah?
1. Karena ini merupakan perspektif bagi kita untuk melihat Alkitab secara utuh dan benar – tidak comot-comot ayat saja – bisa baca dan pahami PL dan PB dengan baik dan benar kalau kita mengerti prinsip ttg Perjanjian Allah. Perjanjian Allah berkaitan dengan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
2. Seluruh isi Alkitab adalah Perjanjian Allah dengan manusia.
Kelima, bagaimana Allah mengikat Perjanjian dengan kita? Ada berapa tahapan:
1. Perjanjian Eden/Perjanjian Penciptaan/Perjanjian Adam – Tuhan mengikat Perjanjian pertama kali dengan manusia adalah dengan Adam. Tuhan mengikat Perjanjian dengan manusia bukan setelah manusia jatuh dalam dosa tetapi sebelum manusia jatuh dalam dosa Allah sudah mengikat perjanjian dengan Adam. Lalu, setelah Adam jatuh dalam dosa, Perjanjian itu batal? Tidak. Allah membuat Perjanjian yang baru yang disebut Perjanjian Anugerah.
2. Perjanjian anugerah yang Allah buat sesudah manusia jatuh ke dalam dosa ialah Perjanjian dengan Adam (sesudah kejatuhan), lalu Perjanjian dengan Nuh, Perjanjian dengan Abraham, Perja njian dengan bangsa Israel melalui Musa, dan terakhir Perjanjian Baru, yaitu Perjan jian melalui Yesus.
Kesamaan Perjanjian Adam dan Perjanjian Anugerah:
1. Sama-sama inisiatif Allah. Setelah Adam jatuh dalam dosa Adam ternyata Tidak menyesal dan bertobat minta ampun kepada Allah, Ia bersembunyi dan Tuhan yang cari dan buat Perjanjian yang baru dengan Adam. Luar biasa. Mestinya begitu Adam melanggar Perjanjian Allah musnahkan saja dia, tapi Allah buat Perjanjian baru, karena itu disebut perjanjian anugerah.
2. Sama-sama ada janji, taat, berkat; tidak taat, hukuman/kutuk.
Perbedaan Perjanjian Adam dan Perjan jian Anugerah:
1. Dalam Perjanjian Adam Allah memperkenalkan diri sbg Pencipta dan Tuan (Lord) – dalam Perjanjian Anugerah Tuhan memperkenalkan diri sebagai Penebus dan Bapa.
2. Dalam Perjanjian Adam manusia muncul sebagai ciptaan – dalam Perjanjian Anugerah manusia di mata Tuhan sebagai orang berdosa.
3. Dalam Perjanjian Adam Tuhan menuntut ketaatan dari Adam – dalam Perjanjian Anugerah ketaatan itu tidaklah terletak pada manusia tetapi kepada Kristus. Karena itu disebut anugerah.
4. Dalam Perjanjian Adam, syaratnya Adam harus taat pada hukum Allah (Hukum Taurat kalau di jaman Musa) – dalam Perjanjian Anugerah kita dituntut untuk beriman kepada Kristus. Ini anugerah.
5. Perjanjian Adam diberikan sebelum manusia berdosa – Perjanjian Anugerah diberikan sesudah manusia berdosa.
Selanjutnya, saat ini kita tidak akan membahas secara lengkap tentang Perjanjian Anugerah, tetapi kita akan berfokus saja khusus pada Perjanjian Anugerah Allah melalui Musa – selanjutnya akan disebut Perjanjian Musa, oleh karena teks Firman yang kita baca tadi dari ulangan 28:1-14 ada pada ranah Perjanjian Musa ini.
Perjanjian Allah dengan Musa melibatkan satu bangsa, yaitu bangsa Israel sebagai keturunan jasmani Abraham yang sedang diperbudak di Mesir.
Keluaran 2:24 “Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.”
Keluaran3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. " Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
Ketika pelajari Perjanjian Allah dengan Musa, ada satu hal yang unik, yaitu Tuhan selalu memperkenalkan diri sebagai Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub. Ini diulang-ulang terus dalam Kitab-kitab Taurat.
Mengapa Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub? – ini adalah penegasan akan tindakan Allah yang dalam kedaulatan-Nya bebas memilih siapa saja (predestinasi). Tuhan berdaulat dalam kebebasan-Nya untuk memilih kepada siapa Ia mau mengikatkan perjanjian-nya.
Perjanjian Allah dengan Musa adalah juga Perjanjian Allah dengan seluruh bangsa Israel. Jadi, Allah berbicara kepada Israel melalui Musa. Musa mewakili bangsa Israel.
Inti Perjanjian Allah dengan Musa dapat dilihat di Keluaran 6:7-8, “ Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu , supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN. “
Di sini nyata bahwa Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya kepada Abraham, padahal jarak Abraham dengan Musa ada seribuan tahun.
Dalam bagian ini Tuhan katakan dlm Kel.19:5-6, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. 19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus . Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Kalau tidak dengarkan Firman, melanggar perintah Allah, berontak kepada Tuhan, makaTuhan akan menghukum mereka. Inilah Perjanjian Allah dengan Musa. Namun, ada kesempatan untuk pemulihan jika mereka mau bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Tanda Perjanjian Musa ialah Hukum Taurat. Sebelumnya Hukum Taurat tidak muncul, dan nanti muncul dalam perjanjian Allah dengan Musa. Inti Hukum Taurat ialah 10 hukum Allah yang menjadi pedoman yang harus ditaati oleh bangsa Israel sebagai umat Allah (Keluaran 20). Kalau mereka taat pada Hukum Taurat maka mereka diberkati, kalau mereka tidak taat maka mereka dihukum (kutuk).
Dalam perjalanan sejarah bagaimana kenyataannya? Apakah umat Israel telah berlaku taat pada Hukum Tuhan? Jawabannya ialah tidak. Rupanya dosa yang telah menguasai eksistensi kehidupan manusia termasuk umat Israel membuat manusia lebih tertarik pada hal-hal yang bertentangan dengan Hukum Tuhan. Bila demikian tertutup kemungkinan bagi umat Israel untuk mengalami berkat Tuhan, termasuk rincian berkat dalam Ulangan 28:1-14 tadi. Karena itulah oleh anugerah Tuhan, dinubuatkan-Nya suatu Perjanjian yang baru.
Yeremia 31:31-32, “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.”
Jadi, Tuhan sudah menubuatkan bahwa akan ada Perjanjian Baru utk Israel, Perjanjian yang beda dengan perjanjian sebelum-sebelumnya. Dalam Perjanjian Baru ini Tuhan sendiri mengutus Anak-Nya ke dalam dunia, yaitu Yesus Kristus, untuk berkorban dan mati di kayu salib dalam rangka menanggung murka dan kutuk Allah atas umat-Nya yang telah mengingkari Perjanjian, dan di dalam Kristus yang mati dan bangkit itu tersedia keselamatan dan persekutuan kembali dengan Allah agar melalui persekutuan itu umat dapat mengalami pemeliharaan dan berkat Allah dari dunia sampai pada surga yang kekal. Melalui Kristus juga Roh Kudus diberikan kepada umat Allah agar manusia beroleh iman dan bertumbuh dalam ketaatan pada Firman Allah.
Dalam Perjanjian Baru, manusia dituntut untuk beriman kepada Yesus. Iman menjadi kunci dari keselamatan dan berkat.
Maka di dalam PB Kristus menjadi fokus, puncak perjanjian, sekaligus penggenap semua Perjanjian, mulai Perjanjian Adam sampai Perjanjian Daud semua berpuncak pada Yesus dan tidak ada lagi Perjanjian Allah dengan manusia.
Tuhan Yesus ketika menjelang ditangkap dan disalibkan, Dia lakukan Perjamuan akhir dengan murid2-Nya, di dalamnya Dia katakan, “inilah darah-Ku, darah Perjanjian…untuk pengampunan dosa”. Melalui Kristus, Perjanjian keselamatan dibuka untuk semua bangsa di muka bumi, bukan hanya untuk bangsa Yahudi saja.
Dalam kerangka Perjanjian Allah inilah kita harus memahami konsep berkat dalam Ulangan 28:1-14.
C. Benang Merah Teks (berkaitan dengan tema)
Tema perenungan berdasarkan Ulangan 28:1-14 ialah, “Mendengar dan Melakukan Firman mendatangkan berkat Sorgawi”.
Tetapi bagaimana kita bisa mendengar dan melakukan Firman? Umat Israel saja yang sudah mendengarkan Firman Tuhan setiap saat tidak melakukan Firman itu sehingga mereka harus berkali-kali dihukum, baik melalui hukuman kosmik dalam bentuk penyakit, tanah yang menjadi tandus, hukuman politis dalam bentuk diserang dan dijajah bangsa-bangsa lain, sampai pada hukuman pembuangan, Bait Allah dihancurkan pertama kali oleh Nebukadnesar pada tahun 587 SM dan oleh Jenderal Titus pada tahun 70 M. Semua penghukuman itu mendatangkan penderitaan dan kehinaan bagi umat Israel. Mengapa? Karena ketidakmampuan dan ketidakberdayaan mereka dalam melakukan Firman Tuhan.
Namun oleh anugerah Tuhan, di masa Perjanjian Baru Tuhan Yesus menganugerahkan kepada Manusia iman agar manusia dapat hidup dalam persekutuan dengan Allah dan membangun ketaatan pada Firman Allah.
Bagaimana cara kerja dari iman sehingga dapat membuat kita dipersekutukan dengan Allah dan membangun ketaatan pada Firman-Nya?
Iman yang Tuhan berikan kepada orang percaya adalah iman yang membutuhkan Firman Allah. Firman Allah adalah makanan dari iman. Firman Allah mengajar kita, membimbing kita, mengingatkan kita, menegur kita supaya kita terus hidup kudus di hadapan Allah.
Tapi bagaimana Firman Allah itu bisa bekerja di dalam hidup orang pilihan Allah. Yaitu, Roh Kudus yang bekerja memakai Firman tersebut.
Jadi, Firman menopang iman dan jika iman berpaling dari Firman maka iman itu akan roboh – eror. Tanpa Firman maka tidak ada iman yang benar.
Jadi Firman Allah itu begitu penting bagi orang percaya karena Roh Kudus memakai Firman Allah untuk membuat kita memiliki kesalehan yang sejati. Bahkan tanpa adanya pencerahan dari Roh Kudus Firman itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Ingat: Tanpa Firman Allah iman tidak bisa bertumbuh, tanpa Roh Kudus Firman tidak bisa berarti apa-apa. Ini penting sekali menjadi fondasi bagi kita.
Bagaimana ketaatan isa bertumkbuh dan terwujud di dalam diri orang percaya?
Ketika Allah menganugerahkan iman kepada manusia, di dalam iman itu sendiri ada dua anugerah, yang oleh Calvin disebut Duplex Gratia of Faith. Duplex itu artinya ganda. Jadi anugerah berganda dari iman. Yaitu, ketika seseorang bertobat dan menjadi beriman kepada Yesus, ia dipersatukan dengan Kristus, dan di dalam iman itu terkandung dua hal yang akan menguduskan hidup orang percaya.
Anugerah pertama itu yang kita kenal dengan istilah justification atau pembenaran. Artinya ketika seorang percaya kepada Yesus, maka imannya itu yang membuat karya penebusan dosa Yesus di kayu salib berlaku padanya. Ketika karya penebusan dosa Yesus di salib berlaku padanya, maka dosanya ditebus, dan di mata Allah ia benar sehingga layak memperoleh keselamatan.
Anugerah yang kedua ialah saintification atau pengudusan. Di dalam perjalanan hidup kita, kita masih melakukan hal-hal yang berdosa, maka diperlukan anugerah yang kedua ini, yaitu pengudusan di sepanjang hidup kita, sehingga makin hari kita akan makin bertumbuh dalam ketaatan kepada Tuhan dan Firman-Nya.
Anugerah yang pertama terjadi satu kali seumur hidup. Anugerah yang kedua terjadi di sepanjang kehidupan kita.
Jadi, ketaatan akan hadir dan bertumbuh di dalam diri kita melalui iman, dan iman itu timbul serta bertumbuh melalui Firman Kristus (Roma 10:17), dan Roh Kudus memakai Firman Kristus yang kita dengarkan itu untuk makin hari makin mengenal Allah dan kebenaran-Nya dan makin hidup dalam ketaatan pada kehendak-Nya. Maka tatkala kita bertumbuh dalam ketaatan, kitapun akan mengalami kehidupan dalam pemeliharaan Allah dan janji-janji berkat-Nya akan kita alami dalam kehidupan kita. Amin.
Di Pastori 3 GMIM Bukit Moria Tikala Baru, Rabu 19 Juli 2023, pkl.09.39 WITA
Pdt.Chrystshinov Musa Mawitjere,M.Th.