23/02/2020
F.A Minggu, 23 Februari 2020:
Yesaya 46:4 (TB) Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Ayat ini adalah sebuah ayat yang familiar bagi kita. Sampai-sampai ayat ini pun disalin untuk menjadi sebuah lagu.
Allah ingin memberitahukan kepada israel bahwa sesungguhnya Allah tidak pernah berubah bagi orang - orang Israel.
Negara kita mencoba menerapkan standar menjadi tua. 60 thn telah menjadi lansia. Di Alkitab dikategorikan 70-80 tahun jadi tua. Tapi itu sudah menunjukkan kurun waktu yang sangat panjang. Dan Tuhan tetap setia. Dan bahkan tidak ada batasannya. Itulah kesetiaan Tuhan kita.
Tidak sia - sia kita ada hari - hari ini. Karena kesetiaan Tuhan tidak ada batasannya.
Kalau hari ini Tuhan sudah menolong kita, jangan kuatir, karena besokpun Tuhan akan menanggung kita. Tuhan kita dahsyat.
Alkitab berkata " Aku tetap Dia " yang artinya Allah itu tetap sama.
Dan kepada siapa Allah berikan kesetiaan itu?
Yesaya 46:3 (TB) "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
Ternyata kebenaran ini ditujukan kepada kaum keturunan Yakub / Israel.
Alkitab berkata, ketika kita menjadi percaya kepada Yesus, maka darah Yesus Kristus itu telah mencangkokkan kita menjadi kaum keturunan Israel.
Lantas, bagaimana caranya supaya Israel bisa merealisasikan jaminanNya itu?
Yesaya 46:8 (TB) Ingatlah hal itu dan jadilah malu, pertimbangkanlah dalam hati, hai orang-orang pemberontak!
1. Jangan jadi pemberontak.
Ternyata israel pernah dikategorikan pemberontak.
KBBI memberi penjelasan tentang kalimat tersebut adalah melawan / menentang kekuasaan yang sah.
Apakah sebenarnya yang orang Israel lakukan sehingga dikatakan pemberontak?
Yesaya 46:5-7 (TB) Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya!
Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.
Israel pernah menyembah dgn penyembahan - penyembahan berhala dan Tuhan kategorikan mereka itu sebagai pemberontak.
Jangan gantikan posisi Tuhan itu. Dia harus jadi yang utama dan terutama.
Makanya dalam 10 hukum Allah, pada hukum yang pertama: "jangan ada padamu allah lain dihadapanKu."
Mungkin sekarang ini kita tidak menyembah batu lagi. Tapi ada allah" milenial dihari" ini.
Contohnya: internet. Walaupun dihari" ini internet memang juga sangat dibutuhkan untuk hal - hal yang kelihatan berbau rohani.
Penyembahan berhala adalah Ketika kita mulai menggeser fokus kita beribadah dgn hal - hal lain.
2. Jangan jadi congkak / sombong.
Yesaya 46:12 (TB) Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran:
KBBI : merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia, sangat pandai, sangat kuat, sangat hebat dll.
Ada istilah/pepatah indonesia berkata: Tong kosong berbunyi nyaring. Seperti itulah orang congkak. Semakin banyak bicara semakin kelihatan bodoh.
3. Jangan jauh dari kebenaran.
Yohanes 17:17 (TB) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Kalau kemarin kita pernah ditolong Tuhan, maka besokpun kita tetap akan ditolong oleh Tuhan.
Amin..
Pembicara:
Gembala Jemaat GPdI Victory Girian
Pdt. Lodewyk Hz. Waworuntu, STh
Happy Sunday. God bless us