14/08/2022
(14/08/22) H. R. Santa Perawan Maria diangkat ke Surga.
Ajaran dogmatis Gereja tentang S.P. Maria diangkat ke surga telah diumumkan oleh Paus Pius XII, yang pada tahun 1950 sebagai ajaran dogmatis iman kita ini. Ajaran yang secara resmi diumumkan oleh Paus tersebut bukanlah suatu ajaran baru, sebab sudah berabad-abad diperingati dan diteruskan dalam tradisi Gereja. Paus Pius XII berkata : "Adalah suatu kebenaran iman yang diwahyukan oleh Allah, bahwa Maria sebagai Bunda Allah, yang selalu perawan, sesudah menempuh hidupnya di dunia telah diangkat ke kemuliaan surgawi". Dan Konsili Vatikan II dalam dokumennya tentang Gereja meneguhkan lagi ajaran dogmatis tentang Maria tersebut : "Perawan tak bernoda [yaitu Maria], yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaam di sorga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan diatas segala tuan (lih. Why 19:16), yang telah mengalahkan dosa dan maut" (LG 59).
Maria adalah Bunda Tuhan Yesus Kristus, ia adalah juga Bunda kita. Bukan hanya dahulu Maria selalu menyertai hidup Yesus, sekarang pun Maria selalu menyertai hidup kita juga, yang berusaha menghayati hidup kita menurut ajaran dan teladan Yesus puteranya. Maria adalah tanda harapan yang murni bagi segenap umat yang percaya dan melakukan apa yang dilakukan puteranya itu.
A Cruce Salus!
Tu autem Domine miserere nobis; Deo Gratias!