09/04/2024
[SELAMAT MUDIK LEBARAN 1445H]
UKM GSI FMIPA KBM UNIB 2024
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mudik menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu saat libur Lebaran tiba. Ada yang beranggapan, mudik sangat diwajibkan karena saatnya bersilaturahmi dengan keluarga, atau salah satu bentuk bakti terhadap orang tua dan saudara. Kemudian, sebagian menganggapnya sebagai tradisi dan tidak ada keharusan dalam Islam.
Keinginan untuk mudik juga pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. Kala itu Rasulullah Saw pernah merasakan rindu pada Makkah, yang merupakan kota kelahirannya. Hal itu terungkap dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam at-Tirmizi, dilukiskan dengan indah jalinan cinta yang kuat antara Rasulullah dengan kota kelahirannya tersebut, beliau bersabda:
"Betapa indahnya engkau wahai negeriku (Makkah). Betapa saya sangat cinta padamu. Sekiranya kaumku tidak mengusirku darimu, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat lain selainmu," (HR. Imam at-Tirmizi).
Ucapan ini dilontarkan saat Rasulullah meninggalkan kota kelahirannya, Makkah dengan berlinangan air mata. Saat itu Rasulullah terpaksa hijrah ke Madinah karena tekanan dan penganiayaan kaum Quraisy.
"Hadis ini menggambarkan, betapa dalam cinta Rasulullah kepada tanah kelahirannya," katanya.
Zainut mengatakan, semua kembali pada niatnya. Apabila diniatkan untuk membangun silaturahmi dengan orang tua, saudara, kerabat dan teman-teman, tidak melakukan kezaliman, meninggalkan salat dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama maka akan membawa manfaat serta pahala.
"Namun jika niat mudiknya karena ingin pamer kekayaan, kesuksesan dan keberhasilan, melakukan perbuatan dosa, seperti mabuk-mabukan, menipu, menzalimi orang, meninggalkan kewajiban salat dan lainya, maka mudiknya tidak mendatangkan pahala apa-apa bahkan berdosa.”
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
'24Berlayar
'24
________________________
📱Ig :