POUK Ichtus

POUK Ichtus ⛪visi & misi:

Menjadi jemaat yang oikoumenis dan misioner

01/07/2019

Pengikut Kristus tidak sama dengan menjadi anggota gereja.

🔘Pengikut Kristus ≠ anggota gereja, dengan menjadi anggota gereja belum otomatis menjadi pengikut Kristus.
🔘Dengan menyanyikan lagu-lagu rohani belum tentu menandakan sudah menjadi pengikut Kristus
🔘Duduk manis tiap minggu di gereja mendengarkan kotbah Hamba Tuhan tidak otomatis membuat status kita menjadi pengikut Kristus.
🔘Rajin membayar perpuluhan juga belum tentu membuat kita menjadi pengikut Kristus.
🔘Menjadi pelayan (melayani pekerjaan Tuhan dengan melayani di gereja ataupun menjadi full timer) tidak otomatis menandakan bahwa kita sudah menjadi pengikut Kristus.

Jika ingin menjadi pengikut Kristus tetapi masih menoleh ke belakang, maka kita tidak layak menjadi pengikut Kristus.

Menoleh ke belakang = banyak alasan (Lukas 9;57-62).

Untuk menjadi pengikut Kristus, kita harus mengubah hidup kita mengikuti STANDAR KRISTUS, langkah awalnya adalah “merenungkan Firman” dan “melakukan tanpa kompromi”. Kebanyakan dari kita gagal dan tidak layak menjadi pengikut Kristus salah satu penyebabnya adalah karena kita s**a banyak alasan, banyak berdalih (Lukas 14;15-24)

01/07/2019

Wahai Pelayan Tuhan...
Di gereja, jemaat-Ku menganggapmu sebagai pelayan yang setia, yang selalu memberikan banyak waktu dan tenaga bagi pekerjaan-Ku. Aku juga tahu betapa banyak jam tidurmu yang engkau korbankan untuk melayani-Ku. Engkau mengajarkan firman kepada jemaat-Ku, menguatkan yang lemah dan menghibur yang susah. Terkadang engkau berkhotbah dan jemaat-Ku diberkati melalui khotbahmu.

“Waktu terus berjalan, banyak kejadian di dalam pelayanan yang membuatmu mulai tidak bergairah.
Engkau menganggap bahwa apa yang engkau lakukan selama ini sia-sia.
Engkau protes karena merasa diperlakukan tidak adil dan jerih lelahmu tidak diperhitungkan.
Engkau merasa tidak dihargai, dan tidak mendapatkan perlakuan seperti yang engkau harapkan.
Engkau kecewa dan marah karena usulmu tidak diterima. Hatimu penuh kekesalan dan semua itu terpancar dari wajahmu. Kini, Aku bertanya kepadamu, “Benarkah engkau melayani-Ku atau melayani dirimu sendiri?”
Cobalah engkau renungkan, dengan sikapmu yang demikian, bukankah engkau lebih mementingkan perasaanmu sendiri daripada pekerjaan-Ku?
Engkau menuntut untuk dipahami, engkau mengharapkan agar segala sesuatunya berjalan seperti yang kau inginkan. Karena semua itu tidak engkau dapatkan, maka engkau marah dan meninggalkan pekerjaan-Ku.
Engkau pergi ke sana kemari dan mulai menebarkan pengaruh negatif kepada anak-anakKu yang lain.
Aku sendiri melihatmu, anakKu. Ternyata engkau bukan melayaniKu, tetapi melayani dirimu sendiri….…”

Sebagai pelayan Tuhan, kita perlu mengajukan pertanyaan yang sama terhadap diri sendiri, “Benarkah kita melayani Tuhan atau melayani diri sendiri?”
Hamba yang sesungguhnya tidak mengejar kenyamanan diri, meminta perhatian, maupun penghargaan. Semua yang ia lakukan hanya mempunyai satu tujuan, yaitu agar orang mengenal Yesus Kristus dan memuliakan Dia.
Seorang hamba tidak kecewa, apa lagi tersinggung ketika tidak dihargai. Ia akan selalu bersikap dewasa dalam segala hal, takut terhadap dosa dan selalu mengejar hidup damai.
Sesungguhnya, hamba yang demikianlah yang berkenan kepada Tuhan.

John Wesley seorang teolog Inggris dan pendiri Gereja Metodis mengemukakan sebuah pernyataan, “Berikan kepada saya seratus pengkhotbah yang tidak gentar terhadap apa pun kecuali terhadap dosa, dan yang tidak merindukan apa pun kecuali merindukan Allah, dan saya tidak peduli apakah mereka itu pendeta atau orang awam, karena orang-orang semacam itu sajalah yang akan menggoncangkan pintu Neraka dan mendirikan Kerajaan Allah di dunia ini.”

01/07/2019

Allah tahu bahwa banyak dari para pendengar-Nya sebenarnya berpikir bahwa kehidupan kekal terdapat dalam tulisan suci. Namun mereka keliru. Tulisan suci sendiri tidak dapat memberikan kehidupan kekal. Tentu saja ada kuasa dalam tulisan suci, namun kuasa itu datang dari Yesus Sendiri. Dia adalah Firman: Logos.
Kuasa kehidupan kekal adalah di dalam-Nya, yang “pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1; lihat juga 2 Nefi 31:20; 32:3).
Kemudian, karena sikap keras kepala dari orang-orang yang meragukan-Nya, Yesus melanjutkan untuk menghardik mereka: “Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Tuhan dapat memenuhi kita dengan pengetahuan ilahi-Nya, namun Dia tidak melakukannya. Dia menghormati hak pilihan kita. Dia memperkenankan bagi kita s**acita penemuan. Dia mendorong kita untuk bertobat dari kesalahan kita. Dia mengizinkan kita untuk mengalami kebebasan yang datang dari kepatuhan s**arela pada hukum ilahi-Nya. Ya, cara Dia menggunakan pengetahuan-Nya menyediakan teladan besar bagi kita.

01/07/2019

Perintah Tuhan adalah bagi setiap pengikutNYA untuk menyebarkan Kabar Baik Injil.
Tuhan telah menyelamatkan kami, Allah membawa kebebasan dan kelepasan. Sebagai ucapan syukur, kami akan pergi untuk mengabarkan kepada banyak orang yang belum mengenal YESUS supaya mereka juga menerima berkat yang telah kami terima.
Saya s**a membawa orang datang pada KRISTUS.
Saya rindu melihat mereka juga mengalami kasih karunia. Menjadi Kristen saja tidak cukup, saya harus menyatakan kesaksian yang hidup agar orang banyak tertarik pada KRISTUS.

😇~~Kesaksian seorang pengikut Kristus~~😇

19/01/2019

Do you know, no one in the history of Islam, no one ever saw or heard directly from Allah. Not even Muhammad. Here is the proof from Quran

Do you know, The name Allah, is a pagan origin. Allah, was the moon god of pagans, at that time.

Do you know, quran is not a complete book though Muslims claims it. Because Quran cannot be understood and interpreted without hadiths, sunna’s and other commentators to see its contexts.

Do you know, the name, or word Allah, and Muslim, was not mentioned in the entire bible? not even in Hebrew bible, or in Greek bible?

do you know, according to Allah. Islam, is only for Arabs, and for the people who lived nearby. that’s why, it was revealed in Arabic language, and cannot be fully understood, in other languages?

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman se...
13/01/2019

Iman tidak pernah mempertimbangkan faktor gagal, karena adanya kepastian / keyakinan penuh (100%). Orang yang beriman seringkali terdengar / terlihat keras kepala atau bodoh karena mereka sangat bergantung kepada kekuatan Tuhan.

“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah” – (1 Kor 2:5).

Iman (faith):
>Yakin pasti, tidak mungkin gagal.
>100% percaya penuh bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Kepercayaan (trust):
>Tetap yakin walau ada resiko gagal.Walau apa yang diharapkan tidak terjadi, tetap setia dan bergantung kepada Tuhan.

Iman dan kepercayaan trust adalah 2 hal yang berbeda, walau bedanya sangat tipis. Keduanya perlu kita miliki dalam pertumbuhan rohani kita agar kita menjadi dewasa dan serupa dengan Tuhan Yesus.

13/01/2019

Saat melakukan suatu kesalahan, kita sering merasa bertanggung jawab terhadapnya. Banyak orang yang jatuh dalam dosa, tetapi belum menyadari kalau perbuatannya tersebut benar atau salah. Saat kita melakukan sebuah kesalahan dan punya perasaan yang tidak damai sejahtera setelahnya, bisa jadi itu adalah sebuah upaya dari Roh Kudus untuk membuat kita kembali pada Tuhan.

Kenali darimana perasaan bersalah tersebut

Perlu kita ingat kalau tidak semua perasaan bersalah itu timbul dari tindakan yang berdosa. Perasaan ini juga bisa muncul karena beberapa alasan. Seperti kecewa akan seseorang, rasa malu akan peristiwa tertentu, atau kritik dari orang lain yang membuat kita merasa ciut.

Penolakan dari seseorang juga sering membuat kita merasa bersalah pada satu titik. Seringkali, iblis menggunakan rasa bersalah ini untuk menjauhkan kita dari Tuhan. Mengalihkan pikiran pada sesuatu hal yang seharusnya sudah bisa kita nyatakan selesai.

Baik itu benar atau tidaknya, rasa bersalah menghabiskan energi dan pikiran kita, sehingga muncul perasaan tidak aman atau insecure. Kalau dibiarkan begitu saja, maka jangan heran kalau ada perasaan ragu terhadap kebaikan atau kasih Tuhan dalam kehidupan kita.

Kehilangan pengharapan dan depresi sangat mungkin terjadi, terlebih setelah kita mengetahui bahwa hidup ini tidaklah mudah. Ada saja masalah yang terjadi setiap waktunya. Agar bisa mengatasinya, banyak orang yang justru memilih untuk bertindak kompulsif atau tindakan lain yang dilakukan secara berulang untuk mengurangi kecemasan.

Contohnya tindakan yang sering dilakukan adalah dengan makan, berselancar di internet, berbelanja, atau olahraga. Mereka menganggap kalau menyibukkan diri sendiri dapat membuat dirinya lupa atas kesalahan yang telah dilakukan olehnya.

Rasa bersalah itu harus segera diselesaikan, bukan dibiarkan

Sebagai anak Tuhan, kita seharusnya tidak perlu lagi merasa terintimidasi dengan rasa bersalah. Atasilah rasa bersalah ini dengan cepat. Akui apa yang kita rasakan ini kepada TUhan, jangan lupa untuk mengenali alasan di baliknya.

Kalau ternyata perasaan bersalah ini terjadi karena kita telah melanggar perkataanNya, maka segera minta pengampunanNya, ambil langkah untuk bisa mengubah perilaku kita tersebut, agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

Sementara kalau kita mendapati bahwa rasa bersalah ini adalah cara iblis untuk mengintimidasi kita, maka minta Tuhan untuk menghubungkan pikiranNya dengan pikiran kita. Dalam kondisi seperni ini, masuklah selalu dalam hadirat Tuhan dan tinggal di dalamnya.

Dalam keadaan yang bersalah, ingatlah ayat dalam Mazmur 32:5, "Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku."

Tuhan adalah pribadi yang penuh kasih dan pemaaf.
Apa pun kesalahan kita, jangan pernah sekali pun ragu untuk berbalik kepadaNya.
Sebab, tangannya akan selalu terbuka bagi kita untuk datang kepadaNya

13/01/2019

Bacaan Roma 8:16:
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Jika Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, apa hasilnya? Jiwa yang percaya akan berserah sepenuhnya kepada kehendak Allah. Yang Mahakuasa dari surga menghendaki suatu hubungan yang suci dan dekat dengan orang yang mencari Allah dengan sepenuh hati, maka anak Allah tersebut, melalui perwujudan kasih karunia-Nya yang begitu besar, mau bergantung laksana anak kecil. Engkau harus mengabdikan jiwa dan tubuhmu kepada Allah dengan keyakinan yang sempurna pada kuasa dan keinginan-Nya untuk memberkatimu, sebagaimana keadaanmu sekarang yang tanpa pengharapan dan tak bernilai. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh 1:12).

Janganlah gelisah, tetapi bertekunlah dalam iman,
dengan satu tujuan, yaitu,
menarik jiwa-jiwa kepada Yesus Kristus, Juruselamat yang telah disalibkan itu.
Bukan khotbah yang logis dan meyakinkan pikiran, yang akan membuat tugas ini berhasil.
Hati harus diyakinkan dan dilembutkan.
Keinginan harus ditundukkan kepada kehendak Allah dan segala cita-cita harus diarahkan ke surga.
Engkau harus hidup dari sabda Allah yang hidup itu.
Sabda itu harus diterapkan dalam kehidupan nyata.
Sabda itu harus menguasai dan mengendalikan manusia itu seutuhnya…

Bila kita tetap bergantung pada Yesus, maka diri kitalah yang menjadi persembahan kita kepada Allah. Kita akan bergantung pada kebenaran dan pengantaraan Kristus Yesus, sebagai pengharapan kita satu-satunya. Tidak ada kebingungan dan ketidakpercayaan, oleh sebab iman kita memandang Yesus yang diurapi Allah demi maksud ini, yaitu mendamaikan dosa-dosa dunia. Kesempatan itu telah diberikan kepada kita untuk menghampiri tahta kasih karunia itu dengan berani, agar kita beroleh kemurahan, dan menemukan kasih karunia yang akan menolong kita pada saat dibutuhkan

11/01/2019

Kita harus menjaga dengan penuh kewaspadaan karena dari situ muncul iri hati yang dapat menajiskan kita (Mrk. 7:21-23). Tuhan melarang kita iri hati, baik terhadap saudara seiman (2 Kor. 12:20), maupun terhadap orang jahat (Ams. 24:1,19).

Iri hati adalah sikap hati yang merasa kurang senang melihat kelebihan atau keberhasilan (keberuntungan) orang lain.
Iri hati akan menghancurkan kerohanian kita, dan akan membuat kita menjadi seorang yang bebal (Ayb. 5:2).
Apa akibatnya bila kita iri hati?
>>Pertama, kita akan menghancurkan kehidupan orang, sekalipun saudara kandung atau saudara seiman sendiri (Kis. 7:9).

Iri hati dapat menyebabkan kita menyebarkan firnah atau berita bohong dan menghancurkan masa depan orang, seperti yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf (Kej. 37:11; 38:18-28, 31-33).

>>Kedua, akan terjadi kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yak. 3:16). Kekacauan rumah tangga, usaha, pekerjaan, dan pelayanan seringkali merupakan akibat dari iri hati, sehingga membuat orang melakukan berbagai tindakan tidak terpuji yang menimbulkan kekacauan. Bukankah banyak persaingan bisnis yang tidak etis dan tidak sehat sebagai akibat dari iri hati?

>>Ketiga, iri hati dapat menimbulkan penghujatan dan perbantahan atas kebenaran dari Tuhan (Kis. 13:45). Orang-orang yang iri hati akan sulit menerima kebenaran karena memang di dalam diri mereka sendiri tidak ada kebenaran akibat dari iri hati. Itulah sebabnya mengapa tidak sedikit orang Kristen yang tidak dapat sepenuhnya menerima kebenaran firman Tuhan karena masih ada iri hati.

>>Keempat, iri hati membuat orang Kristen sulit mengerti rencana atau keputusan dan ketetapan Tuhan. Inilah yang membuat orang Kristen berjalan menurut pengertiannya sendiri. Dalam kisah pekerja yang direkrut untuk bekerja di kebun anggur dengan upah 1 dinar, memperlihatkan bagaimana para pekerja yang bekerja lebih pagi menjadi iri hati dengan mereka yang bekerja lebih sore, karena mendapat upah yang sama sebesar 1 dinar. Akibatnya mereka tidak dapat mengerti tindakan Yesus dan akhirnya bersungut-sungut kepada-Nya (Mat. 20:11-15).

Address

Jalan Dirgantara Raya Ujung, Komplek Bumi Dirgantara Permai , Jatisari Jatiasih
Bekasi
17426

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when POUK Ichtus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share