18/03/2026
TRI HITA KARANA
adalah filosofi Hindu tentang tiga penyebab kebahagiaan yang berakar pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan alam (Palemahan). Fokus utamanya adalah menciptakan keseimbangan ekologis, sosial, dan spiritual untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Hubungan Tri Hita Karana dengan Alam dan Makhluk Hidup (Palemahan & Ahimsa)
Filosofi ini menekankan bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan.
- PALEMAHAN (Hubungan Manusia dengan Alam):
Ini menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, seperti menjaga kebersihan, merawat pohon, dan merawat ekosistem agar tidak rusak.
- AHIMSA (Mengasihi Makhluk Hidup):
Ajaran Hindu juga menekankan ahimsa, yaitu kasih sayang dan perlindungan terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan, termasuk hewan dan tumbuhan, agar tidak punah.
Praktik Nyata: Tindakan nyata yang dilakukan antara lain penanaman pohon, reboisasi, mengelola sampah, dan tidak merusak hutan.
Konsep Terkait lainnya
Bhuta Hita: Upaya manusia untuk memberikan persembahan suci dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Manik Ring Cucupu: Konsep yang menganalogikan manusia sebagai janin (manik) yang hidup dalam rahim (cucupu) alam semesta, sehingga manusia harus merawat lingkungan layaknya rahim yang memberi kehidupan.
Dengan menerapkan Tri Hita Karana, manusia diajarkan untuk bersyukur dan tidak serakah, sehingga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan dapat terjaga.
Sumber :
- Bimas Hindu Kemenag
- Pemerintah Provinsi Bali