Mimbar Dakwah Islam

Mimbar Dakwah Islam Berawal dari keprihatinan saya melihat sampah-sampah selebaran setelah selesai sholat Jum'at.

Saya melihat sampah-sampah itu sangat bernilai sekali karena berisi mengenai ilmu agama.

13/04/2024

Bismillaah...

KETUKLAH PINTUNYA

*Jika engkau mengetuk pintu rumah orang,* belum tentu penghuninya ada..

*Kalaupun ada, belum tentu mau membuka.* Jika penghuninya tidak ada, ketukan pintu-mu akan _sia-sia belaka.._

*Jikapun ada, semakin engkau ketuk,* bisa jadi semakin _memantik amarahnya.._

*"Itulah jika engkau meminta pada manusia.."*

*Tapi..*

*Jika engkau mengetuk pintu rahmat _Allah,_* _Allah_ selalu ada..

*_Dia_ tahu dan _Dia_ mendengar* semua yang _mengatakan *'semoga'..*_

*Jika engkau mengetuk sekali,* _Dia_ mendengar _kisah hatimu.._
*Jika engkau mengetuk berkali-kali,* _Dia_ tahu engkau sangat _mengharapkan- Nya.._

*Jika engkau semakin sering* memanggil _nama-nama-Nya,_ sungguh _Dia_ telah mempersiapkan _yang terindah_ buat-mu, *hanya kadang engkau tidak sadari itu dan _terburu-buru.._*

*Indah yang terindah* adalah mendapatkan setelah lamanya _*munajat dan penantian..*_

*Jika engkau takut pada manusia,* kamu akan _lari darinya.._
*Jika engkau takut pada Allah,* engkau justru akan semakin ingin _mendekati-Nya.._

*Jika engkau sering meminta manusia,* mereka _akan menjauh_ dan _menganggapmu hina.._

*Jika engkau sering meminta kepada _Allah,_* _Dia Maha Dekat_ dan engkau kian _menjadi mulia.._

Allah Maha Mengetahui kapan waktu yg paling tepat hajat kita terwujud... #

Semoga Allah ridha dan mengabulkan doa doa kita...aamiin...

23/08/2020


JANGAN BIARKAN
ISTRIMU MENINGGALKAN RUMAHMU.

Saat kau ucapkan ijab kabul, perpindahan hak atas anak perempunya dari walinya padamu
Dan saat itulah kau melakukan perjanjian bukan hanya diatas buku nikah namun perjanjian dengan Rabbmu yang disaksikan oleh malaikatNya.

Dan mulai hari itu istrimu adalah tanggung jawabmu tidak hanya nafkah jasmani namun rohanipun...
Kau adalah imamnya, berikanlah kebahagiaan walau tak pernah dia memintanya
Jika belum sanggup jangan biarkan tetes air mata kesedihan atas perilaku yang tak elok pada dirimu

Wanita itu perasaannya sangatlah halus.
Janganlah kau lukai dia walau mudah baginya memberikan maaf padamu
Tak sedikit luka itu dipendam sekian lama yang akhirnya menjadi bom waktu, yang membuatnya tak tahan lagi Dan harus meninggalkan rumahmu.

Istri yang selalu membersamaimu Dan taat padamu serta merawat anak-anakmu dan rumahmu tanpa pamrih serta batasan jam kerja
Jika kau tak bisa optimal menjadi imamnya janganlah berlaku kasar walau dengan ucapan yang bisa melukai hatinya.

Jika kau ingin istri yang baik dan taat, maka jadilah lelaki yang baik untuknya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”.
[HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483.]

Wahai imam yang sholeh...
Jadilah imam yang bisa meluruskan istri tanpa harus MEMATAHKANNYA
Karena istrimu berasal dari tulang rusuk yang bengkok jadi perlu kehati-hatian untuk meluruskannya supaya tidak patah .

Baarakallaahu fiikum...

13/08/2020

*MEMBELI KERINGAT GURU*

Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".

"Berapa harga emas seberat itu? "

Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"

Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"

"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "

"Tentu tidak." Ujar guru lagi.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

* Untuk semua guruku, termasuk guru ngajiku. Terima kasih atas segenap perjuanganmu yang telah mendidikku. Barakallahu....

09/07/2020

MAKIN KITA BERUMUR

1. *Makin kita berumur*, shalat kita tdk boleh lewat waktu.

2. *Makin kita berumur*, shalat kita buatlah berjamaah. Laki2 utama kan sholat di masjid

3. *Makin kita berumur*, lakukan shalat dng lebih khusyu, shalat sunnah lebih banyak dari tahun2 sebelumnya.

4. *Makin kita berumur*, shalat sunnah Qobliyyah & Ba'diah jangan tertinggal.

5. *Makin kita berumur*, buat shalat sunnah Qobliyyah 4 rakaat dan Ba'diah 4 rakaat pd waktu dzuhur, sebab Rasulullah sdh memberitahu, bhw "barang siapa yg mengerjakan Qobliyyah 4 & Ba'diah 4, ALLAH diharamkan badannya dari disambar api neraka", kita tdk tau kapan hari terakhir kita hidup di atas dunia ini.

6. *Makin kita berumur*, shalat sunnah witir sebelum tidur jangan ditinggalkan.

7. *Makin kita berumur*, shalat sunnah dhuha & tahajud jangan ditinggalkan.

8. *Makin kita berumur*, paling tdk khatam Al-Quran 2 kali dlm setahun, setiap hari hrs baca Alquran walau cuma selembar..

9. *Makin kita berumur*, ambillah peluang puasa sunnah, minimal 3hari dlm sebulan(ayamul bith) lebih bagus seminggu dua kali (Senin-Kamis).

10. *Makin kita berumur*,jangan lupa zikir pagi dan petang , kita kurangi berbicara yg tdk berfaedah / bermanfaat, kita hrs tambah amal, untuk kita di hari akhirat.

11. *Makin kita berumur*, bershalawatlah yg makin banyak, atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

12. *Makin kita berumur*, bersedekah lah dlm keadaan lapang atau pun sempit dan
jaga ahklak kita, buang prasangka buruk & sambung terus silaturahim.

Barakallahu fiikum

08/07/2020

BERGANTUNG KEPADA GAJI

Seseorang yang tergantung hatinya hanya kepada gaji rutinitasnya yang mungkin sepekan sekali, sebulan sekali atau tiga bulan sekali dengan ketergantungan yang sempurna dan dia melupakan kepada Allah yang memberikan rizki, maka bisa jatuh kepada kesyirikan. Karena berkeyakinan bahwa pekerjaannya yang menghasilkan rizki (gaji). Seakan-akan kalau tidak bekerja, tidak mendatangkan rizki.

Berkata Syekh Utsaimin rahimahullah :

فالموظف الذي يتعلق قلبه بمرتبه تعلقًا كاملاً مع الغفلة عن المسبِّب - وهو الله - فهذا نوع من الشرك

Maka seorang pegawai yang dia bergantung hatinya dengan gaji dengan ketergantungan yang sempurna disertai dengan dia lalai terhadap yang memberikan sebab yaitu Allah, maka ini diantara jenis kesyirikan.

أما إذا اعتقد أن المرتب سبب والمسبِّب هو الله سبحانه وتعالى فهذا لا ينافي التوكل، والرسول صلى الله عليه وسلم كان يأخذ بالأسباب مع اعتماده على المسبب وهو الله عز وجل.

Adapun apabila dia berkeyakinan bahwa gaji itu hanya sebab saja, yang memberikan sebab adalah Allah Subhanalllah Wa Ta 'ala, maka ini tidak meniadakan tawakal dan Rasul Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Beliau pernah mengambil beberapa sebab disamping beliau tetap bersandar kepada yang memberikan sebab yaitu Allah 'Azza Wa Jalla. Majmu' Fatawa Wa Risail 1/104. Sumber :

حكم التعلق بالأسباب - محمد بن صالح العثيمين. التصنيف: أعمال القلوب

01/07/2020

*Doa saat ada sakaratul maut …*

Saat ada yang meninggal kita sering mengucapkan belasungkawa dengan mengatakan “Semoga fulan husnul khotimah” atau ada yang menyebutkan "Semoga khusnul khatimah". Penulisan yang benar adalah husnul khatimah (mati dalam keadaan terbaik) sedangkan khusnul khatimah adalah mati dalam keadaan dihinakan.

Husnul khatimah itu artinya saat seseorang sakaratul maut mengucapkan "Laa Illaha Ilallaah". Kalau sudah meninggal, kita doakan semoga husnul khatimah rasanya kurang tepat. Ibarat sudah sampai di tujuan kemudian didoakan semoga selamat sampai tujuan, padahal bisa jadi orang itu mengalami kecelakaan dalam perjalanannya.

Lebih bermanfaat kalau kita mendoakan: "Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni segala kesalahannya” Doa ini mungkin akan melapangkannya mencapai surga. Kalau sedang menyaksikan seseorang yang sedang kritis kita doakan “Ya Allah, wafatkanlah ia dalam keadaan husnul khatimah”. Ini baru tepat doa nya.

Kajian di atas sudah diringkas dengan tidak mengurangi makna. Bagaimana pendapat pak ustadz? Mohon pencerahannya🙏🙏 (Dewi Permanawati, 30/06/2020)

🌹🌿🌹🌿🌹

Dik Dewi,

Husnul khatimah adalah komentar terhadap kondisi kematian seseorang bahwa orang tersebut meninggal dunia dalam keadaan baik berdasarkan tanda2 baik tertentu. Kalimat yang tepat adalah husnul khatimah (pakai h) yang artinya terbaik dan bukan khusnul khatimah (pakai kh) yang artinya terhina. Tanda2 yang dimaksud banyak, antara lain mengucapkan "laa ilaaha illallaah" saat sakaratul maut.

Khusnul khatimah bukan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia, tetapi lebih tepat doa bagi orang yang sedang sakaratul maut. Ketika melihat seseorang sedang menghadapi sakaratul maut, Rasulullah SAW menyuruh agar mendikte (mentalqin) bacaan tahlil (Laa ilaha illalaah) kepadanya. Rasulullah SAW juga menyuruh untuk dibacakan surat Yaasin bagi orang yang orang yang sedang sakaratul maut.

Ucapkan istirja (innalillahi wa innailaihi roji’un) kepada orang yang meninggal dunia kemudian doakan. Doa yang tepat adalah "Rohimakallahu wa aajaroka, semoga Allah merahmatimu, dan memberimu pahala” atau doa2 senada lainnya untuk keselamatan hidup di akhirat, tetapi bukan "Semoga husnul khatimah" Doa tersebut disunnahkan hanya untuk sesama muslim, sedangkan doa untuk mayit non muslim hukumnya adalah haram.

“Nabi SAW pernah melayat seseorang dan mengucapkan 'Rohimakallahu wa aajaroka, semoga Allah merahmatimu, dan memberimu pahala” (HR. Tirmidzi).

Wassalamu'alaikum,
Mulyo Wiharto
🌹🌿🌹🌿🌹

27/06/2020

*TERNYATA MEMBACA AL-QUR'AN* *SETELAH MAGHRIB & SUBUH DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK SAMPAI 80%, TOLONG DI SHARE YA SAUDARA KU !*

*AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS*

*Berkata Abdul Malik bin Umair:*

*"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua*[ awet muda dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".

*"Manusia yang Paling Jernih Akalnya* adalah para pembaca Al-Quran".

*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca *Al-Quran*, maka Allah akan menjadikan *Ingatannya Segar* meskipun Umurnya telah mencapai 100 tahun".

*Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.*

"Perbanyaklah membaca *Al-Quran* jangan pernah kau Tinggalkan, karena sesungguhnya setiap yang kamu Inginkan akan diMudahkan Setara dengan yang kamu baca".

*Berkata Ibnu Solah :*

"Bahwasannya para Malaikat Tidak Diberi Keutama'an untuk membaca *Al-Quran*, maka oleh karena itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari Bacaan Manusia".

*Berkata Abu Zanad :*

"Di tengah malam, aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu Rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang Membaca *Al-Quran".*

*Berkata sebagian ahli tafsir :*

"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-Quran* maka kita akan Dibanjiri oleh sejuta Keberkahan dan Kebaikan di dunia".

*JADIKAN ALQURAN TEMAN DI DUNIA DAN PENOLONG DI AKHIRAT*

*Hidup mati dan dibangkitkan bersama Al Qur'an*

27/06/2020

*🔴🕌Sering Mengakhirkan Shalat (Sengaja Menunda), Maka Amal Shalih Lain Juga Akan Diakhirkan*🕌🔴

Oleh Dr. Raehanul Bahraen

“Ketika bos/atasan memanggil, langsung secepat mungkin direspon apapun keadaannya.
Tetapi ketika Allah -yang menguasai semua bos dan raja- memanggil melalui adzan, sengaja datang terlambat atau pura-pura tidak dengar”

“Biar saja seumur hidup tidak pernah memenuhi panggilan Allah melalui adzan, tetapi suatu saat, panggilan Allah akan ia penuhi melalui malaikat maut”

Ini bagai manampar ke diri saya sendiri, seringnya kita mengakhirkan shalat, baik sengaja atau memang pura-pura lupa, tersibukkan dengan kehidupan dunia yang melalaikan. Jika saja untuk hal-hal lain kita meluangkan waktu dan ada waktu khusus, maka seharusnya demikianlah untuk waktu shalat.

Apalagi di zaman media sosial saat ini dan keasyikan dengan gadget/HP bisa jadi “Masbuk Sibuk Facebook”.

Jika memang kita terlambat shalat tidak sesuai waktunya (apalagi bagi laki-laki shalat berjamaah di masjid), maka JANGAN TENANG-TENANG SAJA, harus ada perasaan bersalah kepada Allah dan istigfar, kemudian berusaha memperbaiki ke depannya dan mengiringi kesalahan tadi dengan melakukan kebaikan setelahnya seperti bersedekah (ringan), menelpon membahagiakan orang tua, shalat sunnah dan lain-lain

Salah satu yang kita khawatirkan adalah dengan sengaja terlambat shalat, maka akan terlambat p**a amal shalih dan kebaikan yang lainnya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

إن الإنسان كلما تأخر عن الصف الأول والثاني أو الثالث (أي في الصلاة)
ألقى الله في قلبه محبة التأخر في كل عمل صالح والعياذ بالله.

“Tatkala manusia terlambat mendatangi shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya s**a mengakhirkan semua amal shalih.” (Syarah Riyadhus Shalihin 5/111)

Semoga kita selalu bisa shalat tepat waktu dan bagi laki-laki shalat berjamaah di masjid memenuhi panggilan Allah

Berikut beberapa motivasi agar kita (terutama saya pribadi), agar bisa shalat tepat waktu:

1. Salah satu amal yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya [1]

2. Shalat adalah yang pertama kali dihisab dan gambaran umum amal, jika shalat baik maka baik seluruh amal, jika jelek maka jelek juga amal yang lainnya. Ingat amal yang utama adalah kualitasnya bukan banyaknya. [2]

3. Waktu doa yang mustajab (tidak tertolak) adalah antara adzan dan iqamah, ini bisa didapatkan bagi merela yang shalat tepat waktu [3]

4. Keutamaan shaf pertama, karena seandainya mereka tahu besarnya pahala shaf pertama, mereka akan berebut dan mengundi siapa yang berhak [4]

5. Keutamaan shalat subuh berjamaah, seandainya tahu keutamaannya, mereka akan memenuhi panggilan adzan walaupun pergi dengan merangkak ke masjid [5]

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: Raehanul Bahraen

*D͟i͟s͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ M͟u͟s͟l͟i͟m͟ m͟e͟n͟j͟a͟g͟a͟ I͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ d͟i͟r͟i͟ I͟n͟i͟l͟a͟h͟ c͟a͟r...
15/06/2020

*D͟i͟s͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ M͟u͟s͟l͟i͟m͟ m͟e͟n͟j͟a͟g͟a͟ I͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ d͟i͟r͟i͟ I͟n͟i͟l͟a͟h͟ c͟a͟r͟a͟ I͟s͟l͟a͟m͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ i͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ d͟i͟r͟i͟ s͟e͟m͟a͟k͟i͟n͟ k͟u͟a͟t͟.* *A͟p͟a͟l͟a͟g͟i͟ c͟a͟r͟a͟-c͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟t͟u͟l͟i͟s͟ d͟i͟ b͟a͟w͟a͟h͟ i͟n͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ c͟a͟r͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ R͟a͟s͟u͟l͟u͟l͟l͟a͟h͟ S͟h͟a͟l͟a͟l͟l͟a͟h͟u͟ A͟l͟a͟i͟h͟i͟ w͟a͟ S͟a͟l͟a͟m͟ d͟a͟n͟ d͟i͟r͟i͟d͟h͟o͟i͟ o͟l͟e͟h͟ A͟l͟l͟a͟h͟ T͟a͟’a͟l͟a͟.*

*T͟i͟g͟a͟ c͟a͟r͟a͟ t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟k͟a͟n͟ i͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ d͟i͟r͟i͟ d͟i͟ a͟w͟a͟l͟ p͟a͟g͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟:*
*1) Q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟ L͟a͟i͟l͟*
*2) T͟i͟l͟a͟w͟a͟h͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟*
*3) S͟h͟a͟l͟a͟t͟ S͟u͟b͟u͟h͟.*

*Q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟ L͟a͟i͟l͟ d͟a͟n͟ T͟i͟l͟a͟w͟a͟h͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ a͟m͟a͟t͟ d͟i͟a͟n͟j͟u͟r͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟ a͟w͟a͟l͟ p͟a͟g͟i͟. L͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ Q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟ L͟a͟i͟l͟ s͟e͟b͟i͟s͟a͟ m͟u͟n͟g͟k͟i͟n͟, m͟e͟s͟k͟i͟ 2 r͟a͟k͟a͟a͟t͟ a͟t͟a͟u͟ p͟a͟l͟i͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ 10 m͟e͟n͟i͟t͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ S͟u͟b͟u͟h͟. A͟l͟l͟a͟h͟ T͟a͟’a͟l͟a͟ b͟e͟r͟f͟i͟r͟m͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ s͟u͟r͟a͟h͟* *a͟l͟-M͟u͟z͟a͟m͟m͟i͟l͟ a͟y͟a͟t͟ 6, "I͟n͟n͟a͟ n͟a͟s͟y͟i͟a͟t͟a͟l͟ l͟a͟i͟l͟ h͟i͟y͟a͟ a͟s͟y͟a͟d͟d͟u͟ w͟a͟t͟h͟’a͟n͟". (S͟u͟n͟g͟g͟u͟h͟ b͟a͟n͟g͟u͟n͟ m͟a͟l͟a͟m͟ i͟t͟u͟ l͟e͟b͟i͟h͟ k͟u͟a͟t͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟r͟i͟ d͟a͟n͟ j͟i͟w͟a͟ m͟a͟n͟u͟s͟i͟a͟).*
*K͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ d͟i͟r͟i͟ i͟n͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ i͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟d͟a͟p͟a͟t͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟l͟a͟i͟l͟.*

*S͟e͟d͟a͟n͟g͟ t͟i͟l͟a͟w͟a͟h͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ j͟u͟g͟a͟ d͟i͟a͟n͟j͟u͟r͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟b͟a͟c͟a͟ p͟a͟d͟a͟ s͟a͟a͟t͟ q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟ l͟a͟i͟l͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ s͟u͟r͟a͟h͟* *a͟l͟-M͟u͟z͟a͟m͟m͟i͟l͟ a͟y͟a͟t͟ 4, "W͟a͟ r͟a͟t͟t͟i͟l͟ q͟u͟r͟’a͟a͟n͟a͟ t͟a͟r͟t͟i͟l͟a͟", b͟a͟c͟a͟l͟a͟h͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟l͟a͟h͟a͟n͟-l͟a͟h͟a͟n͟) (s͟a͟a͟t͟ q͟i͟y͟a͟m͟u͟l͟ l͟a͟i͟l͟). A͟t͟a͟u͟ b͟a͟c͟a͟l͟a͟h͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ d͟i͟ w͟a͟k͟t͟u͟ F͟a͟j͟r͟ (S͟u͟b͟u͟h͟). S͟e͟b͟a͟b͟ b͟a͟c͟a͟a͟n͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ d͟i͟ w͟a͟k͟t͟u͟ f͟a͟j͟a͟r͟ d͟i͟s͟a͟k͟s͟i͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟a͟r͟a͟ m͟a͟l͟a͟i͟k͟a͟t͟. L͟i͟h͟.Q͟S͟. 17:78*

*D͟r͟ A͟h͟m͟e͟d͟ A͟l͟-Q͟a͟d͟h͟i͟ d͟i͟ K͟l͟i͟n͟i͟k͟ B͟e͟s͟a͟r͟ F͟l͟o͟r͟i͟d͟a͟, A͟m͟e͟r͟i͟k͟a͟ S͟e͟r͟i͟k͟a͟t͟, m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟u͟a͟h͟ r͟i͟s͟e͟t͟ d͟a͟n͟ b͟e͟r͟h͟a͟s͟i͟l͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟t͟i͟k͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟d͟e͟n͟g͟a͟r͟k͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟a͟c͟a͟ a͟y͟a͟t͟ s͟u͟c͟i͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ m͟a͟m͟p͟u͟ m͟e͟n͟a͟n͟g͟k͟a͟l͟ b͟e͟r͟b͟a͟g͟a͟i͟ m͟a͟c͟a͟m͟ p͟e͟n͟y͟a͟k͟i͟t͟. P͟e͟n͟e͟m͟u͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ s͟a͟m͟a͟ j͟u͟g͟a͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ M͟u͟h͟a͟m͟m͟a͟d͟ S͟a͟l͟i͟m͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟p͟u͟b͟l͟i͟k͟a͟s͟i͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ U͟n͟i͟v͟e͟r͟s͟i͟t͟a͟s͟ B͟o͟s͟t͟o͟n͟.*

*K͟e͟d͟u͟a͟n͟y͟a͟ m͟e͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟* *m͟e͟m͟b͟a͟c͟a͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟e͟r͟s͟u͟a͟r͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ v͟i͟b͟r͟a͟s͟i͟ a͟t͟a͟u͟ g͟e͟t͟a͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ s͟e͟l͟-s͟e͟l͟ y͟a͟n͟g͟ s͟u͟d͟a͟h͟ r͟u͟s͟a͟k͟ p͟a͟d͟a͟ t͟u͟b͟u͟h͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ s͟e͟m͟b͟u͟h͟ d͟a͟n͟ b͟e͟k͟e͟r͟j͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟a͟i͟k͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟.*

*H͟a͟l͟ i͟n͟i͟ s͟e͟l͟a͟r͟a͟s͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ f͟i͟r͟m͟a͟n͟ A͟l͟l͟a͟h͟ T͟a͟’a͟l͟a͟,* *"D͟a͟n͟ K͟a͟m͟i͟ t͟u͟r͟u͟n͟k͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ A͟l͟q͟u͟r͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ p͟e͟n͟a͟w͟a͟r͟ (o͟b͟a͟t͟) d͟a͟n͟ r͟a͟h͟m͟a͟t͟ b͟a͟g͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟i͟m͟a͟n͟" (Q͟S͟ 17:82).*

*A͟m͟a͟l͟a͟n͟ k͟e͟t͟i͟g͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ t͟i͟n͟g͟k͟a͟t͟k͟a͟n͟ i͟m͟u͟n͟i͟t͟a͟s͟ d͟i͟r͟i͟ d͟i͟ a͟w͟a͟l͟ p͟a͟g͟i͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟h͟a͟l͟a͟t͟ S͟u͟b͟u͟h͟. D͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟d͟i͟s͟ r͟i͟w͟a͟y͟a͟t͟ M͟u͟s͟l͟i͟m͟ d͟i͟s͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ N͟a͟b͟i͟ S͟h͟a͟l͟a͟l͟l͟a͟h͟u͟ A͟l͟a͟i͟h͟i͟ w͟a͟ S͟a͟l͟a͟m͟ b͟e͟r͟s͟a͟b͟d͟a͟,* *“B͟a͟r͟a͟n͟g͟s͟i͟a͟p͟a͟ y͟a͟n͟g͟ s͟h͟a͟l͟a͟t͟ S͟u͟b͟u͟h͟ m͟a͟k͟a͟ d͟i͟a͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ A͟l͟l͟a͟h͟.”*

*S͟h͟a͟l͟a͟t͟ S͟u͟b͟u͟h͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ d͟i͟r͟i͟ k͟i͟t͟a͟ d͟i͟j͟a͟m͟i͟n͟ o͟l͟e͟h͟ A͟l͟l͟a͟h͟. D͟i͟j͟a͟m͟i͟n͟ r͟e͟z͟e͟k͟i͟n͟y͟a͟, d͟i͟j͟a͟m͟i͟n͟ k͟e͟s͟e͟l͟a͟m͟a͟t͟a͟n͟n͟y͟a͟. J͟u͟g͟a͟ d͟i͟j͟a͟m͟i͟n͟ i͟n͟ s͟y͟a͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟ w͟a͟b͟a͟h͟ c͟o͟r͟o͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟k͟h͟a͟w͟a͟t͟i͟r͟k͟a͟n͟.*

*https://republika.co.id/berita/q7ne6u469/tiga-cara-tingkatkan-imunitas-diri-emalaem-rasulllah-saw.*

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustaz Bobby Herwibowo Wabah virus corona yang semakin merebak membuat kita semua semakin khawatir. Ditambah lagi semua info di media daring maupun sosial membuat mental semakin lemah. Kekhawatiran...

30/03/2019

*Assalamu'alaikum*

🕸 *_RADIKAL PAGI_* 🕸

*Sahabat Fillah....*
*Ketika Allah tidak meringankan masalah kita,bukan berati Allah tidak sayang dengan kita, tapi justru dengan itu akan menguatkan jiwa kita sehingga sehebat apapun masalah kita tetap bertahan dan tak menyerah.*

*Ketika Allah seakan tidak mengurangi beban yang kita pikul, bukan berarti Allah tega kepada kita, tapi justru dengan itu akan mengokohkan pundak kita, sehingga mampu memikul beban yang diberikan kepada kita*

*Ketika Allah seakan tidak respon dengan kesulitan dan kes**aran kita,justru itu adalah sarana Allah untuk menjadikan kita kuat dan tangguh dalam mencapai kemudahan dan kemenangan*

*_Pemenang kehidupan adalah mereka yang tetap sejuk di tempat yang panas Yang tetap manis di tempat yang pahit yang tetap rendah hati meski telah menjadi besar serta tetap tenang di tengah badai kehidupan yang mengguncang hingga pucaknya menghadap Sang Maha Rahman_*

✍🏻 *_Istiqomah Pagi._* dgn...
🕸 *Al Ma'tsurot Pagi.*
🕸 *Tilawah Walau 1 Ayat.*
🕸 *Dengar Tausyiah.*
🕸 *Isyroq, Dhuha dan Amal Sholih Lainnya.*

Hancur dah...
01/02/2019

Hancur dah...

Pemerintah menugaskan Perum Bulog mengimpor jagung untuk pakan ternak. Berbeda dengan impor sebelumnya, kali ini Bulog tidak dibatasi kuota.

Address

Masjid Al-Abror Jalan Anugerah Raya No. 1 RT 07/04 Jaticempaka
Bekasi
17117

Opening Hours

Monday 01:00 - 12:45
Tuesday 01:00 - 12:45
Wednesday 01:00 - 12:45
Thursday 01:00 - 12:45
Friday 01:00 - 12:45
Saturday 01:00 - 12:45
Sunday 01:00 - 12:45

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mimbar Dakwah Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share