07/11/2017
HIKMAH MEMPELAJARI SHOLAT DALAM KAJIAN TEOSOFI
Latifah fatimatuz Zahroh (14320043)
Buat Apa Shalat?
bangun, “bertemu” dan “menyapa”-Nya, bahkan “bercinta- cintaan” dengan-Nya. Dalam kaitan ini, di samping berbagai ayat Al-Quran yang mengandung makna yang sama, di sini saya akan mengutip sebuah hadis terkenal yang menunjukkan fungsi shalat sebagai ibadah yang menghubungkan manusia pelakunya dengan Allah Swt. amalan yang pertama kali dihisab di hari akhir nanti juga sholatnya, jika sholatnya baik maka baik p**a seluruh amalnya. Sholat merupakan perkara yang sangat penting dalam agama Islam karena baik dan buruknya seseorang itu dapat dilihat keseharian sholatnya.
Allah Swt. berfirman:
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesung- guhnya, perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus- kan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
(QS Hûd [11]: 114) [1]
Oleh sebab itu, di rasa sangat penting dalam mempelajari sholat yang baik dan benar terkhusus bagi orang-orang yang masih awam dan penerapan pada anak-anak yang akan beranjak baligh.
1. Hikmah Mempelajari Sholat dalam Kajian Teosofi
secara harfiyah berarti do’a. Sedangkan secara istilah berarti suatu kegiatan yang di awali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan salam dengan syarat dan rukun yang sudah ditentukan oleh syari’at Islam. Shalat dilakukan lima kali sehari sejalan dengan kepemilikan pancaindra manusia. Meskipun dibutuhkan untuk kehidupan manusia di dunia ini, kelima indra itu selalu terarah kepada “kegelapan” dunia materi. Jika tidak dikendalikan, hati manusia akan cenderung dikotori dan digelapkan oleh kesibukannya dengan dunia materi ini dan, dengan demikian, terhijab dari dunia cahaya (ruhani), dan hubungannya dengan Tuhan dapat terputus. Lima waktu shalat itu ditetapkan untuk mengimbanginya, mengingat dalam shalat pintu kelima indra itu (seharusnya) ditutup untuk menapis pengaruh aspek “gelap” dunia materi itu. Adapun manfaat dan fungsi sholat adalah antara lain :
(1) Sebagai mi’rajnya orang-orang beriman. Dengan kata lain, sebagaimana Rasulullah bertemu dengan Allah Swt. ketika ber-mi‘raj, orang beriman (dapat) bertemu dengan-Nya melalui shalat.
Allah swt dalam al-Quranul Karim berfirman, “Dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.” [2]
Jika ingatan kepada-Nya telah terbentuk melalui shalat, maka kalbu manusia akan menjadi tenang, karena mengingat-Nya akan memberikan ketenangan dan keyakinan dalam kalbu, sebagaimana firman-Nya, “… hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [3]
(2) Sarana kita meminta pertolongan dari Allah Swt. “Mintalah pertolongan dengan sabar (dalam se- bagian tafsir, sabar diartikan sebagai puasa) dan shalat” (QS Al-Baqarah [2]: 45). (3) Sarana kesehatan tubuh. (4) Sumber petunjuk. Rasulullah ber- sabda, “Shalat adalah sumber cahaya.” Barang siapa yang me- meliharanya, ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk. (5) Sebagai pelipur jiwa. Allah Swt. berfirman, “… dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (QS Thâ Hâ [20]: 13-14). “Dan bukankah dengan mengingat-Ku, hati menjadi tenteram?” (QS Al-Ra‘d [13]: 28).(6) Pencegah dari perbuatan buruk. [4]
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
2. Manfaat gerakan sholat
Adapun manfaat dari gerakan sholat antara lain :
a. Takbiratul Ihram
Manfaat:
Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
b. Ruku’
Manfaat:
Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.
c. I’tidal
Manfaat:
Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
d. Sujud
Manfaat:
Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.
e. Salam
Manfaat:
Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. [5]
Jika ibadah sholat ini dikerjakan secara kontinyu maka apa yang terjadi?
Beribadah secara kontinyu bukan hanya menyuburkan iman, tapi juga mempercantik diri wanita luar dalam, pacu kecerdasan, perindah postur, mudahkan persalinan, perbaiki kesuburan, dan juga awet muda.
_________________________________________
Latifah Fatimatuz Zahroh
Mencerahkan Akal dan Hati