Gereja HKBP Harapan Jaya

Gereja HKBP Harapan Jaya Comunity Service Gereja HKBP Harapan Jaya Bekasi

28/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Rabu, 29 September 2021

Pujian Dan Berkat

"Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi." (Mazmur 92:2)

Ketika acara Grammy Award digelar, semua aktor dan aktris terbaik akan maju ke depan untuk menerima piala sebagai penghargaan atas karya mereka. Bukan hanya itu, mereka juga mendapatkan banyak pujian dan karangan bunga karena prestasi yang gemilang. Kilau lampu kamera susul-menyusul mengabadikan prestasi itu. Apakah apresiasi yang serupa pernah diperlakukan bagi Allah?

Pemazmur mengekspresikan s**acita pribadinya dalam berbagai kebaktian di Bait Suci. Sesudah menyebut satu-persatu alat-alat musik yang dipakai, dia mengemukakan secara jelas mengapa perlu memuji-muji Tuhan beramai-ramai. Yang membuat para penyembah bers**acita ialah perbuatan-perbuatan ajaib Allah.

Allah menjamin pemeliharaan-Nya bagi setiap anak-Nya. Ia mengasihi mereka. Karena itu, Ia layak menerima sujud sembah, pujian, hormat, dan kemuliaan. Pemazmur menyatakan semuanya ini lewat syair-syair yang dilantunkan. Mazmur ini mengajar kita bahwa memuji dan bersaksi atas pekerjaan Allah merupakan tindakan yang penting sebagai ekspresi iman yang sejati kepada Allah. Orang yang mengenal Allah adalah orang yang mengenal betapa besarnya pekerjaan Allah.

Janganlah kita begitu sibuk dengan menjumlahkan kesulitan kita sehingga lupa menghitung berkat yang kita terima.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

28/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Selasa, 28 September 2021

Mempergunakan Waktu

"Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:16)

Orang Barat punya jam. Orang Afrika punya waktu.” Demikianlah peribahasa Afrika yang dikutip Os Guinness dalam bukunya Impossible People. Perkataan itu membuat Bill Crowder merenungkan saat-saat ketika dirinya menanggapi permintaan seseorang dengan jawaban, “Maaf, aku tak punya waktu." Bill terpikir tentang bagaimana dirinya ditindas oleh hal-hal yang terasa mendesak dan bagaimana jadwal serta tenggat mendominasi hidupnya.

Musa berdoa, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12). Dan Paulus menulis, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat" (Efesus 5:15-16).

Musa dan Paulus setuju bahwa mempergunakan waktu yang ada secara bijak bukanlah soal mengatur jadwal dengan bermacam-macam kegiatan. Keadaan bisa saja mengharuskan kita untuk mempunyai jadwal yang padat—atau sebaliknya, kita mungkin didorong untuk menyisihkan lebih banyak waktu bagi seseorang.

Kita hanya punya waktu sesaat saja untuk mempengaruhi hidup ini bagi Kristus dan kita perlu memaksimalkan kesempatan itu. Hal itu mungkin berarti kita perlu mengesampingkan jadwal atau rencana kita untuk sementara waktu dan menunjukkan belas kasihan Kristus kepada orang-orang yang dibawa-Nya masuk dalam hidup kita.

Kita mempengaruhi waktu ini dengan dampak yang kekal ketika kita mengisi waktu yang ada dengan kekuatan dan anugerah dari Kristus yang hidup selama-lamanya.

Hari-hari kita seperti sederet koper pakaian, ukurannya sama saja - tetapi kita bisa mengisinya lebih banyak dari orang lain.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

27/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Senin, 27 September 2021

Kelemahan Bisa Membawa Kekuatan

"Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku." (2 Korintus 11:30)

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita merasa lelah. Kesibukan di kantor, sekolah maupun rumah tangga seringkali membuat kita jenuh. Mereka yang bekerja di ladang Tuhan juga kerap kali merasa penat baik secara jasmani maupun rohani. Rasa lelah terasa lebih parah jika kita merasa sudah berusaha sebaik mungkin tetapi tidak mendapat hasil yang kita harapkan.

Paulus mengungkapkan penderitaannya dalam hidup sebagai rasul Tuhan. Paulus menulis bahwa ia sudah banyak berjerih lelah dan bekerja berat; dan kerap kali ia tidak tidur; ia sering lapar dan haus; kerap kali dia harus berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian (2 Korintus 11: 27). Sudah sewajarnya ia merasa kuatir dengan adanya jemaat Korintus yang sudah lama dibimbingnya, disesatkan oleh rasul-rasul palsu yang mungkin dianggap hebat dengan segala yang dibanggakan mereka.

Jika Paulus adalah orang yang tidak kuat imannya, ia mungkin akan mengalami kekecewaan yang besar karena adanya orang-orang yang tidak menghargai segala pengorbanannya untuk jemaat di Korintus. Apalagi ia mempunyai masalah kesehatan kronis yang tidak kunjung sembuh sekalipun ia sudah memohon kesembuhan tiga kali. Tuhan berkata kepada Paulus bahwa kasihNya sudah cukup. Dengan jawaban Tuhan itu, Paulus bisa makin merasakan bahwa hidupnya tergantung kepada Tuhan.

Paulus mengingatkan kita dengan kelelahan, penderitaan dan juga dengan adanya jemaat di Korintus yang tidak menghargai segala pengorbanannya. Marilah kita juga bisa bersikap seperti Paulus yang merasa bahwa kesulitan hidup justru membuat kita makin dekat kepada Kristus yang memberi kita kesabaran dan kekuatan.

Apa yang kita percaya tentang Tuhan memiliki potensi terbesar untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. (Edwin Louis Cole)

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

26/09/2021

Shalom

Renungan Minggu XVII Setelah Trinitatis
Minggu, 26 September 2021

Tema : Hidup Sebagai Keluarga Allah
Evangelium : Filemon 1:8-17
Epistel : Hakim-Hakim 14:1-4

Dalam buku Spiritual Leadership (Kepemimpinan Rohani), J. Oswald Sanders membahas kualitas dan nilai penting dari kearifan dan diplomasi. Sanders mengatakan, "Paduan dari kedua kata itu mengandung makna tentang kecakapan dalam menyatukan sudut-sudut pandang yang bertentangan tanpa melukai masing-masing pihak dan tanpa mengkompromikan prinsip yang dipegang.”

Selama dipenjara, Paulus menjadi pembina rohani dan teman dekat dari seorang budak pelarian bernama Onesimus, yang pernah bekerja bagi majikan bernama Filemon, seorang pemimpin jemaat di Kolose. Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus memintanya untuk menerima Onesimus sebagai saudara seiman dalam Kristus. Di sinilah Paulus memberikan teladan dalam kearifan dan diplomasi, : "Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagip**a sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus" (Filemon 1:8-9).

Nama minggu ini adalah Minggu XVII Setelah Trinitatis. Trinitatis berarti Ketritunggalan Allah dimana kita senantiasa berpengharapan dan percaya dengan mengandalkan anugerah dari Yesus Kristus, kasih setia dari Allah Bapa dan persekutuan dengan Roh Kudus yang memberkati, melindungi, dan menghibur kita semua di masa pandemi ini. Kita diminta terus belajar bersyukur dan berdoa kepada Tuhan yang sedang memberi hikmat dan kesadaran yang baru selama dan sesudah wabah covid-19 yang antara lain mengajak kita supaya membarui-ulang hati, pikiran dan cara kita dalam hidup berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat dengan Firman Tuhan sebagai pembaruan.

Paulus adalah seorang pemimpin yang dihormati di antara jemaat mula-mula, dan ia sering memberikan perintah-perintah yang tegas kepada para pengikut Yesus. Namun dalam perikop Firman Tuhan ini, ia memohon kepada Filemon dengan dasar kesetaraan, persahabatan, dan kasih, : "tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan s**arela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan" (Filemon 1:14-16).

Dalam hubungan kita dengan siapa saja, kiranya kita selalu berusaha memegang prinsip kita dan memelihara keharmonisan kita dengan didasari kasih. Anugerah dan hikmat Tuhan senantiasa memampukan kita.

Selamat Beribadah & Hari Minggu.
Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

25/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Sabtu, 25 September 2021

Menangis Bersama Sahabat

"Bers**acitalah dengan orang yang bers**acita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" (Roma 12:15)

Melihatnya menangis, Richard Tri Gunadi menghampirinya, memeluknya dan menangis bersama. Malam itu ayah dari sahabat Richard meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat p**ang dari luar kota. Richard sudah mengalami rasanya kehilangan saat Ayah dan Ibunya meninggal dunia. Karena itu saat Richard melihat seseorang menangis saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya, Richard tahu rasanya dan hatinya langsung tergerak oleh belas kasihan.

Kata dalam bahasa Yunani untuk menunjukkan belas kasihan yang ada dalam ayat Alkitab adalah “splagchnizomai” yang secara harfiah berarti “merasakannya dengan segenap hati.” Kata ini memberi kesan “merasakan penderitaan orang lain seakan kita sendiri yang mengalaminya.” Agar jemaat Roma mengerti bagaimana hidup dalam kasih, Paulus memberikan beberapa nasihat kepada mereka. Kasih itu hendaknya jangan pura-pura, saling mendahului dalam memberi hormat, sabar dalam kesesakan dan bertekun dalam doa dan beberapa bentuk tindakan hidup dalam kasih. Orang bisa merasakan kasih kita kepada mereka saat kita melakukan tindakan yang tepat sesuai kebutuhan kasih mereka. Kalau mereka butuh pelukan, peluklah mereka. Kalau mereka sedang bers**acita, bers**acitalah bersama mereka. Kalau mereka butuh tumpangan, berilah tumpangan. Kalau mereka haus dan lapar, berilah mereka makanan.

Belas kasihan membuka pintu bagi perubahan yang nyata. Supaya tindakan dan perkataan kita menjadi berarti bagi seseorang, maka terlebih dahulu kita perlu memastikan diri kita benar-benar mengasihi mereka. Apakah saat ini kita sudah hidup di dalam kasih?

Kasih memperlihatkan sikap yang melebihi kata-kata.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

24/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Jumat, 24 September 2021

Alasan untuk Bertahan

"Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku." (Mazmur 3:4)

Kadang kala hidup menjadi amat rumit. Tantangan, kesulitan, dan masalah tak berpamitan menerpa kehidupan kita. Belum selesai yang satu, sudah datang yang lain. Kita dapat saja menyerah, namun kita memilih untuk bertahan. Alasannya tidak lain karena kita meyakini Tuhanlah sumber pertolongan kita, asalkan kita berlari kepada-Nya.

Hati Daud pedih mengetahui kenyataan bahwa Absalom, putranya, sedang berusaha membunuhnya untuk mengambil alih tahta. P**a ia gentar melihat betapa banyak lawan yang bangkit menyerang. Sungguh, situasi ini dapat membuat Daud kewalahan! Hal ini dapat menjadi titik akhir ia menyerah. Namun ada alasan mengapa Daud tetap bertahan, mengapa ia mampu mengatasi setiap halangan untuk keluar menjadi pemenang. Berkatalah Daud : "Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku" (Mazmur 3:4). Daud meyakini Tuhan adalah tempat perlindungannya. Tangan perlindungan Tuhan ibarat perisai yang menghadang setiap senjata yang dilontarkan musuh. Saat Daud ada dalam kesesakan, ia tinggal berseru kepada Tuhan. Tidak heran sekalipun situasi masih mencekam, Daud dapat membaringkan diri, lalu tidur dengan tenang.

Tuhan memegang kendali atas kehidupan kita. Dia sanggup melepaskan kita dari mara bahaya, p**a menunjukkan jalan keluar bagi setiap masalah. Kesulitan mungkin mengancam, namun bersama Tuhan kita selalu aman. Ya, inilah alasan kita bertahan, sekalipun mungkin hari ini persoalan mengimpit di kiri dan kanan. Yakinlah Tuhan memberi pertolongan tepat pada waktunya!

Tidak peduli bagaimana situasi di depan, kita dapat terus bertahan sebab tangan Tuhan menopang.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

23/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Kamis, 23 September 2021

Berakar Dan Dibangun Dalam Kristus

"Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:7)

Bagi tumbuhan, akar memiliki banyak kegunaan. Selain untuk menyerap air dan zat hara, yang penting adalah untuk menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras. Pohon tersebut tidak akan mudah tumbang atau roboh oleh karena akarnya menjadi pengikat yang kuat ke tanah.

Analogi serupa dipakai Rasul Paulus untuk menggambarkan pentingnya bagi umat Kristen di Kolose untuk tetap berpegang pada ajaran dari Kristus. Sebab, di sekitar mereka pada waktu itu telah berkembang berbagai pengajaran yang berbeda dengan ajaran Kristus, yang berpotensi akan menjauhkan mereka dari kebenaran Kristus yang telah diajarkan oleh Paulus. Karena itu, untuk dapat berdiri teguh, maka jemaat itu haruslah mengakar pada ajaran Kristus sebagai sumber "makanan" rohani mereka. Ajaran Kristuslah yang akan memberi pertumbuhan bagi rohani manusia, sehingga dapat bertumbuh dan berbuah dengan baik. Dan ajaran Kristus juga yang akan memampukan mereka tetap berdiri teguh dalam iman.

Pertumbuhan iman kita sama seperti sebuah tumbuhan, harus mempunyai akar yang kuat. Tanpa itu, maka iman kita akan mudah ditumbangkan oleh dunia ini. Berakar di dalam Kristus adalah sebuah jaminan akan pertumbuhan iman yang baik dalam hidup.

Marilah kita berakar dan dibangun di dalam Kristus untuk mampu menghadapi situasi sulit apa pun, hidup dalam pengucapan syukur kepada Tuhan & memberi dampak untuk kemuliaan nama-Nya.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

22/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Rabu, 22 September 2021

Fit And Proper Test

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2 Timotius 2:15)

Fit and proper test (uji kelayakan) akhir-akhir ini giat digencarkan di kalangan eksekutif, legislatif & yudikatif pemerintahan Indonesia. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan pemerintahan yang jujur, loyal dan berdedikasi tinggi bagi kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, hal-hal yang diuji meliputi : kemampuan dan integritas, kejujuran dan moralitas seseorang. Diharapkan, mereka yang telah lulus uji kelayakan ini dapat menjadi "panutan." Yang jadi pertanyaan adalah apakah pelaksanaan fit and proper test itu sendiri sudah terbebas dari pengaruh kolusi, korupsi, dan nepotisme? Karena ternyata banyak pejabat yang telah diuji kelayakannya masih terlibat kasus KKN! Ternyata uji kelayakan tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan kelayakannya.

Uji kelayakan ini ternyata juga menjadi concern Paulus ketika menasihati Timotius. Belajar dari pengalamannya, Paulus menemukan bahwa ternyata ada para hamba Tuhan yang telah menyimpangkan berita Injil. Bagi Paulus, orang-orang seperti mereka itulah yang perlu diwaspadai karena mengajarkan pengajaran-pengajaran yang menyimpang dari kebenaran Kristus, yang bisa membuat jemaat terguncang imannya. Karena itu, Paulus dengan tegas mengingatkan Timotius untuk meneruskan tongkat estafet berita Injil itu kepada orang-orang yang telah memenuhi standar kelayakan : berani berkata benar tentang Kristus, jujur, bertanggung jawab, dan setia pada firman Tuhan.

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu" (2 Timotius 2:15) mengajarkan dan mengingatkan bahwa hanya kita yang telah lulus fit and proper test yang Tuhan lakukan sajalah yang layak menjadi penerus tongkat estafet berita Injil. Hendaklah kita adalah hamba Tuhan yang mengutamakan kekudusan, memiliki hati murni, sifat-sifat Kristen terpuji, dan teruji. Marilah kita menjadi pemegang tongkat estafet berita Injil dengan mengintrospeksi diri dan bertanya pada Tuhan, "Apakah diri kita sudah memenuhi standar kelayakan yang Allah tetapkan!"

Menyampaikan sabda Allah secara cermat dan tepat akan membuat pendengarnya mendapat berkat.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

21/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Selasa, 21 September 2021

Hikmat Dunia Maya

"Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang s**a bertengkar untuk panasnya perbantahan." (Amsal 26:21)

Di bagian bawah dari banyak situs berita online, kita dapat menemukan kolom “Komentar” tempat para pembaca dapat mengemukakan pendapat mereka. Bahkan situs-situs berita bereputasi baik pun tak lepas dari lontaran kata-kata kasar, hinaan tanpa dasar, dan julukan-julukan yang tidak sopan.

Memang kitab Amsal tersusun sekitar 3.000 tahun yang lalu, tetapi hikmatnya yang tak lekang oleh waktu masih relevan seperti berita utama hari ini. Di pasal 26, terdapat dua nasihat yang awalnya terkesan saling bertentangan, tetapi sangat tepat diterapkan pada interaksi di media sosial. "Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia" (Amsal 26:4). Lalu, : "Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak" (Amsal 26:5).

Keseimbangan dalam kedua pernyataan itu terletak pada kata “menurut”: Janganlah menjawab sesuai cara yang digunakan oleh orang bebal. Namun jawablah agar kebodohan tidak dianggap sebagai hikmat.

Masalahnya, kebodohan yang sering kita hadapi adalah kebodohan kita sendiri. Kita pun pernah memberikan komentar yang sarkastis atau membalas pernyataan seseorang dengan menyerang diri orang tersebut. Allah tidak s**a dengan sikap kita yang memperlakukan sesama dengan tidak hormat, sekalipun mereka memang telah bertindak bodoh.

Allah memberikan kebebasan yang besar kepada kita. Kita bebas mengatakan apa pun yang hendak kita katakan, kapan pun dan bagaimanapun cara kita mengatakannya. Selain itu, kita selalu dapat meminta pertolongan Allah agar kita bijak dalam berkata-kata.

Kiranya kasih menjadi tujuan kita yang utama.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

21/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Senin, 20 September 2021

Cukupkanlah Dirimu

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)

Pada zaman sekarang orang tidak lagi hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan dan tempat tinggal. Kita tergiur dan mengingini barang mewah karena merasa gengsi dengan orang lain. Padahal, barang itu bukanlah kebutuhan yang mendesak. Tidak jarang, untuk memuaskan keinginan tersebut, kita memaksakan diri tanpa mempertimbangkan penghasilan yang ada. Akibatnya, lebih besar pasak dari pada tiang.

Firman Tuhan melalui ayat diatas mengingatkan kita :
1. Jangan menjadi hamba uang.
Janganlah uang menggantikan posisi Tuhan dalam hidup kita, karena kita adalah hamba Tuhan dan “bukan hamba uang.” Uang adalah media bagi kita untuk memperoleh berkat-berkat duniawi bagi kehidupan kita. Tetapi berkat yang utama adalah kasih karunia Allah, keselamatan, dan kesempatan bagi kita untuk menghambakan dan menundukkan diri sebagai pelayan di hadapanNYA yang tidak mungkin dapat diukur dengan nilai uang.

2. Jangan kuatir Tuhan menyertai kita.
Jaminan Tuhan atas hidup kita sedemikian tegas dan pasti ketika kita menghadapi permasalahan dunia ini. Jaminan Tuhan untuk tidak membiarkan kita dan tidak akan meninggalkan kita dapat menjadi suatu kenyataan apabila kita mau melihat kepada Tuhan, dan tidak “melirik” kepada jaminan-jaminan fana yang ditawarkan dunia ini, yang tampaknya begitu mempesona. Tuhanlah satu-satunya jaminan dalam hidup kita, dan janganlah kita meletakkan tumpuan hidup kita pada “uang” yang dapat menjerat kita kepada dosa dan berbagai pelanggaran firman Tuhan.

3. Keyakinan bahwa Tuhan penolong.
Jangan pernah andalkan diri kita, manusia, atau kuasa apapun di dalam hidup kita, selain Tuhan itu sendiri. Sebab telah nyatalah kuasa Tuhan sebagai pribadi yang memberikan keyakinan dalam hidup kita bahwa DIAlah satu-satunya penolong dalam hidup kita. Tiada solusi, tiada jalan, tiada pertolongan yang benar, dan kekal di luar DIA, Tuhan kita Yesus Kristus.

Tuhan akan mencukupkan setiap kebutuhan kita, bukan keinginan kita.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

19/09/2021

Shalom

Renungan Minggu XVI Setelah Trinitatis
Minggu, 19 September 2021

Tema : Hidup Dalam Didikan Tuhan
Evangelium : Pengkhotbah 10:10-15
Epistel : Lukas 2:41-52

Pada suatu kali Andreas menggergaji sepotong kayu untuk membuat rak kayu. Dengan semangat dia menggergaji kayu itu, tapi lama sekali majunya gergaji itu, sehingga membuatnya agak kesal. Dia terus menambah tenaga untuk menggergaji kayu itu, namun tetap sama saja keadaannya. Setelah diperiksa, ternyata mata gergajinya sudah tumpul. Setelah dia mengasah mata gergaji tersebut, barulah gergaji itu dapat digunakan untuk memotong kayu itu dengan baik, dan pekerjaannya pun lebih cepat selesai.

Bagi orang tertentu, sulit sekali menjalankan pekerjaan yang memerlukan banyak pikiran. Demikian juga dalam bidang pengembangan usaha dan pelayanan, karena memang harus menggunakan lebih banyak pikiran daripada tenaga. Untuk berhasil dalam bidang apapun juga, perlu adanya keseimbangan antara tenaga dan hikmat.

Kata-kata hikmat yang ditulis oleh Raja Salomo dapat memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Ayat di atas mengingatkan kita bahwa dalam keadaan tertentu kita memerlukan tenaga, tapi kita juga memerlukan hikmat untuk berhasil.

Nama minggu ini adalah Minggu XVI Setelah Trinitatis. Trinitatis berarti Ketritunggalan Allah dimana kita senantiasa berpengharapan dan percaya dengan mengandalkan anugerah dari Yesus Kristus, kasih setia dari Allah Bapa dan persekutuan dengan Roh Kudus yang memberkati, melindungi, dan menghibur kita semua di masa pandemi ini. Kita diminta terus belajar bersyukur dan berdoa kepada Tuhan yang sedang memberi hikmat dan kesadaran yang baru selama dan sesudah wabah covid-19 yang antara lain mengajak kita supaya membarui-ulang hati, pikiran dan cara kita dalam hidup berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat dengan Firman Tuhan sebagai pembaruan.

"Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat (Pengkhotbah 10:10). Tenaga memang diperlukan, tetapi hikmat juga tidak boleh dilupakan. Dalam melakukan pekerjaan Tuhan, kita juga memerlukan hikmat dari Tuhan, lewat pekerjaan dan campur tangan Roh Kudus sebagai sumber hikmat kita. Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu yang harus kita lakukan, bahkan hal-hal yang tidak kita ketahui.

Marilah kita hidup dalam didikan Tuhan dengan memiliki hikmat yang dari Tuhan dan menghasilkan karya terbaik dalam pekerjaan kita masing-masing, sesuai talenta dan kesanggupan kita untuk hormat dan kemuliaan-Nya, Sang Pemberi Hikmat.

"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan." (Amsal 1:7)

Selamat Beribadah & Selamat Hari Minggu.
Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

18/09/2021

Shalom

Renungan Harian
Sabtu, 18 September 2021

Hati Yang Berubah

"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:36)

Joshua Chamberlain adalah perwira yang memimpin pas**an Perserikatan pada hari berakhirnya Perang Saudara AS. Para prajurit yang dipimpinnya berbaris di kedua sisi jalan sambil menyaksikan pas**an Konfederasi yang telah menyerahkan diri berjalan di antara mereka. Satu ucapan yang tidak patut atau satu tindakan agresif dapat membuyarkan perdamaian yang telah lama diidam-idamkan itu. Lewat tindakan yang brilian sekaligus menyentuh hati, Chamberlain memerintahkan pas**annya untuk memberi hormat kepada lawan mereka! Tidak ada celaan atau makian—hanya ada senapan dan pedang yang diangkat sebagai tanda penghormatan.

Dalam pengajaran Yesus tentang hal mengampuni di Lukas 6, Dia menolong kita untuk memahami perbedaan antara orang yang telah dan yang belum mengalami anugerah Allah. Mereka yang telah menerima pengampunan-Nya haruslah tampil berbeda dari orang-orang pada umumnya. Kita harus melakukan apa yang dianggap orang tidak mungkin, yakni mengampuni dan mengasihi musuh kita. Yesus berkata, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Lukas 6:36).

Bayangkan dampak yang terjadi bila kita menerapkan prinsip itu di tempat kerja dan di tengah keluarga kita. Jika suatu tanda penghormatan saja dapat membuat para prajurit berdamai kembali, terlebih lagi kuasa dari anugerah Kristus yang terpancar melalui diri kita! Kitab Suci memberikan bukti tentang hal itu lewat tindakan Esau yang menerima kembali sang adik yang pernah memperdayanya (Kejadian 33:4), lewat pertobatan Zakheus yang penuh s**acita (Lukas 19:1-10), dan lewat gambaran seorang ayah yang berlari menyambut anaknya yang p**ang kembali (Lukas 15).

Oleh anugerah Tuhan, kiranya kita dimampukan untuk mengakhiri kepahitan dan perselisihan kita dengan musuh kita.

Kemarahan pun sirna jika dibalas dengan anugerah.

Salam kasih, sehat & protokol kesehatan.
Tuhan Yesus memimpin & memberkati.
Horas.
😇🙏

(St. Y. P. Purba)

Address

Jln. S. Brantas No. 13 A Harapan Jaya
Bekasi
17124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja HKBP Harapan Jaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja HKBP Harapan Jaya:

Share

Category