Majlis Roghidatul Qulub

Majlis Roghidatul Qulub jika hidup tidak digunakan untuk syi'ar agama, berarti hidup kami sia-sia

Dengan Ponpes Kyai Parak Bambu Runcing – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemarnya yang sedang naik daun! 🎉
28/07/2024

Dengan Ponpes Kyai Parak Bambu Runcing – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemarnya yang sedang naik daun! 🎉

26/03/2024

Ojo lali seng gawe jejeg
⬇️
Cagak e papat
Lawang e songo
Kunci ne loro
Omah e siji

24/03/2024

Sesuatu yang disampaikan dari pikiran, akan diterima oleh pikiran
Sesuatu yang disampaikan dari hati, akan diterima oleh hati

Penerimaan tergantung dari penyampaian
Semua butuh pedoman kebenaran, agar tidak membuat diri terus merasa paling benar

Jangan lupa bahagia hari ini kawan 😊

03/01/2024

Majlis Roghidatul Qulub (penyejuk hati) bulan Januari di minggu pertama, majlis yang biasanya di adakan di markas RQ/cikarang dan sekitarnya di wilayah Jawa Barat, untuk bulan ini di alihkan ke pesantren Kyai Parak Bambu Runcing yang berlokasi di Parakan Temanggung Jawa Tengah, bagi rekan" RQ di wilayah Jawa Tengah, bisa merapat ke lokasi, majlis akan di mulai ba'da isya'-selesai, InsyaAllah pembacaan sholawat dan dzikir bulan ini akan di pimpin langsung oleh kyai Syifaul Fuad Al Ghoffar & kyai Farid Hakim
Sekian informasi yang bisa kami sampaikan... 🙏🏻

02/12/2023

Bismillah...

SEJARAH SYAIKH SITI JENAR
YANG SEBENARNYA
=======================

Nama Asli Syaikh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan Ali Al-Husaini, di Lahirkan di Persia Iran. Kemudian setelah Dewasa mendapat Gelar Syaikh Abdul Jalil.

Dan ketika datang untuk Berdakwah ke Caruban, sebelah Tenggara Cirebon. Dia mendapat Gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah Seorang Sayyid atau Habib Keturunan dari Rasulullah Saw.

Nasab Lengkapnya :
Syaikh Siti Jenar (Sayyid Hasan ’Ali).
bin Sayyid Shalih
bin Sayyid ’Isa ’Alawi
bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin
bin Sayyid ’Abdullah Khan
bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan
bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih
bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath
bin Sayyid 'Ali Khali Qasam
bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair
bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah
bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir
bin Sayyid 'Ubaidillah
bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir
bin Sayyid 'Isa An-Naqib
bin Sayyid Muhammad An-Naqib
bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi
bin Imam Ja'far Ash-Shadiq
bin Imam Muhammad al-Baqir
bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin
bin Imam Husain Asy-Syahid
bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra
binti Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Syaikh Siti Jenar Lahir sekitar Tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia Berguru kepada Ayahnya Sayyid Shalih di Bidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil Menghafal Al-Qur’an Usia 12 Tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama Ayahnya Berdakwah dan Berdagang ke Malaka.

Tiba di Malaka Ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi M***i Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah Pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah.

Saat itu Kesultanan Malaka adalah Dibawah Komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan Ayahnya Bermukim di Malaka.

Kemudian pada Tahun 1424 M, ada Perpindahan Kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah.

Sekaligus Pergantian M***i Baru dari Sayyid Sholih (Ayah Siti Jenar) kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir Tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta Anak dan Istrinya pindah ke Cirebon.

Di Cirebon Sayyid Shalih Menemui Sepupunya, yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari Sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon.

Sayyid Kahfi kemudian Mengajarkan Ilmu Makrifatulloh kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 Tahun.

Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada (4) Emoat Orang, yaitu :

1. Maulana Malik Ibrahim sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari Sanad Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Untuk Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya

2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari Sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk Wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,

3. Sayyid Kahfi, dari Sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk Wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia Tenggara

4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari Sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk Wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

Kitab-Kitab yang di Pelajari oleh Siti Jenar Muda kepada Sayyid Kahfi adalah :

- Kitab Fusus Al-Hikam,
Karya Ibnu ’Arabi.
- Kitab Insan Kamil,
Karya Abdul Karim al-Jilli.
- Kitab Ihya’ Ulumuddin
Karya Imam Al-Ghazali.
- Risalah Qushairiyah,
Karya Imam al-Qushairi.
- Tafsir Makrifatulloh
Karya Ruzbihan Baqli.
- Kitab At-Thawasin
Karya Al-Hallaj.
- Kitab At-Tajalli, Karya
Abu Yazid Al-Busthamiy.
- Dan Quth al-Qulub,
Karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam Ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar Muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 Tahun.

Dan belajar Ilmu Ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 Tahun.

Setelah Wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi Amanat untuk Menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan Sanad Utsman bin ’Affan.

Diantara Murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah :

• Muhammad Abdullah Burhanpuri,
• Ali Fansuri,
• Hamzah Fansuri,
• Syamsuddin Pasai,
• Abdul Ra’uf Sinkiliy,
• dan lain-lain.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH ADALAH :

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari Cacing.

Sejarah ini Bertentangan dengan Akal Sehat Manusia dan Syari’at Islam.

Tidak ada Bukti Referensi yang Kuat, bahwa Syaikh Siti Jenar BLberasal dari Cacing. Ini adalah Sejarah Bohong.

Dalam sebuah Naskah Klasik, Serat Candhaki pun Riwayat Jati ; Alih Aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, Hal 1, Cerita yang masih sangat Populer tersebut di Bantah secara Tegas.

Wondene Kacariyos Yen Lemahbang Punika Asal Saking Cacing, Punika Ded, Sajatosipun Inggih Pancen Manungsa Darah Alit Kemawon, Griya Ing Dhusun Lemahbang.

Adapun diceritakan, kalau Lemahbang (Syaikh Siti Jenar) itu berasal dari Cacing, itu Salah.

Sebenarnya ia memang Manusia yang Akrab dengan Rakyat Jelata, Bertempat Tinggal di Desa Lemah Abang.

2. Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti, yang Diidentikan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa Penulis Sejarah Syaikh Siti Jenar adalah Bohong, tidak Berdasar alias Ngawur.

Istilah itu berasal dari Kitab-Kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, Beliau Menggunakan Kalimat Fana’ wal Baqa’.

Fana’ Wal Baqa’ sangat Berbeda Penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ wal Baqa’ merupakan Ajaran Tauhid, yang Merujuk pada Firman Alloh :

Kullu Syai’in Haalikun Illaa Wajhahu.

Artinya : Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa, kecuali Dzat Alloh.

Syaikh Siti Jenar adalah Penganut Ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa Buku diceritakan, bahwa Syaikh Siti Jenar Meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb.

Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri Halaman 19 Membantahnya, ia Berkata :

Saya Berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 Tahun. Saya Melihat dengan Mata Kepala saya sendiri, bahwa dia adalah Pengamal Syariat Islam Sejati.

Bahkan Sholat Sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah Lebih Banyak daripada Manusia biasa.

Tidak pernah Bibirnya Berhenti Berdzikir : ALLOH.. ALLOH.. ALLOH.. Dan Membaca Sholawat Nabi Saw.

Tidak pernah ia Putus Puasa Daud, Senin Kamis, Puasa Yaumul Bidh dan tidak pernah saya Melihat dia Meninggalkan Sholat Jumat.

4. Beberapa Penulis telah Menulis bahwa Kematian Syaikh Siti Jenar, di Bunuh oleh Wali Songo dan Mayatnya Berubah menjadi Anjing.

Bantahan :
Ini suatu Penghinaan kepada Seorang Waliyulloh, Seorang Cucu Rasulullah Saw.

Sungguh amat Keji dan Biadab, seseorang yang Menyebut Syaikh Siti Jenar Lahir dari cacing dan Meninggal jadi Anjing.

Jika ada Penulis Menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa Berfikir Jernih. Dalam Teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia Lahir dari Manusia dan akan Wafat sebagai Manusia.

Maka Meluruskan Riwayat ini Berdasarkan Riwayat para Habaib, Ulama’, Kyai dan Ajengan yang Terpercaya Kewara’annya.

Mereka Berkata bahwa Syaikh Siti Jenar Meninggal dalam Kondisi sedang Bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon, setelah Sholat Tahajjud.

Dan para Santri baru Mengetahuinya saat akan Melaksanakan Sholat Subuh.

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar di Bunuh oleh Sembilan Wali adalah Bohong. Tidak Memiliki Literatur Primer.

Cerita itu hanyalah Cerita Fiktif yang ditambah tambahi, agar Kelihatan Dahsyat, dan Laku bila dijadikan Film atau Sinetron.

Bantahan :
Wali Songo adalah Penegak Syariat Islam di Tanah Jawa.

Padahal dalam Maqaashidus Syarii’ah di Ajarkan bahwa Islam itu Memelihara Kehidupan (Hifzhun Nasal wal Hayaah).

Tidak boleh Membunuh Seorang Jiwa yang Mukmin yang di dalam Hatinya ada Iman kepada Alloh.

Tidaklah Mungkin 9 Waliyulloh yang Suci dari Keturunan Nabi Muhammad Saw akan Membunuh Waliyulloh dari Keturunan yang sama. Tidak bisa diterima Akal Sehat.

Penghancuran Sejarah ini, Menurut Ahli Sejarah Islam Indonesia (KH. Azyumardi Azra) adalah Ulah Penjajah Belanda.

Untuk Memecah Belah Umat Islam agar selalu Bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat.

Bahkan Penjajah Belanda telah Mengklasifikasikan Umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera (Politik Pecah Belah) dengan (3) Kelas :

1. Kelas Santri :
(Diidentikkan dengan 9 Wali).

2. Kelas Priyayi :
(Diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak).

3. Kelas Abangan :
(Diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar).

Wahai Kaum Muslimin Melihat Fenomena seperti ini, maka kita harus Waspada terhadap Upaya para Kolonialist, Imprealis, Zionis, Freemasonry yang Berkedok Orientalis terhadap Penulisan Sejarah Islam.

Hati-hati jangan mau kita di Adu dengan sesama Umat Islam. Jangan mau Umat Islam ini Pecah. Ulamanya Pecah. Mari kita Bersatu dalam Naungan Islam untuk Kejayaan Islam dan Umat Islam.

(Oleh : KH. Shohibul Faroji Al-Rabbani)

Qasidah penuh CeritaMasa transisi dari masa Kegelapan menuju masa Terang Benderang
17/11/2023

Qasidah penuh Cerita
Masa transisi dari masa Kegelapan menuju masa Terang Benderang

Istiqomah itu tidak mudah
04/10/2023

Istiqomah itu tidak mudah

Ayo ikuti, turnamen shinobi...Memeriahkan kemerdekaan NKRI....
12/08/2023

Ayo ikuti, turnamen shinobi...
Memeriahkan kemerdekaan NKRI....

13/07/2023

Address

Serang Cibarusah
Bekasi

Telephone

+6288211211820

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majlis Roghidatul Qulub posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Majlis Roghidatul Qulub:

Share