Ranting NU Kalijaya

Ranting NU Kalijaya Menjaga tradisi Bumi Nusantara seperti yang diajarkan para Muasis Nahdlatul 'Ulama

03/12/2025

Berkumpul dalam kerinduan sang kekasih,
Berharap suatu saat nanti Sang Kekasih memandang dengan wajah penuh kerinduan🥹🤲
اللهم صل على سيدنا محمد

27/11/2025

Jika ibadah kami tidak ada jaminan diterima, maka sholawat kami atas Baginda Nabi lah yg pasti diterima.
Yaa Rosulalloh...terimalah salam rindu kami🤲
Semoga yg menonton dan yg membaca ini diberikan selamat dunia akhirat dan mendapat syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW, aamiin aamiin aamiin 🤲

Ranting NU Kalijaya NU Online Ulama Nusantara SANTRI GAYENG PBNU TVNU GUSDURIAN Gus Yusuf Channel Lembaga Dakwah PBNU NU Care - LAZISNU

26/11/2025

Tetaplah jadi santri walaupun engkau sudah jd kyai.
Karena santri akan selalu merasa kurang ilmu dan terus mengaji.

SANTRI GAYENG NU Online NU Care - LAZISNU Ranting NU Kalijaya GUSDURIAN Ulama Nusantara PBNU Gus Yusuf Channel TVNU

SELAMAT HARI GURUProfesi yang abadi adalah Guru, tak hilang dalam ruang dan waktu, bangsa yg maju menempatkan Guru sebag...
25/11/2025

SELAMAT HARI GURU

Profesi yang abadi adalah Guru, tak hilang dalam ruang dan waktu, bangsa yg maju menempatkan Guru sebagai Garda Terdepan Investasi

Maka teruslah ngajar walau di gubuk rombeng walau 1 murid plus 3 kucing and 1 lekar

Maka teruslah belajar walau di satu surau/majelis walau cuman sedikit jama'ah nya, guru disetiap waktu mendoakan keberkahan hidup kita


Ranting NU Kalijaya Nahdlatul Ulama NU Online NU Care - LAZISNU Gus Baha - KH Ahmad Bahauddin Nursalim SANTRI GAYENG

24/11/2025

Kuburan dibongkari
Pondok ruboh di komentari
Santri khidmah dianggep budak
Poro Kiyai wes di caci maki
Anak di tampar wong tuo ra terimo
Sak sekolahan podo geblek ra gelem sekolah
Wali murid maki2 guru
Lan iseh akeh banget problem ng negoro kito..
Ngunu iku opo sebabe?
Sebane Podo ra tau ngaji ilmu agomo ora ngerti etika, ora tau noto ati, ora tau gelem nompo nasehat songko kiyai. .
اللهم سلمنا والمسلمين
أمان أمان أمان إندونيسيا رايا أمان
أمين أمين أمين يا مجيب السائلين



Nahdlatul Ulama Ranting NU Kalijaya GUSDURIAN Ulama Nusantara PBNU

01/05/2025

Halal bihalal dan Lailatul Ijtima' Pengurus Ranting NU Kalijaya Cikarang Barat

Nahdlatul Ulama PBNU TVNU NU Care - LAZISNU NU Online

03/02/2025

Sholat, zakat, sholawat jangan ditinggal
Nahdlatul Ulama NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama NKRI Harga Mati Ayo Ngaji Official Lembaga Dakwah PBNU

02/02/2025

Hubungan orang tua & anak
Nahdlatul Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama NU Online NgajiBareng04 Gus Yusuf Channel Ranting NU Kalijaya Ayo Ngaji Official

31/01/2025

Semoga kita semua selamat dunia akhirat, aamiin🤲
Selamat Harlah NU yang ke-102 semoga semakin & selalu bermaslahat untuk ummat, aamiin🤲
Nahdlatul Ulama NU Online PBNU Perpustakaan PBNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama NKRI Harga Mati

KISAH DI  BALIK LAHIRNYA KITAB  BARZANJIBarzanji merupakan kitab yang berisikan tentang kisah perjalanan Rasullulah, puj...
14/04/2024

KISAH DI BALIK LAHIRNYA KITAB BARZANJI

Barzanji merupakan kitab yang berisikan tentang kisah perjalanan Rasullulah, pujian-pujian kepadanya, serta doa-doa. Bagi umat nahdiyin barzanji bukan lagi hal yang asing, tidak hanya dibaca ketika perayaan hari lahir Nabi saja, tetapi juga dijadikan rutinan setiap malam Jumat oleh sebagain besar umat nahdiyyin. Dinamakan Al-Barjanzy karena dinisbahkan kepada nama desa pengarang yang terletak di Barjanziyah kawasan Akrad (kurdistan).

Kitab tersebut nama aslinya ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) sebagian ulama menyatakan bahwa nama karangannya adalah I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar, yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlak, peperangan hingga wafatnya.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan junjungan Nabi SAW.

Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan, dan kesalihannya.
Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah.

Garis keturuanannya dengan Nabi Muhammad memlalui jalur Sayyid Husain, Sayyid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Syed ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Syed ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a. dan Sayidatina Fatimah binti Rasulullah SAW.

Masa Kecil

Beliau dilahirkan di Madinah Al Munawwarah pada hari Kamis, awal bulan Zulhijjah tahun 1126 H (1711 M). Beliau menghafal Al Quran 30 Juz kepada Syaikh Ismail Alyamany dan Tashih Quran (mujawwad) kepada syaikh Yusuf Asho’idy kemudian belajar ilmu naqliyah (Quran dan Hadis) dan ‘Aqliyah kepada ulama-ulama masjid nabawi Madinah Al Munawwarah dan tokoh-tokoh qabilah daerah Barjanzi kemudian belajar ilmu Nahwu, Sharaf, Mantiq, Ma’ani, Badi’, Faraidh, Khat, Hisab, Fiqih, Ushul Fiqh, Falsafah, ilmu Hikmah, ilmu Teknik, Lughah, ilmu Mustalah Hadis, Tafsir, Hadis, ilmu Hukum, Sirah Nabawi, ilmu

Sejarah.

Semua itu dipelajari selama beliau ikut duduk belajar bersama ulama-ulama masjid Nabawi dan ketika umurnya mencapai 31 tahun atau bertepatan 1159 H barulah beliau menjadi seorang yang ‘Alim wal ‘Allaamah dan ulama besar.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), M***i Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang m***i (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di kota Sang Nabi.

Di sana beliau telah belajar dari ulama-ulama terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebagian ulama, antaranya: Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.

Karya

Kitab ‘Iqd al-Jawahir (Bahasa Arab, artinya kalung permata) yang sebagian ulama menyebut dengan nama kitab I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar. Yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan saat ini dikenal dengan Barzanji. Kitab ini kemudian banyak disyarah oleh ulama masyhur, di antaranya al-’Allaamah al-Faqih asy-Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad yang terkenal dengan panggilan Ba`ilisy yang wafat tahun 1299H dengan satu syarah yang memadai, cukup elok dan bermanfaat yang dinamakan “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji” yang telah banyak kali diulang cetaknya di Mesir.

Di samping itu, kitab Maulid Sidi Ja’far al-Barzanji ini telah disyarahkan p**a oleh para ulama kenamaan umat ini. Antara yang masyhur mensyarahkannya ialah Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al-Maaliki al-’Asy’ari asy-Syadzili al-Azhari dengan kitab “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al-Barzanji”. Beliau ini adalah seorang ulama besar keluaran al-Azhar asy-Syarif, bermazhab Maliki lagi Asy`ari dan menjalankan Thoriqah asy-Syadziliyyah. Beliau lahir pada tahun 1217H (1802M) dan wafat pada tahun 1299H (1882M).

Juga ulama kita kelahiran Banten, Pulau Jawa, yang terkenal sebagai ulama dan penulis yang produktif dengan banyak karangannya, yaitu Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, an-Nawawi ats-Tsani, Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi turut menulis syarah yang Lathifah bagi “Maulid al-Barzanji” dan karangannya itu dinamakannya “Madaarijush Shu`uud ila Iktisaa-il Buruud”.

Kemudian, Sidi Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin bin Sayyid Muhammad al-Hadi bin Sayyid Zain yang merupakan suami kepada satu-satunya anak Sayyid Ja’far al-Barzanji, telah juga menulis syarah bagi “Maulid al-Barzanji” tersebut yang dinamakannya “al-Kawkabul Anwar ‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Mawlidin Nabiyil Azhar”.
Sidi Ja’far ini juga adalah seorang ulama besar keluaran al-Azhar asy-Syarif. Beliau juga merupakan seorang M***i Syafi`iyyah. Karangan-karangan beliau banyak, antaranya: “Syawaahidul Ghufraan ‘ala Jaliyal Ahzan fi Fadhaa-il Ramadhan”, “Mashaabiihul Ghurar ‘ala Jaliyal Kadar”, dan “Taajul Ibtihaaj ‘ala Dhau-il Wahhaaj fi Israa` wal Mi’raaj”. Beliau juga telah menulis sebuah manaqib yang menceritakan perjalanan hidup dan ketinggian nendanya Sayyid Ja’far al-Barzanji dalam kitabnya “Ar-Raudhul A’thar fi Manaqib as-Sayyid Ja’far”.

Kembali pada Sidi Ja’far al-Barzanji, selain dipandang sebagai m***i, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak, dan takwanya, tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdoa untuk hujan pada musim-musim kemarau.

Diceritakan bahawa suatu ketika di musim kemarau, beliau sedang menyampaikan khutbah Jumaatnya, seseorang telah meminta beliau beristisqa` memohon hujan. Maka dalam khutbahnya itu beliau pun berdoa memohon hujan, dengan serta merta doanya terkabul dan hujan terus turun dengan lebatnya sehingga seminggu, persis sebagaimana yang pernah berlaku pada zaman Junjungan Nabi SAW dahulu

Wafatnya

Beliau wafat di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah makam beliau dari kalangan anak-anak perempuan junjungan Nabi SAW. Karangannya membawa umat ingat terhadap Nabi dan membuat umat rindukan Nabi. Setiap kali karangannya dibaca, pasti shalawat dan salam dilantunkan buat Nabi. Beliau telah kembali ke rahmatullah pada hari Selasa, setelah Asar, 4 Sya’ban, tahun 1177 H (1766 M). Jasad beliau makamkan di Baqi’ bersama keluarga Rasulullah SAW.

Kitab maulid Barzanji sendiri telah disyarah (dijelaskan) oleh ulama-ulama besar seperti Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy al-Maaliki al-’Asy’ari asy-Syadzili al-Azhari yang mengarang kitab “al-Qawl al-Munji ‘ala Mawlid al- Barzanji” dan Sayyidul ‘Ulama-il Hijaz, Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi “Madaarijush Shu`uud ila Iktisaa-il Buruud”.
Disarikan dari berbagai sumber.

Link YouTube

https://youtu.be/EZnN4ikEEKs



Address

Bekasi
17530

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ranting NU Kalijaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share