20/03/2026
𝗕𝗘𝗥𝗗𝗔𝗠𝗔𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗠𝗘𝗠𝗗𝗔𝗣𝗔𝗧 𝗔𝗠𝗣𝗨𝗡𝗔𝗡
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
تُفْتَحُ أبْوابُ الجَنَّةِ يَوْمَ الإثْنَيْنِ ويَوْمَ الخَمْيِسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلاَّ رَجُلًا كَانَتْ بينهُ وَبَيْنَ أخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ: أنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا! أَنْظِرُوا هَذَينِ حَتَّى يَصْطَلِحَا!
“Pintu-pintu surga itu dibuka pada setiap Senin dan Kamis, maka setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, dia diampuni, kecuali seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya terjadi permusuhan, maka dikatakan -kepada malaikatnya-: ‘Tangguhkanlah dari dua orang ini (dari ampunan) hingga mereka berdamai.'” (HR. Muslim)
Dalam redaksi lain riwayat Imam Muslim,
تُعْرَضُ الأعْمالُ في كُلِّ يَوْمِ خَمِيسٍ وإثْنَيْن
“Amal manusia ditunjukkan pada setiap hari kamis dan senin.”
(HR. Muslim)
Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ini merupakan salah satu hadits yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang sesuatu yang ghaib, yaitu tentang dibukanya pintu-pintu surga di hari Senin dan Kamis. Kita tidak mengetahuinya kecuali setelah diberitahukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Kemudian Allah mengampuni orang-orang berdosa selama dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu. Yang ditangguhkan ampunannya hanya dua orang muslim yang berselisih, sampai mereka memperbaiki hubungan.
Hadits ini mengandung pelajaran tentang kemuliaan hari Senin dan Kamis. Pada dua hari ini amal-amal manusia ditunjukkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang mana pada hakikatnya tidak ada yang tersembunyi bagi Allah Ta’ala, karena Allah Maha mengetahui. Tentu ada hikmah penyebutan “Dipaparkannya amal shalih.”
Hadits ini juga menjelaskan kepada kita tentang permusuhan antara sesama kaum muslimin adalah sesuatu yang sangat dilarang, apalagi dalam masalah duniawi, masalah sepiring nasi dan seteguk air. Adapun kalau seorang membenci saudaranya karena perbuatan syirik atau bid’ah yang dilakukan oleh saudaranya, atau dia seorang pelaku maksiat, maka kita boleh membenci.
Islam adalah agama yang berupaya untuk menjaga h