20/05/2026
Dan Tuhan Tersenyum Melihat Ndan Bahrul #4
Gus, Panwas, dan Rokok
Malam itu di sebuah warung kopi di pojok desa—Kecamatan Bumiaji—mendadak lebih ramai dari biasanya. Enam anggota Ansor: Rizal, Yayak, Khitam, Alfi, dan Ayufi tampak duduk melingkar diantara para pengunjung yang lain. Mereka ngopi, diskusi, sesekali mengasapi langit malam dengan bau rokok seperti cerobong pabrik kecil-kecilan.
Yang paling kalem dintara mereka tentu Ayufi. Sekretaris Ansor, seorang guru SD negeri, wajahnya teduh seperti wali kelas yang baru selesai menenangkan murid yang rebutan penghapus. Di sebelahnya, Ahsanul Khitam. Bijaksana. Politis. Warga Kapru sekaligus anggota Panwaslu. Cara bicaranya pelan, tapi auranya seperti orang yang kalau senyum saja sudah terasa ada anggaran turun.
Di tengah lingkaran duduk Ismu Adit dengan rambutnya sedikit acak. Ia kader Ansor, tetapi lebih akrab dengan kambing daripada podium organisasi. Lelaki asli Betawi itu memilih menetap di Jawa Timur. Baginya hidup sederhana jauh lebih menenangkan daripada sibuk mengejar pengakuan.
Alfi duduk di sebelah Adit. Ia pimred Wathan.id—terbiasa menyusun kata menjadi peluru pemikiran. Artikel dan kolomnya yang tersebar di berbagai media. Namun di balik idealismenya, ia tetaplah lelaki yang gemar bercanda dan sering menjadi bahan olokan kawan-kawannya.
Ketua Ansor—Rizal—duduk paling depan seperti sedang memimpin sidang darurat negara. Ketua Ansor itu memang punya bakat alami menjadi pusat keributan. Bola matanya besar seperti habis melihat laporan kas Ansor yang tiba-tiba minus. Kalau mulai bicara, teman-temannya otomatis diam. Bukan karena hormat. Tapi takut kebagian volume suaranya yang menggelegar.
Sementara Yayak, tepat disamping Rizal. Di setiap acara Ansor, Yayak seperti orang yang tidak bisa diam. Saat yang lain masih sibuk ngobrol atau menunggu instruksi, ia sudah mondar-mandir menata kursi, mengangkat galon, mengecek sound system, sampai memastikan kopi panitia tidak kosong. Badannya kecil, tapi tenaganya seperti tidak habis-habis.
Baca selengkapnya ...
https://wathan.id/dan-tuhan-tersenyum-melihat-ndan-bahrul-4/