Renungan Harian Kristen di Indonesia

Renungan Harian Kristen di Indonesia Grup ini guna untuk saling memberkati, sharing tentang kebenaran firman Tuhan dan saling mendoakan.🙏

26/08/2024

REFLEKSI PRIBADI UTK DIRENUNGANKAN
Tema : Waspada! Sebab Semua Harus Terjadi.
Nas : Lukas 21

"... Akan ada gempa bumi, gempa bumi yang dahsyat, di berbagai tempat. (11a)
"... Akan ada kelaparan dan penyakit sampar; terhadap cuaca yang buruk dan kekurangan makanan, akan timbul penyakit-penyakit menular. (11b)
"... Akan ada hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda dari langit; penampakan² di langit yang tidak biasanya. (11c)

Semua tanda ini biasanya dianggap sebagai pertanda buruk yang menandakan sesuatu yang buruk. Sekarang, mengenai hal ini, peringatan yang Tuhan berikan kepada manusia adalah, "Janganlah kamu terkejut. Orang lain akan takut karenanya, namun janganlah kamu takut. Terhadap hal-hal yang mengejutkan itu, janganlah kamu takut, hai segenap umat yang memandang ke atas, ke sorga, ke takhta pemerintahan Allah Tritunggal di sorga yang maha tinggi. Janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya (Yer.10:2). Dan mengenai kelaparan dan penyakit sampar, anda akan berada dalam perlindungan tangan Allah yang telah berjanji kepada mereka yang adalah milik kepunyaan-Nya bahwa mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan, dan bahwa Dia akan menjaga mereka dari penyakit sampar yang busuk. Oleh karena itu, percayalah kepada-Nya, janganlah gentar dan cemas. Ya, walaupun anda mendengar mengenai peperangan², ketika di luar ada pertikaian² dan di dalam ada kecemasan², janganlah kamu takut dan bimbang.

Yang menjadi perenungan pribadi adalah:
[1] "Yang dapat kamu lakukan hanyalah berbuatlah sebaik-baiknya dengan semuanya itu, karena segala ketakutanmu tidak dapat mengubahnya: Sebab semuanya itu harus terjadi terlebih dahulu. Tidak ada penangkal, kamu hendaknya berhikmat untuk membuat dirimu tenang dengan menyesuaikan dirimu dengan semuanya itu."
[2] "Akan ada hal yang lebih buruk menanti. Janganlah menghibur-hibur dirimu dengan angan-angan bahwa segera kamu akan melihat akhir dari segala tanda-tanda kiamat itu. Tidak, tidak secepat yang kamu pikirkan: Itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera, tidak dengan tiba-tiba. Janganlah gentar, karena jika belum apa-apa kamu sudah mulai kehilangan semangat, bagaimana mungkin kamu dapat bertahan dalam hal-hal yang masih akan terjadi lagi di hadapanmu?"
[3] "Berubahlah dengan pembaharuan budimu jangan lagi ada diantara kamu: kasih yang pura², kedengkian, kesombongan, tinggi hati, serakah, keegoisan, pertikaian, panas hati, keras hati, cinta (hamba) uang, dan segala hal nafsu kedagingan duniawi. Buang dan Matikanlah semuanya itu. Lakukanlah yang terpuji dan menyenangkan hati Tuhan dan bangunlah hubungan yang intim dengan Tuhan, seperti halnya melayani-Nya, beribadah kepada-Nya, berdoa dan beriman kepada-Nya."

Jangan takut, dan jangan gentar melainkan dekatkan lah dirimu pada Tuhan lewat doa dan pengharapan kepada-Nya, tetap andalkan kekuatan TUHAN. Yakinlah Dia, bahwasanya Dia adalah Allah yang penuh belas kasihan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI.🕊️🕊️🕊️

09/12/2023

Renungan Harian Kristen
MENEBAK KAKI SENDIRI
Minggu, 10 Des 2023

Nas: Markus 10:35

"… Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: ”Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!”

Pada tahun 2021, seorang insinyur yang berambisi untuk menembakkan anak panah lebih jauh dari siapa pun dalam sejarah membidik rekor 2.028 kaki. Sambil berbaring telentang, ia menarik tali busur dari busur yang dioperasikan dengan kaki yang dirancang secara pribadi dan bersiap untuk meluncurkan proyektil ke tempat yang ia harapkan akan menjadi rekor baru dengan jarak lebih dari satu mil (5.280 kaki). Sambil menarik napas dalam-dalam, dia membiarkan anak panah itu terbang. Anak panah itu tidak melesat sejauh satu mil. Bahkan, jaraknya kurang dari satu kaki-meluncur ke kakinya dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Ouch!
Terkadang kita bisa saja menembak kaki kita sendiri dengan ambisi yang salah arah. Yakobus dan Yohanes tahu apa artinya berambisi mencari sesuatu yang baik, tetapi untuk alasan yang salah. Mereka meminta Yesus untuk "mendudukkan seorang di sebelah kanan-Mu dan seorang lagi di sebelah kiri-Mu dalam kemuliaan-Mu" (Markus 10:37). Yesus telah mengatakan kepada para murid bahwa mereka akan "duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel" (Matius 19:28), sehingga mudah untuk memahami mengapa mereka mengajukan permintaan ini. Masalahnya? Mereka secara egois mencari posisi dan kekuasaan mereka sendiri yang tinggi di dalam kemuliaan Kristus. Yesus berkata kepada mereka bahwa ambisi mereka salah tempat (Markus 10:38) dan bahwa "barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, ia harus menjadi hamba-Mu" (ayat 43).
Ketika kita ingin melakukan hal-hal yang baik dan besar bagi Kristus, kiranya kita mencari hikmat dan arahan-Nya-dengan rendah hati melayani orang lain seperti yang telah dilakukan-Nya dengan baik (ay. 45).

Perenungan Pribadi.
1. Mengapa ambisi bisa menjadi baik dan buruk?
2. Bagaimana kita dapat menjadikan ambisi kita untuk melayani seperti Yesus?

Tuhan Yesus Memberkati!🙏

Happy Sunday ✝️🛐

08/12/2023

Renungan Harian Kristen
JANGAN BANGKITKAN MURKA TUHAN
Sabtu, 09 Des 2023

Nas: 2 Tawarikh 36:11-21

"Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan." 2 Tawarikh 36:16

Pada zaman raja Zedekia memerintah, umat Israel benar-benar mengalami degradasi iman yang luar biasa. Sebagai raja seharusnya Zedekia dapat menjadi contoh atau teladan bagi rakyat yang dipimpinnya, tapi justru melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Semua orang termasuk para imam berubah tidak setia dengan mengikuti kekejian bangsa-bangsa lain. "Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka." (ayat 14). Meski demikian Tuhan tetap menunjukkan kasih-Nya dengan berkali-kali mengutus hamba-hamba-Nya untuk menegur dan memperingatkan mereka. Tetapi mereka tetap saja mengeraskan hati dan tak memedulikan teguran dan peringatan Tuhan ini.

Alkitab menyatakan bahwa mereka mengolok-olok para utusan Tuhan ini. Mengolok-olok berarti mempermainkan dengan perkataan yang bersifat ejekan; perkataan yang mengandung sindiran (ejekan, lelucon) atau perkataan untuk bermain-main saja; kelakar, senda gurau. Mereka menganggap remeh dan merendahkan orang-orang yang diutus Tuhan, dan bahkan mereka berani menghina firman Tuhan. Itu sama artinya mereka juga meremehkan Tuhan dan tak menghormati Dia. Karena perbuatan mereka sangat kelewatan, maka bangkitlah murka Tuhan atas mereka: "TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan--semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya." (2 Tawarikh 36:17). Contoh kasus lain: anak-anak di kota Betel mengolok-olok Elisa (nabi Tuhan): "botak...botak!" akhirnya mereka harus menuai akibatnya yaitu tubuhnya dicabik-cabik oleh beruang hutan (2 Raja-Raja 2:23-24). Karena itu berhati-hatilah dengan ucapan Saudara!

Jangan sekali-kali kita merendahkan orang lain dengan kata-kata olokan (ejekan), terlebih-lebih berani mengolok-olok hamba-hamba Tuhan dan menghina firman Tuhan seperti yang dilakukan oleh orang-orang di zaman raja Zedekia ini. Tuhan sendiri yang akan berperkara! Jangan p**a kita meremehkan setiap teguran dan peringatan Tuhan.

"Siapa meremehkan Firman, ia akan menanggung akibatnya." (Amsal 13:13)

Tuhan Yesus Memberkati!🙏😇🙏
Anjas L

08/12/2022

SUKSES KARENA DIHINA
Jumat, 9 Des 2022

Nas: Nehemia 4

Pembangunan tembok baru dimulai dan tantangan dari luar juga dimulai. Sanbalat marah dan sangat sakit hati, bahkan mengolok-olok orang Yahudi. Mereka menghina dan meragukan kualitas pekerjaan (1-3). Nehemia berdoa dan terus mendorong rakyat untuk bekerja dengan semangat (4-6). Ujung-ujung tembok mulai bertemu dan lobang-lobang sudah tertutupi.

Hasil kerja itu membuat Sanbalat dan komplotannya makin marah (7). Mereka merencanakan perang dan kekacauan (8). Sekali lagi, Nehemia dan rakyat berdoa kepada Allah (9).

Ancaman penyerangan dan pembunuhan (11-12) terus didengar rakyat. Belum lagi kekuatan fisik yang merosot dan pekerjaan masih banyak (10). "Menyerah". Mungkin itu yang muncul dalam pikiran mereka. Namun, Nehemia terus berdoa dan berusaha menguatkan umat agar berpengharapan kepada Allah yang dahsyat (14). Mereka pun digambarkan melakukan pekerjaan dengan satu tangan karena tangan yang satu lagi memegang perlengkapan perang (16-18). Mereka tetap bekerja sepenuh hati walau kondisi tegang dan melelahkan.

Hinaan, ejekan, dan ancaman bisa dengan begitu gampang merusak mental kita. Tak jarang, itu membuat kita patah semangat, undur diri, bahkan melarikan diri. Namun, kita telah belajar dari Nehemia dan rakyat untuk tidak mudah menyerah dan putus asa. Justru pengalaman iman mereka harus menjadi pendorong bagi setiap kita untuk bangkit, merendahkan diri, dan memohon kekuatan Allah agar kita makin maju dan berkembang. Jika hinaan bagaikan cambuk, hal itu akan membuat kita berlari makin kencang dan bersemangat untuk sampai ke tujuan kita.

Hinaan bisa muncul di tengah kehidupan keluarga, di tempat kerja, dan di banyak tempat lain. Kita bisa saja dihina karena lemahnya kemampuan, buruknya penampilan, atau aspek lain. Jika dihina, mari kita ekstra hati-hati dan tetap berada di koridor yang benar. Tetaplah bersemangat dalam berkarya!

Penghina akan bersorak jika kita gagal dan kalah; maka dari itu, kita harus menang. Dengan berdoa dan bekerja tanpa mengenal lelah, penghinaan akan luntur.

Tuhan Yesus Memberkati!🙏

14/10/2022

BACK TO BIBLE
Kamis, 15 Oktober 2022

Nats: Yudas 1:17-23
"Akan tetapi kamu, Saudara-saudaraku yang terkasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus." (20)

Dasar apa pun yang dipakai orang pasti akan goyah kecuali dasar firman Tuhan.

Pakailah dasar itu agar kita semakin memahami kehendak-Nya.

Dan mari pelihara iman kita berdasarkan kasih Kristus (21).

Sebagai saudara seiman, kita perlu menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang mulai ragu akan kebenaran firman (22).

Mari berusaha membawa mereka yang tersesat ke jalan yang dikehendaki Allah ( 23).

Selalu mengingat bahwa firman Allah adalah satu-satunya kebenaran dan di luar firman-Nya adalah kepalsuan yang menyesatkan.

Ketika sebuah ajaran tidak lagi sesuai kebenaran Alkitab, ajaran itu menyesatkan!

Tuhan Memberkati!🙏😇🙏

24/09/2022

Harapan di Tengah Realitas Dunia
Minggu, 25 Sep 2022

Nats: Wahyu 9:13-21

Sangkakala keenam menyertai penglihatan serangan militer yang menghancurkan sepertiga bumi (15-19). Penglihatan itu menggambarkan hukuman atas kejahatan dunia.

Namun, hukuman memang tidak menghasilkan pertobatan. Manusia yang tidak mati tetap menyembah emas dan perak, juga tetap bergelimang pembunuhan dan percabulan (20-21). Mungkinkah gambaran penglihatan itu terus terjadi sampai hari ini?

Kitab Wahyu menghadirkan realitas yang berbeda dari kehidupan yang dijalani gereja mula-mula. Imperium Romawi menindas, membunuh, mengeksploitasi ekonomi, dan tampaknya sangat berhasil dalam mengumpulkan harta dan kekuasaan. Tak terbayangkan ada yang sanggup mengalahkan kejahatan dari kekuasaan imperium yang dahsyat itu.

Kenyataan hari ini juga tidak jauh berbeda. Dunia dipenuhi berbagai kekuasaan yang saling berebut pengaruh serta sangat manip**atif dengan kekuatan uang dan jabatan. Bahkan, ketika dikonfrontasi dengan berbagai hukuman, tidak ada pertobatan. Sanggupkah umat Allah setia dalam peperangan demikian?

Yohanes menghadirkan penglihatan yang menembus realitas hidup. Tuhan tidak diam menghadapi kejahatan dunia; walaupun kejahatan sering terlihat mahadahsyat dan tak terkalahkan, ada hukuman Tuhan demi keadilan.

Dalam masa hidup Yohanes sendiri, Imperium Romawi tetap berjaya. Bahkan, pada zaman Konstantin, kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi (313 M). Kenyataan hidup penuh komplikasi dan kerumitan. Apakah berarti gereja Tuhan sebenarnya ditelan oleh kekuatan imperium?

Agustinus pernah menulis soal Kota Tuhan dan Kota Manusia, membedakan kuasa duniawi dan realitas surgawi. Ketika Roma hancur oleh serangan militer (410 M), ada tuduhan bahwa Roma hancur karena meninggalkan agamanya dan memeluk kekristenan.

Agustinus dan Yohanes menghadirkan realitas yang lain. Namun, Yohanes yakin, Allahlah yang sungguh berkuasa. Karena itu, di tengah realitas dunia sekalipun kita dapat terus berharap kepada-Nya.

Happy Sunday!
Tuhan Yesus Memberkati!🙏

13/09/2022

Memilih Diperkenan Siapa?
Rabu, 14 Sep 2022

Nats: Wahyu 3:7-13

Jemaat Tuhan di kota Filadelfia adalah jemaat yang penuh dengan kelemahan dan bahkan teraniaya (8). Akan tetapi, ternyata Tuhan betul-betul memuji jemaat ini dan tidak menyatakan satu hal buruk pun dari jemaat ini. Malahan dinyatakan bahwa Ia sangatlah mengasihi jemaat ini (9). Sebenarnya, apa yang membuat Tuhan sangat berkenan kepada jemaat yang kecil dan lemah ini?

Sesuai dengan arti kata Filadelfia, kata yang memiliki akar kata yang sama dengan kasih (filia) dan saudara laki-laki (delfia), jemaat ini sungguhlah dikasihi Allah. Mereka dikasihi bukan karena mereka kuat, kaya, ataupun makmur. Tuhan justru menyatakan bahwa jemaat ini lemah, miskin, tidak berdaya, dan bahkan teraniaya. Jemaat ini dikucilkan dan ditindas oleh orang-orang Yahudi karena mengaku Yesus sebagai Mesias, (9), juga karena mereka mengenakan predikat kudus pada Yesus. Bagi orang Yahudi, hal itu adalah pen*staan serius, karena kata itu hanya boleh diperuntukkan bagi Yahweh (7). Maka, orang-orang Kristen dicap sebagai orang-orang sesat yang layak dianiaya dan dibasmi.

Akan tetapi, jemaat Filadelfia tidak menyangkal imannya. Mereka tetap memilih setia dan tentunya hal itu membuat kehidupan mereka tidak nyaman. Namun, bagi mereka, diperkenan Allah adalah lebih penting daripada kenyamanan. Karena itu, Tuhan akan membela mereka; Dia berjanji untuk setia menyertai dan melindungi di dalam masa-masa sulit yang mereka alami (10). Juga ada jaminan mahkota kehidupan dan kediaman yang tenang bagi mereka (12). Hal itu pastilah sangat menghiburkan mereka, karena telah berkali-kali kota itu dilanda gempa bumi yang besar yang membuat jemaat berkali-kali harus mengungsi dan hidup dalam ketidaktenangan.

Semoga kita dapat memiliki mentalitas seperti jemaat Filadelfia yang melihat bahwa perkenanan Tuhan tak dapat dibandingkan dengan kekayaan, keamanan, dan kenyamanan hidup. Hal itu tidaklah mudah, karena kita hidup di zaman kontemporer yang memuja kehidupan yang nyaman, sukses, nikmat, kaya, dan berhasil. Mari kita jalani hidup yang diperkenan Allah!

Tuhan Yesus Memberkati!🙏

10/09/2022

KETIKA SUNGKAN MENEGUR
Sabtu, 10 Sep. 2022

FT: Wahyu 2:18-29

Tibalah pada surat keempat, yaitu surat kepada jemaat di Tiatira. Mereka pun menerima pujian karena kasih, iman, dan pelayanan mereka (ay.19). Sekalipun demikian, ada satu hal yang ditegur keras oleh Tuhan. Disebutkan bahwa mereka membiarkan seorang wanita, Izebel, mengajarkan ajaran yang tidak benar (ay.20). Tuhan sangat tidak s**a dengan ajaran wanita itu. Tuhan sudah memberikan kesempatan baginya untuk bertobat, tetapi tidak digunakannya (ay.21). Oleh karena itu, hukuman akan dijatuhkan kepadanya dan semua orang yang mengikuti ajarannya (22-23).

Mengapa sampai ada orang yang mengajarkan hal tidak benar di tengah jemaat dan tidak dihentikan? Tidak disebutkan alasannya. Surat itu hanya menyebutkan: "... engkau membiarkan ..." (ay.20). Hal itu berarti, mereka sebenarnya telah tahu bahwa orang itu mengajarkan hal yang tidak benar. Bisa jadi mereka takut atau sungkan untuk menegur dan memberikan sanksi kepada orang itu, bisa p**a karena penyebab lain. Namun, yang jelas keberadaan orang itu bukan tidak diketahui.

Rasa sungkan sangat umum di tengah sebagian masyarakat. Rasa sungkan membuat orang enggan menegur orang yang sudah nyata-nyata berbuat salah. Bisa jadi mereka sungkan karena posisinya yang terhormat atau kaya, bisa p**a karena malas atau tidak ingin mendapat masalah. Orang akhirnya mendiamkan perbuatan salah itu.

Padahal, menegur orang yang melakukan kesalahan adalah salah satu kewajiban dalam kehidupan persekutuan. Tentunya, teguran itu diberikan bukan dalam semangat untuk menjatuhkan orang yang bersalah. Teguran itu justru membawa kebaikan supaya orang yang salah tidak makin jauh melangkah di jalan yang salah. Jika dibiarkan, hal itu sama saja membiarkan orang yang berjalan menuju jurang jatuh ke dalam jurang. Terlebih lagi, jika kesalahannya itu berpengaruh kepada anggota jemaat yang lain. Betapa teguran itu sesuatu yang harus dilakukan untuk menjaga kebenaran di tengah jemaat. Tentu saja, teguran itu harus dengan penuh kasih.

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua.🙏
by. AL

08/09/2022
21/08/2022

PIKIRKAN DAHULU!
Senin, 22/08/2022

Nats: Amsal 15:1-15

Melalui perkataan, kita dapat memuji sesama kita. Namun, melalui perkataan juga, banyak orang justru sakit hati dan terluka. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang meninggalkan Allah karena perkataan kita.

Amsal kali ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya bagi kita untuk memerhatikan perkataan kita (1). Apa yang keluar dari mulut kita menggambarkan siapa diri kita (2). Baik orang jahat maupun orang benar, tak ada seorang pun yang luput dari pengawasan Allah (3). Orang bijak hanya mengucapkan apa yang benar dan berkenan di hadapan Allah, sedangkan orang fasik dan bodoh tidak menyukai kebenaran. Orang bebal menolak segala macam ajaran dan didikan. Mulut orang bebal penuh dengan kebodohan (14).

Allah menghendaki kita bijak dalam berkata-kata. Bijak dalam isi setiap perkataan kita. Hendaknya perkataan kita menabur pengetahuan bagi sesama kita. Pengetahuan yang membawa kepada hidup yang benar dan berkenan di hadapan Allah. Selain itu, Allah juga ingin kita bijak dalam cara kita berkata-kata. Meskipun harus menegur, kita tetap mengatakan kebenaran di dalam kasih. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berpikir terlebih dahulu sebelum kita berkata-kata.

Ada hal-hal yang sering kali kurang kita perhatikan ketika berbicara. Di satu sisi kita sering kali berbicara tanpa peduli siapa pendengar kita. Di sisi lain, kita tidak berani menegur orang lain lewat mulut kita. Kenyataan itu justru menyadarkan kita bahwa kita membutuhkan hikmat Allah. Hikmat yang akan membawa kita kepada kebenaran Allah. Saat berkata-kata, kita tetap harus menunjukkan kepedulian dan kasih kita kepada sesama. Di saat yang sama juga, kita tidak takut untuk menegur sesama kita.

Mari kita meminta hikmat Allah melalui Roh Kudus agar memberikan hikmat kepada kita untuk berkata-kata sehingga apa yang keluar dari mulut kita adalah kebenaran dari Allah. Kiranya setiap perkataan kita boleh menebarkan kasih, pengajaran, dan didikan dari Allah bagi sesama kita. Berpikir dahulu adalah pilihan yang bijak sebelum kita berkata-kata kepada orang lain agar tujuan kita tepat sasaran.

Tuhan Yesus Memberkati!🙏

Address

Batu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Harian Kristen di Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Renungan Harian Kristen di Indonesia:

Share