17/03/2023
Melatih Berpuasa
Puasa atau "shiyam", artinya "imsak" atau mengendalikan. Lalu, siapa yang mengendalikan dan apa yang dikendalikan, hendaknya masing-masing dijelaskan agar didapatkan pengertian untuk dapat dipraktekkan secara tepat dan benar, sehingga didapatkan paham yang tepat dan benar.
Yang mengendalikan adalah iman kepercayaan Tuhan, karena ia bersifat benar dan amanah serta jujur dan tidak dungu. Sedangkan yang dikendalikan adalah diri manusia (hawa nafsu), agar ia mengikuti iman yang bersifat mukmin karena ia adalah "ruh" atau gerakan dari Allah swt. Orang-orang yang beriman, dalam arti mereka yang telah mengikuti imannya, maka mereka sudah mengendalikan hawa nafsu dirinya. Oleh karenanya, bukan orang-orang yang beriman yang mendapatkan perintah untuk berpuasa, akan tetapi iman yang ada pada diri setiap orang itulah yang diperintah oleh Allah swt, agar ia mengendalikan nafsunya yang yang masih "berhawa" yang ada pada diri setiap orang itu, untuk memperoleh ketaqwaan.
Dalam konteks ini, maka pengendalian diri atau puasa, tidak dibatasi oleh waktu dan tempat serta cara, akan tetapi pengendalian diri dilakukan sepanjang zaman, kapanpun dan dimanapun. Inilah yang dimaksud dengan puasa atau berpuasa (shiyam-imsak). Namun, untuk melatih diri setiap orang, pengendalian diri tersebut dibatasi dengan mencegah dari makan dan minum serta hubungan suami istri pada bulan Ramadhan dan dibatasi oleh waktu mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Dan, inilah yang disebut dengan rukun puasa atau puasa rukun (puasa fisik) yang bertujuan untuk melatih berpuasa.