Masjid Agung Al Jami' Pekalongan

Masjid Agung Al Jami' Pekalongan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Masjid Agung Al Jami' Pekalongan, Mosque, Jlm KH A. Wahid Hasyim No. 17 Pekalongan, Batang.
(461)

Selayang pandang Masjid Agung Al-Jami' Pekalongan

Dengan makin terbukanya hati umat manusia (khusunya di Pekalongan) untuk menerima dan memeluk ISlam, maka semakin banyaklah masjid itu berdiri dimana-mana, dengan beraneka ragam bentuk dan macamnya, sesuai dengan kehendak arsitektur. Masyarakat Islam Pekalongan pada waktu itu, setelah melihat semakin bertambah banyak pemeluk Islamnya, sangat memer

lukan atau membutuhkan tempat bertemu, tempat beribadah yang memadai, yang mampu menampung jama'ah sedaaerahnya. dengan didukung oleh sistem tata pemerintahan waktu itu yang mempunyai tata ruang, yang terdiri dari Pusat Pemerintahan (Pendopo KAbupaten) beserta perkantoran dan halamannya, alun-alun di depannya sebagai tempat upacara, penjara disebelah timurnya dan masjid di sebelah baratnya. Maka pada hari Selasa Kliwon, 9 Robi'ul Awwal 1270 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 26 Desember 1852 Miladiyah atau tahun 1782 Jawa oleh Bupati atau Residen Pekalongan Almarhum Raden Aryowiryo Tumenggung Adinegoro, didirikanlah Masjid Jami' Pekalongan

Pada tanggal 2 Robi'ul Akhir 1302 Hijriyah berptepatan dengan tanggal 3 Juni 1907 Miladiyah oleh Bupati/Kanjeng Kyai Adipati Aryonotodirjo, dibangunlah kubah yang terletak di sebelah selatan mihrab/pengimaman dan lengkuan tembok penghias (ornamen) ruang Islam. PEmbangunan ruang/kubah baru ini adalah diperuntukan bagi Bupati waktu sholat Jum'at dan sholat 'Id (Hari Raya)

Tidak sempurnalah kiranya apabila satu Masjid Besar (Jami') tanpa adanya MEnara di mukanya, sebagai lambang terus tegak dan syiarnya agama Islam dan sebagai tempat mengumandangkan seruan sholat(adzan)

Maka dibangunlah Menara Masjid Jami' Pekalongan yang menjulang tinggi (Lebih Kurang 27 meter) oleh almukarrom Sayyid Husein bin Ahmad bin Syahab yang selesai dibangun pada bulan Romadhon 1351 bertepetan dengan bulan Januari 1933 M

29/05/2017

Mimbar Masjid Agung Al Jami' Pekalongan Pertahankan Bangunan Inti Peninggalan Bupati Raden Aryowiryo

Jami Kauman Pekalongan merupakan masjid yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi bagi syiar agama Islam. Masjid yang berlokasi di kawasan Alunalun Kota Pekalongan tersebut menjadi salah satu ciri khas Kota Pekalongan.

Meski telah dibangun beberapa masjid baru, arsitektur dan kemegahan Masjid Jami tak kalah. Bahkan posisinya tetap tak tergantikan sebagai simbol islami warga Kota Batik Pekalongan. Tercatat dalam prasasti yang ditulis ulang di marmer dan ditempel di bagian dalam masjid.

Di sana tertulis, ”Pada hari Selasa Kliwon, 9 Rabiul Awal 1270 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 26 Desember 1852 Miladiyah Masehi atau Tahun 1782 Jawa, oleh Bupati Pekalongan, Almarhum Raden Aryowiryo Tumenggung Adinegoro, didirikanlah masjid Jami Pekalongan”.

Menurut Pembina Takmir Masjid Jami Pekalongan Masmud Masykur, bangunan inti masjid itu hingga kini sengaja dipertahankan. Dengan kondisi yang masih orisinal, begitu memasuki ruangan dalam masjid, jamaah akan merasakan kesejukan seperti memasuki masjid-masjid bersejarah lainnya di Pulau Jawa.

Fisik Masjid Jami, kata dia, yang dibangun pertama kali merupakan inti dari masjid saat ini. Dibatasi sembilan pintu besar dengan 12 jendela besar dengan ukuran luas 35 meter persegi. Kemudian bagian inti dalam masjid dilengkapi dengan satu mihrab (ruang imam), satu kubah untuk khatib.

”Kemudian, pada tahun 1907, dibangun kubah di sebelah selatan mihrab untuk shalat Bupati Kiai Adipati Aryonotodirjo,” terang Mahmud Masykur. Menurutnya, penyempurnaan berikutnya dimulai 1 Juni 1927 berupa perluasan masjid, berupa pembangunan serambi atau pendapa depan dan samping (utara dan selatan) yang dipelopori oleh tokoh masyarakat dari Kauman dan Pesindon.

Pembangunan itu dipercayakan kepada panitia atau komite yang ahli di bidangnya waktu itu. Bertepatan dengan Ramadan 1351 H (Januari 1933), sebuah menara setinggi 27 meter berdiri megah menjulang tinggi di sisi utara halaman masjid tersebut.

”Biaya pembangunan menara ini sepenuhnya hanya bersumber dari seorang jamaah, yaitu Almukarom Sayyid Hussein bin Ahmad bin Syahab,” tuturnya. Kini, area masjid kembali diperluas, khususnya ke arah utara. Perluasan di antaranya akan dipergunakan untuk kegiatan ikatan remaja masjid, perpustakaan, balai pengobatan, termasuk untuk jamaah.

Khusus pada bulan Ramadan, digelar pengajian rutin usai Shalat Zuhur, kemudian menjelang berbuka puasa, dan setelah Shalat Subuh. Pada saat berbuka ada pembagian takjil. Selain itu, juga ada pembagian beras untuk kaum duafa dan fakir miskin.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Khitanan Massal
24/11/2016

Khitanan Massal

08/03/2016

Masjid Agung Al Jami Akan Gelar Shalat Gerhana

Menyambut gerhana matahari total pada Rabu (9/3) besok, Yayasan Masjid Agung Al Jami Pekalongan akan menyelenggarakan shalat Gerhana Matahari (Kusufus Syamsi) di Masjid Agung Al Jami Pekalongan. Shalat Gerhana Matahari total rencananya akan dilaksanakan pada pukul 07.00. Staf Kantor Yayasan Masjid Agung Al Jami Pekalongan, Hermansyah menjelaskan, bertindak sebagai imam pada Shalat Gerhana Matahari besok yakni Habib Abdullah Baqir. Sementara bertindak sebagai khatib yakni KH Sudaryo Elkamaly. Menurut dia, shalat Gerhana Matahari dilaksanakan untuk menghindari mitos-mitos. Sebab, terjadinya gerhana matahari seringkali dikaitkan dengan mitos mitos. ”Kalau ada gerhana, mitos di masyarakat kan macam-macam. Nah, untuk menghindari mitosmitos itu, dilaksanakan shalat gerhana Matahari,”terangnya. Ia berharap, warga Kota Pekalongan melaksanakan shalat Gerhana Matahari pada Rabu besok. Terkait hal ini, pihak Yayasan Masjid Agung Al Jami Pekalongan sudah menyosialisasikan shalat Gerhana Matahari tersebut sejak sepekan lalu. Baik melalui selebaran yang dibagikan kepada jamaah shalat Jumat, maupun diumumkan di masjid pada pelaksanaan shalat jamaah di masjid tersebut setiap harinya. ”Harapan kami, shalat Gerhana Matahari bisa diikuti semua masyarakat seperti halnya shalat Idul Fitri,”harapnya. Hermansyah menjelaskan, pelaksanaan shalat Gerhana Matahari seperti shalat Idul Fitri. Yakni shalat dulu, kemudian khutbah. Shalat Gerhana Matahari, lanjut dia, dilakukan dua rakaat. Setiap rakaat dua ruku dan dua sujud. Dua kali berdiri dan dua bacaan Alfatikhah. ”Sebaiknya pada berdiri yang pertama, bacaan setelah Alfatikhah lebih panjang daripada bacaan berdiri yang kedua. Demikian p**a pada rakaat yang kedua. Bacaan tasbih pada semua ruku dan sujud lebih panjang daripada biasanya,”paparnya.

berita.suaramerdeka.com

Sholat Gerhana Matahari
06/03/2016

Sholat Gerhana Matahari

Kunjungilah
18/11/2014

Kunjungilah

24/02/2013

Masjid Perlu Gunakan Manajemen Modern

Guna meningkatkan perananya di tengah-tengah masyarakat, masjid perlu dikelola dengan manajemen modern dengan melibatkan remaja masjid sebagai tulang punggungnya dan tanpa meninggalkan takmir masjid yang sudah mengelola selama puluhan tahun. Demikian disampaikan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pekalongan tahun 2013 di Ruang Amarta, Kamis (21/2).

Menurut Basyir saat ini di Kota Pekalongan ada sekitar 110 Masjid dan 600 Musholla. “Jika semua pengurusnya bergerak dengan baik maka Pekalongan akan menjadi tempat yang warganya memiliki ahlaqulkarimah, berbudi pekerti baik dan lain-lainya. “yang pasti warga miskin akan semakin sedikit jika kepengurusan masjid aktif dengan mengatasi masalah-masalah masyarakat seperti moralitas dan sebagainya,” katanya.

Karenanya Basyir berkeinginan agar Masjid maupun Musholla bisa menjadi sentra ibadah pendidikan dan ekonomi warga. “Saat ini yang memprihatinkan meski mayoritas warga Kota pekalongan adalah muslim dan mesjidnya bangunanya megah-megah namun setiap sholat jamaah isinta tak seberapa banyak,” tandasnya.

Sebagai langkah awal guna pembenahan masjid Basyir akan menjadikan beberapa masjid di 4 kecamatan sebagai percontohan dengan menggandeng beberapa instansi swasta. “Kita akan libatkan remaja-remaja masjid yang piawai dalam tekhonlogi dan manajemen tanpa mengkesampingkan takmir masjid sebagai penasehat mereka,” ujarnya.

Dengan adan ya manajemen yang modern dengan tkehnologi yang memadai Basyir yakin Masjid tidak hanya semakin makmur tapi juga bisa memakmurkan lingkunganya. Targetnya 2015 mendatang seluruh masjid yang ada di Kota pekalongan sudah memiliki manajemen yang baik.

Sementara itu Pimpinan Wilayah DMI Propinsi Jawa tengah Drs H Mohtar HD potensi mesjid sangat besar untuk difungsikan sebagai tempat ibadah, social dan ekonomi. Bahkan saat penajajahan dulu kas masjid selalu diamati serius oleh Belanda karena amat besar. “Kedepan fungsi mesjid harus berkembang dan dikembangkan agar bisa kian berperan dalam kehidupan masyarakat kita,” tegasnya.

Masjid Agung Al Jami di Pekalongan, Jawa Tengah sudah berusia 158 tahun. Pembangunan masjid berarsitektur Jawa-Arab ini ...
26/07/2012

Masjid Agung Al Jami di Pekalongan, Jawa Tengah sudah berusia 158 tahun. Pembangunan masjid berarsitektur Jawa-Arab ini diprakarsai Raden Ario Wirio Tumengung Adi Negoro.

Masjid Agung Al Jami di Pekalongan, Jawa Tengah sudah berusia 158 tahun. Pembangunan masjid berarsitektur Jawa-Arab ini diprakarsai Raden Ario Wirio Tumengung Adi Negoro. Tayangan berita televisi yang mengedepankan filosofi jurnalistik aktual, tajam, terpercaya dalam sajian kemasan portal. Hadir da...

22/07/2012

Satu Masjid, Tarawih Beda Rakaat

TRADISI unik berlangsung di Masjid Jami Kota Pekalongan selama bulan Ramadan. Terdapat dua jamaah shalat tarawih dengan jumlah rakaat berbeda, namun tetap dalam satu atap. Satu sisi, ada satu jamaah shalat tarawih dengan 23 rakaat. Satunya jamaah shalat tarawih 11 rakaat.

Kebiasaan unik itu bisa jadi hanya ada di Masjid Jami Kota Pekalongan di wilayah pantura, bahkan Indonesia. Perbedaan tak selamanya harus diperdebatkan. Kendati beda rakaat, bukan alasan untuk tidak menjaga ukhuwah islamiyah. Mereka tetap rukun, saling menghormati, dan menghargai.

Sebelum shalat tarawih, kedua golongan itu shalat isya berjamaah dengan satu imam. Shalat tarawih dimulai bersama-sama. Usai rakaat kedelapan, sebagian keluar dari shaf, kemudian mundur membentuk shaf sendiri di belakang. Selanjutnya mereka melaksanakan shalat witir tiga rakaat.Usai shalat witir, jamaah itu turun dari masjid.

Sementara, jamaah sebelumnya tetap melanjutkan shalat tarawih hingga 23 rakaat, termasuk shalat witir. “Tradisi itu sudah berjalan sejak dulu. Sejak awal kami tetap ikut shalat isya berjamaah. Namun ketika shalat tarawih, kami hanya mengikuti hingga delapan rakaat. Kemudian, kami keluar dari shaf dan membentuk shaf sendiri untuk shalat witir,” kata M Thalib, warga Kelurahan Bendan, Kota Pekalongan, yang menjadi imam shalat witir melengkapi 11 rakaat itu. Kebiasaan itu dilakukan sejak awal hingga akhir Ramadan.

Kendati berbeda rakaat, mereka tetap rukun dan saling menghormati. “Ini jarang terjadi di Indonesia. Mungkin hanya di Masjid Jami Kota Pekalongan,” kata Thalib, didampingi H Abdurahman.

Namun, lanjut dia, Masjid Jami baru menggelar shalat tarawih mulai Jumat (20/7) malam. Kamis (19/7) malam, dia bersama jamaah lain sudah mulai tarawih di rumah masing-masing.

Pembina Yayasan Masjid Agung Jami Kota Pekalongan, Mahmud Masykur, menyatakan shalat tarawih dua jamaah itu sudah berlangsung sejak dahulu. “Takmir masjid tetap melaksanakan 23 rakaat, tetapi bagi 11 rakaat dipersilakan, tidak ada masalah. Yang penting toleran,” kata Mahmud Masykur.

Shalat tarawih perdana di masjid itu dipimpin H Najmudin Atta. Shalat 23 rakaat selesai pukul 21.00, ditutup dengan pembacaan niat puasa Ramadan bersama.

01/08/2011

94.8 FM On Air: Sholat 5 Waktu, Pengajian sebelum Berbuka Puasa, Pengajian tiap ... http://tmi.me/dOqex

15/06/2011

jangan lupa sholat gerhana nanti

Pekalongan World's City of Batik(B) ersih(A) man(T) ertib(I) ndah(K) omunikatifPekalongan Kota Batik
17/04/2011

Pekalongan World's City of Batik

(B) ersih
(A) man
(T) ertib
(I) ndah
(K) omunikatif

Pekalongan Kota Batik

Address

Jlm KH A. Wahid Hasyim No. 17 Pekalongan
Batang
51127

Telephone

+62 285 433712

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Agung Al Jami' Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category