16/02/2026
🅡︎🅔︎🅝︎🅤︎🅝︎🅖︎🅐︎🅝︎
LDNU
ᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒᵒ
𝙎𝙀𝙅𝙀𝙉𝙂𝙆𝘼𝙇 𝙇𝘼𝙂𝙄 𝙋𝙄𝙉𝙏𝙐 𝙍𝘼𝙈𝘼𝘿𝙃𝘼𝙉 𝙏𝙀𝙍𝘽𝙐𝙆𝘼
Pintu Ramadhan sudah terlihat.
Ia terbuka pelan,
menunggu siapa saja yang ingin masuk
dengan hati yang bersih.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar.
Ia adalah madrasah jiwa.
Tempat ego ditundukkan,
niat diluruskan,
dan amal diperhalus.
Namun sering kali,
yang kita siapkan adalah jadwal,
bukan hati.
▪️Rakaat disusun rapi,
▪️target khatam ditulis tegas,
▪️agenda tadarus diumumkan keras
tetapi ruhnya tertinggal di belakang.
✅Tarawih berjalan secepat bis patas.
✅ Tadarus dibaca demi angka.
Ramadhan berubah menjadi proyek tahunan
yang harus selesai tepat waktu.
Padahal Rasulullah ﷺ mengingatkan:
«رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ»
(رواه ابن ماجه وصححه الألباني)
“Betapa banyak orang berpuasa,
namun tidak mendapatkan dari puasanya
kecuali lapar dan dahaga.”
Hadits ini bukan ancaman,
melainkan cermin.
Bahwa ibadah bisa ramai secara lahir,
namun sepi secara batin.
▪️✍️Lebih berbahaya lagi
ketika Ramadhan justru melahirkan rasa paling suci.▪️✍️
✅Merasa paling rajin.
✅Merasa paling alim.
✅Merasa paling layak menilai yang lain.
Padahal Allah mengingatkan:
«فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى»
(QS. النجم: 32)
“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci.
Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”
Ramadhan bukan panggung kesalehan.
Ia adalah ruang kerendahan hati.
Bukan tempat membandingkan amal,
melainkan memperbaiki diri.
“Jika Ramadhan membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain,
mungkin yang bertambah bukan ketakwaan
melainkan rasa bangga yang terselubung.”
Pintu Ramadhan sudah terbuka.
Masuklah dengan hati yang tunduk,
agar amal tidak hanya selesai,
tetapi juga sampai...menggapai LAA'LAKUM TATTAQUUN.
Goresan tinta KH. Ahmad Zubaidi II (Ketua PC LDNU Batang)