Kajian Ilmiyah Al Lijaziy

Kajian Ilmiyah Al Lijaziy Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kajian Ilmiyah Al Lijaziy, Religious organisation, Subah Batang, Batang.

Kajian Ilmiyah Al Lijaziy adalah Kump**an risalah & Durus ilmiyah berdasarkan Al-qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman para salafussholeh yg dibina oleh al-Ustadz Abu Usamah Yahya al-Lijaziy ( Alumni Saudi Arabia).

MEMILIH PENDIDIKAN UNTUK ANAKOleh : Abu Usamah Yahya Al LijaziyMemberikan pendidikan kepada anak adalah suatu kewajiban ...
09/07/2023

MEMILIH PENDIDIKAN UNTUK ANAK

Oleh : Abu Usamah Yahya Al Lijaziy

Memberikan pendidikan kepada anak adalah suatu kewajiban orang tua yang harus di laksanakan. Ini berdasarkan nash-nash secara umum dari Al Quran dan As Sunnah yang suci ataupun secara naluri insaniyah yang sudah seharusnya peduli akan hal tersebut. Namun perlu dingat bahwa memberi pendidikan untuk anak adalah bagaikan menorehkan tinta di atas lembaran kosong. Kalau kita menorehkannya dengan tinta berkualitas jelek, dengan asal-asalan, maka jangan harap akan mendapatkan hasil yang baik. Lain halnya jika kita menorehkannya dengan tinta emas dan dengan penuh kecermatan serta kehati-hatian, insya Allah kita akan mendapat hasil yang memuaskan.

Pada dasarnya pendidikan itu bermula dari rumah, yang mana dikenal dengan istilah Al Ummahaat madrasatul uula lil abnaa’. Yaitu para ibu adalah tempat pendidikan pertama untuk sang anak. Atau secara umum bahwa kedua orang tuanya merupakan sarana pendidikan pertama dan sangat menentukan bagi masa depan sang anak. Dalam hal ini terlebih dahulu dibutuhkan keshalihan kedua orang tua. Sebab keshalihan orang tua secara umum akan berpengaruh kepada anak-anaknya atau bahkan sampai anak cucunya. Kita bisa melihat kisah Khadir ketika beliau membangun kembali tembok bangunan yang hendak runtuh dengan tanpa meminta upah, sehingga Musa u menanyakan alasannya kenapa beliau tidak mengambil upah. Allah berfirman:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang Ayahnya adalah seorang yang shalih, Maka Rabbmu menghendaki agar mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu, dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.(Al Kahfi:82)

Ibnu Katsir berkata: “Ayat di atas menjadi dalil bahwa keshalihan seseorang berpengaruh kepada anak cucunya di dunia dan akhirat berkat ketaatan dan syafaatnya kepada mereka, maka mereka terangkat derajatnya di surga agar kedua orang tuanya senang dan berbahagia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur`ân dan as-Sunnah”.[1]

Disamping itu Allah memerintahkan kepada setiap orang tua untuk senantiasa khawatir terhadap pendidikan dan masa depan anak-anaknya, agar nantinya anak-anaknya bisa menjadi orang yang bertakwa dengan senantiasa beramal shalih, beramar ma’ruf nahi mungkar dan rajin melakukan keta’atan lainnya, seperti dalam FirmanNya :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya (mereka) meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”(An Nisa 9)

Said bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata: “Allah mengangkat derajat anak cucu seorang mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orang tuanya tenang dan bahagia. Kemudian beliau membaca firman Allah, yang artinya : “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (At Thur: 21)[2]

Seiring dengan bertambahnya usia dari anak-anak kita tentunya mereka membutuhkan sarana untuk mengembangkan wawasannya serta pengenalan lingkungan. Dengan demikian proses pendidikan berlanjut ke lembaga-lembaga pendidikan formal ataupun non formal. Ini menjadi tugas kita sebagai orang tua untuk mencari lembaga pendidikan atau sekolah yang baik untuk anak demi masa depan dunia dan akhiratnya. Meskipun sekolah itu sebenarnya hanya sarana dan tempat singgah anak untuk menempuh ke jenjang-jenjang berikutnya, namun tidak jarang sekolah bisa lebih mewarnai prilaku dan tabiat buruk bagi anak. Oleh karena itu misi kita adalah memilih sekolah bagi anak dengan menggunakan kurikulum yang seiring dengan Syariat Islam. Dengan demikian, pendidikan akan menitikberatkan kepada keberhasilan akhiratnya yang itu adalah keberhasilan dan kebahagiaan yang hakiki sebagaimana yang terkandung pada ayat-ayat di atas.

Kita sendiri memahami kalau setiap orang tua memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Terbaik menurut mereka memang memiliki definisi yang berbeda. Ada yang terbaik karena progaramnya, biayanya, fasilitasnya, atau berbagai kriteria lain. Namun, terlepas dari pilihan tersebut, hendaklah setiap orang tua mempertimbangkan siapa yang akan memberikan pengajaran pada anaknya. Terutama dengan memperhatikan agama dan akhlaknya yang baik dari para pendidik. Sebab seorang pendidik yang baik diharapkan akan mampu mencetak karakter baik kepada murid-muridnya.

Sebuah wasiat yang sangat berharga dari salaf kita: “Hendaklah penuntut ilmu mendahulukan pandangannya, istikharah kepada Allah untuk memilih kepada siapa dia berguru. Hendaklah dia memilih guru yang benar-benar ahli, benar-benar lembut dan terjaga kehormatannya. Hendaklah murid memilih guru yang paling bagus dalam mengajar dan paling bagus dalam memberikan pemahaman. Jangan dia berguru pada orang yang sedikit sifat wara’nya atau agamanya, atau tidak memiliki akhlak yang bagus.”

Sangat disayangkan fenomena di sekitar kita banyak orang awam yang hanya bermodal kantong tebal kurang tepat dalam memilih lembaga pendidikan. Mereka hanya berorientasi pada keberhasilan di dunia. Sehingga mereka hanya memilih sekolah favorit yang ternama dan bergengsi walaupun harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sekolah mahal yang tidak berkurikulum sesuai Syariat Islam hanya dipakai sebagai alat pengangkat prestise orangtua. Hanya sekadar alat untuk menunjukkan bahwa orangtua mampu menyekolahkan anak di sekolah pilihan orang kaya. Bila sudah begini, janganlah terlalu berharap memiliki anak yang shalih dan berhasil dunia dan akhiratnya.

Memang hidayah itu milik Allah, namun hidayah itu tidak datang dengan sendirinya. Melainkan dia harus dikejar yang tentunya melewati jalan yang telah Allah dan Rasulullah terangkan kepada kita, dan bukan justru melewati jalan yang semakin menjauhkan dari hidayah tersebut. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kita dan anak cucu kita, dan semoga kita semua dimudahkan untuk bisa mendidik anak cucu kita menjadi anak-anak yang shalih dan bertakwa serta beragama di atas Al-Quran dan As-Sunnah. Memilih sekolah yang berkurikulum sesuai dengan Syariat Islam adalah salah satu ikhtiar kita untuk mendapatkan semua itu. Dan Allah lah tempat meminta pertolongan.

[1] Tafsir Ibnu Kasir Al Kahfi 82

[2] TAfsir Ibnu Katsir At Thur 21

Qurban Online, Bagaimana Hukumnya?Dari buku "QURBAN BERSAMA RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM" penulis : Al Ustadz A...
18/06/2023

Qurban Online, Bagaimana Hukumnya?

Dari buku "QURBAN BERSAMA RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM" penulis : Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-lijazy rahimahullahu ta'ala.


Gambaran sistem qurban online yang biasa terjadi yaitu orang yang hendak qurban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan yang ditetapkan lembaga sosial tertentu. Uang itu untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih di tempat yang ditentukan lembaga tersebut di luar domisili ‘shahibul qurban online’. Apakah yang seperti ini diperbolehkan?

Satu hal yang penting yang perlu kita pahami, bahwa pada asalnya, tempat menyembelih qurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena demikianlah yang dipraktekkan Nabi ﷺ dan para sahabat beliau. Bahkan beliau punya kebiasaan menyembelih hewan qurban di tanah lapang tempat shalat ‘Id.

Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَذْبَحُ وَ يَنْحَرُ بِالْمُصَلّى

“Bahwa Rasulullah ﷺ biasa menyembelih hewan qurban di tanah lapang (yang digunakan shalat ‘id –pent).”[1]

Jadi, tidak pernah ternukil satu hadits pun yang shahih dari beliau dan para sahabatnya bahwa mereka mengirimkan hewan qurban saat di Madinah ke kota Makkah atau ke kota lain untuk disembelih di sana.

Namun jika memang terjadi demikian, qurbannya tetap sah meskipun jelas-jelas menyelisihi sunnah, akan banyak sunnah yang hilang, dan kehilangan banyak keutamaan. Misalnya keutamaan menyembelih hewan qurban dengan tangan sendiri, ikut menyaksikan penyembelihan, dan anjuran untuk ikut makan sebagian daging hewan qurbannya. Selain itu, shahibul qurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih. Sementara shahibul qurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan qurbannya disembelih.

Berdasarkan alasan ini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak menganjurkan untuk mengirimkan hewan qurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih di tempat lain (kenegara lain).[2]

Akan tetapi bila menyembelih hewan qurban di tempat domisili, kemudian membagikan dagingnya ke luar wilayah, maka hal tersebut diperbolehkan bila wilayah domisilinya tidak ada lagi yang menerima atau jumlah daging sangat melimpah.[3]

Allahu a’lam.

******************************************

Ditulis ulang oleh Tim Muslimah.Or.Id dengan sedikit penyesuaian bahasa dari buku “Qurban bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam” karya Yahya al-Lijaziy.

Catatan kaki
[1] HR Al-Bukhari no. 982 dan 5552

[2] Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 92, no.4

[3] Demikian ringkasan dari fatwa ulama masa kini, di antaranya adalah Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam banyak karyanya, seperti Syarh Bulughul Maram (6/73), Liqa’at Babil Maftuh (1/128, 2/58-59, 85-87). Demikian juga asy-Syaikh Ahmad An-Najmi dalam Fathur Rabbil Wadud (1/372-373), Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan sebagaimana dalam Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan (3/113-116).

BismillahirrahmanirrahimMeskipun beliau Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-lijazy rahimahullahu telah tiada in syaa Allah, ka...
14/06/2023

Bismillahirrahmanirrahim

Meskipun beliau Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-lijazy rahimahullahu telah tiada in syaa Allah, kami admin kajian fanspage Kajian Ilmiyah Al Lijaziy akan berusaha untuk mengembangkan & menghidupkan fanspage ini supaya menjadi jariyah buat beliau. Dengan cara kami akan mengshare ceramah-ceramah beliau baik berupa rekaman suara ataupun video-video ceramah beliau dan artikel-artikel yang beliau tulis baik dibuku2 beliau ataupun di media online.

Semoga Allah mudahkan kami dalam ta'awun kebaikan ini. Karna kami selaku murid beliau ingin berbakti kepada beliau dengan membantu beliau agar ceramah2 beliau bisa diamalkan oleh kaum muslimin dan menjadi jariyah bagi beliau aamiin

Admin fanspage kajian ilmiah Al lijaziy

HAKIKAT KEKAYAANOleh Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-lijazySebuah jawaban yang manusiawi jika seseorang ditanya tentang ar...
14/06/2023

HAKIKAT KEKAYAAN

Oleh Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-lijazy

Sebuah jawaban yang manusiawi jika seseorang ditanya tentang arti kaya mereka akan menjawab orang yang memiliki harta.Namun itu jawaban sepintas yang memang terlontar disebabkan penilaian secara dhahir (kasat Mata).Seperti contoh yang terjadi pada Abu Dzar Al Ghiffari Roadhiallahuanhu ketika ditanya oleh Rasulullah Sallallauaihiwassalam tentang siapa orang kaya dalam riwayat berikut:

“Dari Abdu Dzar Al Ghiffari Radhiallahuanhu berkata:Rasulullah Sallallahualihiwassalam bersabda:”Wahai Abu Dzar,Apa kamu memandang orang banyak harta itu adalah orang kaya?”Aku berkata :”benar ya Rasulullah “lalu Rasulullah Sallallauaihiwassalam bersabda:”Apa kamu memandang orang yang sedikit harta itu orang yang faqir?”Aku berkata:”Benar ya Rasulullah .”Kemudian Rasulullah Sallallauaihiwassalam bersabda:”Sesungguhnya kaya itu adalah kaya hati dan faqir itu adalah kefaqiran hati”(1)

Dari jawaban Rasulullah Sallallauaihiwassalam menunjukkan bahwa hakikat kaya itu bukan dinilai dari apa yang tampak secara dzahir berupa harta yang melimpah.Tapi hakekat kekayaan adalah kekayaan hati,yaitu merasa qona’ah (cukup) dengan rizki yang Allah Subhanahuwata’ala karuniakan padanya merasa puas dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahuwata’ala .Hal ini juga ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiallahuanhu,bahwa Rasulullah Sallallauaihiwassalam bersabda:

“Bukankah kaya itu diukur dengan banyaknya harta,tapi kaya itu adalah kaya hati (hatinya merasa cukup dengan rizki yang ada”.(2

Inilah hakekat kaya yang sesungguhnya,yaitu bukan dengan banyaknya harta.Begitu banyak orang yang diberi keluasan rizki oleh Allah Subhanahuwata’ala namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberi.Orang semacam ini selalu berusaha keras untuk menambah dan terus menambah harta.Bahkan terkadang ia pun tidak perduli dari manakah harta yang diperoleh.Maka inilah sebenarnya maksud dari sabda Rasulullah Sallallauaihiwassalam tentang kefaqiran hati.Orang seperti inilah yang seakan-akan begitu faqir,sehingga berusaha keras untuk terus menerus meuaskan dirinya dengan harta.Kefakiran yang terus menuntutnya untuk terus mencari harta,tamak (rakus) dan tidak pernah letih untuk terus menambah hartanya.Sehingga tidak heran jika orang semacam ini selalu merasa kurang dan kurang.Inilah orang fakir yang sebenarnya.
Oleh karena itu hendaknya kita selalu meminta kepada Allah Subhanahuwata’ala kekayaan hati,seperti dalam hadits Abi Sa’id Al Khudri Radhiallahuanhu ,bahwa Rasulullah Sallallahualihiwassalam bersabda:
“Siapa yang meminta iffah (penjagaan kehormatan),Allah akan menjaga kehormatannya.Dan siapa yang meminta kekayaan (jiwa),Allah akan mengayakan (jiwanya).
Asy Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah menjelaskan makna sabda Rasulullah Dan siapa yang meminta kekayaan (jiwa),Allah akan mengayakan (jiwa) nya:”yaitu,siapa yang merasa cukup dengan apa yang ada disisi Allah dari pada apa yang ada ditangan-tangan manusia,maka Allah berikan kekayaan padanya.Adapaun yang meminta-minta kepada manusia dan merasa butuh kepada apa yang ada disisi mereka,maka hatinya akan selalu fakir (kekurangan)-Wal’iyadzubillah-dan tidak akan merasa cukup.Hakekat kaya itu adalah kaya hati.Jika seseorang meminta kecukupan dengan apa yang ada disisi Allah dari pada apa yang ada dimiliki manusia,Allah pasti mencukupinya dan Dia menjadikan jiwanya mulia yang jauh dari meminta-minta (kepada makhluk).(3)
Namun ,meskipun demikian bukan berarti kaya harta itu tercela.Yang tercela adalah mereka yang tidak qona’ah terhadap harta yang Allah Subhanahuwata’ala karuniakan kepadanya.Bahka Rasulullah Salllahualihiwasslam sering berdoa meminta kekayaan sperti dala riwayat:
“Dari Abdullah dari Nabi Sallallhualihiwassalam bahwa sesungguhnya beliau bersabda:”Ya Allah,sesungguhny aku meminta kepadaMua petunjuk,ketaqwaan,kehormatan dan kekayaan.(4)

Imam An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan tentang makna ا لعفا فdalam hadits ini adalah menjauhkan dan menahan diri dari hal yang dilarang,dan makna لغنئ ا adalah Hati yang selalu merasa cukup dan tidak membutuhkan dari apa yang ada pada sisi manusia.
Kalau dia orang yang bertaqwa insya Allah banyak hikmah dari kekayaannya,mungkin bisa membantu sarana Da’wah,membantu saudara atau teman yang kesusahan dan sebagainya.Seperti dalam riwayat berikut ini Rasulullah Sallalhualihiwassalam bersabda.
“Tidak mengapa kekayaan bagi orang yang bertaqwa,dan kesehatan bagi orang yang bertaqwa lebih baik dari pada kekayaan,dan kebahagiaan dari itu adalah kekayaan.”(5)
Bahkan sungguh beruntung bagi mereka yang diakrunia rizki yang cukup yang disertai sifat qona’ah,seperti riwayat Abdullah bin Umar bin ‘Ash bahwa Rasulullah Sallallahualihiwassalam bersabda;
“Sungguh beruntung bagi mereka yang masuk Islam dan Allah beri rizki yang cukup lalu dia qona’ah dengan apa yang Allah berikan kepadanya.”
Yang pasti kekayaan dan kefakiran itu ujian dari Allah Subhanahuwata’ala ,barang siapa dengan kekayaannya dia bersyukur dan bisa menjadikannya pijakan untuk semakin dekat kepada Allah Subhanahuwata’ala sungguh dia telah beruntung di dunia dan akhiratnya insya Allah.Dan barang siapa yang bersabar dengan kefakirannya dengan tetap didalam ketaatan kepada Allah Subhanahuwata’ala dan tidak meminta-minta kepada manusia,mudah mudahan dimasukkan kedalam rombongan pertama yang masuk surge bersama Rasulullah Sallallahualihiwassalam.Allahul Musta’an

Disalin SALAFIYUNPRESS.WORDPRESS.COM Dari Majlah Bisnis Muslim Edisi 01/1433/2012 hal-6-8
Catatan Kaki:
(1).Shohih Ibnu Hibban,Al Arnauth mengatakan sanad hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim
(2).Al Bukhori 6446,Muslim 1051
(3).Syarah Riyadhu Shalihin hal.55
(4).Shahih Muslim 2721
(5).Ibnu Majjah no.2141 dan Ahmad 4/69.Di Shahihkan al Albani dalam Adabul Mufrad

MAKANANLAH YANG HALAL LAGI BAIKOleh Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-HijazyDisalin SalafiyunPress.WordPress.com dari Majala...
13/06/2023

MAKANANLAH YANG HALAL LAGI BAIK

Oleh Al Ustadz Abu Usamah Yahya al-Hijazy
Disalin SalafiyunPress.WordPress.com dari Majalah Bisnis Muslim edisi 01/1433/2012

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(QS.Al Baqarah 168)

Dalam ayat yang agung ini Allah Subhanahuwata’ala menunjukkan bahwa Dial ah Sang Pemberi Rizki bagi seluruh makhluk-Nya.Ini adalah satu anugerah dan perintah bagi seluruh manusia baik muslim maupun kafir,yaitu Allah Subhanahuwata’ala menganugerahkan seluruh dari rizki yang ada di bumi dan Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan untuk memakan yang halal lagi baik darinnya.

Yang perlu kita ketahui disini adalah,makanan dikatakan halal mencakup dalam dua keadaan:
Yang Pertama:Halal dari sisi dzatnya,yaitu yang tidak ada Nash dari Al Qur’an dan Hadits yang mengharamkannya,sehingga hukumnya kembali kehukum asal sesuatu yang halal.Sebagai contohnya bisa kita lihat Nash yang mengharamkan sesuatu ,friman Allah Subhanahuwata’ala:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.”(QS.Al Baqarah:173)

Masih banyak lagi dalil dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang secara langsung ataupun tidak langsung mengharamkan sesuatu,yang tentunya ini membutuhkan pembahasan bab tersendiri.

Yang Kedua:Halal dari sisi cara memperolehnya,yaitu tidak dengan cara cara yang diharamkan Syariat.Misalakan dengan cara mencuri,merampas,atau dengan muamalah yang mengandung unsur haram seperti riba,tipu muslihat dan sebagainya.

Adapun Makna (baik) dalam ayat ini adalah bukan sesuatu yang menjijikkan,mengandung penyakit seperti bangkai,darah,daging babi,tikus dan sebagainya dari sesuatu yang menjijikkan secara umum kebiasaan manusia.
Selanjutnya Allah Subhanahuwata’ala berfirman (yang artinya)”Janganlah kamu ikuti jalan-jalan Syaithan,karena sesungguhny syaithan itu adalah musuh nyata bagimu” Berkata Qotada Rahimahullah bahwa seluruh kemaksiatan kepada Allah Subhanahuwata’ala itulah jalan-jalan Syaithan.(1)

Keseluruhan maksiat yang meliputi kekufuran,kefasikan,kedzoliman termasuk memakan makanan yang haram itu juga termasuk jalan-jalan syaithan.Syaithan adalah musuh yang jelas bagi kita,tidaklah yang dia inginkan dari kita kecuali terjerumusnya kita kedalam lembah kemaksiatan berlumuran dosa sehingga kelak menjadi temannya di neraka jahanam,Wal ‘iyaadzubillah.Oleh karena itu harus ada antara kita dan syaitah permusuhan dan kebencian selama-lamanya.
Pelajaran yang sangat penting dari ayat yang agaung ini adalah bila kita senantiasa menjaga perut kita dari makanan yang haram maka itu salah satu sebab terkabulnya do’a,begitu p**a sebaliknya daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih berhak untuk membakarnya.
Sebagaimana dalam riwayat ini.
“Dari Ibnu Abbas Radhiallahuanhu berkata:”ketika ayat ini dibacakan disis Nabi Sallallahulaihiwassalam (“Hai sekalian manusia,makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi”),maka tiba-tiba Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiallahuanhu berdiri dan berkata:”Wahai Rasulullah.tolong do’akan kepada Allah Subhanahuwata’ala agar Dia menjadikan aku orang yang terkabulkan doanya”,Maka Rasulullah bersabda:”Wahai Sa’ad baguskan tempat makananmu,maka kamu termasuk orang yang terkabulkan doanya.Demi Dzat yang jiwak Muhammad berada ditangan-Nya,sesungguhnya seseorang memasukkan sesuap dari makanan haram kelambungnya,maka tidak akan diterima darinya selama empat puluh hari,dan siapapun yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang buruk (haram) dan riba maka neraka lebih berhak terhadapnya.”(2)

Dan perhatikan juga Sabda Rasulullah Sallallhualaihiwassalam berikut ini:

“Dari Abu Hurairah berkata,Rasulullah Sallallhualaihiwassalam bersbda:”Wahai manusia sesungguhnya Allah Subhanahuwata’ala Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.Dan sesnungguhny Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kaum mukminin dengan apa yang Allah memerintahkan para Rasul,dan berkata:”Wahai Rasul,makanlah oleh kalian sesuatu yang baik sesungguhnya Aku maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.Dan berkata:”Wahai orang-orang yang beriman,makanlah dari sesuatu yang baik dari apa yang kami rizkikan kepadamu.Kemudian beliau menceritakan seorang yang sedang safar panjang (perjalanan jauh) dengan rambutnya berdebu mengangkat tangannya kelangit dan berdo’a:”Wahai Rabbku…Wahai Rabbku…”Sedangkan makanannya haram.minumannya haram,pakaiannya haram,dan dikenyangkan dengan sesuatu yang haram,bagaimana do’anya akan di kabulkan?”

Dalam hadits ini Rasulullah Sallallhualaihiwassalam menyebutkan keadaan seseorang yang sebenarnya dalam kondisi yang mudah dikabulkannya do’a,yaitu dalam keadaan safar ditambah lagi keadaan yang memprihatinkan,dengan mengangkat tangannya memohon dengan penuh harapan.Tetapi hanya karena dia memnuhi lambungnya dengan makanan yang haram,akhirnya menyebabkab do’anya tidak dikabulkan.Wal’iyaaudzubillah ,kita berlindung dari kondisi yang demikian.Mudah-mudahan Allah Subhanahuwata’ala menunjukkan kita dan anak cucu kita segala sesuatau yang dihalalkan dan diharamkan Allah Subhanahuwata’ala dan memudahakan kita semua untuk mencari rizki yang halal dan barokah,dan menjaga kita serta dijauhkan dari sesuatu yang haram.Allahul musta’an.

Bincang- bincang sambut Ramadhan. 1444 H. Di masjid As Salam Subah Batang Jateng.
19/03/2023

Bincang- bincang sambut Ramadhan. 1444 H. Di masjid As Salam Subah Batang Jateng.

LIVE STREAMINGTALK SHOW SAMBUT RAMADHANTema : Strategi Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan👤 PEMATERI :Ustadz Yahya Al Lijaziy حفظہ اللہ تعالـﮯ 🏡*TEMPAT* =Ma...

08/02/2023

Kajian AdabMembahas Kitab Bulughul Marom | Kitabul Jami' | Bab AdabUstadz Yahya Al-LijaziyPengajar PP Darul Atsar Al Islamy, GresikRabu, 17 Rajab 1444 H / 08...

01/02/2023

Kajian AdabMembahas Kitab Bulughul Marom | Kitabul Jami' | Bab AdabUstadz Yahya Al-LijaziyPengajar PP Darul Atsar Al Islamy, GresikRabu, 10 Rajab 1444 H / 01...

27/01/2023

Podcast Darul AtsarAda Apa Dengan Surah Al Kahfi ?🎙 Ustadz Dr. Hc. Kholiful Hadi, SE., MM –hafidzahullah-Narasumber🎙 Ustadz Yahya Al Lijaziy –hafidzahullah...

25/01/2023

Tanya JawabKonsultasi Seputar Islam | Pertemuan 3🎙 Ustadz Dr. Hc. Kholiful Hadi, SE., MM –hafidzahullah-Narasumber🎙 Ustadz Yahya Al Lijaziy –hafidzahullah-...

25/01/2023

Kajian AdabMembahas Kitab Bulughul Marom | Kitabul Jami' | Bab AdabUstadz Yahya Al-LijaziyPengajar PP Darul Atsar Al Islamy, GresikRabu, 25 Januari 2023Janga...

24/01/2023

PodcastVisi Misi Dan Program Unggulan Ma'had Darul Atsar Al Islamy, GresikUstadz Dr. Hc. Kholiful Hadi, SE.,MMPimpinan PP Darul Atsar Al Islamy, GresikNarasu...

Address

Subah Batang
Batang
51263

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kajian Ilmiyah Al Lijaziy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share