Pemuda Katolik Batam

Pemuda Katolik Batam PEMUDA KATOLIK adalah organisasi pemuda lingkup nasional yang didirikan di negara Republik Indonesia pada tahun 1945. Anggota pertamanya sebayak 40 orang.

Pemuda Katolik adalah organisasi yang independen dan tidak berafiliasi kepada partai politik manapun. Secara resmi Pemuda Katolik diakui didirikan pada 15 Nopember 1945 di Yogyakarta, salah seorang pendirinya adalah Sartono Kartodirdjo, seorang murid Rm Franciscus Georgius Josephus van Lith dari Muntilan. Kemudian di dalam Kongres Partai Politik Katolik Indonesia (dalam Kongres PPKI berubah menjadi Partai Katolik Republik Indonesia dan kelak menjadi Partai Katolik) di Surakarta, 8 Desember 1945, ditegaskan bahwa PKRI dan AMKRI (Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia) menjadi dua ujung tombak perjuangan masyarakat Katolik dalam mengisi dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Di dalam Kongres tersebut Sartono Kartodirdjo diangkat dan disahkan menjadi Ketua AMKRI. Jauh sebelumnya telah terbentuk berbagai organisasi kepemudaan katolik dengan berbagai ciri.
1914 di Batavia, pada pertengahan November didirikan Katholieke Jongelingen Bond (KJB) atas prakarsa Katholieke Social Bond. Kelak aktifis KJB ikut terlibat dalam Kongres Pemuda Indonesia yang Kedua. Tepatnya pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongelingen Bond dilaksanakan Rapat Perdana, Mohammad Yamin tampil sebagai pembicara yg menguraikan hubungan persatuan dan pemuda. Pada 28 Oktober 1928 dilaksanak Rapat kedua pada di Oost-Java Bioscoop dan ditutup pada Rapat ketiga di Indonesische Cloubgebow, yang menghasilkan SOEMPAH PEMOEDA. INDONESIA RAYA berkumandang.
1925 di Muntilan berdiri Pakempalan Paloepi Darma.
1929 di Yogyakarta berdiri Moeda Katholiek dan Moeda Wanita Katholiek. Dalam perkembangannya, juga didirikan Muda Katolik Indonesia dalam Kongres Umat Katolik Seluruh Indonesia (KUKSI) pada 12 Desember 1949. Seiring dinamika politik yang berkembang baru pada tahun 1960, Kongres MKI, ditegaskan perubahan nama berikutnya menjadi Pemuda Katolik dan tanggal berdirinya ditetapkan pada 15 Nopember 1945 hingga saat ini. Tokoh yang mendorong perubahan tersebut adalah Munadjat Danusaputro, salah seorang pendiri Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, pada tahun 1947, yang juga merupakan salah seorang murid Rm. Franciscus Georgius Josephus van Lith.

*Pernyataan JK Dilaporkan ke Polda, Pemuda Katolik Tegaskan Ajaran Kasih sebagai Inti Iman Kristen*Jakarta, 12 April 202...
13/04/2026

*Pernyataan JK Dilaporkan ke Polda, Pemuda Katolik Tegaskan Ajaran Kasih sebagai Inti Iman Kristen*

Jakarta, 12 April 2026 — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang dinilai keliru telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya sebagai bagian dari mekanisme konstitusional dalam menjaga ruang publik yang sehat dan berkeadaban.

Namun lebih dari itu, Gusma menekankan pentingnya meluruskan pemahaman publik terkait ajaran Kristiani, terutama dalam konteks nilai-nilai dasar iman yang kerap disalahartikan.

“Dalam ajaran Kristiani, kasih adalah hukum yang utama. Iman kami tidak mengajarkan kekerasan sebagai jalan kesaksian, melainkan pengorbanan, kerendahan hati, dan kesediaan menderita tanpa membalas,” tegas Gusma.

Ia menjelaskan bahwa konsep mati syahid dalam tradisi Gereja tidak pernah dimaknai sebagai tindakan menyerang atau menghilangkan nyawa orang lain, melainkan kesetiaan pada iman hingga rela berkorban demi kebenaran.

Merujuk pada Injil Matius 5:44, Gusma menegaskan bahwa ajaran kasih bahkan melampaui batas relasi manusia. “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Ini menunjukkan bahwa kasih dalam iman Kristiani bersifat radikal, melampaui logika balas dendam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kasih dalam tradisi Kristiani tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia sebagai citra Allah, tetapi juga kepada seluruh ciptaan. “Allah adalah kasih dan sumber kehidupan. Karena itu, mencintai berarti menghormati seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari ciptaan-Nya,” katanya.

Gusma mengingatkan bahwa narasi keagamaan yang disampaikan di ruang publik perlu berpijak pada pemahaman yang utuh dan tidak simplistis, agar tidak menimbulkan distorsi makna yang berpotensi memicu ketegangan sosial.

“Ketika ajaran agama direduksi atau digeneralisasi secara keliru, yang muncul bukan hanya kesalahpahaman, tetapi juga potensi retaknya kepercayaan dan persatuan,” ujarnya.

Pelaporan yang turut dilakukan bersama Ketua Umum GAMKI, Sahat Sinurat, disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebangsaan dalam merawat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

Gusma menutup dengan menegaskan bahwa momentum Paskah 2026 menjadi pengingat kuat akan identitas iman Kristiani yang berakar pada kasih dan pengorbanan. “Yesus Kristus menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan melalui kekerasan, tetapi melalui kasih yang memberi diri sepenuhnya,” pungkasnya.

30/03/2026
“Dicintai, Dipilih, dan Diutus: Seruan Valentine yang Menggerakkan OMK Paroki MBPA Melangkah Lebih Luas”Batam (14/02/202...
14/02/2026

“Dicintai, Dipilih, dan Diutus: Seruan Valentine yang Menggerakkan OMK Paroki MBPA Melangkah Lebih Luas”

Batam (14/02/2026)— Perayaan Hari Valentine bersama Orang Muda Katolik Paroki Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi tahun ini menjadi momentum rohani yang mendalam sekaligus penuh arah. Mengangkat tema “You Are Loved and Chosen”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga panggilan kesadaran bahwa setiap orang muda sungguh dicintai Tuhan dan dipilih untuk sebuah misi yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau, Ni**od Siahaan, dalam pesannya mengajak seluruh OMK untuk berani membuka diri dan melangkah keluar dari zona nyaman. Ia menegaskan bahwa orang muda Katolik tidak hanya dipanggil untuk aktif di lingkungan internal Gereja, tetapi juga hadir membawa nilai iman di tengah masyarakat melalui gerakan yang lebih luas.

“Kalau kalian sadar bahwa kalian dicintai Tuhan, maka kalian tidak akan merasa kecil. Kalau kalian sadar bahwa kalian dipilih, maka kalian tidak akan takut melangkah. Dunia membutuhkan terang dari hidup kalian,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia juga mengajak OMK Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi untuk melihat Pemuda Katolik sebagai rumah bersama yang mampu memperluas pengalaman pelayanan, kepemimpinan, serta jejaring persaudaraan lintas paroki dan lintas daerah. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi bukan sekadar soal keanggotaan, tetapi soal mengambil bagian dalam karya Gereja yang lebih besar demi Gereja dan bangsa.

Momentum Valentine yang identik dengan kasih menjadi simbol bahwa kasih sejati selalu mendorong seseorang keluar dari dirinya sendiri untuk melayani. Orang muda yang merasa dicintai akan berani memberi diri. Orang muda yang sadar dipilih akan siap mengambil tanggung jawab.

Sebagai bagian dari Gereja Katolik yang hidup di tengah perubahan zaman, OMK diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara sosial. Keterlibatan dalam Pemuda Katolik menjadi jalan konkret untuk mewujudkan identitas sebagai garam dan terang dunia.

Ajakan ini disampaikan dengan harapan agar semakin banyak orang muda berani berkata “ya” pada panggilan pelayanan. Bukan karena kewajiban, tetapi karena kesadaran bahwa hidup mereka memiliki arti dan tujuan yang besar.

Perayaan Valentine ini akhirnya meninggalkan pesan mendalam bagi setiap peserta:

Kamu dicintai. Kamu dipilih.
Sekarang saatnya melangkah — bersama, berkarya, dan menjadi terang bagi dunia.

04/12/2025

“Kami Datang Untukmu”

Di tanah Sumatra yang pagi-paginya sendu,
Asa berdiri di antara puing yang membisu.
Ada ibu yang kehilangan tawa,
Ada anak mencari rumahnya yang lama.

Refren

Mari ulurkan tangan, mari buka hati,
Saudara kita menunggu di sana, menatap langit sepi.
Jangan biarkan mereka berjalan sendiri,
Kita satu bangsa, satu rasa, satu hati—
Untuk Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh…
Kami datang untukmu.

Di Aceh angin berbisik lirih,
Membawa kabar luka yang masih bersih.
Namun tetap tampak mata yang tabah,
Meski kaki mereka berdiri di atas patah.

Di Barat Sumatra langit turut menangis,
Menemani duka yang belum habis.
Tapi di balik gelap yang merunduk,
Kita datang membawa cahaya yang cukup.

Address

Batam
29441

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemuda Katolik Batam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pemuda Katolik Batam:

Shortcuts

Share