GMI Ebenhaezer Batam

GMI Ebenhaezer Batam Halaman ini di kelola langsung oleh Admin GMI Ebenhaezer Batam (Bersifat Resmi)

INIKAH SAAT UNTUK BERDOA?Bacaan: Filipi 4:1-7NATS: Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam do...
06/12/2022

INIKAH SAAT UNTUK BERDOA?

Bacaan: Filipi 4:1-7
NATS: Tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)

Saat menghadapi cobaan, banyak orang sering memutuskan untuk menjadikan doa sebagai usaha terakhir. Saya mengenal seorang pria yang sedang berjuang mati-matian melawan kanker. Ketika orang-orang melihat kanker itu berangsur-angsur memperburuk tubuh dan gaya hidupnya, seseorang berkata, "Ya, mereka telah mencoba segalanya. Saya kira inilah saatnya untuk mulai berdoa."

Seorang pria lain sedang menghadapi masa-masa yang sangat sulit dalam pekerjaan. Itu merupakan krisis besar yang sangat berpengaruh terhadap dirinya dan masa depan perusahaannya. Ia tidak mampu menyelesaikannya. Akhirnya ia berkata, "Saya telah mencoba segala yang saya ketahui untuk keluar dari situasi ini, tetapi tak ada yang berhasil. Ini saatnya untuk mulai berdoa."

Dalam kedua contoh di atas, doa telah dipandang sebagai jalan keluar terakhir untuk mengatasi masalah. Hanya setelah pilihan-pilihan lain tersisihkan, maka orang mengambil keputusan untuk berdoa. Doa akhirnya menjadi usaha terakhir ketika sudah tidak ada jalan lain.

Doa seharusnya merupakan tindakan pertama yang kita lakukan, bukannya tempat pelarian terakhir. Tuhan menjawab doa, dan Dia ingin agar kita senantiasa datang kepada-Nya dengan membawa seluruh kebutuhan kita (1Tesalonika 5:17). Alkitab mengatakan kepada kita "janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa" (Filipi 4:6).

Jadi, jangan menunggu lagi. Setiap waktu adalah saat yang tepat untuk berdoa --Dave Egner

DOA HENDAKNYA MERUPAKAN LANGKAH AWAL
BUKANNYA TEMPAT PELARIAN TERAKHIR KITA

Pdt. Marihot Hutabarat

PERANG DALAM BATINBacaan: Galatia 5:13-26NATS: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galati...
01/12/2022

PERANG DALAM BATIN

Bacaan: Galatia 5:13-26
NATS: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16)

Dalam suratnya kepada jemaat Galatia, Paulus mencoba membuat mereka memahami konflik batin yang akan dialami semua orang yang menjadi milik Kristus. Peperangan ini terjadi antara "daging" (sifat dasar manusiawi kita yang berdosa) dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita (Galatia 5:17).

Karena sifat alami kita yang berpusat pada diri sendiri menginginkan jalannya sendiri, maka keinginan itu bertentangan dengan perintah Kristus di dalam diri kita. Akhirnya, kita kerap mengikuti keinginan diri sendiri, bukannya kehendak Allah (ayat 17).

Suatu kali saya berdoa dengan putus asa, "Tuhan, tolong tunjukkan bagaimana cara mengatasi masalah ini!" Tuhan pun menuntun saya pada ucapan Paulus dalam Galatia 5:16, "Hiduplah oleh Roh." Saya terus membacanya, dan akhirnya dapat mengenali "perbuatan daging" dalam diri saya, yakni iri hati, amarah, kebencian, dan kepentingan diri sendiri (ayat 19-21).

Saya memohon ampun kepada Allah, dan akhirnya mengerti bahwa saya telah disalib bersama Kristus (ayat 2:20). Kuasa tubuh dosa saya telah dipatahkan (Galatia 5:24; Roma 6:6,7). Perlahan-lahan, saya belajar membuat "kematian" ini bekerja dengan menjadikan daging saya tidak lebih dari jasad! Saya pun membuat suatu keputusan untuk hanya mengenali dan menaati kehendak Kristus setiap hari. Kadang saya gagal, tetapi pertobatan membawa saya kembali melangkah bersama Roh Kudus.

Kita menghadapi konflik ini setiap hari, tetapi Roh dapat mengatasi hasrat kita yang penuh dosa dan memenangkan peperangan. Bagian manakah dari hidup Anda yang menang? --Joanie Yoder

ALLAH AKAN MEMBERI KITA KEMENANGAN
NAMUN KITA HARUS BERSEDIA UNTUK BERPERANG

Pdt. Marihot Hutabarat

TUJUAN PENDERITAANBacaan: Ibrani 12:7-11NATS: Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukac...
28/11/2022

TUJUAN PENDERITAAN

Bacaan: Ibrani 12:7-11
NATS: Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibrani 12:11)

Penderitaan dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih dalam dan penuh bila kita terima dengan kesabaran dan kerendahan hati. "Sebelum aku tertindas, aku menyimpang," tulis Daud, "tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu" (Mazmur 119:67). Dan lagi, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu" (ayat 71).

Penderitaan bukanlah penghambat pertumbuhan rohani kita. Sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengizinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firman-Nya. Kerap kali, melalui penderitaan, Bapa membentuk kita dengan penuh kasih supaya menyerupai Putra-Nya, dan perlahan-lahan memberi kita keberanian, belas kasih, kepenuhan, dan ketenangan seperti yang kita rindukan dan doakan. Tanpa penderitaan, Allah tidak dapat menyelesaikan semua yang ingin Dia kerjakan di dalam dan melalui kita.

Apakah anda diajar oleh allah melalui penderitaan dan rasa sakit? Dengan kasih karunia-nya, anda dapat bertahan untuk melakukan perintah-nya dengan sabar (2Korintus 12:9). Dia dapat membuat pencobaan menjadi berkat dan memakainya untuk membawa anda ke dalam hati dan firman-nya. Dia pun dapat memberi anda pengajaran untuk anda pelajari, serta memberi kedamaian-nya di tengah-tengah kesukaran anda.

Alkitab berkata, "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" (Yakobus 1:2). Allah sedang membentuk Anda lebih dari yang dapat Anda bayangkan --David Roper

KRISTUS DAPAT MENGUBAH PENCOBAAN YANG MENYAKITKAN
MENJADI KEMENANGAN YANG MULIA

Pdt. Marihot Hutabarat

HARI-HARI BIASABacaan: 2 Korintus 6:1-10NATS: Dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu:...
27/11/2022

HARI-HARI BIASA

Bacaan: 2 Korintus 6:1-10
NATS: Dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran (2Korintus 6:4)

Pernahkah Anda menerima kartu natal disertai surat dari seorang kawan yang menceritakan kembali kejadian-kejadian biasa tahun lalu? Pernahkah seseorang bercerita tentang membersihkan karpet atau membuang sampah? Mungkin belum pernah.

Sebuah terbitan di internet berjudul Journal of Mundane Behavior mengatakan bahwa kejadian-kejadian rutin seperti itu mengisi sebagian besar waktu kita. Sang redaktur pelaksana, seorang pakar sosiologi, mengatakan bahwa rutinitas sehari-hari berharga karena hampir 60 persen hidup ini kita gunakan untuk kegiatan seperti berangkat-pulang kerja dan berbelanja bahan pangan.

Kita jarang memerhatikan hari-hari biasa Rasul Paulus, tetapi ia menulis, "Dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah" (2Korintus 6:4). "Segala hal" tersebut bukan saja dalam hal menanggung dera, tetapi juga "dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga ..., dalam kemurnian hati, ... kemurahan hati, ... dan kasih" serta pengalaman sehari-hari lainnya (ayat 4-10).

Oswald Chambers mengatakan bahwa kita cenderung kehilangan semangat "saat tidak punya visi dan dorongan, kecuali rutinitas pekerjaan biasa. Akhirnya, hal yang penting bagi Allah dan manusia adalah ketekunan yang terus-menerus terhadap sesuatu yang tidak kelihatan, dan satu-satunya cara untuk menjaga agar hidup tidak hancur adalah tetap memandang Allah" (My Utmost For His Highest, 6 Maret).

Maka, mari kita jalani hari ini dengan sungguh-sungguh bagi Tuhan, karena hari ini adalah hari biasa yang penting --David McCasland

UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK DALAM HIDUP INI
BUATLAH SETIAP SAAT BERHARGA BAGI KRISTUS

Pdt. Marihot Hutabarat

DIPENUHI RASA SYUKURBacaan: Roma 1:18-22NATS: Marilah kita ... senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, ya...
24/11/2022

DIPENUHI RASA SYUKUR

Bacaan: Roma 1:18-22
NATS: Marilah kita ... senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (Ibrani 13:15)

Sepanjang sejarah, banyak budaya yang mengkhususkan waktu tertentu untuk mengungkapkan syukur. Di Amerika Serikat, hari Pengucapan Syukur pertama kali dirayakan para pendatang dari Inggris. Di tengah kesukaran yang hebat, kehilangan orang-orang terkasih, dan kekurangan bahan makanan, mereka tetap percaya bahwa mereka diberkati. Mereka memilih untuk merayakan berkat Allah dengan berbagi makanan dengan penduduk asli Amerika yang telah membantu mereka bertahan hidup.

Kita sadar bahwa kita telah kehilangan makna perayaan pengucapan syukur yang sebenarnya. Kita mengeluh bahwa hari Pengucapan Syukur kita “tidak beres” karena cuaca buruk, makanan yang kurang enak, atau flu yang menjengkelkan. Sebenarnya kitalah yang “tidak beres”. Kita terlena oleh berkat-berkat yang seharusnya dapat menjadikan setiap hari sebagai hari pengucapan syukur, bagaimanapun keadaan kita.

Billy Graham menulis, “Tidak mengucap syukur adalah dosa, sama halnya dengan berbohong, mencuri, bertindak amoral, atau melakukan dosa-dosa lain yang disebutkan Alkitab.” Kemudian ia mengutip Roma 1:21, salah satu dakwaan Alkitab terhadap manusia yang memberontak. Dr. Graham menambahkan, “Tak ada satu pun yang dapat lebih cepat membuat kita menjadi orang yang pahit hati, mementingkan diri sendiri, dan tidak puas, selain hati yang tidak bersyukur. Dan tidak ada yang lebih sanggup memulihkan kepuasan dan sukacita akan keselamatan kita selain roh yang tulus untuk mengucap syukur.”

Mana yang menggambarkan keadaan Anda? --Joanie Yoder

MENGUCAP SYUKUR ADALAH SIKAP YANG MEMULIAKAN ALLAH

Pdt. Marihot Hutabarat

BERSYUKUR DAN MENGINGATBacaan: Ibrani 13:1-16NATS: Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korba...
23/11/2022

BERSYUKUR DAN MENGINGAT

Bacaan: Ibrani 13:1-16
NATS: Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah (Ibrani 13:16)

Salah satu kolom surat kabar yang paling populer saat ini adalah “Dear Abby”. Kolom yang berisi nasihat ini dimulai oleh Abigail Van Buren pada tahun 1956, dan saat ini ditulis oleh anaknya Jeanne Phillips. Dalam edisi baru-baru ini, ia memasukkan Doa Ucapan Syukur yang ditulis oleh ibunya bertahun-tahun lalu:

Ya Bapa di surga

Kami berterima kasih untuk makanan kami

sambil mengingat orang yang lapar.

Kami berterima kasih untuk kesehatan kami

sambil mengingat orang yang sakit.

Kami berterima kasih untuk teman-teman kami

sambil mengingat orang yang kesepian.

Kami berterima kasih untuk kebebasan kami

sambil mengingat mereka yang diperbudak.

Semoga ingatan-ingatan ini

menggugah kami untuk melayani.

Semoga anugerah-Mu bagi kami

bermanfaat juga bagi orang lain. Amin.

Kata-kata dalam doa ini menggemakan ajaran Kitab Suci. Syukur kita kepada Allah seharusnya disertai ingatan akan orang-orang yang susah. “Sebab itu,” kata penulis kitab Ibrani, “marilah kita, oleh [Yesus], senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).

Namun, ada yang lebih penting daripada sekadar bersyukur. Kita harus bertindak setelah bersyukur. “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (ayat 16). Syukuri semua berkat Allah, dan ingat juga mereka yang kekurangan --David McCasland

MELAYANI SESAMA
ADALAH CARA UNTUK BERSYUKUR KEPADA ALLAH

Pdt. Marihot Hutabarat

PENGARUH DOABacaan: Yakobus 5:13-20NATS: Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobu...
23/11/2022

PENGARUH DOA

Bacaan: Yakobus 5:13-20
NATS: Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16)

Bertahun-tahun para peneliti berusaha menyelidiki apakah doa berpengaruh terhadap penyembuhan fisik. Seorang profesor pembantu di Fakultas Kedokteran Universitas George Washington mengatakan bahwa "usaha pembuktian pengaruh doa terhadap kesehatan secara ilmiah hampir tidak mungkin dilakukan".

Bahkan orang-orang kristiani yang percaya pada kuasa penyembuhan Allah memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai bagaimana, kapan, dan mengapa Dia melakukannya. Kita mengalami pergumulan untuk memahami mengapa Tuhan menyembuhkan sebagian orang, sementara yang lainnya tetap sakit, bahkan meninggal dunia.

Yakobus membahas masalah ini dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian. Ia membahas masalah penyembuhan dalam konteks persekutuan orang-orang percaya dan berkata, "Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16).

Yakobus tak bertujuan menciptakan kontroversi atau membuktikan secara ilmiah. Sebaliknya, ia memusatkan perhatian pada keistimewaan dan kekuatan doa. Saat membahas penyembuhan fisik, ia pun mengikutsertakan panggilan untuk memulihkan kesehatan rohani melalui pertobatan dan pengakuan dosa (ayat 15).

Ilmu pengetahuan berusaha mencari pembuktian hukum sebab-akibat. Namun, iman mengarahkan kita untuk memohon kekuatan dari Allah yang penuh kasih, yang rencananya sulit kita pahami tetapi selalu dapat kita percayai --David Mc Casland

DOA ADALAH LAHAN
TEMPAT PENGHARAPAN DAN PENYEMBUHAN TUMBUH SUBUR

Pdt. Marihot Hutabarat

HIDUP YANG DITELADANIBacaan: Roma 12:3-8NATS: Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karun...
21/11/2022

HIDUP YANG DITELADANI

Bacaan: Roma 12:3-8
NATS: Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: ... baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita (Roma 12:6)

Kematian C.S. Lewis pada tanggal 22 November 1963 tenggelam oleh berita pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada hari yang sama. Meskipun peringatan kematian Lewis hampir tidak menjadi berita utama surat kabar, tetapi pengaruh yang kuat dari ahli teologi, guru, dan penulis Inggris ini masih terus berlangsung di seluruh dunia setelah 40 tahun kematiannya.

Bukunya terjual lebih dari 3 juta eksemplar setiap tahunnya. Dan karyanya yang paling terkenal, Mere Christianity, The Screwtape Letters, dan The Chronicles Of Narnia, telah dicetak ulang berkali-kali.

Saat dewasa, Lewis menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Ia mencurahkan pikiran serta imajinasinya yang tajam untuk bekerja melayani Allah. Sekalipun telah menjadi penulis dan pembicara terkenal, ia tetap hidup sederhana. Berikut ini komentar Michael Nelson tentangnya yang dimuat di International Herald Tribune, "Dua pertiga dari royalti bukunya disisihkan untuk amal. Ia tidak pernah bepergian ke luar negeri, bahkan ketika ketenaran membuatnya sering diundang berceramah di seluruh dunia."

Lewis memberi kita suatu pemberian yang tak ada bandingannya, yaitu pandangan yang segar dan kreatif tentang kondisi kemanusiaan kita yang berdosa dan kekuatan Injil Kristus yang tak berkesudahan. Ia melaksanakan perintah untuk melayani orang-orang percaya melalui apa pun yang telah diberikan Allah karena anugerah-Nya (Roma 12:4-6). Teladan hidupnya dapat memacu kita untuk menggunakan karunia yang diberikan Allah kepada kita bagi kemuliaan-Nya --David McCasland

ALLAH MEMAKAI ORANG-ORANG BIASA
UNTUK MELAKSANAKAN RENCANA-NYA YANG LUAR BIASA

Pdt. Marihot Hutabarat

BIAR DUNIA MENDENGARBacaan: Kisah Para Rasul 1:1-8NATS: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makh...
20/11/2022

BIAR DUNIA MENDENGAR

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:1-8
NATS: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Markus 16:15)

Fritz Kreisler (1875-1962), seorang pemain biola dunia yang ternama, mendapat banyak uang melalui berbagai konser dan komposisi yang dibuatnya. Akan tetapi, ia banyak menyumbangkan uangnya. Akibatnya, ketika dalam suatu perjalanan ia menemukan sebuah biola yang sangat indah, uangnya tidak cukup untuk membeli.

Setelah mengumpulkan cukup uang, ia kembali kepada si penjual untuk membeli alat musik yang indah itu. Namun, ia sangat terkejut ketika mendapati bahwa biola tersebut telah dibeli seorang kolektor. Kemudian, Kreisler berangkat ke rumah pemilik baru biola itu dan mengatakan bahwa ia ingin membeli biola tersebut. Sang kolektor mengatakan bahwa biola tersebut adalah harta berharga baginya, dan ia tidak bermaksud menjualnya.

Merasa kecewa, Kreisler hendak meninggalkan rumah itu. Tetapi mendadak ia mendapat sebuah ide. “Bolehkah saya memainkan biola itu sebelum disimpan dalam kesunyian?” tanyanya. Ia diperbolehkan untuk memainkannya. Pemusik andal tersebut memainkan musik yang sangat indah sehingga menyentuh perasaan sang kolektor. “Saya tidak berhak menyimpan biola itu bagi diri saya sendiri,” katanya. “Biola ini milik Anda, Pak Kreisler. Bawalah, dan biarlah semua orang mendengarkan alunan musik darinya.”

Bagi para pendosa yang telah diselamatkan oleh kasih karunia, Injil bagaikan harmoni surga yang memesona. Kita tidak berhak menyimpannya bagi diri kita sendiri. Yesus memerintahkan agar kita memberitakannya kepada dunia sehingga semua orang dapat mendengarnya --Vernon Grounds

SESEORANG PERNAH MENCERITAKAN TENTANG YESUS
KEPADA ANDA
APAKAH ANDA PERNAH BERCERITA TENTANG YESUS?

Pdt. Marihot Hutabarat

JANJI YANG MENGHERANKANBacaan: Ibrani 13:5,6NATS: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak...
17/11/2022

JANJI YANG MENGHERANKAN

Bacaan: Ibrani 13:5,6
NATS: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibrani 13:5)

Penulis kitab Ibrani mengutip ucapan Allah kepada umat-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Bagaimana hal itu menyentuh Anda? Apakah itu hanya kesucian menyenangkan yang membuat Anda menguap lebar?

Ini berbeda dengan ucapan bahwa kita boleh minum kopi dengan Presiden atau Ketua Mahkamah Agung. Mengenal orang-orang seperti itu memang sesuatu yang penting bagi kita. Namun meyakini bahwa Allah menyertai kita setiap saat setiap hari, sedekat kulit kita, dalam setiap peristiwa hidup, saat menangis atau tertawa--itu hampir tidak masuk akal.

Namun, sepanjang sejarah banyak orang telah mempertaruhkan hidup pada kebenaran tersebut. Abraham, Musa, Rahab, Yosua, Daud, dan Ester hanyalah segelintir contoh. Janji Allah itu terbukti benar dalam hidup mereka. Namun, bagaimana kita tahu bahwa janji itu juga benar bagi hidup kita?

Hal itu nyata bagi kita karena Yesus. Melalui kedatangan-Nya, sebenarnya Dia mengatakan, “Aku ingin bersamamu; Aku memberikan hidup-Ku bagimu; Aku mengurbankan hidup-Ku untukmu. Apakah mungkin Aku akan meninggalkanmu?”

-Bagaimana tanggapan Anda terhadap janji yang mengherankan ini? Mungkin janji tersebut terlalu muluk-muluk. Mungkin juga tampak mustahil. Namun, jangan abaikan janji itu. Saat Anda sedih, takut, menghadapi pergumulan dan pencobaan, tak ada janji yang lebih indah selain: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” --Haddon Robinson

DI MANA PUN ANDA BERADA
ALLAH MENYERTAI ANDA

Pdt. Marihot Hutabarat

SELALU SEGARBacaan: Pengkhotbah 1:1-9NATS: Apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah m...
16/11/2022

SELALU SEGAR

Bacaan: Pengkhotbah 1:1-9
NATS: Apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari (Pengkhotbah 1:9)

Kita semua cenderung melakukan rutinitas sehari-hari secara berulang-ulang. Dari waktu ke waktu kita makan, tidur, bekerja, dan merapikan diri. Kita dapat kehilangan semangat hidup jika "tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari" (Pengkhotbah 1:9).

Namun, ada cara lain untuk memandang kehidupan ini. Dunia dapat disamakan dengan panggung tempat pementasan drama kekekalan dan kita adalah para aktornya. Matahari yang terbit dan terbenam seumpama layar besar hari demi hari. Dan setiap kali kita "mengulang jalur kita", sebenarnya kita membuat suatu keputusan. Kita dapat memandang peran kita dalam kehidupan sehari-hari hanyalah untuk menyelesaikan tugas kita, atau justru melihatnya sebagai suatu kesempatan yang indah untuk mengenal dan menikmati kebaikan dan kebijaksanaan Sang Sutradara yang agung (ayat 5:18-20; 12:13,14).

Saat kita dengan gembira ikut ambil bagian dalam aktivitas yang berulang-ulang ini, maka karakter kita dibentuk, iman kita dikuatkan, harapan kita ditambahkan, dan daya tahan kita dikembangkan. Melalui kejadian-kejadian yang biasa, Allah mengatakan kepada kita bahwa ada sesuatu yang lebih dengan keberadaan kita di dunia ini selain dari rentetan tugas yang tidak berarti.

Bagian dari rencana Allah bagi kita adalah agar kita berserah pada bimbingan-Nya dalam kejadian-kejadian biasa yang terjadi berulang-ulang. Mempercayai Allah terus-menerus sepanjang bulan, minggu, hari, dan jam, merupakan cara yang paling tepat untuk membuat hidup kita selalu segar --Mart De Haan

HIDUP ADALAH SUATU ASAHAN
MAKA GUNAKANLAH UNTUK MEMPERTAJAM KARAKTER ANDA

Pdt. Marihot Hutabarat

APA ADANYABacaan: 2 Korintus 5:14-21NATS: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah ...
15/11/2022

APA ADANYA

Bacaan: 2 Korintus 5:14-21
NATS: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)

Sebuah mobil usang teronggok di tempat parkir mobil bekas. Mobil itu telah berkarat dan dilupakan. Setelah bertahuntahun disalahgunakan dan dikendarai dengan kasar, mobil yang dulu mengilap itu kini telah usang.

Seorang pria berjalan ke tempat parkir itu dan tertarik pada mobil tua tersebut. Ia membayarnya tunai, lalu sang penjual memberikan kunci mobil itu kepadanya sambil berkata, “Saya jual mobil ini kepada Anda dengan kondisi ‘apa adanya’.” Pemilik baru itu hanya tersenyum. Ia mengenal mobil-mobil tua yang pernah dibelinya dan ingin mengubah mobil tua yang baru dibelinya itu menjadi indah seperti sediakala.

Di sudut lain kota itu, seorang wanitayang bermasalah duduk termenung dalam kesedihan memikirkan kegagalannya. Setelah bertahun-tahun dilecehkan dan menjalani hidup yang keras, ia tak lagi bersemangat. Ia sering diperlakukan tidak adil oleh banyak orang sehingga merasa tidak berarti. Dan setelah melakukan banyak kesalahan dan hidup dalam pilihan-pilihan yang keliru, ia yakin akan dibuang ke keranjang sampah kehidupan untuk selamanya.

Namun, kemudian ada orang yang bercerita tentang Yesus kepadanya. Orang itu mengatakan bahwa Yesus secara khusus melayani orang-orang buangan, dan bahwa Yesus menanti untuk mengubah hidup orang yang percaya kepada-Nya--termasuk dia. Orang tersebut bercerita bahwa Yesus mau menerimanya “apa adanya”. Wanita itu pun percaya. Ia meyakini hal itu. Lalu Yesus mulai mengubah hidup seseorang yang terhilang dan memberikan hidup berkelimpahan seperti yang dijanjikan-Nya --Dave Branon

KESELAMATAN TIDAK MEMBUKA LEMBARAN YANG BARU
TETAPI MENERIMA HIDUP BARU

Pdt. Marihot Hutabarat

Address

29455
Batam
29455

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GMI Ebenhaezer Batam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GMI Ebenhaezer Batam:

Shortcuts

Share