LDII Banyuwangi

LDII Banyuwangi Cikal bakal organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) didirikan pada tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Isl

Banyuwangi Jadi Fokus Gerakan Mangrove LDII Jatim, Amrodji Konawi Ajak Warga Perkuat Ketahanan PesisirBANYUWANGI — Ketua...
23/08/2026

Banyuwangi Jadi Fokus Gerakan Mangrove LDII Jatim, Amrodji Konawi Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pesisir

BANYUWANGI — Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi mengajak masyarakat memperkuat gerakan penanaman dan pelestarian mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat penanaman mangrove dan pelepasan tukik di Pantai Cemara, Banyuwangi, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang digelar DPD LDII Kabupaten Banyuwangi bersama DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut menanam 1.000 bibit mangrove, melepasliarkan 50 tukik, serta melakukan bersih-bersih pantai. Mengusung tema “Bersama, Membangun Banyuwangi yang Bersih, Lestari dan Berkelanjutan”, kegiatan itu melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Amrodji mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari program tahunan LDII bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang dilaksanakan setiap Agustus. Tahun ini, gerakan tersebut difokuskan di Banyuwangi melalui aksi pelestarian pesisir sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, “Nandur Mangrove”.

“Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia. Karena itu, menjaga dan memperbaiki lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dukung Sukses Pembangunan Bidang Kesehatan DPD LDII dan Dinkes Banyuwangi Tanda Tangani Nota KesepahamanBANYUWANGI — Dal...
18/08/2026

Dukung Sukses Pembangunan Bidang Kesehatan DPD LDII dan Dinkes Banyuwangi Tanda Tangani Nota Kesepahaman

BANYUWANGI — Dalam upaya mendukung dan berpartisipasi aktif keberhasilan pembangunan bidang kesehatan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menandatangani Nota Kesepahaman / Memorandum Of Understanding (MOU) di Kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi  Selasa, 18 Agustus 2026.

Salah fokus MOU yang ditandatangai adalah mewujudkan  pemberdayaan dan penggerakan masyarakat dalam mendukung program prioritas bidang kesehatan serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) demi meningkatkan derajat kesehatan warga Banyuwangi, 

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, H. Amir Hidayat, S.KM., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan dan peran aktif LDII Banyuwangi yang konsisten membantu program-program kesehatan pemerintah daerah.

Menurut H.  Amir berbagai tantangan kesehatan di Banyuwangi, antara lain; lonjakan penyakit metabolisme di usia muda, angka penderita hipertensi yang mencapai 20% dari 1,8 juta penduduk, hingga penyakit menular dan kasus HIV/AIDS yang masih memerlukan penanganan serius. 

Selain itu, angka pernikahan dini di Banyuwangi tercatat masih cukup tinggi di tingkat provinsi  Jawa Timur (Jatim).

"Kami mendorong percepatan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan kami sangat mengapresiasi Dusun Kampung Baru, Jajag, Gambiran, yang sukses menjadi kawasan bebas asap rokok di bawah binaan LDII Banyuwangi," ujar Amir Hidayat. 

Dia menyampaikan  harapan  agar jajaran pengurus, terutama  Wanita LDII terus menjadi pionir dan garda terdepan dalam mendukung program kesehatan di tengah masyarakat.

Menanggapi harapan Kepala Dinas Kesehatan tersebut, Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, menegaskan komitmen penuh organisasi untuk terus bersinergi berkolaborasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Hadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding, LDII Banyuwangi Dorong Kolaborasi Ketahanan Lingkungan dan PerdamaianBANY...
10/08/2026

Hadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding, LDII Banyuwangi Dorong Kolaborasi Ketahanan Lingkungan dan Perdamaian

BANYUWANGI – Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan generasi muda untuk membangun ketahanan lingkungan sekaligus memperkuat perdamaian di masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding di kawasan wisata Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk membahas keterkaitan antara ketahanan ekologis dan pembangunan perdamaian. Kegiatan itu merupakan bagian dari program Harmony in Action, kolaborasi Wahid Foundation dan Temasek Foundation Singapura, sekaligus rangkaian Gus Dur School for Peace Batch 6.

Forum diikuti peserta Eco Peace Forum dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan Singapura. Hadir p**a unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, komunitas lokal, mitra pembangunan, serta generasi muda. Managing Director Wahid Foundation, Siti Holisah, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berhalangan hadir dan diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyuwangi, Suratno. Ia menegaskan, ketahanan lingkungan dan pembangunan perdamaian merupakan dua agenda yang saling berkaitan.

“Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan bukan semata persoalan ekologis, tetapi juga masalah sosial. Membangun ketahanan ekologis pada hakikatnya juga untuk mencegah konflik,” ujarnya.

Menurut Suratno, keterbatasan sumber daya alam berpotensi memunculkan ketidakadilan yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, dan keberlanjutan lingkungan.

Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda, DPD LDII Banyuwangi Audiensi dengan KemenagBANYUWANGI — Dewan Pimpinan Daerah (...
05/08/2026

Perkuat Sinergi Pembinaan Generasi Muda, DPD LDII Banyuwangi Audiensi dengan Kemenag

BANYUWANGI — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal pasca-Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Banyuwangi untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan generasi muda, penguatan moderasi beragama, dan pembangunan karakter masyarakat.

Audiensi dipimpin Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM, didampingi enam jajaran pengurus. Rombongan diterima oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, bersama Kasubbag Tata Usaha Mastur dan jajaran.

Dalam kesempatan itu, Heri Sujatmiko menyampaikan komitmen LDII untuk terus berkontribusi membangun sumber daya manusia yang berkarakter luhur melalui pembinaan generasi muda.

“LDII berupaya membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif dan kemaksiatan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memohon arahan Kemenag agar program-program LDII dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam pembinaan umat.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin baik antara Kemenag dan LDII. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah yang religius, harmonis, dan berkarakter.

“Alhamdulillah, komunikasi Kemenag dengan LDII selama ini berjalan sangat baik. Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan untuk mewujudkan Banyuwangi yang madani, generasi mudanya berakhlakul karimah, serta mampu membangun keluarga yang harmonis,” katanya.

Hadiri Pelantikan JMSI Banyuwangi, LDII Perkuat Sinergi Bangun Narasi Positif untuk Kemajuan DaerahBanyuwangi –  DPD LDI...
30/07/2026

Hadiri Pelantikan JMSI Banyuwangi, LDII Perkuat Sinergi Bangun Narasi Positif untuk Kemajuan Daerah

Banyuwangi – DPD LDII Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Wakil Sekretaris Andreas Askhab Firdaus menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan workshop bertema “Media Siber Sebagai Katalisator Investasi Daerah” di Hotel Santika Banyuwangi, Kamis (30/7/2026)

10/07/2026

Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, mengatakan Permata CAI digelar pada 7–9 Juli 2026 dan diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan muda-mudi. Selama tiga hari, mereka mendapatkan berbagai pembinaan karakter.

Selain pembinaan keagamaan, peserta juga memperoleh materi wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkotika dari BNNK Banyuwangi dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta penguatan pengetahuan dan keterampilan (soft skill).

“Harapan kami, generasi muda benar-benar siap menjadi generasi yang profesional dan religius. Itulah tujuan utama kegiatan ini dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Heri

08/07/2026

Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Bina Karakter Generasi Muda Lewat Permata CAI

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen DPD LDII Kabupaten Banyuwangi dalam membina generasi muda. Konsistensi organisasi ini dalam mencetak kader bangsa dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Ipuk saat membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa ini menjadi wadah pembentukan karakter yang memadukan wawasan kebangsaan, bela negara, akhlakul karimah, serta kewirausahaan.

“Saya mengapresiasi LDII yang konsisten menjadikan Permata CAI sebagai ruang pembinaan. Materi yang diberikan sangat komprehensif untuk membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan berintegritas. Ini modal penting bagi bangsa kita,” ujar Bupati Ipuk.

Dalam arahannya, Bupati Ipuk menekankan pentingnya penguatan SDM di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat optimal jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat.

“Teknologi semakin cerdas, namun belum tentu manusia semakin bijaksana. Sehebat apa pun teknologi, ketika SDM kita memiliki akhlak, iman, dan karakter yang kuat, ia tidak akan menjadi budak teknologi. Saya berharap CAI menjadi sarana membentuk generasi yang berlandaskan iman kepada Allah, Al-Qur’an, dan Sunnah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ipuk membandingkan dinamika global di mana banyak negara kaya Sumber Daya Alam (SDA) kalah berkompetisi karena lemahnya kualitas manusia. Sebaliknya, negara dengan SDA terbatas mampu unggul karena kelebihan kapasitas SDM-nya.

BANYUWANGI – Pengurus Forum Pemuda Lintas Agama Banyuwangi Bersatu (Formula Satu) melakukan audiensi dengan jajaran peng...
06/07/2026

BANYUWANGI – Pengurus Forum Pemuda Lintas Agama Banyuwangi Bersatu (Formula Satu) melakukan audiensi dengan jajaran pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PCNU Banyuwangi ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan langkah nyata menghadapi tantangan degradasi moral generasi muda di era digital.

Dalam kegiatan tersebut, peran aktif  Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tampak menonjol. Sekretaris Formula Satu, Andreas Askhab Firdaus, yang mewakili unsur Pemuda LDII, bersama Ketua Formula Satu, Muhson, memimpin rombongan dalam diskusi bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Ahmad Turmudzi, dan Sekretaris Tanfidziah, KH Bisri.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Ahmad Turmudzi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para pemuda lintas agama tersebut. Menurutnya, di tengah arus informasi yang kerap mendistorsi karakter bangsa, keterlibatan aktif organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda LDII, merupakan langkah nyata dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Blambangan.

"Kita tidak bisa memaksakan akidah, namun kita wajib mengedepankan toleransi baik dalam beragama maupun berbudaya. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang mampu bersatu untuk menjaga harmoni," ujar KH Ahmad Turmudzi saat menerima delegasi.

Lebih lanjut, KH Ahmad Turmudzi menekankan agar gerakan lintas agama ini tidak berhenti pada simbolisme semata. Ia mendorong Formula Satu untuk melakukan aksi nyata hingga ke akar rumput guna membentengi remaja dari dampak negatif teknologi serta menjaga nilai-nilai moralitas.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Formula Satu yang juga merupakan perwakilan Pemuda LDII, Andreas Askhab Firdaus, menyatakan komitmen penuh organisasinya dalam mengawal nilai-nilai perdamaian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas iman adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan Banyuwangi tetap kondusif.

04/07/2026

Perkemahan Akhir Tahun Ajaran
Cinta Alam Indonesia CAI ke 47
Yang akan dilakaanakan di Wisata Waduk Sidodadi
Pada hari senin sampai Kamis 07-09 Juli 2026.

Address

Jalan Kemuning 36 Banjarsari Kec Glagah
Banyuwangi
68432

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 11:00
13:30 - 16:00
Saturday 08:00 - 16:00

Telephone

+6285331282528

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LDII Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to LDII Banyuwangi:

Shortcuts

Share